Putin Tawarkan Kolaborasi Energi & Militer ke Prabowo: Rusia Ingin Peran Lebih di Sektor Strategis?
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan kerja sama dengan Indonesia. Hal ini disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Kremlin, Moskow, Senin (13/4). Kerja sama mencakup bidang ekonomi, perdagangan (naik 12%), energi, antariksa, pertanian, industri, farmasi, dan militer. Prabowo mengakui kemajuan pesat dalam kemitraan strategis kedua negara.
Kunjungan Prabowo ke Rusia: Mengurai Strategi Geopolitik dan Ambisi Energi Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Moskow, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menilai pentingnya konsultasi geopolitik dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Dalam hal ini, Prabowo memandang Rusia sebagai mitra yang tepat karena negara tersebut dianggap berperan positif dalam menghadapi kondisi geopolitik. Selain itu, ia juga berharap kedua negara dapat terus meningkatkan kerja sama strategis di tengah gejolak global saat ini.
“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” ujar Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Putin yang telah menerima kunjungannya meski dengan pemberitahuan singkat.
“Terima kasih Yang Mulia, Presiden Putin, saya yang terima kasih karena saya diterima dengan permintaan yang begitu singkat. Tapi di tengah kesibukan Anda, Anda bisa terima saya, saya sangat terima kasih,” jelas dia.
Sementara itu, Putin juga menganggap penting kunjungan Prabowo kali ini. Menurutnya, kehadiran Prabowo di Kremlin memiliki arti yang sangat besar di tengah situasi dan perkembangan global.
Oleh karenanya, ia juga berharap bahwa kedua negara dapat lebih meningkatkan kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi.
“Kunjungan yang mulia merupakan makna yang sangat besar dan sangat penting terutama mengingat situasi dan perkembangan sekarang di dunia,” ujar Putin. (her/dav)
ASN WFH Mulai 10 April 2026 Kecuali Sektor Strategis, Sukseskan Gerakan Hemat Energi
Pemerintah mulai menerapkan kebijakan Work from Home (WFH) untuk ASN pada Jumat, 10 April 2026. Dalam pelaksanaannya, MenPAN-RB telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah. Tidak hanya itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) juga menerbitkan Surat Edaran tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Kemendagri. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, ditulis Jumat (10/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah mulai menerapkan kebijakan Work from Home (WFH) untuk ASN pada Jumat, 10 April 2026. Dalam pelaksanaannya, MenPAN-RB telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah.
Tidak hanya itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) juga menerbitkan Surat Edaran tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Kemendagri.
Perlu diketahui, kebijakan WFH ini sebagai langkah adaptif dan preventif dalam menghadapi dinamika global. Selain itu, ini sebagai upaya transformasi budaya kerja nasional yang mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital.
“Skema WFH ini diatur juga untuk mendorong transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital, efisiensi mobilitas, termasuk pembatasan penggunaan kendaraan dinas kecuali untuk operasional dan kendaraan listrik, dan mendorong penggunaan transportasi public,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, ditulis Jumat (10/4).
Meskipun demikian, terdapat sektor-sektor yang dikecualikan dari kebijakan WFH dan tetap bekerja dari kantor atau lapangan, yaitu sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta sektor strategis seperti industri/produksi, energi, air, bahan pokok, makanan/minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan.
Sementara itu, penerapan WFH bagi sektor swasta diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan, dengan tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor usaha. Pengaturan Surat Edaran Ketenagakerjaan juga mencakup gerakan efisiensi penggunaan energi di tempat kerja.
Gerakan Hemat Energi
Airlangga mengaskan, penerapan WFH untuk ASN selama 1 hari dalam seminggu, APBN bisa hemat Rp 6,2 triliun karena pengurangan konsumsi BBM masyarakat.
“Potensi penghematan WFH ASN yang langsung ke APBN adalah Rp 6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM. Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp 59 triliun,” terangnya.
Dalam rangka mensukseskan Gerakan hemat energi ini, pemerintah juga menghimbauan bagi seluruh masyarakat untuk melakukan efisiensi energi dengan menjalankan kebiasaan hemat energi dalam aktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun di tempat kerja.
