Guru SMPN 111 Jakarta Bahagia Dikunjungi Prabowo: “Luar Biasa Bangga!”
Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke SMP Negeri 111 Jakarta di Palmerah, Jakarta Barat, untuk meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disambut antusias oleh seluruh warga sekolah, baik guru maupun para murid. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke SMP Negeri 111 Jakarta di Palmerah, Jakarta Barat, untuk meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disambut antusias oleh seluruh warga sekolah, baik guru maupun para murid.
Kehadiran Prabowo di sekolah tersebut meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya bagi para pelajar, tetapi juga para guru yang menyaksikan langsung momen tersebut.
Salah satunya diungkapkan oleh Sainur Ragil, Guru Pendidikan Pancasila di SMPN 111 Jakarta. Ia mengaku bangga karena sekolahnya mendapat kesempatan dikunjungi langsung oleh Prabowo.
“Pada hari ini tentunya kami sebagai guru SMP 111 bangga dikunjungi oleh Bapak Presiden,” ujar Sainur ketika ditemui, Selasa (2/6).
Ia melanjutkan, kehadiran program MBG di sekolahnya telah memberikan suntikan semangat baru bagi para peserta didik. Bahkan menurutnya, antusiasme para pelajar sudah terlihat sejak program tersebut mulai berjalan.
Namun, pada hari ini, ia melihat antusiasme para pelajar untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dan menyukseskan program MBG semakin meningkat setelah Prabowo mengunjungi sekolah tersebut.
“Dengan adanya program MBG ini memang sangat antusias anak-anak, juga warga sekitar,” lanjutnya.
Sainur menilai kunjungan Prabowo menjadi pengalaman berharga bagi seluruh warga sekolah. Pasalnya, bukan hanya para siswa yang dapat berinteraksi secara langsung dengan Prabowo, tetapi para guru juga turut merasakan perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.
“Kedatangan Bapak Presiden ke SMP 111 Jakarta ini luar biasa. Warga sekolah menyambut dengan antusias,” imbuh Sainur.
Sebagai ungkapan apresiasi, Sainur turut menyampaikan harapan dan doanya untuk Prabowo. “Mudah-mudahan Bapak Presiden senantiasa sehat selalu dan sukses Indonesia,” ucapnya. (her/dav)
Cerita Guru Sekolah Rakyat: Pemerintah Benar-Benar Menjamin Pendidikan Anak-Anak di Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di balik proses pembelajaran yang berlangsung setiap hari, para guru menjadi bagian penting dalam mendampingi sekaligus membangun semangat belajar siswa, termasuk di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Bekasi, Idola 92.6 FM-Program Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di balik proses pembelajaran yang berlangsung setiap hari, para guru menjadi bagian penting dalam mendampingi sekaligus membangun semangat belajar siswa, termasuk di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi.
Salah satu pengajar di sekolah tersebut, Haikal, guru sejarah SRMA 13 Bekasi, menceritakan perjalanannya hingga akhirnya bergabung menjadi pengajar di Sekolah Rakyat. Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu mengaku tertarik menjadi bagian dari program ini karena memiliki ketertarikan pada dunia pendidikan sekaligus isu kesejahteraan sosial.
“Saya memang dari dulu tertarik dengan kesejahteraan sosial dan juga dunia pendidikan. Di Sekolah Rakyat ini, dua-duanya bisa saya jalani sekaligus,” ujar Haikal.
Haikal menjelaskan dirinya mengetahui proses rekrutmen Sekolah Rakyat saat sedang menunggu pengumuman seleksi guru di sekolah lain.
Ia kemudian mengikuti serangkaian tahapan seleksi, mulai dari tes psikologi, tes bahasa Inggris, hingga wawancara sebelum akhirnya dinyatakan lolos dan ditempatkan di Bekasi.
Meski sempat memiliki kekhawatiran mengenai proses belajar siswa dengan latar belakang ekonomi yang berbeda-beda, pandangannya berubah setelah bertemu langsung dengan para murid.
“Awalnya saya berpikir mungkin akan berbeda. Tapi setelah bertemu langsung, ternyata sama saja seperti anak-anak sekolah lainnya. Semangat belajarnya juga luar biasa,” katanya.
Menurut Haikal, pengalaman yang paling membekas justru ketika dirinya mengunjungi rumah beberapa siswa.
Ia melihat secara langsung kondisi tempat tinggal yang sangat terbatas, bahkan tanpa ruang khusus untuk belajar. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk menuntut ilmu.
