DPR Peringatkan AS: Kedaulatan Indonesia Harga Mati dalam Perjanjian Akses Udara
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyoroti isu akses wilayah udara Indonesia oleh Amerika Serikat. Ia menegaskan kedaulatan NKRI prioritas utama kerja sama militer. Indonesia membuka ruang kerja sama pertahanan, namun Sukamta menekankan kehati-hatian serta prinsip politik luar negeri bebas aktif harus dihormati.
Prabowo Ungkap: Kemajuan Melesat & Produktivitas Tinggi Dialog Indonesia
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Putin membahas kerja sama Indonesia-Rusia di Moskow. Pertemuan bilateral ini menghasilkan diskusi produktif dengan kemajuan pesat di berbagai bidang. Prabowo menekankan pengembangan signifikan telah tercapai, tetapi beberapa aspek perlu percepatan. Putin menegaskan Rusia terbuka untuk kemitraan strategis yang berbobot.
Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Gelojak Global, Bukan Lagi Era 1998.
Ekonomi Indonesia tangguh di tengah gejolak global, jauh dari krisis 1998. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5,3% (2026), tertinggi kedua G20. Defisit anggaran rendah di bawah 3%. Bloomberg menyebut kemungkinan resesi Indonesia hanya 5%. Ketahanan ditopang ekonomi domestik kuat dan APBN terkendali.
Kunjungan Prabowo ke Rusia: Mengurai Strategi Geopolitik dan Ambisi Energi Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Moskow, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menilai pentingnya konsultasi geopolitik dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Dalam hal ini, Prabowo memandang Rusia sebagai mitra yang tepat karena negara tersebut dianggap berperan positif dalam menghadapi kondisi geopolitik. Selain itu, ia juga berharap kedua negara dapat terus meningkatkan kerja sama strategis di tengah gejolak global saat ini.
“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” ujar Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Putin yang telah menerima kunjungannya meski dengan pemberitahuan singkat.
“Terima kasih Yang Mulia, Presiden Putin, saya yang terima kasih karena saya diterima dengan permintaan yang begitu singkat. Tapi di tengah kesibukan Anda, Anda bisa terima saya, saya sangat terima kasih,” jelas dia.
Sementara itu, Putin juga menganggap penting kunjungan Prabowo kali ini. Menurutnya, kehadiran Prabowo di Kremlin memiliki arti yang sangat besar di tengah situasi dan perkembangan global.
Oleh karenanya, ia juga berharap bahwa kedua negara dapat lebih meningkatkan kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi.
“Kunjungan yang mulia merupakan makna yang sangat besar dan sangat penting terutama mengingat situasi dan perkembangan sekarang di dunia,” ujar Putin. (her/dav)
Prabowo Sorot Dukungan Rusia untuk BRICS Indonesia: Ini Dia Peluang Kerja Sama Raksasa yang Menanti.
Presiden Prabowo Subianto berterima kasih kepada Presiden Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Senin (13/4). Apresiasi diberikan atas dukungan Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS. Bergabungnya Indonesia ke BRICS memperkuat posisi global dan membuka peluang kerja sama bilateral baru. BRICS adalah forum kerja sama ekonomi penting.
Reformasi Pasar Modal Indonesia: Terungkap, Daftar Progres Nyata yang Sudah Beres!
OJK terus mereformasi pasar modal guna meningkatkan kepercayaan investor. Langkahnya meliputi penguatan transparansi, integritas, dan tata kelola pasar. Kebijakan baru seperti publikasi pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor rinci, dan pelaporan Ultimate Beneficial Owner (UBO) telah diterapkan. Ini menyelaraskan pasar Indonesia dengan standar global.
Mahasiswi Indonesia di Moskow Puji Kepedulian Prabowo terhadap Mahasiswa RI di Rusia
Mahasiswi Indonesia di Rusia, Alya, menyampaikan kesan positifnya setelah kembali bertemu Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Moskow, Rusia, Senin (13/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Moskow, Idola 92.6 FM-Mahasiswi Indonesia di Rusia, Alya, menyampaikan kesan positifnya setelah kembali bertemu Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Moskow, Rusia, Senin (13/4).
Alya mengatakan bahwa ini bukan kali pertama ia bertemu langsung dengan Prabowo. Pertemuan pertama terjadi pada Desember lalu, saat Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow di tengah musim dingin.
Namun, bagi Alya, pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam. Menurutnya, saat itu Prabowo menunjukkan gestur kepedulian terhadap mahasiswa Indonesia di Rusia. Momen tersebut pun tak pernah lepas dari ingatannya hingga kini.