Selain itu, masyarakat juga diminta melakukan mobilitas cerdas dengan memprioritaskan penggunaan transportasi public, serta masyarakat juga diminta tetap produktif dan menjalankan roda ekonomi sebagaimana biasa.
“Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan. Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha, untuk tetap produktif, berpartisipasi aktif, dan mendukung efisiensi dan transformasi budaya kerja ini,” pungkas Menko Airlangga. (her/dav)
Prabowo: Krisis Global, Momentum Strategis Indonesia Genjot Energi Terbarukan
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan krisis yang tengah dihadapi dunia akibat perang menjadi peluang bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan demi ketahanan nasional.
“Krisis dunia ini bagi saya adalah peluang untuk mempercepat langkah kita. Ini membuat kita lebih fokus. Berarti strategi kita sudah benar, tetapi kita harus mempercepat bahwa energi kita harus terbarukan,” ujar Prabowo dalam taklimatnya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4).
Prabowo juga mendorong swasembada energi dengan mengembangkan bahan bakar nabati (biofuel) dari singkong dan jagung sebagai alternatif pengganti solar dan bensin. Langkah ini bertujuan mengurangi impor BBM dengan memanfaatkan kekayaan alam dalam negeri.
“Dan kita bisa dari batu bara, kita bisa menghasilkan solar dan bensin dari batu bara, dari singkong, dari jagung,” ucapnya.
Prabowo mengatakan Indonesia memiliki fondasi ekonomi dan ketahanan energi yang kuat untuk menghadapi krisis global. Menurutnya, Indonesia relatif aman dari dampak langsung gangguan pasokan energi global karena memiliki sumber energi mandiri. “Ternyata setelah mengkaji, kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat,” ungkapnya.
“Karena sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa menjadi alternatif lain,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo memprediksi krisis yang dihadapi dunia tidak akan berlangsung lama. Ia berharap transformasi sistem energi terbarukan dapat diimplementasikan lebih cepat dalam waktu singkat.
“Yang saya anggap jangka pendek, yang saya anggap kritis ini 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat,” pungkasnya. (her/dav)
Prabowo: 70% Energi & Dagang Asia Timur Tergantung Laut Indonesia, Ini Makna Strategisnya
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuturkan bahwa konflik di Timur Tengah yang berimbas pada penutupan Selat Hormuz mengajarkan sesuatu pada Indonesia. Iran, negara yang menguasai Selat Hormuz, memiliki peran sangat vital dalam pasokan energi dunia. Indonesia pun memiliki peran yang tidak kalah penting. Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar dan wilayah laut Indonesia secara keseluruhan adalah jalur perdagangan yang sangat penting bagi dunia. Hal itu dikatakan Prabowo saat menyampaikan Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuturkan bahwa konflik di Timur Tengah yang berimbas pada penutupan Selat Hormuz mengajarkan sesuatu pada Indonesia.
Iran, negara yang menguasai Selat Hormuz, memiliki peran sangat vital dalam pasokan energi dunia. Penutupan Selat Hormuz membuat panik banyak negara di dunia. Harga minyak dunia langsung melonjak.
Indonesia pun memiliki peran yang tidak kalah penting. Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar dan wilayah laut Indonesia secara keseluruhan adalah jalur perdagangan yang sangat penting bagi dunia.
Prabowo mengungkapkan, sekitar 70 persen kebutuhan energi dan perdagangan Asia Timur melalui wilayah laut Indonesia. Betapa pentingnya Indonesia, suatu hal yang perlu disadari oleh masyarakat Indonesia. Faktor geografis ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan posisi tawar tinggi.
“Sadar kah kita bahwa 70 persen kebutuhan energinya Asia Timur dan 70 persen perdagangan lewat laut-laut Indonesia. Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar dan sebagainya itu laut Indonesia. Sadar kah kita betapa pentingnya Indonesia?” ujar Prabowo saat menyampaikan Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4).
Faktor geografis ini juga menjadikan Indonesia sebagai pusat perhatian dunia. Karena itu, Indonesia harus dijaga dan dikelola dengan baik. “Kita harus mengerti bahwa kita selalu jadi perhatian dunia. Makanya kita juga harus memimpin bangsa ini dengan baik, dengan tepat, dan dengan andal,” ucapnya.