“Ketika saya datang ke rumahnya, saya sampai berpikir mereka belajar di mana. Rumahnya hanya satu ruangan untuk semuanya. Tapi begitu di sekolah, semangat belajar mereka luar biasa. Bahkan setelah belajar di kelas selesai, mereka masih meminta tambahan belajar kepada wali asuh,” ungkapnya.
Dalam proses pembelajaran, Sekolah Rakyat juga memanfaatkan fasilitas digital seperti laptop dan smart board untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Namun menurut Haikal, tantangan lain muncul karena sebagian siswa masih belum terbiasa menggunakan perangkat teknologi.
“Kadang ada sedikit kendala karena mereka belum terbiasa menggunakan laptop atau teknologi pembelajaran. Tapi justru di situ proses belajarnya berjalan. Mereka jadi perlahan lebih melek teknologi,” jelasnya.
Ia menambahkan, fasilitas tersebut sangat membantu guru untuk membuat metode belajar yang lebih kreatif dan interaktif. Penggunaan internet di sekolah pun tetap diawasi dengan pembatasan akses media sosial agar siswa lebih fokus pada kegiatan belajar.
Selain pembelajaran akademik, Sekolah Rakyat juga menanamkan pendidikan karakter melalui pembiasaan adab dan disiplin sehari-hari. Salah satunya melalui budaya 5S, yakni senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
“Setiap pagi anak-anak dibiasakan salim dengan guru. Kami selalu mengingatkan bahwa adab itu lebih tinggi daripada ilmu,” ujar Haikal.
Sebagai sekolah berasrama, Sekolah Rakyat juga dinilai membantu siswa lebih fokus belajar tanpa distraksi penggunaan telepon genggam.
Berbagai aktivitas positif disiapkan agar siswa tetap aktif dan produktif sepanjang hari.
“Banyak anak yang justru lebih suka sibuk. Mereka minta kegiatan terus, mulai dari olahraga sampai nonton film bersama supaya tidak bosan,” tambahnya.
Bagi Haikal, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu bentuk nyata upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Menurutnya, siswa tidak hanya mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, tetapi juga dukungan penuh untuk melanjutkan cita-cita mereka.
“Anak-anak di sini benar-benar dijamin pendidikannya. Bahkan orang tua mereka juga mendapat pendampingan dan bantuan sosial. Jadi mereka bisa lebih fokus mengejar masa depan,” katanya.
Haikal pun mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendampingi para siswa yang memiliki semangat belajar tinggi di tengah keterbatasan hidup yang mereka hadapi.
Kisah lengkap mengenai semangat belajar dan perjuangan para guru di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI. (her/dav)
Kalahkan Programmer! Riset Anthropic Sebut Posisi Guru Paling Sulit Digantikan AI
Foto:anthropic.com
Teknologi.id – Kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generatif terus memicu perdebatan mengenai masa depan berbagai profesi di dunia. Banyak pihak berasumsi bahwa sektor pendidikan dan pengajaran akan menjadi salah satu yang paling cepat terdisrupsi. Namun, riset terbaru dari Anthropic memberikan pandangan yang sebaliknya. Studi laboratorium AI tersebut mengungkapkan bahwa profesi guru justru memiliki ketahanan yang jauh lebih tinggi dan jauh lebih sulit digantikan oleh kecerdasan buatan dibandingkan dengan profesi teknis seperti penulisan kode atau programmer.
Temuan ini mematahkan persepsi umum bahwa pekerjaan yang mengandalkan komunikasi interpersonal akan lebih mudah ditiru oleh model bahasa besar (LLM). Sebaliknya, riset ini mempertegas bahwa kompleksitas emosional dan adaptivitas dalam mengajar merupakan benteng pertahanan yang belum mampu ditembus oleh algoritma tercanggih sekalipun.
Mengapa logika kode lebih mudah direplikasi oleh AI?
Foto:anthropic.com
Dalam dokumen hasil risetnya, Anthropic menjelaskan bahwa pekerjaan seorang pengembang perangkat lunak atau programmer sangat terikat pada logika dasar, aturan sintaksis yang baku, dan struktur data yang konsisten. Karakteristik komputasional seperti inilah yang menjadi makanan utama bagi model AI seperti Claude atau GPT. AI dapat memindai ribuan baris kode, mendeteksi kesalahan (bug), dan menulis ulang fungsi pemrograman dalam hitungan detik karena polanya yang terukur secara matematis.
