Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
loading…
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut positif atas putusan Pengadilan Tinggi Singapura yang menolak gugatan Paulus Tannos terkait upaya perlawanan proses ekstradisi ke Indonesia. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut positif atas putusan Pengadilan Tinggi Singapura yang menolak gugatan Paulus Tannos terkait upaya perlawanan proses ekstradisi ke Indonesia. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan, pihaknya berharap dengan adanya putusan ini akan mempercepat pemulangan Paulus Tannos ke Indonesia.
“Dengan adanya putusan tersebut, KPK berharap proses ekstradisi terhadap Paulus Tannos dapat segera dituntaskan sehingga yang bersangkutan dapat dibawa ke Indonesia untuk menghadapi proses hukum atas perkara yang sedang ditangani KPK,” kata Budi dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
“Selama ini, Paulus Tannos merupakan tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan keberadaannya di luar negeri menjadi tantangan tersendiri dalam proses penegakan hukum,” sambungnya.
Budi menjelaskan, putusan tersebut merupakan perkembangan penting dalam upaya penegakan hukum lintas yurisdiksi dan semakin membuka jalan bagi percepatan proses ekstradisi yang sedang berlangsung.
Ia menegaskan komitmen pihaknya menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta terus berupaya memulangkan DPO kasus dugaan korupsi e-KTP tersebut.
Indonesia Kecam Keras Rencana Israel Perluas Pendudukan Gaza: Sikap Tegas Jakarta
Indonesia mengecam rencana Israel memperluas pendudukan hingga 70% wilayah Gaza. Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan ini tindakan ilegal, bertentangan dengan upaya perdamaian dan solusi dua negara bagi Palestina. Isu tersebut dibahas Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan di Hambalang. Indonesia berkomitmen advokasi kemerdekaan Palestina.
ASPEK Indonesia Bersama Pimpinan UNI Global Union di Jenewa: Dorong Agenda Pekerja Global
loading…
Konfederasi ASPEK Indonesia memperkuat jejaring gerakan pekerja internasional dengan mengunjungi kantor pusat UNI Global Union di Jenewa, Swiss, Rabu (3/6/2026). Foto/Ist
JENEWA – Konfederasi ASPEK Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring gerakan pekerja internasional melalui kunjungan resmi ke kantor pusat UNI Global Union di Jenewa, Swiss, pada 3 Juni 2026. Kunjungan dilakukan Presiden dan Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia di sela pelaksanaan International Labour Conference ke-114.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan yang tengah mengubah lanskap ketenagakerjaan global.
Delegasi ASPEK Indonesia diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal UNI Global Union, Christy Hoffman didampingi Michalla Lafferty dan Joanna Katsoulas. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, dengan fokus pada penguatan solidaritas pekerja lintas negara.
Berbagai isu strategis menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, mulai dari dampak transformasi digital terhadap hubungan kerja, perkembangan ekonomi platform, tantangan pengorganisasian pekerja di era digital, perlindungan sosial, hingga perkembangan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dan sejumlah negara lainnya.
Dolar AS Jebol Rp18.000: Harga HP di Indonesia Terancam Kian Melambung
Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp18.000 per dolar AS memicu kenaikan harga smartphone di Indonesia. Produk yang bergantung pada komponen impor seperti iPhone, Samsung, Xiaomi, dan Oppo berpotensi semakin mahal. Konsumen menghadapi penyesuaian harga HP baru akibat biaya impor yang meningkat dan krisis memori global.
Kunjungan Wisman ke Indonesia Tembus 4,68 Juta hingga April 2026, Tertinggi sejak 2020
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi capaian tertinggi sejak 2020. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan.
Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengatakan tren positif tersebut menunjukkan sektor pariwisata nasional terus mengalami pemulihan dan pertumbuhan yang kuat.
“Capaian kunjungan wisman Januari hingga April 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6).
BPS juga mencatat mayoritas wisman masuk ke Indonesia melalui angkutan udara pada periode Januari-April 2026. Adapun Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menjadi pintu masuk paling banyak, mencapai 2 juta kunjungan.
Tingkat Penghunian Kamar Hotel
Sementara itu, data BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Indonesia pada April 2026 mencapai 37,08 persen. Angka ini naik 3,80 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya (m-to-m) dan meningkat 0,33 persen poin dibandingkan April 2025 (y-on-y).
TPK hotel dapat dibedakan menjadi TPK hotel bintang serta TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya.
