Daya Beli Prioritas: Pemerintah Bekukan Harga BBM Subsidi, Ini Implikasinya
Pemerintah menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat. Dengan demikian, pemerintah berkomitmen mempertahankan harga Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter. Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.
Dengan demikian, pemerintah berkomitmen mempertahankan harga Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hal tersebut usai bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6).
“Kami menyampaikan bahwa harga BBM bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali,” ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, keputusan mempertahankan harga BBM subsidi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, dari dampak gejolak ekonomi dan kenaikan harga energi.
“Makanya, BBM subsidi sama sekali tidak kita naikkan untuk menjaga daya beli masyarakat,” lanjutnya.
Bahlil kemudian menegaskan bahwa hanya BBM nonsubsidi yang harganya disesuaikan dengan pergerakan harga pasar. Kendati demikian, ia menyebut bahwa PT Pertamina (Persero) dan pelaku usaha hilir migas lainnya telah memperhitungkan penyesuaian harga tersebut secara bijak.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri juga menegaskan bahwa harga Pertalite dan Biosolar tidak mengalami penyesuaian.
Namun menurutnya Pertamina perlu melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi berdasarkan dinamika geopolitik global dan harga minyak di pasar internasional, sembari tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.
“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini, selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta lainnya,” jelasnya dalam keterangan video.
Ia melanjutkan bahwa di tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina, dengan dukungan penuh dari pemerintah, tetap berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini dan mari kita bersama-sama bijak menggunakan energi,” imbuh Simon. (her/dav)
Pertamax Naik Hampir Rp4.000 per Liter, Harga Terbarunya Bikin Kaget
Foto: Gemini
Teknologi.id – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu, 10 Juni 2026. Kenaikan ini membuat harga Pertamax naik hampir Rp4.000 per liter dibandingkan sebelumnya.
Kenaikan harga ini langsung menjadi perhatian masyarakat karena terjadi cukup signifikan dan berdampak pada biaya operasional kendaraan sehari-hari.
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
Berdasarkan pengumuman resmi Pertamina, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp3.950 per liter atau hampir Rp4.000 per liter.
Selain Pertamax, Pertamax Green 95 juga ikut naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan ini berlaku serentak di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia mulai 10 Juni 2026.
Alasan Pertamax Naik
Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, kebijakan ini juga mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia.
Selain itu, keputusan ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
Di tengah kenaikan Pertamax, beberapa jenis BBM lain masih tetap stabil.
Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
Dexlite: Rp23.000 per liter
Pertamina Dex: Rp24.800 per liter
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Artinya, kenaikan hanya terjadi pada BBM non-subsidi tertentu saja.
Dampak Kenaikan Pertamax
Dengan kenaikan ini, biaya pengisian BBM ikut meningkat cukup terasa.
Sebagai contoh, untuk mengisi tangki 40 liter Pertamax, biaya yang sebelumnya sekitar Rp492 ribu kini menjadi sekitar Rp650 ribu.
Selisih ini membuat pengeluaran pengguna kendaraan meningkat sekitar Rp150 ribu lebih per sekali isi penuh.
Kesimpulan
Harga Pertamax resmi naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, atau naik hampir Rp4.000 per liter dari harga sebelumnya. Kenaikan ini terjadi karena penyesuaian harga mengikuti kondisi minyak dunia dan kebijakan pemerintah.
Meski begitu, Pertamina memastikan pasokan BBM tetap aman di seluruh Indonesia dan tidak ada gangguan distribusi.
Bela 15 Juta Petani Sawit dari Praktik Under Invoicing, Pemerintah Minta Harga TBS Naik
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengimplementasikan arahan Presiden untuk menertibkan praktik under invoicing dan under pricing, khususnya di sektor sawit. Terbaru, pada Senin (8/6), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumpulkan perusahaan-perusahaan sawit serta perwakilan petani di kantornya. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta,Idola 92.6 FM-Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengimplementasikan arahan Presiden untuk menertibkan praktik under invoicing dan under pricing, khususnya di sektor sawit.
Terbaru, pada Senin (8/6), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumpulkan perusahaan-perusahaan sawit serta perwakilan petani di kantornya.