Meskipun programmer manusia tetap dibutuhkan untuk arsitektur tingkat tinggi dan pemecahan masalah yang abstrak, tugas-tugas penulisan kode harian (coding) mengalami otomatisasi yang sangat agresif. Efisiensi tinggi yang ditawarkan AI dalam menerjemahkan bahasa manusia menjadi bahasa pemrograman membuat posisi programmer tingkat pemula (entry-level) menjadi jauh lebih rentan terhadap pergeseran tenaga kerja.
Kompleksitas Empati dan Fleksibilitas dalam Mengajar
Foto:anthropic.com
Berbeda dengan dunia coding, aktivitas mengajar di dalam kelas melibatkan variabel manusia yang sangat dinamis dan tidak dapat diprediksi. Riset Anthropic menyoroti faktor empati, pembacaan bahasa tubuh, serta kemampuan adaptasi psikologis sebagai elemen kunci yang membuat peran guru tidak tergantikan. Seorang guru tidak hanya mentransfer informasi mentah, melainkan mendeteksi perubahan emosional siswa, memberikan motivasi personal, dan menyesuaikan metode pendekatan secara instan ketika seorang anak mengalami kesulitan memahami materi.
Sistem kecerdasan buatan saat ini mungkin mampu menyusun kurikulum atau menjawab pertanyaan akademis dengan akurat, tetapi AI tidak memiliki kesadaran emosional (emotional intelligence) untuk membangun kedekatan personal (rapport) dengan siswa. Hubungan interpersonal yang humanis inilah yang menjadi fondasi utama keberhasilan transfer ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter dalam dunia pendidikan nyata.
Relevansi Terhadap Sistem Pendidikan dan Teknologi di Indonesia
Hasil studi global ini membawa angin segar sekaligus refleksi penting bagi arah kemajuan teknologi di Indonesia. Implementasi AI di Tanah Air sebaiknya tidak dipandang sebagai ancaman yang akan menyingkirkan peran para pendidik, melainkan sebagai alat bantu (tools) untuk meringankan beban administratif mereka. Dengan memanfaatkan AI untuk menyusun draf penilaian atau modul materi, guru dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk fokus pada interaksi tatap muka dan bimbingan moral siswa.
Akselerasi digital yang sehat di sektor edukasi harus menempatkan teknologi sebagai mitra penunjang, bukan pengganti mutlak. Inovasi teknologi yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia harus tetap menjunjung tinggi nilai kearifan lokal dan sentuhan manusiawi yang hanya bisa diberikan oleh seorang guru.
Pada akhirnya, riset dari Anthropic ini menegaskan kembali bahwa aspek-aspek kemanusiaan seperti kreativitas sosial, kepedulian, dan pemahaman psikologis mendalam adalah modal utama yang menjaga relevansi profesi tertentu di era otomatisasi. Profesi guru terbukti lebih tangguh menghadapi disrupsi AI karena esensi dari mengajar adalah tentang membentuk manusia, bukan sekadar memproses data.
Tantangan terbesar ke depan bukanlah bagaimana AI akan menggantikan posisi kita, melainkan bagaimana kita dapat mendidik generasi masa depan agar memiliki keterampilan humanis yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh mesin. Transformasi ini menuntut kesiapan kita untuk terus beradaptasi dan menggunakan teknologi secara bijak demi kemaslahatan peradaban.
DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Guru Honorer dalam Seleksi PPPK
loading…
Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad meminta pemerintah memberikan kebijakan affirmative action atau tindakan afirmatif bagi guru honorer dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Foto: Ilustrasi/Dok SindoNews
JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad meminta pemerintah memberikan kebijakan affirmative action atau tindakan afirmatif bagi guru honorer dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Habib menegaskan bahwa penataan birokrasi berdasarkan Undang-Undang ASN tidak boleh dijalankan secara kaku hingga mengorbankan para pendidik yang telah mengabdi bertahun-tahun di sekolah negeri.
“Di tengah kekurangan guru yang sangat besar, negara dihadapkan pada dilema regulasi. Jika penghapusan honorer dilakukan tanpa mekanisme transisi yang adil, yang terancam bukan hanya nasib guru, tetapi juga keberlangsungan pendidikan nasional. Ketidaksinkronan antara Kemendikdasmen dan Kementerian PAN-RB telah menciptakan ketidakpastian hukum yang meresahkan,” kata Habib Syarief dikutip Sabtu (16/5/2026).
