Prabowo Subianto: Mengapa Harapan Umur Panjang Kunci Wujudkan Indonesia Jaya?
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan jadi negara maju dan sejahtera. Hal ini disampaikan saat peresmian 13 proyek hilirisasi tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, 29 April 2026. Investasi mencapai Rp116 triliun, mencakup sektor energi, logam, mineral, material konstruksi, dan agroindustri. Proyek bertujuan memperkuat industri nasional serta meningkatkan nilai tambah domestik.
Sekolah Rakyat Jadi Penopang Harapan bagi Anak yang Tumbuh Tanpa Sosok Ibu di Pati
Suyanto (51 tahun) berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Berkat bantuan petugas tersebut, Najijaten Niswah, putri bungsunya, bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati, Jawa Tengah. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Pati, Idola 92.6 FM-Suyanto (51 tahun) berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Berkat bantuan petugas tersebut, Najijaten Niswah, putri bungsunya, bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati, Jawa Tengah.
“Saya terima kasih kepada pegawai PKH yang menyekolahkan (anak saya) di SR,” kata Suyanto, ditemui di rumahnya di Desa Tegalwero, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati.
Sudah tiga tahun Suyanto bekerja sendiri menghidupi tiga anaknya. Istrinya meninggal.
Sebagai buruh tani, khususnya menjadi pemotong kayu, penghasilan sehari rata-rata Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Itu pun tak tentu bergantung seberapa banyak yang membutuhkan jasanya.
Dari keadaan orang tuanya, Najijaten sangat layak masuk Sekolah Rakyat. Rumahnya pun seadanya. Dinding masih sebatas bata tanpa semen. Lantai rumah pun sangat sederhana tanpa keramik.
Keadaan dapur bahkan sangat sederhana. Hanya ada kompor gas yang sudah menghitam, sama hitamnya dengan bokong wajan. Ditambah sejumlah kecil perabotan dapur.
Suyanto berterima kasih anaknya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat. Apalagi Najijaten juga senang bersekolah di sana.
“Saya senang, di sana sudah dicukupi. Semua gratis, makan pun gratis,” kata dia.
Suyanto juga berterima kasih atas pemberian gergaji mesin dari Pemerintah. Gergaji itu membuat pekerjaannya lebih mudah. (her/dav)
Jembatan Gantung Garuda: Pembuka Akses Vital 1.500 Keluarga Klaten, Dorong Harapan Baru Petani dan Pelajar
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Dukuh Kedungkiri, Desa Karangpakel, Klaten, dimulai. Warga dan personel TNI bergotong royong dalam tahap awal. Bantuan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan membuka akses bagi sekitar 1.500 KK, meningkatkan mobilitas masyarakat serta ekonomi lokal yang sebelumnya terisolasi.
Analisis Mendalam: Strategi Hunian Prabowo, Tumpuan Harapan Warga Bantaran Rel & Penggerak Ekonomi
Pembangunan hunian layak bagi warga bantaran rel yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih manusiawi, tetapi juga membuka peluang kerja serta menghadirkan harapan baru bagi para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut. Salah satunya adalah Riko Pratama (28), pekerja asal Bogor yang kini terlibat dalam pembangunan hunian di kawasan Senen, Jakarta Pusat. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pembangunan hunian layak bagi warga bantaran rel yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih manusiawi, tetapi juga membuka peluang kerja serta menghadirkan harapan baru bagi para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut.
Salah satunya adalah Riko Pratama (28), pekerja asal Bogor yang kini terlibat dalam pembangunan hunian di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Di tengah aktivitas proyek, Riko melihat langsung bagaimana pembangunan ini memberi dampak nyata, baik bagi masyarakat penerima manfaat maupun pekerja seperti dirinya.
“Senang bisa membantu, berkontribusi atas proyek pembangunan untuk rumah-rumah yang awalnya kurang layak menjadi layak lagi di tempati,” ceritanya di sela-sela pekerjaannya di Proyek Hunian Senen, Jakarta Pusat, Jumat (17/4).