Hasilnya, Amran memerintahkan perusahaan untuk menaikkan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani minimal 10 persen.
“Kita sepakat tidak ada lagi harga yang turun. Harus naik seperti kondisi semula. Bahkan bila perlu naik lebih tinggi. Kenapa? Nilai tukar dolar terhadap rupiah mengalami kenaikan sekitar 10 persen. Jadi, minimal harga TBS harus kembali seperti semula,” tegas Amran, Senin (8/6).
Perlu diketahui, harga TBS sawit merupakan harga tandan buah yang dipanen langsung dari pohon kelapa sawit dan menjadi bahan baku utama untuk menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah.
Mentan menemukan adanya indikasi under invoicing dan under pricing di industri ini karena terdapat anomali penurunan harga TBS di tengah kenaikan harga CPO dunia serta penguatan dolar AS.
“Harga CPO dunia naik 47 persen, kurs dolar naik lebih dari 10 persen, tetapi harga TBS justru turun. Ini anomali. Tidak ada alasan harga tidak kembali normal, bahkan seharusnya naik sekitar 10 persen dari harga sebelumnya,” ujarnya.
Ultimatum 300 Perusahaan Demi Bela 15 Juta Petani
Saat ini, kata Amran, berdasarkan hasil koordinasi dengan Satgas Pangan Polri, terdapat sekitar 1.900 perusahaan sawit yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, masih ada sekitar 270 hingga 300 perusahaan yang belum menaikkan harga TBS sawit.
“300 perusahaan ini akan kita cek, mengapa mereka tidak menaikkan harga TBS seperti semula,” tegas Amran.
Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik-praktik yang merugikan petani sawit.
Berdasarkan data yang dihimpun Kementan, terdapat sekitar 15 juta petani sawit yang menggantungkan hidupnya pada komoditas strategis tersebut.
“Kita harus menjaga petani kita. Ada 15 juta petani sawit di Indonesia. Tidak boleh kita rugikan mereka. Kalau harga dunia naik, kurs naik, tetapi harga di tingkat petani turun, itu tidak masuk akal,” ungkap Amran.
Ia mengungkapkan bahwa persoalan harga TBS bahkan menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Perintah Bapak Presiden sangat jelas, bela petani. Harga TBS harus kembali seperti semula, bahkan naik sekitar 10 persen mengikuti pergerakan kurs dan harga dunia,” pungkas Amran.(her/dav)
Infinix XBook 15 Resmi di Indonesia, Laptop Ryzen 7 Harga Mulai Rp 7 Jutaan
Foto: Infinix
Teknologi.id – Infinix XBook 15 resmi meluncur di Indonesia sebagai laptop terbaru Infinix yang menyasar mahasiswa, pekerja kantoran, hingga profesional muda. Laptop ini menawarkan kombinasi desain premium, prosesor AMD Ryzen 5000 Series, layar 15,6 inci Full HD+, serta baterai yang mendukung mobilitas tinggi.
Harga Infinix XBook 15 di Indonesia dibanderol mulai Rp 7 jutaan. Dengan spesifikasi yang ditawarkan, laptop ini siap bersaing di segmen laptop produktivitas yang semakin ramai pada 2026.
Harga Infinix XBook 15 di Indonesia
Infinix menghadirkan XBook 15 dalam dua varian prosesor AMD Ryzen dengan harga sebagai berikut:
Infinix XBook 15 Ryzen 5 5500U
RAM 8 GB
SSD 256 GB
Harga: Rp 7,4 juta
Infinix XBook 15 Ryzen 7 5825U
RAM 8 GB
SSD 512 GB
Harga: Rp 8,2 juta
Laptop ini sudah tersedia melalui marketplace dan jaringan toko resmi Infinix di Indonesia.