TPK Hotel Berbintang
Pada April 2026, TPK hotel bintang tercatat sebesar 48,83 persen. Secara spasial, TPK hotel bintang tertinggi tercatat di Bali sebesar 57,94 persen, diikuti oleh DKI Jakarta dan Kalimantan Barat, masing-masing sebesar 54,80 persen dan 53,76 persen.
Sementara itu, TPK hotel bintang terendah tercatat di Aceh, Papua Tengah, dan Bangka Belitung, masing-masing sebesar 24,35 persen; 29,58 persen; dan 30,39 persen.
Secara kumulatif Januari hingga April 2026, TPK hotel bintang mencapai 46,01 persen, naik 2,07 persen poin dibandingkan TPK pada periode yang sama tahun 2025.
Adapun peningkatan tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 13,38 persen poin, diikuti Kalimantan Barat sebesar 10,47 persen poin dan Maluku sebesar 7,35 persen poin. Sementara itu, penurunan terbesar terjadi di Papua Pegunungan, yaitu sebesar 5,76 persen poin.
TPK Hotel Nonbintang
Sedangkan untuk TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada April 2026 mencapai 24,96 persen. Secara spasial, TPK tertinggi tercatat di DKI Jakarta sebesar 38,09 persen, diikuti Kepulauan Riau sebesar 35,11 persen dan Bali sebesar 34,81 persen. Sebaliknya, TPK terendah tercatat di Papua Pegunungan, yaitu sebesar 9,62 persen.
Secara kumulatif dari Januari hingga April 2026, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencapai 23,75 persen atau meningkat sebesar 0,51 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tertinggi tercatat di Papua Barat sebesar 7,72 persen poin, diikuti Gorontalo sebesar 6,38 persen poin dan Sulawesi Utara sebesar 4,88 persen poin.
Sementara itu, penurunan terdalam terjadi di Bali sebesar 4,72 persen poin, diikuti DKI Jakarta sebesar 3,47 persen poin dan Banten sebesar 2,47 persen poin. (her/dav)
Indonesia Catat Surplus Neraca Perdagangan USD 89,1 Juta pada April, Berlanjut 72 Bulan Berturut-turut
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD 89,1 juta pada April 2026. Dengan demikian, Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. (Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD 89,1 juta pada April 2026. Dengan demikian, Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Sementara itu, secara kumulatif pada Januari-April 2026, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 5,64 miliar.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan bahwa Indonesia berhasil mencatat surplus pada April setelah nilai ekspor melebihi nilai impor. Pada bulan tersebut, Indonesia mencatat ekspor sebesar USD 25,3 miliar, lebih tinggi dibandingkan nilai impor sebesar USD 25,21 miliar.
“Setelah melihat perkembangan ekspor dan impor, maka neraca perdagangan barang untuk April 2026 mencatat surplus sebesar USD 89,1 juta. Neraca perdagangan Indonesia dengan demikian telah mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Pudji dalam rilis Berita Resmi Statistik, Selasa (2/6).
Dari sisi ekspor, Pudji menambahkan bahwa nilai ekspor Indonesia sebesar USD 25,32 miliar mencerminkan pertumbuhan 21,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini, lanjutnya, didorong oleh pertumbuhan signifikan ekspor nonmigas yang nilainya pada April mencapai USD 24,15 miliar atau tumbuh 23,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tajam ini, imbuh Pudji, terutama disumbang oleh ekspor lemak dan minyak hewani/nabati yang tumbuh 66,59 persen secara tahunan, nikel dan barang daripadanya sebesar 75,52 persen, serta mesin dan peralatan mekanis sebesar 57,90 persen.
Pudji menjabarkan bahwa pertumbuhan ekspor nonmigas pada April didorong oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) sebesar 15,45 persen secara tahunan menjadi USD 1.148 per metrik ton, serta kenaikan harga komoditas mineral dan energi secara umum.
Selain itu, kenaikan ekspor juga didorong oleh ekspansi sektor manufaktur di negara-negara mitra dagang utama Indonesia, yang tercermin dari indeks PMI manufaktur mereka yang berada di zona ekspansif.
Ketika suatu negara memiliki sektor manufaktur yang ekspansif, negara tersebut cenderung meningkatkan impor bahan baku dan barang setengah jadi dari negara lain untuk menunjang proses produksinya.