Proyek hunian ini dibangun dalam skala besar dengan total 324 unit, yang terbagi ke dalam dua zona, yakni 198 unit di bagian depan dan 126 unit di bagian belakang. Pembangunan tersebut melibatkan sejumlah BUMN karya, dengan HK mengerjakan 113 unit, PP sebanyak 101 unit, dan WIKA sebanyak 110 unit.
Setiap unit hunian dilengkapi fasilitas dasar seperti toilet, dua kasur, dan lemari. Sementara itu, kawasan hunian juga didukung fasilitas komunal seperti musholla, dapur umum, drainase, jalan akses, listrik, serta air bersih. Fasilitas umum lainnya meliputi toilet umum, ruang komunal, taman bermain, hingga area parkir motor.
Bagi Riko, proyek ini memiliki makna lebih dari sekadar pekerjaan. Ia yang terbiasa berpindah dari satu proyek ke proyek lain merasa bahwa pembangunan kali ini memberi dampak yang lebih terasa.
Sebelum terlibat di Jakarta, Riko baru saja menyelesaikan proyek di Kalimantan, serta sebelumnya turut membangun hunian sementara bagi korban bencana di Aceh dan Tamiang.
Awalnya, ia tidak mengetahui adanya pembangunan hunian untuk warga bantaran rel di Jakarta. Namun, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia menyadari pentingnya proyek tersebut.
“Alhamdulillah senang. Awalnya saya kurang tahu kalau di Jakarta ada pembuatan hunian sementara. Ternyata pas datang bangun rumah yang kurang layak,” jelasnya. “Dari situ saya senang bisa membantu dan saya juga senang bisa bekerja di sini untuk mendapatkan hasil Alhamdulillah,” sambungnya.
Pengalaman itu membuat Riko melihat pekerjaannya sebagai bagian dari perubahan yang lebih besar. Ia berharap program pembangunan hunian layak ini dapat terus diperluas, terutama untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
“Harapannya untuk ke depan mungkin diperbanyak lagi program-program seperti ini. Karena masih banyak juga dari pelosok-pelosok yang rumahnya kurang layak untuk ditempati. Mungkin bisa dibuatkan program seperti ini terus lanjut,” ungkapnya.
Selain memberi manfaat bagi masyarakat, proyek ini juga menjadi sumber penghidupan bagi para pekerja. Riko pun berharap keberlanjutan proyek serupa dapat terus terjaga.
“Biar kita juga sebagai pekerja ya berjalan dengan lancar dan lama lah untuk pekerjaan. Jadi agar manjang terus, (dapat kerja),” jelasnya
Di akhir, ia menyampaikan doa dan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto agar program pembangunan berjalan lancar dan tepat sasaran. “Doa untuk Pak Presiden semoga selalu dilancarkan. Jauhkan dari segala bahaya dan kesirikan (iri) lah. Programnya juga bisa berjalan dengan lancar. Semuanya bisa tepat sasaran,” pungkasnya. (her/dav)
Fikri: Bagaimana Sekolah Rakyat Mengubah Jalan Hidup Pemulung, Mengembalikan Senyum dan Harapan
Dari memulung ke Sekolah Rakyat. Hal itu dialami Fikri bocah asal Desa Sukaraja, Sumedang, Jawa Barat. Ia sempat tinggal bersama neneknya di Jakarta dan ikut memulung sampah plastik di jalanan demi bertahan hidup. Dari membawa karung berisi barang bekas, kini ia membawa buku dan pensil ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Sumedang, Jawa Barat. (Foto Dok Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Sumedang, Idola 92.6 FM-Fikri tersenyum lebar saat tangannya sibuk mewarnai gambar di dalam kelas. Anak berusia 6 tahun itu kini menikmati hari-harinya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Sumedang, Jawa Barat, sesuatu yang dulu terasa jauh dari kehidupannya.
Fikri adalah bocah asal Desa Sukaraja, Sumedang, Jawa Barat. Ia sempat tinggal bersama neneknya di Jakarta dan ikut memulung sampah plastik di jalanan demi bertahan hidup. Dari membawa karung berisi barang bekas, kini ia membawa buku dan pensil ke sekolah.
Di ruang kelas, Fikri menjalani hari-hari seperti anak seusianya. Ia belajar membaca dan berhitung, menggambar, hingga bermain bersama teman-teman. Sesekali, ia mencoba permainan edukatif di papan tulis interaktif (interactive flat panel) atau bermain lego dengan penuh antusias.