Spesifikasi Infinix XBook 15
Berikut spesifikasi utama Infinix XBook 15:
Spesifikasi
Infinix XBook 15
Layar
15,6 inci Full HD+
Screen-to-body ratio
85%
Prosesor
AMD Ryzen 5 5500U / Ryzen 7 5825U
RAM
8 GB
Penyimpanan
SSD PCIe hingga 512 GB
Kecepatan SSD
Hingga 2.100 MB/detik
Kamera
Full HD 1080p
Baterai
50Wh
Fast Charging
65W USB-C
Audio
DTS Dual Speakers
Sistem Pendingin
Optimal untuk multitasking harian
Material
Aerospace-grade aluminum alloy
Performa Infinix XBook 15 dengan AMD Ryzen 5000 Series
Salah satu daya tarik utama Infinix XBook 15 adalah penggunaan prosesor AMD Ryzen 5000 Series yang masih sangat kompetitif untuk kebutuhan produktivitas sehari-hari.
Varian Ryzen 5 5500U cocok untuk pekerjaan kantoran, kuliah online, browsing, dan multitasking ringan hingga menengah. Sementara Ryzen 7 5825U menawarkan performa lebih tinggi untuk editing, pekerjaan kreatif, hingga multitasking yang lebih berat.
Dukungan SSD PCIe hingga 512 GB juga membuat proses booting Windows, membuka aplikasi, dan transfer data terasa lebih cepat dibandingkan penyimpanan konvensional.
Infinix XBook 15 hadir menggunakan material aerospace-grade aluminum alloy yang memberikan kesan premium sekaligus meningkatkan durabilitas perangkat.
Material ini membuat laptop tetap kokoh namun nyaman dibawa bepergian, sehingga cocok untuk pengguna dengan mobilitas tinggi.
Selain itu, desainnya tampil minimalis dengan warna abu-abu yang terlihat profesional untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kampus hingga lingkungan kerja.
Layar 15,6 Inci Full HD+ untuk Produktivitas dan Hiburan
Laptop terbaru Infinix ini dibekali layar berukuran 15,6 inci Full HD+ dengan rasio layar ke bodi mencapai 85 persen.
Layar yang luas memberikan ruang kerja lebih nyaman saat membuka banyak jendela aplikasi, mengedit dokumen, mengikuti kelas online, hingga menikmati konten hiburan seperti film dan video.
Baterai 50Wh dan Fast Charging 65W
Untuk mendukung aktivitas seharian, Infinix XBook 15 dibekali baterai berkapasitas 50Wh yang diklaim mampu bertahan hingga delapan jam penggunaan.
Ketika baterai mulai menipis, pengguna dapat memanfaatkan teknologi fast charging 65W melalui USB-C yang memungkinkan pengisian daya lebih cepat dan praktis.
Keyboard Backlit dan Touchpad Lebih Luas
Infinix juga memperhatikan kenyamanan pengguna saat bekerja.
Laptop ini menggunakan keyboard dengan travel distance 1,5 mm yang memberikan pengalaman mengetik lebih nyaman. Tersedia pula tiga tingkat pencahayaan backlit sehingga keyboard tetap mudah digunakan dalam kondisi minim cahaya.
Sementara itu, touchpad AG Glass berukuran 6,36 inci menawarkan area navigasi yang lebih luas dibandingkan touchpad laptop pada umumnya.
Kamera Full HD dengan AI ENC Noise Cancellation
Untuk kebutuhan meeting online dan video conference, Infinix XBook 15 dilengkapi kamera 1080p Full HD yang dipadukan dengan dual front fill light.
Fitur ini membantu menghasilkan tampilan yang lebih jelas saat pengguna berada di ruangan dengan pencahayaan kurang optimal.
Laptop ini juga dibekali AI ENC Noise Cancellation yang berfungsi mengurangi suara bising di sekitar sehingga komunikasi saat rapat online menjadi lebih jernih.
DTS Dual Speakers dan Konektivitas Lengkap
Pada sektor audio, Infinix menyematkan DTS Dual Speakers yang mampu menghasilkan suara lebih jernih untuk kebutuhan hiburan maupun komunikasi.
Untuk konektivitas, pengguna mendapatkan berbagai port penting seperti:
Kelengkapan port tersebut memudahkan pengguna menghubungkan monitor eksternal, proyektor, hingga perangkat penyimpanan tambahan tanpa perlu banyak adaptor.
Apakah Infinix XBook 15 Layak Dibeli?