“Pada April, PMI Manufaktur negara mitra dagang utama seperti India, Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok berada pada zona ekspansif, di mana PMI India adalah 54,7, kemudian Amerika Serikat 54,5, Jepang 55,1, dan Tiongkok 52.2,” tambahnya.
Sementara itu, dari sisi impor, nilai impor Indonesia yang mencapai USD 25,21 miliar pada April atau tumbuh 22,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, meski pertumbuhan impor pada April lebih tinggi dibandingkan ekspor, sebagian besar peningkatan tersebut disumbang oleh impor bahan baku dan barang penolong.
Menurut Pudji, impor kelompok barang tersebut pada April mencapai USD 18,65 miliar atau tumbuh 24,56 persen dari USD 14,97 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini justru mencerminkan bergeliatnya industri manufaktur domestik.
“Jadi secara rinci, nilai impor migas pada April sebesar USD 4,60 miliar, atau meningkat 82,52 persen secara tahunan, sedangkan nilai impor nonmigas adalah senilai USD 20,6 miliar atau mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 14,11 persen,” pungkas dia. (her/dav)
Kala Prabowo Dengarkan Cita-Cita Pelajar SMP 111 Jakarta Barat: Jadi Presiden hingga Bawa Indonesia ke Piala Dunia
Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke SMP Negeri 111 Palmerah, Jakarta Barat, untuk meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadirkan momen hangat dan penuh inspirasi bersama para pelajar. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke SMP Negeri 111 Palmerah, Jakarta Barat, untuk meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadirkan momen hangat dan penuh inspirasi bersama para pelajar.
Di sela-sela peninjauan, Prabowo juga berinteraksi dengan para siswa dan menanyakan cita-cita mereka.
Pertanyaan sederhana tersebut langsung disambut antusias oleh para pelajar yang berebut menyampaikan impian mereka kepada Prabowo.
Di tengah kerumunan siswa di ruang kelas, seorang pelajar laki-laki dengan penuh semangat mengangkat suara dan menyampaikan cita-citanya.
“Pak, saya mau jadi Bapak (Presiden),” ujarnya lantang di hadapan Prabowo, Selasa (2/6).
Mendengar jawaban tersebut, Prabowo langsung menoleh ke arah sang siswa. Dengan senyum hangat, ia menatap pelajar tersebut dan memberikan pesan singkat yang sarat makna.
“Belajar ya,” ucap Prabowo sembari memberikan semangat dan motivasi.
Jawaban itu pun disambut riuh dan senyum para siswa yang menyaksikan momen tersebut.
Bagi mereka, kesempatan menyampaikan cita-cita secara langsung kepada Prabowo tentu menjadi pengalaman berkesan.
Tak lama kemudian, sejumlah siswa lainnya juga menyampaikan impian mereka untuk menjadi pemain sepak bola.
Mendengar hal itu, Prabowo tampak gembira dan memberikan dorongan agar mereka terus berlatih serta mengejar prestasi setinggi mungkin.
“Bawa Indonesia ke Piala Dunia,” seru Prabowo yang langsung disambut sorak antusias para pelajar.
Suasana akrab dan penuh kehangatan mewarnai dialog singkat tersebut. Melalui interaksi sederhana itu, Prabowo menunjukkan dukungannya kepada para pelajar di SMP Negeri 111 Palmerah, Jakarta Barat, untuk berani bermimpi besar serta terus belajar dan bekerja keras demi meraih cita-cita mereka. (her/dav)
Prabowo Sorot: Pancasila, Jangkar Kokoh Indonesia di Pusaran Konflik Global
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, 1 Juni. Beliau menegaskan Pancasila sebagai sandaran utama bangsa Indonesia. Pancasila menjadi fondasi menghadapi ketidakpastian global, persaingan geopolitik, dan transformasi ekonomi nasional. Ini penting untuk menjaga persatuan serta pemerataan pembangunan di Indonesia.
Prabowo: Perubahan Besar Tidak Mudah, Kita Harus Berani Lakukan Transformasi Demi Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintah tengah menjalankan strategi transformasi besar untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap perubahan besar pasti akan menghadapi berbagai tantangan dan perlawanan. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintah tengah menjalankan strategi transformasi besar untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap perubahan besar pasti akan menghadapi berbagai tantangan dan perlawanan.
