Dadan Hindayana Dkk Terafiliasi Punya Banyak SPPG dengan Insentif Miliaran per Hari
loading…
Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Foto/Yudistiro Pranoto
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua wakilnya sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) pada BGN tahun 2025-2026. Kejagung menyebut Dadan Hindayana dkk terafiliasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) dalam program MBG.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan, sejatinya program MBG dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima.
Namun, dalam pelaksanaannya, banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN. Syarief menyebut yayasan itu sejatinya juga tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.
“Namun tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal Mitra BGN dengan adanya atensi dari para tersangka,” kata Syarief dalam konferensi pers, Rabu (3/6/2026).
Ribuan pesepeda dari berbagai daerah memeriahkan Sragen Funbike 30 Kilometer pada Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen, Sabtu (30/5/2026). Sekitar 2.000 peserta mengikuti rute Pemda Terpadu. Acara ini juga menyelenggarakan Sragen Sprint Run 50 meter sebagai pre-event Sragen Berlari 2026, bertujuan mendukung olahraga dan pembangunan daerah.
PN Jaksel Akhiri Praperadilan Andrie Yunus dengan Pembacaan Putusan Hari Ini
loading…
PN Jakarta Selatan bakal menggelar sidang praperadilan sah tidaknya penghentian penyidikan kasus dugaan penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Foto/SindoNews
JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan bakal menggelar sidang praperadilan sah tidaknya penghentian penyidikan kasus dugaan penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus oleh Polda Metro Jaya pada Selasa (2/6/2026) ini. Agendanya pembacaan putusan.
Berdasarkan SIPP PN Jakarta Selatan, gugatan praperadilan yang didaftarkan Andrie Yunus pada Rabu, 26 April 2026 ke PN Jakarta Selatan itu telah memasuki tahap pembacaan putusan. Putusan itu bakal dibacakan oleh Hakim Tunggal Praperadilan, Suparna pada Selasa (2/6/2026) ini di ruang sidang 04 PN Jakarta Selatan sementara.
Sejatinya, hakim juga telah menetapkan jadwal persidangan pembacaan putusan itu saat sidang praperadilan digelar terakhir kalinya pada Selasa, 26 Mei 2026 lalu. Kala itu, kedua belah pihak menyerahkan kesimpulan di persidangan.
Andrie Yunus yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menggugat Kapolda Metro Jaya cq Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Saat sidang pertama kali digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 lalu, kubu Andrie Yunus telah membacakan gugatan permohonan praperadilannya, yang mana ada 7 poin yang disampaikan dalam petitumnya itu.
Prabowo di Hari Lahir Pancasila: Komitmen Kunci Transformasi Ekonomi Nasional
Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas: pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh berhenti di angka pertumbuhan. Ia harus menyentuh keadilan, dan harus dirasakan oleh seluruh rakyat. Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas: pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh berhenti di angka pertumbuhan. Ia harus menyentuh keadilan, dan harus dirasakan oleh seluruh rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6). Bagi Prabowo, Pancasila bukan dokumen sejarah yang dibacakan saat upacara lalu dilupakan. Pancasila adalah kompas.
“Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,” ujarnya.
Dan kompas itu, menurut Prabowo, selama ini belum sepenuhnya diikuti. Ekonomi Indonesia memang tumbuh dalam beberapa dekade terakhir—tetapi hasilnya tidak merata. Kekayaan ada, tapi banyak yang mengalir ke tempat yang salah.
“Kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” katanya.
Karena itulah, Prabowo menyebut transformasi ekonomi sebagai tugas sejarah pemerintahannya—bukan sekadar agenda kebijakan, melainkan mandat zaman.
“Tugas sejarah saya sebagai Presiden ke-8 RI adalah untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandaskan Pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” jelasnya.
Ekonomi Pancasila yang ia maksud berdiri di atas empat prinsip: religius, kemanusiaan, persatuan nasional, dan keadilan sosial. Dalam kerangka ini, kekayaan alam bukan komoditas yang bebas diperjualbelikan, melainkan amanah yang harus dikelola sebesar-besarnya untuk rakyat dan generasi mendatang. Dampaknya harus terasa konkret: gizi anak terpenuhi, petani mendapat pupuk, nelayan punya akses pasar yang adil, dan pekerja terlindungi.