Persoalan guru honorer saat ini memuncak seiring amanat UU Nomor 20 Tahun 2023 yang mewajibkan penataan tenaga non-ASN tuntas pada 2024. Namun di lapangan, kata dia, Indonesia justru menghadapi krisis kekurangan lebih dari 480 ribu guru, dengan laju pensiun mencapai 70 ribu orang per tahun.
PKS Soroti Pendidikan: Bantuan & Apresiasi Guru Inspiratif, Inikah Formula Peningkatan Mutu?
loading…
PKS) enegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan bermutu untuk generasi emas berkarakter melalui peringatan Hardiknas 2026. Foto/istimewa
JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan bermutu untuk generasi emas berkarakter melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bertema Pendidikan Bermutu untuk Generasi Emas Berkarakter.
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf mengajak seluruh kader PKS menjadi center of excellence atau pusat keunggulan dalam pendidikan dengan menanamkan ruh pendidikan sesuai amanat Pasal 31 Ayat 3 UUD NRI 1945, yakni pendidikan yang meningkatkan iman, takwa, akhlak mulia, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kita ingin seluruh kader PKS bekerja dari apa yang bisa kita lakukan; rumah tangga kita benahi, lingkungan masyarakat kita warnai, dan kegiatan digital kita diisi hal-hal positif karena anak-anak kita lebih banyak menggunakan HP,” ujar Almuzzammil saat menjadi keynote speaker dan membuka acara, Sabtu (9/5/2026).
Almuzzammil menegaskan pendidikan tidak hanya terbatas pada sekolah formal, tetapi juga mencakup pendidikan nonformal dan informal. Almuzzammil juga mengapresiasi perjuangan Fraksi PKS DPR RI dalam memperjuangkan kesejahteraan guru serta mengawal pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional.
Guru Prank Pamit MBG Terakhir, Reaksi Siswa Bikin Tercengang: Ada Apa Sebenarnya?
Seorang guru melakukan eksperimen sosial di TikTok mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengumumkan MBG terakhir, memicu reaksi sedih siswa. Video viral ini menyoroti pentingnya MBG bagi siswa, bahkan ada yang membawa pulang makanan. Unggahan ini memicu dukungan publik luas untuk kelanjutan program MBG demi kesejahteraan seluruh anak-anak Indonesia.
Bukan Sekadar Papan Tulis: Guru Bogor Ungkap Papan Digital Interaktif Ubah Murid Malas Jadi Rajin
Papan digital interaktif meningkatkan antusiasme belajar siswa dan kehadiran di SDN 02/03 Leuwibatu, Rumpin, Bogor. Guru kelas 6 Acep Zainal Mutakin melaporkan siswa lebih aktif serta tingkat kehadiran mencapai 100%. Teknologi pendidikan ini mendukung digitalisasi pembelajaran, memudahkan guru, dan siswa memahami materi lebih cepat.
Guru Besar Unpad Terseret Dugaan Pelecehan Seksual Verbal
BEM Kema Unpad menanggapi dugaan pelecehan seksual oleh guru besar Fakultas Keperawatan, IY. Dosen ini diduga melecehkan mahasiswi pertukaran pelajar secara verbal. Tangkapan layar percakapan viral. BEM Kema Unpad berkoordinasi dengan Satgas PPKS Unpad, Dekanat, dan Rektorat untuk menindaklanjuti kasus ini. Kampus sedang membahas informasi lebih lanjut.
Masa Depan Pendidikan di Jawa Tengah: Kesejahteraan dan Perlindungan Guru Jadi Kunci Utama
Bupati Magelang Grengseng Pamuji berkomitmen pada perlindungan guru dan kesejahteraan tenaga pendidikan. Reformasi pendidikan 2026 menetapkan tiga pilar: perlindungan hukum, sinkronisasi kebijakan, dan kolaborasi lintas sektoral. Ini membangun ekosistem pendidikan sehat, mengatasi tantangan kenakalan remaja, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Magelang. PGRI Kabupaten Magelang mendukung penuh.
Kisah di Balik Kain Nawal Yasin: Pesan Semangat yang Menggetarkan Hati Guru PAUD
Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin, hadiri Halalbihalal IGPAUD Muslimat NU Kaliwungu, Kendal. Ia berikan arahan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai pondasi karakter. Nawal juga menulis pesan “Mengajar adalah teladan Rasulullah” untuk memotivasi guru PAUD. Kegiatan ini menegaskan dukungan Pemprov Jateng pada pengembangan PAUD di wilayah tersebut.