Menurut Prabowo, pemerintah saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan dalam pengertian konvensional, tapi menjalankan agenda transformasi nasional yang lebih berani dan menyeluruh.
“Pemerintah saat ini melakukan berbagai langkah transformasi. Kita tidak hanya bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa,” ujar Prabowo dalam pidatonya pada Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 di Gedung Pancasila, Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (1/6).
Ia menjelaskan arah transformasi ini selaras dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu menempatkan kesejahteraan rakyat dan kemandirian bangsa sebagai tujuan utama pembangunan nasional.
Prabowo menyebut sejumlah program strategis yang menjadi bagian dari transformasi tersebut mulai dari hilirisasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan, pengembangan koperasi dan ekonomi desa, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan.
“Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila. Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam, kita membangun ketahanan pangan nasional, kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa, kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan cerdas,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sumber daya manusia, serta melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan agar kekayaan nasional dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
Waspadai Perlawanan Koruptor
Meski demikian, Prabowo mengakui bahwa perubahan besar tidak akan berjalan mudah. Menurutnya, pemerintah harus siap menghadapi berbagai hambatan, termasuk perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh praktik-praktik yang merugikan negara.
“Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya kemungkinan perlawanan dari pihak-pihak yang tidak memiliki komitmen terhadap kepentingan nasional dan berupaya melemahkan Indonesia.
“Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita,” tegas Prabowo.
Prabowo pun menekankan pemerintah tidak boleh hanya mengejar kenyamanan jangka pendek dengan mengorbankan kepentingan generasi mendatang. Ia berpandangan setiap kebijakan harus diarahkan untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi anak dan cucu bangsa.
“Kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek, tapi mengorbankan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita,” ucapnya. (her/dav)
Karyawan Indomaret: Pekerja Paling Underrated di Indonesia
Saya baru sadar bahwa selama ini saya memperlakukan karyawan Indomaret sebatas karakter pendukung. Datang, ambil barang, bayar, pulang. Begitu terus. Bertahun-tahun.
Saya hafal letak mie instan favorit, minuman dingin, suara mesin kasir, dan suara otomatis yang menyambut pelanggan. Namun anehnya, saya hampir tidak pernah benar-benar memperhatikan orang-orang yang bekerja di sana. Padahal, kalau saya pikir lagi, saya lebih sering bertemu karyawan Indomaret daripada ketua RT.
Sebagai orang yang lahir dan besar di Gamping, Sleman, saya termasuk pelanggan setia minimarket. Entah untuk membeli kopi sachet tengah malam, air mineral setelah bersepeda, atau sekadar mencari camilan ketika ide tulisan macet di kepala.
Selama beberapa waktu terakhir, saya menyadari ada satu hal yang menarik dari para karyawan Indomaret. Mereka selalu terlihat sibuk.
Awalnya saya mengira itu hal biasa. Namanya juga bekerja. Namun, setelah beberapa kali memperhatikan lebih saksama, saya mulai merasa bahwa pekerjaan mereka jauh lebih rumit daripada yang selama ini saya bayangkan.
Kita sering menyebut mereka “kasir”. Padahal, menyebut karyawan Indomaret sebagai kasir rasanya seperti menyebut seorang pemain sepak bola hanya sebagai tukang lari. Terlalu menyederhanakan kenyataan.
Suatu sore di sebuah Indomaret kawasan Gamping, saya melihat seorang karyawan Indomaret melayani antrean pembayaran listrik. Lima belas menit kemudian, orang yang sama sedang menata rak makanan ringan.
Tidak lama setelah itu, dia membantu seorang ibu mencari susu anak yang entah mereknya apa. Beberapa menit kemudian lagi, si karyawan Indomaret kembali ke kasir karena antrean mulai memanjang.
Besoknya, saya datang lagi. Orang yang sama sedang mengangkat kardus-kardus besar dari mobil pengiriman. Saya mulai bertanya-tanya. Sebenarnya pekerjaan mereka ini apa?
Sepertinya, hampir semua urusan masyarakat modern sekarang bisa berakhir di Indomaret. Mau beli sabun? Bayar listrik? Top up e-wallet? Transfer uang? Ambil paket? Bayar BPJS? Beli kopi? Bahkan ketika hujan deras dan kita butuh tempat berteduh, yang kita cari ya Indomaret.