Soal kedaulatan ekonomi, Prabowo berbicara lebih keras. Sudah terlalu lama, katanya, harga komoditas strategis Indonesia ditentukan pihak lain dan sebagian besar keuntungannya mengalir ke luar negeri.
“Karena itu, pemerintah menentukan ekspor sumber daya alam satu pintu. Kita juga harus melakukan investasi besar di bidang industrialisasi berdasarkan hilirisasi. Kita harus memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor dan memastikan bahwa kekayaan Indonesia memberi manfaat sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia,” terangnya.
Dari hilirisasi, Prabowo lalu berbicara soal akar rumput. Ia menekankan pentingnya memperkuat koperasi, UMKM, dan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. Salah satu wujud nyatanya adalah pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dirancang untuk memangkas peran tengkulak dan memajukan ekonomi daerah. Rakyat, tegasnya, harus menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar objeknya.
“Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam, kita membangun ketahanan pangan nasional, kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa, kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas,” imbuhnya.
Prabowo menutup pidatonya dengan satu tekad: menghentikan kebocoran. Sektor pendidikan dan kesehatan akan terus diperkuat, tata kelola ekonomi akan terus diperbaiki, dan kekayaan negara tidak boleh lagi mengalir ke tempat yang bukan haknya.
“Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri,” pungkasnya. (her/dav)
Peringatan Hari Lahir Pancasila: Prabowo Sorot Kemandirian Bangsa, Ini Pesannya
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Senin (1/6). Sebagai inspektur upacara, Prabowo menyerukan kemandirian bangsa. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Senin (1/6). Sebagai inspektur upacara, Prabowo menyerukan kemandirian bangsa.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila diawali dengan langkah Prabowo memasuki mimbar upacara. Prabowo berjalan beriringan dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri.
Prosesi upacara dimulai dengan salam kebangsaan dan hormat senjata seraya diiringi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan penghormatan kebesaran dan hormat senjata yang dikomandoi oleh Komandan Upacara Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono.
“Lapor, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 siap dimulai,” ucap Didin.
“Laksanakan!” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, prosesi upacara dilanjutkan dengan iringan musik mengheningkan cipta yang mengalun syahdu menambah kekhidmatan prosesi Upacara Hari Lahir Pancasila untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa Indonesia.
“Saudara-saudara sekalian, marilah kita menundukkan kepala kita mengenang jasa dan arwah para pendahulu kita, para pahlawan kita, mengheningkan cipta, mulai,” seru Prabowo.
Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.
“Pancasila, satu ketuhanan yang Maha Esa. Dua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, persatuan Indonesia. Empat, kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ahmad Muzani ditutup dengan hormat senjata.
Lebih lanjut, para hadirin dipersilakan duduk kembali. Upacara dilanjutkan dengan pembacaan pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin.
Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Prabowo memaknai bahwa Pancasila lahir bukan dari ruang kosong. Pancasila lahir dari sejarah pengalaman budaya dan cita-cita bangsa indonesia.
“Karena itulah, tema peringatan tahun ini adalah Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan fondasi perdamaian dunia. Memiliki makna yang sangat mendalam di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang dan ketidakpastian ekonomi. Indonesia memiliki pegangan yang kokoh, pegangan itu adalah Pancasila,” imbuh Prabowo.
Prabowo turut menegaskan bahwa kunci kemerdekaan sejati terletak pada kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kekuatan sendiri. Menurutnya, Indonesia harus terus memperkuat kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat agar tidak bergantung pada negara lain.
Sebab, dalam situasi sulit, tidak ada bangsa lain yang akan lebih peduli terhadap nasib Indonesia selain rakyat Indonesia sendiri. Karena itu, seluruh elemen bangsa harus bersatu dan bekerja keras mewujudkan kemakmuran sebagai fondasi utama menjaga kedaulatan dan masa depan negara. (her/dav)
Presiden Prabowo akan Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni
loading…
Presiden Prabowo Subianto akan menjadi inspektur upacara dalam Upacara Hari Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026). Foto/Istimewa/BPMI
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan menjadi inspektur upacara dalam Upacara Hari Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026). Hal itu disampaikan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.
“Bapak Presiden Republik Indonesia akan hadir langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara,” kata Yudian Wahyudi kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).
Dia menjelaskan, upacara ini akan dilaksanakan di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta. Upacara dimulai tepat pukul 10.00 WIB.