Dengan harga mulai Rp 7 jutaan, Infinix XBook 15 menawarkan nilai yang menarik di kelasnya. Laptop ini menghadirkan desain premium berbahan aluminium, layar besar Full HD+, prosesor AMD Ryzen 5000 Series, SSD berkecepatan tinggi, baterai tahan lama, dan fast charging 65W.
Bagi mahasiswa, pekerja kantoran, maupun profesional muda yang membutuhkan laptop untuk produktivitas sehari-hari, Infinix XBook 15 bisa menjadi salah satu pilihan terbaik di segmen laptop menengah pada 2026.
Strategi Pemerintah Jaga Harga Telur, Wajib Diserap SPPG hingga Bantuan Pangan
Menteri Perdagangan Budi Santoso, menyatakan, Pemerintah tengah mengupayakan untuk menstabilkan harga telur di pasar. Hal ini dilakukan juga untuk menjaga kesejahteraan para peternak. Maka dari itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga harga telur di tingkat peternak tetap stabil. Salah satunya dengan menyerap hasil ternak untuk digunakan dalam berbagai program negara, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto Dok. Istimewa)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah tengah mengupayakan untuk menstabilkan harga telur di pasar. Hal ini dilakukan juga untuk menjaga kesejahteraan para peternak.
Maka dari itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga harga telur di tingkat peternak tetap stabil. Salah satunya dengan menyerap hasil ternak untuk digunakan dalam berbagai program negara, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan penyerapan telur melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah-daerah yang mengalami kelebihan pasokan.
“Kemarin ada beberapa daerah ya, terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur kan turun. Sehingga kita sudah berkoordinasi dengan BGN dan dengan Kepala BGN yang baru, bahwa SPPG di daerah tersebut diwajibkan untuk menyerap telur. Dengan begitu, harga bisa mendekati atau sesuai HET, sehingga para peternak akan merasakan harga yang bagus,” ujar Budi di kantornya, Kamis (4/6).
Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk menstabilkan harga telur yang saat ini mengalami tekanan akibat produksi yang melimpah. Pemerintah berharap penyerapan oleh SPPG dapat membantu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.
Selain melalui program MBG, pemerintah juga membuka peluang untuk memanfaatkan program Bantuan Pangan guna menyerap komoditas yang mengalami surplus produksi, termasuk telur ayam.
“Bantuan pangan nanti akan menyesuaikan juga. Jadi misalnya ketika harga telur itu sedang turun, maka bantuan pangan tidak mesti Minyakita atau beras, tapi bisa juga telur,” kata Budi.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan hasil produksi peternak tetap terserap pasar ketika terjadi kelebihan pasokan yang berpotensi menekan harga di tingkat produsen. Ia menyebutkan saat ini produksi telur telah melebihi kebutuhan nasional hingga 12 persen.
“Jadi ini dalam rangka menyerap produk-produk makanan kita atau produk bahan pokok kita, yang memang produksinya sekarang tampak (melimpah). Produksi telur itu sekarang surplus 12 persen. Sehingga (penyerapan) ini akan bagus buat peternak,” imbuhnya.
Perbaiki Tata Kelola Distribusi
Budi menilai persoalan utama saat ini bukan terletak pada minimnya permintaan, melainkan pada pengelolaan distribusi dan penyerapan yang perlu diperbaiki agar produksi yang melimpah dapat tersalurkan secara optimal.
“Dan penyerapannya sebenarnya ada, tinggal kita mengatur manajemennya untuk SPPG dengan baik, sehingga telur bisa terserap dengan baik,” katanya.
Tak hanya telur, pemerintah juga berencana menerapkan skema serupa pada komoditas lain yang mengalami penurunan harga di tingkat peternak, seperti daging ayam.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga bahan pangan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak dan pelaku usaha sektor pangan di tengah kondisi produksi yang sedang melimpah.
“Tidak hanya telur. Jadi kebutuhan bahan pokok seperti misalnya ayam, daging ayam apabila harganya turun di bawah (standar) maka BGN juga akan kita minta untuk menyerapnya di SPPG,” pungkas Budi.