“Sekolahnya seru banget. Aku jadi ngerasain punya kakak, punya bapak, punya ibu, banyak teman juga. Semuanya baik-baik,” ujar Fikri polos, seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Tak hanya belajar, Fikri juga merasakan perhatian yang sebelumnya jarang ia dapatkan. Di sekolah, ia memperoleh makanan bergizi setiap hari. “Aku juga bisa makan. Makanannya enak banget. Badanku jadi kuat,” katanya sambil tersenyum.
Kini, perlahan, rasa percaya dirinya tumbuh. “Sekarang aku bisa belajar baca, belajar nulis, dan main lari-larian,” tuturnya.
“Aku Fikri, aku senang sekali di Sekolah Rakyat. Terima kasih Pak Prabowo, aku sayang Bapak,” ujarnya dengan suara lantang dan wajah ceria.
Perjalanan Fikri menuju bangku pendidikan bukanlah cerita mudah. Kehidupan di jalanan membuatnya harus kehilangan masa kecil yang semestinya diisi dengan bermain dan belajar. Kondisi itu kemudian menarik perhatian aparat kepolisian yang membantu memulangkannya ke kampung halaman di Sumedang.
Sejak saat itu, berbagai bentuk pendampingan diberikan. Pemerintah memastikan Fikri mendapatkan akses pendidikan yang layak sekaligus dukungan kebutuhan dasar untuk keluarganya. Tak hanya Fikri, adiknya, Naufal, juga kini didaftarkan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar keduanya bisa tumbuh dengan hak pendidikan yang terpenuhi sejak dini.
Bantuan lain turut mengalir, mulai dari kebutuhan pokok, pengurusan administrasi kependudukan, hingga jaminan layanan kesehatan melalui BPJS. Bahkan, rumah keluarga Fikri juga mendapatkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui kolaborasi pemerintah daerah, kepolisian, dan PMI. Sang ibu pun memperoleh bantuan modal usaha untuk memperkuat ekonomi keluarga.
Kini, langkah kecil Fikri di ruang kelas menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih cerah. Dari jalanan yang keras, ia menemukan harapan baru, di bangku sekolah, bersama mimpi-mimpi yang perlahan tumbuh. (her/dav)
MBG Berdayakan Petani Boyolali: Harapan Baru Terwujud, Dari Kebun ke Dapur
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka harapan baru bagi petani sayur di Dukuh Pasah, Boyolali. Petani kini menyuplai langsung pakcoy dan tomat ke dapur MBG, memangkas rantai distribusi. Ini meningkatkan pendapatan dan memberikan kepastian harga produk pertanian. Inisiatif MBG mendukung keberlanjutan ekonomi petani lokal.
Prabowo Soroti Tiga Harapan Utama Imlek 2577: Kesehatan, Kedamaian, Kemakmuran
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Imlek jatuh pada 17 Februari 2026. Ucapan Prabowo tersebut diunggah melalui akun X pribadinya @prabowo. Presiden berharap tahun baru ini membawa kedamaian dan kemakmuran bagi bangsa.
Huntara Modular Bener Meriah: Penantian Warga Berakhir, Harapan Baru Terwujud Jelang Lebaran
Pembangunan huntara modular untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terus berjalan sesuai jadwal. Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan 19 blok hunian ini diharapkan selesai minggu pertama Ramadan. Dengan fasilitas sanitasi, air bersih, dan listrik, 228 kepala keluarga dapat segera menempati hunian yang layak.
Bukan KKN Biasa: Program SAYANG UMS Kelompok 19 Ubah Beban Jadi Harapan Warga Terdampak
Mahasiswa KKN-Dik UMS Kelompok 19 meluncurkan program SAYANG (Sayur Murah untuk Semua Orang). Ini adalah bazar sayur murah di Masjid Al-Barokah, Wonogiri, Jawa Tengah. Tujuannya meringankan beban masyarakat dari fluktuasi harga kebutuhan pokok. Program ini membantu jamaah pengajian Ahad pagi mendapatkan pangan sehat dan terjangkau.