Semua Mantan Presiden dan Wapres Diundang ke Upacara Hari Lahir Pancasila
loading…
Konferensi pers Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tentang persiapan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila. Foto: Dok BPIP
JAKARTA – Semua mantan presiden dan wakil presiden (wapres) diundang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta Pusat pada 1 Juni 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bakal menjadi Inspektur Upacara.
“Ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama, kolaboratif semuanya, semua Presiden maupun Wakil Presiden pastinya kita undang semuanya,” kata Sekretaris Utama BPIP Tonny Agung Arifianto kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).
Kendati demikian, ia belum menjelaskan secara rinci presiden dan wapres terdahulu siapa yang sudah mengonfirmasi kehadiran pada upacara tersebut. “Nanti tepatnya di hari Sabtu besok kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir nanti akan kami sampaikan pada media semuanya ya,” tuturnya.
Hari Lansia Nasional: 560 Narapidana Terima Remisi, Momentum Kemanusiaan di Balik Jeruji
loading…
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) memberikan Remisi Usia di Atas 70 Tahun kepada 560 narapidana lanjut usia (lansia). Ilustrasi/Istimewa
JAKARTA – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) memberikan Remisi Usia di Atas 70 Tahun kepada 560 narapidana lanjut usia ( lansia ). Pemberian remisi ini diberikan bertepatan dengan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Jumat (29/5/2026).
Remisi ditujukan kepada narapidana lansia yang menderita sakit kronis/berkepanjangan, berkelakuan baik, aktif pembinaan, dan penurunan risiko sebagai perhatian khusus bagi narapidana lansia.
Secara rinci, penerima remisi 1 bulan sebanyak 85 orang, penerima remisi 2 bulan sebanyak 108 orang, penerima remisi 3 bulan sebanyak 170 orang, penerima remisi 4 bulan sebanyak 96 orang, penerima remisi 5 bulan sebanyak 79 orang, dan penerima remisi 6 bulan sebanyak 22 orang.
“Pemberian remisi berdasarkan usia lanjut merupakan bentuk perhatian kemanusiaan yang sebelumnya sudah menjadi praktik dan diperkuat regulasinya. Tujuannya adalah motivasi dan pembinaan, serta menunjukkan perhatian negara terhadap Narapidana lansia,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi dalam keterangannya.
Peringatan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen pada 27 Mei 2026 digelar di Gedung SMS. Sebanyak 280 tumpeng disajikan sebagai simbol syukur dan kebersamaan pemerintah serta warga. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengajak menjadikan “Warisan Purba, Inspirasi Kemajuan” sebagai semangat membangun daerah. Acara ini bertepatan dengan Hari Raya Iduladha.
Refleksi 109 Tahun: Mengapa Gagasan Soemitro Krusial Ditelaah Generasi Muda Hari Ini?
loading…
Generasi muda diminta telaah gagasan besar Prof. Soemitro Djojohadikusumo. Foto/istimewa
JAKARTA – Generasi muda bangsa diminta menelaah kembali gagasan-gagasan besar bangsa. Sebab banyak gagasan dari para tokoh bangsa yang masih relevan dengan kondisi saat ini.
Hal itu terungkap dalam diskusi bertajuk “Relevansi Pemikiran dalam Arah Pembangunan Indonesia” dalam rangka memperingati 109 tahun Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo yang digelar The Kertanegara Institute. Forum ini menjadi ruang refleksi intelektual untuk menelaah kembali warisan pemikiran Prof. Soemitro serta relevansinya terhadap tantangan pembangunan Indonesia hari ini.
Forum ini diselenggarakan sebagai momentum refleksi atas pemikiran Prof. Soemitro sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk menelaah kembali gagasan-gagasan besar bangsa di tengah perubahan zaman yang terus berkembang.
Founder and Chairman The Kertanegara Institute Raga Awandayu Prakasa V. G menyampaikan pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mengenang sekaligus merefleksikan kembali warisan pemikiran Prof. Soemitro, terutama dalam melihat bagaimana gagasan-gagasan besar tersebut tetap relevan bagi generasi muda hari ini.
”Prof. Soemitro menghadirkan teladan tentang pentingnya keberanian untuk berpikir jauh ke depan, melihat lebih dalam, dan menyiapkan sesuatu yang manfaatnya mungkin baru dirasakan oleh generasi setelahnya,” katanya, Jumat (29/5/2026).