Sebelumnya, ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar menggelar aksi pembagian telur ke masyarakat secara gratis imbas harga yang anjlok. Jumlah telur yang dibagikan mencapai 1 juta butir.
Harga telur saat ini berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram (kg) di tingkat peternak. Angka ini berada jauh di bawah biaya produksi yang mencapai Rp24 ribu per kg. (her/dav)
Dolar AS Jebol Rp18.000: Harga HP di Indonesia Terancam Kian Melambung
Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp18.000 per dolar AS memicu kenaikan harga smartphone di Indonesia. Produk yang bergantung pada komponen impor seperti iPhone, Samsung, Xiaomi, dan Oppo berpotensi semakin mahal. Konsumen menghadapi penyesuaian harga HP baru akibat biaya impor yang meningkat dan krisis memori global.
Infinix Hot 70 Resmi Mengaspal di Indonesia: Andalkan Baterai 6000 mAh, Harga Mulai Rp 2 Jutaan
Infinix Hot 70 resmi meluncur di Indonesia. Smartphone ini hadir dengan baterai 6000 mAh, layar 120Hz, dan desain premium. Ditujukan bagi pengguna muda, Infinix Hot 70 dibanderol mulai Rp 2 jutaan. Performa didukung MediaTek Helio G100 Ultimate, kamera 50MP, serta sertifikasi IP64/IP65.
Mempertahankan Diri, Kehilangan Segalanya: Ketika Harga Diri Hanya Senilai Rp80 Ribu.
Seorang pekerja dipecat usai membela diri dari kekerasan fisik supervisor pabrik tas. Dengan upah Rp80 ribu per hari, ia menolak berkompromi. Setelah menjadi pengangguran dan mencari kerja daring, ia diusir keluarga. Kisah ini menyoroti perjuangan mempertahankan harga diri di tengah tuntutan memiliki status kerja.
Superindo Rp15 Ribuan: Penyelamat Kantong Pekerja di Tengah Gempuran Harga Warteg Mahal
Belum lama ini netizen ramai membicarakan soal makanan siap santap yang ada di jaringan supermarket Superindo. Sebenarnya “MBG” Superindo, begitu biasa netizen menyebutnya, bukanlah hal baru. Makanan Superindo sudah ada sejak lama dan kerap jadi pilihan pembeli yang tidak sempat memasak.
Akan tetapi, dalam beberapa waktu terakhir, produk ini menyita perhatian karena kerap dibanding-bandingkan dengan program pemerintahMBG. Sebab, harga makanan siap santap Superindo tidak jauh berbeda dengan budget satu porsi MBG.
Tulisan ini tidak akan ikut membanding-bandingkan MBG dengan makanan siap santap Superindo. Tulisan ini ingin menyoroti makanan Superindo yang bisa jadi alternatif di tengah kondisi ekonomi sekarang ini.
Percayalah, walau Superindo identik dengan tempat belanja kelas menengah ke atas, produk makanan siap santapnya benar-benar ramah di kantong. Bahkan, bisa bersaing dengan makanan warteg kebangaan pekerja atau kaum mendang-mending itu. Ya di mana lagi sih dapat makanan siap santap yang layak dengan harga Rp15.000-an.
“Rupa” makanan yang meyakinkan
Setelah melihat foto-foto makanan Superindo yang beredar di media sosial, saya jadi paham kenapa orang-orang membicarakan hal ini. Secara tampilan, produk ini memang tampak meyakinkan. Kalau kalian pernah menonton film soal makan siang prasmanan di sekolah-sekolah luar negeri, kurang lebih seperti itulah wujudnya.
Salah satu menu yang menyita perhatian adalah chicken steak seharga Rp14.900. Di dalam satu tempat makan yang mirip ompreng MBG (hanya saja berbahan plastik), pembeli mendapatkan chicken steak tepung berukuran cukup besar plus sausnya. Lauk utama itu disertai makanan pendamping salad berupa wortel dan buncis, jagung, kentang, dan saus saset.
