KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
loading…
Direktur Jenderal PSDKP Pung Nugroho Saksono menyatakan, kapal asing MV Silver Island, yang mengangkut 1,2 ton ikan Napoleon secara ilegal menuju luar negeri ditangkap. Foto/istimewa.
JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengamankan satu unit kapal asing, MV Silver Island, yang mengangkut 1,2 ton ikan Napoleon secara ilegal menuju luar negeri. Kapal tersebut dicegat oleh Kapal Pengawas (KP) Orca 04 di laut Sulawesi saat dalam pelayaran menuju Hong Kong pada Jumat, 29 Mei 2026.
Direktur Jenderal PSDKP Pung Nugroho Saksono (Ipunk) menyatakan, hasil pemeriksaan di laut oleh KP Orca 04 menemukan MV Silver Island membawa 1,2 ton ikan Napoleon tanpa izin resmi dari Pemerintah Indonesia.
“Kapal ini mengangkut ikan hidup, berangkat dari Sumenep, Jawa Timur pada 26 Mei 2026 menuju Hong Kong. Hasil pemeriksaan jelas, terdapat Napoleon dalam jumlah besar, tidak ada izinnya, dan kuotanya pun tidak ada,” ungkap Ipunk, Kamis (4/6/2026).
Selain tidak mengantongi izin, Ipunk mengungkap adanya indikasi kuat pelaku untuk mengelabui Pengawas Perikanan. Ikan Napoleon disembunyikan di lokasi tersembunyi yang sulit dijangkau petugas.
Hari Kartini di Klaten: SDN 2 Barukan Gelar Prasmanan Gizi Lengkap, Menu Istimewa dari Ikan hingga Kelengkeng
Pada peringatan Hari Kartini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) diselenggarakan di SDN 2 Barukan, Klaten, Jawa Tengah. Siswa menerima menu prasmanan: nasi, ikan lele, sayuran, buah kelengkeng, dan susu kotak. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan nutrisi serta gizi siswa, mendapat respons positif dari mereka dan orang tua di sekolah.
Pasar Terjamin Berkat MBG: Mengungkap Semangat Baru Pembudidaya Ikan.
Pembudidaya ikan Dodo di Karanganyar merasakan dampak positif program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Penyerapan ikan budidaya Dodo meningkat drastis, dari 3 kuintal per hari menjadi 1 ton per minggu. Peningkatan ini menunjukkan perputaran ekonomi signifikan bagi pembudidaya ikan lokal.
Jaga Pasokan Protein, Kementerian KP Prediksi Produksi Ikan Nasional Capai 10,57 Juta Ton hingga Akhir 2026
Dalam upaya menjaga pasokan protein hewani bagi masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan dan capaian produksi sektor kelautan dan perikanan tetap terjaga. Untuk periode April hingga Desember 2026, total produksi ikan nasional diproyeksikan mencapai 10,57 juta ton. Hal itu dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat kerja di Komisi IV DPR, Jakarta, Selasa (7/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Dalam upaya menjaga pasokan protein hewani bagi masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan dan capaian produksi sektor kelautan dan perikanan tetap terjaga. Untuk periode April hingga Desember 2026, total produksi ikan nasional diproyeksikan mencapai 10,57 juta ton.
“Prognosa produksi ikan nasional untuk periode April hingga Desember 2026, kami memproyeksikan total produksi ikan nasional mencapai 10,57 juta ton. Angka ini terdiri dari kontribusi produksi ikan tangkap sebesar 5,42 juta ton, serta produksi ikan budidaya sebesar 5,15 juta ton,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat kerja di Komisi IV DPR, Jakarta, Selasa (7/4).
Pemerintah juga memastikan ketersediaan ikan nasional periode April-Juni 2026 dalam kategori aman dengan memantau ketersediaan kota-kota besar seperti Jakarta, Banjarmasin, Medan, Bandar Lampung, dan Surabaya.
Trenggono menyatakan di tengah berbagai tantangan global sekalipun, kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional tetap menunjukkan tren positif. Produksi sektor ini tercatat meningkat secara konsisten, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 3,8 persen sepanjang 2025.
“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional hingga saat ini tetap menunjukkan capaian produksi dan ekspor yang terjaga dengan baik. Di antaranya adalah produksi kelautan dan perikanan Indonesia secara konsisten terus mengalami kenaikan, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 3,8 persen pada tahun 2025,” ujar dia.
Berdasarkan data KKP, pada 2025, total produksi mencapai 26,25 juta ton, yang terdiri dari 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton perikanan tangkap, dan 6,75 juta ton perikanan budidaya.
Dari sisi perdagangan, nilai ekspor produk perikanan Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 6,27 miliar dolar Amerika Serikat (AS), tertinggi dalam lima tahun terakhir. Namun, hingga Februari 2026, nilai ekspor kelautan dan perikanan baru mencapai 950 juta dolar AS. Negara tujuan ekspor tertinggi yaitu AS, China, dan ASEAN dengan komoditas terbanyak udang, tongkol/tuna/cakalang, dan cumi/sotong/gurita.
Menghadapi dinamika geopolitik global dan tantangan perubahan iklim, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan pangan, khususnya protein hewani dari sektor perikanan.
“KKP tetap berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kebutuhan dan ketersediaan protein hewani masyarakat, khususnya dari sektor perikanan, dapat terpenuhi dengan baik,” tegas Trenggono. (her/dav)