Beratnya pekerjaan mereka
Masalahnya, semua layanan itu tidak berjalan sendiri. Di balik kemudahan yang kita nikmati, ada orang-orang yang harus melayani seluruh kebutuhan tersebut dengan wajah tetap ramah. Meskipun mungkin mereka sudah berdiri berjam-jam sejak pagi.
Saya pernah berada di belakang seorang pelanggan yang marah karena transaksi pembayaran gagal. Padahal masalahnya ternyata berasal dari sistem yang sedang gangguan. Yang menerima omelan tetap pegawai Indomaret.
Saya juga pernah melihat pelanggan yang bertanya panjang lebar tentang promo. Yang menjelaskan dengan sabar tetap pegawai Indomaret. Bahkan pernah ada pelanggan yang datang hanya untuk menanyakan arah jalan. Yang menjawab dengan ramah, ya karyawan Indomaret. Mereka seperti pusat informasi berjalan mengenakan seragam merah, biru, dan kuning.
Kita sering lupa kalau karyawan Indomaret juga manusia
Lucunya, karena terlalu sering melihat karyawan Indomaret, kita justru lupa bahwa mereka adalah manusia biasa. Mungkin inilah nasib pekerjaan yang benar-benar underrated.
Bukan karena tidak penting, tetapi karena terlalu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Makanya, keberadaannya kita pandang biasa saja. Saya jadi teringat bagaimana banyak orang bisa dengan mudah menyebut pekerjaan impian mereka.
Ada yang ingin menjadi pilot, dokter, arsitek, atau pengusaha. Namun saya hampir tidak pernah mendengar anak kecil bercita-cita menjadi karyawan Indomaret. Padahal, kalau melihat kompleksitas pekerjaannya, profesi ini jauh lebih berat daripada yang sering kamu bayangkan.
Yang lebih menarik lagi, karyawan Indomaret harus menghadapi berbagai macam karakter manusia setiap hari. Di Jogja, terutama kawasan yang dekat kampus, satu toko bisa didatangi mahasiswa rantau, warga kampung, pekerja kantoran, wisatawan, pengemudi ojek online, pesepeda, hingga rombongan pelancong yang kebingungan mencari arah.
Masing-masing datang dengan kebutuhan dan suasana hati yang berbeda. Dan semuanya mengharapkan pelayanan terbaik dari karyawan Indomaret.
Saya membayangkan betapa melelahkannya menghadapi puluhan, bahkan ratusan orang setiap hari, sambil tetap menjaga sikap profesional. Belum lagi ada ekspektasi yang sering tidak masuk akal dari pelanggan.
Barang habis, salah pegawai. Sistem error, pegawai kena marah. Harga berubah, karyawan Indomaret lagi yang kena. Mesin pembayaran bermasalah, yang kena semprot pegawai. Padahal mereka tidak memiliki kendali atas semua itu.
Ada satu hal yang menurut saya cukup ironis. Semakin modern Indonesia, semakin banyak pekerjaan yang ditumpuk ke satu orang. Dulu, urusan masyarakat tersebar di banyak tempat. Sekarang semuanya terpusat dalam satu minimarket yang buka hampir sepanjang hari.
Sebagai pelanggan, kita menikmati efisiensinya. Namun jarang terpikir bahwa efisiensi itu tidak muncul begitu saja. Ada karyawan Indomaret yang harus berpindah dari kasir ke gudang, dari gudang ke rak, dari rak ke pelanggan, lalu kembali lagi ke kasir dalam waktu yang sama.
Mungkin karena itulah saya mulai memandang minimarket dengan cara yang berbeda. Sekarang, ketika masuk Indomaret, perhatian saya tidak lagi hanya tertuju pada rak makanan atau kulkas minuman dingin.
Saya justru sering memperhatikan para pegawainya bekerja. Dan jujur saja, saya tidak yakin bisa melakukan hal yang sama setiap hari.
Mungkin saya berlebihan ketika menyebut karyawan Indomaret sebagai pekerja paling underrated di Indonesia. Saya tahu masih banyak profesi lain yang juga bekerja keras dan kurang mendapat apresiasi.
Namun setidaknya, saya yakin pada satu hal. Mereka adalah salah satu kelompok pekerja yang paling sering kita jumpai, tetapi paling jarang kita sadari perannya. Kita mengenal logo Indomaret. Fafal tata letak tokonya. Kita tahu promo-promonya. Tetapi sering lupa mengingat bahwa ada orang-orang yang membuat seluruh sistem itu berjalan.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.