Sungguh sangat layak, kelewat layak malah, untuk makanan seharga sekitar Rp15.000. Apalagi, kalau dihitung-hitung, di tempat lain kita belum tentu boleh atau bisa makanan selengkap itu, ada daging, sayur, hingga karbo.
Selain chicken steak, menu lain juga tersedia, seperti chicken katsu, ayam bakar hinggaayam geprek. Walau beragam, tiap menu punya komposisi yang mirip, pasti ada dagingnya, karbo, dan sayur. Dan, menariknya, semua makanan itu harganya terjangkau, tidak ada yang lebih dari Rp20.000.
Di tengah kondisi ekonomi yang lagi mending-mending, makanan Superindo ini amat layak untuk dilirik.
Tidak hanya paket makanan siap santap, di Superindo ada banyak pilihan lain
Selain paket siap santap dalam bentuk paket per porsi, Superindo juga punya banyak pilihan makanan siap santap lain. Misal, lauk ayam bakar hingga ikan goreng atau bakar. Saking populernya, salah satu tulisan Mojok pernah membahasnya dalam10 Rekomendasi Makanan Siap Santap di Superindo.
Mengutip dari akun InstagramBig Alpha, makanan siap santap ini sebenarnya tidak ditujukan untuk cari untung. Makanan Superindo lebih pas disebut sebagai umpan sehingga banyak orang datang ke dalam toko dan memancing mereka berbelanja.
Tidak heran kalau produk-produk ini berada di bagian belakang toko. Orang-orang harus melewati lorong panjang dengan berbagai produk terlebih dahulu sebelum mencapainya. Di sisi lain, Superindo memang punya daya tawar yang kuat terhadap para pemasok sehingga memungkinkan memproduksi makanan siap santap yang ramah di kantong.
Terlepas dari strategi penjualan atau tidak, jujur saja, makanan siap santap Superindo bak angin segar di tengah harga bahan yang rasa-rasanya tambah mahal dari waktu ke waktu.
Kalau tidak percaya, coba saja kalian ke warteg atau tempat makan andalan pekerja lain, duit Rp15.000 itu akan habis dalam sekali makan. Terlebih di kota-kota besar, duit belasan ribu bak tidak ada harganya.
Kini tinggal berharap saja, semoga Superindo tidak menaikkan harga jual makanan siap santapnya secara siginifikan, apalagi setelah produknya viral di media sosial. Semoga makanan ini tetap bisa jadi alternatif bagi kaum mendang-mending yang sehari-hari terhimpit kenaikan harga-harga.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat caraini ya.
Microsoft Rilis Surface Laptop 8 dan Surface Pro 12, Ini Harga dan Spesifikasinya
Foto: Microsoft
Teknologi.id– Microsoft resmi memperkenalkan generasi terbaru dari lini perangkat komputer portabel mereka, yaitu Microsoft Surface Laptop 8 dan Microsoft Surface Pro 12. Untuk peluncuran tahap awal ini, Microsoft baru merilis varian khusus “for Business” (untuk segmen bisnis). Sementara untuk model konsumen umum (consumer) serta versi yang ditenagai chipset Snapdragon X2 buatan Qualcomm, dijadwalkan menyusul pada paruh kedua tahun 2026.
Kedua perangkat baru ini membawa peningkatan besar pada sektor performa. Microsoft membekalinya dengan prosesor Intel Core Ultra Series 3 yang dirilis awal tahun ini. Prosesor dengan nama sandi “Panther Lake” tersebut menjadi chip konsumen pertama dari Intel yang diproduksi menggunakan teknologi manufaktur Intel 18A (Angstrom) atau fabrikasi 1,8 nm. Sebelum ini, teknologi fabrikasi super kecil tersebut hanya digunakan untuk membuat chip khusus komputer server (Intel Xeon Series).
Surface Laptop 8: Dilengkapi Layar Anti-Intip dan Touchpad Haptic
Foto: Microsoft
Microsoft Surface Laptop 8 for Business hadir dengan desain laptop clamshell tradisional dan menawarkan tiga pilihan ukuran layar, yaitu 13 inci, 13,8 inci, dan 15 inci.