Tak hanya memiliki wilayah yang strategis, Indonesia juga kaya akan sumber daya alam. Bila dikelola dengan baik, Indonesia bisa menjadi negara yang kuat dan makmur.
“Kita sendiri tidak sadar betapa besarnya bangsa Indonesia, betapa kayanya bangsa Indonesia, betapa kuatnya bangsa Indonesia,” ujar Prabowo, seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Ia menambahkan, banyak bangsa asing yang ingin menguasai Indonesia, mengeruk kekayaan Indonesia dengan cara mengadu domba. Sejarah sudah membuktikan. Di tengah situasi dunia saat ini, bangsa Indonesia harus bersatu. Jangan mudah diadu domba pihak asing.
“Ratusan tahun ego, ambisi ini digunakan oleh kekuatan asing. Itu namanya devide et impera. Ini bukan hal baru, ada di buku-buku sejarah,” Prabowo mengingatkan.
Karena itu, Prabowo mengajak seluruh bangsa Indonesia bersatu untuk memperkuat negara. Dengan berbagai langkah, pemerintah berupaya memperkuat kedaulatan nasional. Fokus mencapai swasembada pangan hingga energi.
Prabowo optimistis upaya-upaya untuk memperkuat ketahanan pangan hingga energi bakal membuat Indonesia menjadi semakin kuat ke depan. “Yang saya anggap kritis adalah satu tahun. Ke depan ini, 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat,” pungkasnya. (her/dav)
Terobosan ITS: Minyak Sawit Kini Jadi Bensin, Efisiensi 83% Menggebrak Industri Energi.
Foto: ITS
Teknologi.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali melahirkan inovasi strategis di sektor energi terbarukan. Tim peneliti dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS berhasil mengembangkan metode produksi bensin berbahan baku minyak kelapa sawit mentah(Crude Palm Oil/CPO) yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Inovasi yang diberi nama bensin sawit atau “Benwit” ini diproyeksikan menjadi jawaban atas ancaman krisis energi global dan ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil.
Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST., MScEng., PhD., menegaskan bahwa inovasi ini hadir di momentum yang tepat, terutama melihat situasi geopolitik dan krisis bahan bakar minyak (BBM) yang tengah melanda kawasan ASEAN akibat konflik di Timur Tengah.
“Ini adalah peluang besar bagi pemerintah untuk mengembangkan energi alternatif dan mengurangi ketergantungan pada impor energi,” ujarnya pada Selasa (7/4/2026).
Terobosan Katalis Bimetalik: Suhu Turun, Hasil Meningkat
Riset yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini dipimpin oleh Dr. Eng. Hosta Ardhyananta, ST., MSc. Fokus utama penelitian ini adalah mengonversi minyak sawit mentah yang bersifat padat menjadi produk bensin biogasoline yang siap pakai dengan residu seminimal mungkin.
Dalam proses produksinya, tim ITS menggunakan metode catalytic cracking, sebuah teknik pemecahan molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil menggunakan katalis khusus. Awalnya, riset ini menggunakan katalis berbasis alumina(γ-Al₂O₃) yang berperan sebagai “gunting molekuler” untuk memecah trigliserida dalam CPO menjadi fraksi hidrokarbon ringan. Proses awal ini mampu mengonversi sekitar 60 persen CPO menjadi bensin, namun membutuhkan suhu operasi yang sangat tinggi mencapai 420 derajat Celsius.
Pengembangan lebih lanjut kemudian membawa lompatan besar dengan penggunaan katalis bimetalik nikel oksida (NiO) dan tembaga oksida (CuO) dengan komposisi seimbang. Kombinasi dua oksida logam ini bekerja secara sinergis: NiO berperan memutus rantai karbon secara efektif, sementara CuO membantu menghilangkan kandungan oksigen yang tidak diinginkan. Hasilnya, suhu operasi berhasil ditekan hingga 380 derajat Celsius, sementara rendemen atau hasil bensin nabati meningkat drastis hingga mencapai 83 persen.