Untuk model 13,8 inci dan 15 inci, Microsoft menggunakan panel IPS “PixelSense Flow” dengan refresh rate hingga 120 Hz. Khusus pada model 15 inci, resolusi layarnya ditingkatkan menjadi 3.270 x 2.180 piksel, membuat kepadatan pikselnya naik dari 201 PPI menjadi 262 PPI. Microsoft juga berencana merilis opsi layar OLED dalam beberapa bulan ke depan.
Beberapa fitur baru dan peningkatan spesifikasi pada Surface Laptop 8 meliputi:
Fitur Privacy Screen: Model 13,8 inci dan 15 inci dibekali fitur opsional layar privasi bawaan yang mirip dengan teknologi Privacy Display pada Samsung Galaxy S26 Ultra. Fitur ini berfungsi mempersempit sudut pandang layar agar tampilan tidak mudah diintip orang di sekitar, dan bisa diaktifkan langsung dengan menekan tombol F1.
Dapur Pacu: Laptop ini tersedia hingga konfigurasi tertinggi Intel Core Ultra X7 368H yang dipadukan dengan GPU terintegrasi Intel Arc B390 dan dukungan RAM hingga 64 GB.
Touchpad Haptic: Microsoft menyematkan touchpad baru dengan dukungan haptic feedback di Windows 11, yang bisa memberikan getaran halus saat pengguna berinteraksi seperti menyusun jendela aplikasi atau mengatur objek di layar.
Model 13 Inci yang Portabel: Diposisikan sebagai model mid-range, varian ini menggunakan layar anti-reflektif, mendukung WiFi 7, pemrosesan AI on-device, serta SSD Gen 4 yang bisa dilepas pasang untuk mempermudah perbaikan.
Surface Pro 12: Desain 2-in-1 dan Kini Mendukung Koneksi 5G
Foto: Microsoft
Selain model laptop klasik, Microsoft juga memperbarui lini komputer 2-in-1 mereka lewat Surface Pro 12 for Business. Perangkat ini bisa difungsikan sebagai tablet maupun laptop berkat dukungan keyboard yang bisa dilepas-pasang.
Dapur pacunya mengandalkan prosesor Intel Panther Lake dengan pilihan Intel Core Ultra 5 335 atau Core Ultra 7 366H, serta opsi RAM LPDDR5X hingga 64 GB. Surface Pro 12 tersedia dalam varian layar IPS (baterai 47 Wh) dan versi OLED (baterai 53 Wh), yang keduanya sudah mendukung refresh rate hingga 120 Hz.
Salah satu peningkatan terbesar pada generasi ke-12 ini adalah adanya opsi dukungan konektivitas seluler 5G langsung sejak awal penjualan. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk tetap terhubung ke internet di mana saja tanpa harus bergantung pada jaringan WiFi. Perangkat ini dirancang untuk bekerja fleksibel dengan mendukung input sentuh, pena stylus, keyboard, hingga kontrol suara. Namun, berbeda dengan Surface Laptop 8, model Pro 12 belum mendapatkan fitur touchpad haptic baru.
Perangkat Surface terbaru ini dipasarkan dengan harga yang bervariasi sesuai dengan spesifikasi yang diusung. Berikut adalah daftar harga resminya:
Microsoft Surface Laptop 8 (13 inci) dengan RAM 16 GB/24 GB: Dijual mulai 1.499 dollar AS (sekitar Rp26,5 jutaan).
Microsoft Surface Laptop 8 & Surface Pro 12 versi standar (Intel Core Ultra 5, RAM 16 GB): Dijual mulai 1.949 dollar AS (sekitar Rp34,5 jutaan).
Microsoft Surface Pro 12 dengan konektivitas 5G: Dijual mulai 2.249,99 dollar AS (sekitar Rp 39,8 jutaan).
Microsoft Surface Laptop 8 dengan fitur Privacy Screen: Dijual mulai 2.549 dollar AS (sekitar Rp 42 jutaan).
Selain varian di atas, Microsoft dilaporkan juga berencana merilis Surface Laptop 13 inci dengan varian RAM 8 GB pada akhir tahun ini dengan patokan harga mulai 1.299,99 dollar AS (sekitar Rp23 jutaan).