Produk Berkualitas Setara Bensin Komersial
Foto: ITS
Produk bensin nabati yang dihasilkan didominasi oleh hidrokarbon rantai pendek pada rentang C5 hingga C11, yang secara kimiawi sangat identik dengan komponen bensin komersial yang beredar di pasaran. Tidak hanya fokus pada produk utama, riset ini juga mengusung konsep zero emission dengan memanfaatkan seluruh produk sampingan untuk menciptakan sistem sirkular:
Gas Hasil Samping: Digunakan kembali sebagai bahan bakar pemanas reaktor produksi guna menekan biaya operasional.
Residu Cair: Memiliki karakteristik mirip oli atau minyak jelantah yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar kompor alternatif bagi masyarakat atau industri kecil.
“Kami merancang sistem ini agar benar-benar minim limbah. Residu cairnya pun memiliki stabilitas tinggi sehingga bisa dimanfaatkan kembali seperti bahan bakar minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga,” jelas Hosta.
Inovasi “Benwit” ini telah mulai diimplementasikan pada mesin-mesin pertanian yang memiliki fleksibilitas tinggi terhadap penggunaan bahan bakar alternatif. Pemilihan mesin pertanian sebagai obyek uji coba pertama dikarenakan kemudahan modifikasi sistem pembakarannya. Langkah ini merupakan dedikasi ITS untuk menciptakan kemandirian teknologi bagi petani Indonesia, agar mereka memiliki kendali atas energi mereka sendiri tanpa harus terombang-ambing oleh fluktuasi harga BBM fosil dunia.
Lahirnya kemandirian teknologi dalam produksi bensin lokal ini diharapkan dapat menekan nilai jual energi kepada masyarakat luas. Selama ini, banyak produsen migas nasional masih bergantung pada peralatan dan mesin produksi dari luar negeri, seperti Amerika Serikat. Dengan menggunakan alat dan metode karya anak bangsa, beban biaya teknologi tersebut bisa dipangkas secara signifikan.
Secara filosofis, riset ini sejalan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-7 mengenai energi bersih dan terjangkau, poin ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta poin ke-13 terkait penanganan perubahan iklim. Berdasarkan Life Cycle Assessment (LCA), proses produksi biogasoline ini memiliki jejak karbon yang sangat rendah dibandingkan proses pengolahan minyak bumi konvensional.
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany, ST., PhD., menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI agar inovasi Benwit ini dapat segera masuk ke tahap uji coba proyek nasional. Ke depannya, ITS menargetkan pengembangan kapasitas produksi yang lebih besar agar manfaat bensin sawit ini dapat dirasakan luas oleh masyarakat Indonesia sekaligus mewujudkan kedaulatan energi nasional yang sejati.
Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Kunci Keberlanjutan Program MBG
loading…
Direktur INDEF Esther Sri Astuti menyatakan krisis global akibat ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi dunia berdampak ke perekonomian. Di antaranya meningkatnya inflasi, khususnya pada sektor pangan. Foto/Ist
JAKARTA – Krisis global akibat ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi dunia berdampak signifikan terhadap perekonomian. Salah satunya yakni meningkatnya inflasi, khususnya pada sektor pangan. Kondisi ini akan memengaruhi keberlanjutan berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti menyatakan bahwa dalam situasi krisis global, harga pangan cenderung mengalami kenaikan. Hal tersebut terjadi karena terganggunya rantai pasok global, meningkatnya biaya logistik, serta ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor.
“Ketika harga pangan naik, maka biaya penyediaan makanan bergizi dalam program pemerintah juga ikut meningkat. Di sisi lain, pemerintah memiliki keterbatasan ruang fiskal dalam APBN,” ujar Esther di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia menekankan bahwa anggaran negara tidak hanya digunakan untuk satu program prioritas saja. Pemerintah tetap harus membiayai berbagai kebutuhan lain seperti subsidi energi, belanja infrastruktur, perlindungan sosial, pendidikan, hingga kesehatan. Karena itu, dalam kondisi tekanan global, pemerintah harus berhati-hati agar program yang dijalankan tidak membebani fiskal secara berlebihan.
Menurut Esther, Program MBG tetap perlu dipertahankan karena merupakan janji politik presiden sekaligus program strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, implementasinya sebaiknya tidak dilakukan secara masif di seluruh wilayah dalam waktu bersamaan.
Ia menyarankan agar program tersebut difokuskan terlebih dahulu pada daerah dengan tingkat stunting tinggi dan wilayah yang paling membutuhkan seperti kawasan 3T. Pendekatan yang lebih terarah dinilai akan membuat penggunaan anggaran lebih efisien dan tepat sasaran.
“Jika program dijalankan secara masif di tengah tekanan fiskal, dikhawatirkan akan mengurangi fleksibilitas pemerintah dalam merespons gejolak ekonomi global, apalagi jika terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” ungkapnya.
Uji B50 Sukses, Indonesia Makin Dekat dengan Swasembada Energi
Pemerintah akan menerapkan B50 pada Juli 2026. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi impor BBM sekaligus menekan emisi gas rumah kaca. Kementerian ESDM tengah melakukan uji coba penerapan B50 pada kendaraan. Sebelumnya, pada 2025, pemerintah telah mengimplementasikan B40 secara nasional. Hal itu dikatakan Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, Selasa (7/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah akan menerapkan B50 pada Juli 2026. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi impor BBM sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.
Kementerian ESDM tengah melakukan uji coba penerapan B50 pada kendaraan. Sebelumnya, pada 2025, pemerintah telah mengimplementasikan B40 secara nasional.
Hasil uji B50 pada mesin diesel kendaraan pertambangan yang saat ini masih berlangsung menunjukkan kinerja yang baik, baik dari sisi operasional maupun teknis.
“Hasil sementara uji penggunaan B50 pada mesin diesel di sektor pertambangan menunjukkan performa yang stabil dan tidak ditemukan gangguan signifikan pada mesin,” ujar Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, Selasa (7/4).
Perlu diketahui, B50 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri atas 50% biodiesel (B100) berbasis minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit, dan 50% bahan bakar solar (B0).
Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.
Dalam pelaksanaannya, uji penggunaan B50 pada sektor alat berat pertambangan dilakukan secara komprehensif, mencakup pengujian kualitas bahan bakar, kinerja mesin, ketahanan operasional, hingga stabilitas penyimpanan.
Hingga akhir Maret 2026, pengujian ketahanan dinamis telah mencapai lebih dari 900 jam operasional tanpa indikasi gangguan pada mesin yang disebabkan oleh kualitas bahan bakar.
Selain itu, hasil pengujian menunjukkan bahwa bahan bakar B50 telah memenuhi spesifikasi teknis yang disepakati para pemangku kepentingan sebagai standar bahan bakar uji, termasuk parameter kandungan air, stabilitas oksidasi, serta kandungan FAME.
Hal ini menegaskan kesiapan teknis B50 untuk diaplikasikan pada sektor non-otomotif dengan karakteristik beban kerja tinggi, seperti pertambangan.
“Pengembangan B50 menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian energi nasional. Dengan memanfaatkan sumber daya domestik, kita tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” tutur Eniya.
Ke depan, pemerintah akan terus melanjutkan rangkaian pengujian B50 pada berbagai sektor, termasuk transportasi, pembangkit listrik, kereta api, dan alat mesin pertanian. Dengan ini, maka Indonesia makin dekat dengan swasembada sektor energi. (her/dav)
Bupati Sigit Bersepeda ke Kantor: Aksi Nyata Hemat Energi, Ini Pesan Tegasnya
Bupati Sragen Sigit Pamungkas bersepeda ke kantor, memulai kampanye hemat energi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ini tindak lanjut Surat Edaran Kemendagri untuk mengurangi polusi, emisi karbon, dan kemacetan. Gerakan ini mengajak seluruh ASN Sragen menggunakan sepeda atau transportasi umum sebagai alternatif mobilitas. Tujuannya mendukung efisiensi energi global.
Terinspirasi Avatar: Ilmuwan China Kembangkan Tanaman Bercahaya Mandiri Energi
Ilmuwan China berhasil menciptakan tanaman bercahaya paling terang melalui rekayasa genetika. Inovasi bioteknologi ini menggunakan gen kunang-kunang dan jamur, menghasilkan tanaman bioluminescent tanpa listrik. Potensinya besar untuk pencahayaan kota ramah lingkungan dan pariwisata, mengurangi emisi. Anggrek hingga sukulen kini dapat memancarkan cahaya alami.