“Saat kedatangan beliau bulan Desember lalu, ketika kami berada di luar dalam hujan salju yang deras, Bapak mempersilakan kami masuk ke dalam hotel dan menyambut kami dengan sangat baik,” tutur Alya kala ditemui, Senin (13/4).
Selain itu, mahasiswi asal Cirebon, Jawa Barat, yang tengah menempuh studi di Higher School of Economics, Rusia, jurusan Bisnis Informatika, ini juga menyampaikan kekagumannya terhadap Prabowo.
Menurutnya, Prabowo adalah sosok presiden yang kalem dan baik hati. Oleh karena itu, dalam kunjungan kali ini, ia pun mendoakan agar Prabowo senantiasa sehat dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.
“Harapan saya untuk Bapak, semoga sehat selalu dan terus memperjuangkan yang terbaik untuk Indonesia ke depannya,” pungkasnya.
Lebih lanjut, dengan kunjungan kenegaraan kedua Prabowo ke Rusia, Alya juga berharap hubungan kerja sama Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang pendidikan, dapat terus diperluas.
“Harapan saya ke depannya semakin banyak kerja sama Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang pendidikan, seperti peningkatan jumlah mahasiswa yang mendapatkan scholarship untuk datang ke Rusia,” tutup Alya. (her/dav)
KNAI Salurkan Rp1 Miliar untuk Pendidikan Hukum di Indonesia Timur
Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI) menyerahkan bantuan Rp1 miliar kepada Garuda Nasionalis Indonesia. Dana ini dialokasikan untuk pembangunan Sekolah Tinggi Hukum di Indonesia Timur. Penyerahan dilakukan Ketua Umum KNAI Pablo Benua dalam acara Halalbihalal di Sentul City, Bogor, 12 April 2026, dihadiri 500 advokat.
Pencak Silat Tembus Olimpiade: Ini Alasan Pesilat Indonesia Bersatu Dukung Prabowo
Pesilat Indonesia mendukung misi Presiden Prabowo Subianto membawa pencak silat ke Olimpiade. Mereka berharap Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI merumuskan strategi matang. Prabowo tidak mencalonkan diri lagi sebagai Ketua Umum IPSI, namun berharap penerusnya melanjutkan misi ini. Munas diharapkan memperkuat organisasi dan melahirkan kebijakan strategis untuk pencak silat di kancah internasional.
Prabowo Tekankan Pentingnya Lestarikan Pencak Silat: Bagian Penting Budaya Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya melestarikan pencak silat sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya melestarikan pencak silat sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia.
Menurutnya, pencak silat merupakan cerminan identitas, karakter, dan kepribadian bangsa yang telah ada sejak lama dan tetap bertahan hingga kini, meski sempat mengalami pelarangan pada masa penjajahan.
“Kenapa pencak silat harus kita jaga? Pencak silat harus kita lestarikan? Pencak silat harus kita bina? Karena pencak silat adalah bagian dari budaya kita,” ujar Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4).
IIa melanjutkan, sejak dahulu pencak silat tidak hanya digunakan untuk membela diri, tetapi juga untuk melindungi keluarga dan desa. Dengan kata lain, pencak silat merupakan ilmu ksatria dan pertahanan yang lahir dari determinasi bangsa Indonesia untuk menjaga komunitasnya.
Semangat tersebut, lanjutnya, tidak muncul tanpa alasan. Ia berkisah bahwa pada masa lalu, banyak bangsa asing datang ke Indonesia karena kekayaan alamnya. Sebagai bangsa yang ramah, masyarakat Indonesia menyambut mereka dengan baik dan mempersilakan untuk beraktivitas.
Namun, bangsa-bangsa tersebut kemudian memanfaatkan keramahan bangsa Indonesia. Mereka enggan kembali ke negaranya dan justru mengeksploitasi sumber daya Indonesia, sehingga bangsa Indonesia harus mencari cara untuk melawan dan mengusir mereka.
“(Bangsa-bangsa) yang datang itu melihat, ‘kok bangsa ini (Indonesia) baik banget, ya?’. (Mereka) enggak mau pulang-pulang. Terpaksa kita harus usir, harus lawan mereka,” jelas dia.
Prabowo melanjutkan, pelatihan pencak silat pun kemudian sempat dilarang di era penjajahan. Kondisi ini sempat membuat mereka yang tertarik dengan pencak silat untuk berlatih diam-diam dan pada malam hari di tempat terpencil, seperti gunung dan desa-desa.
Namun, tantangan tersebut tak lantas membuat pencak silat punah. Justru, pelestariannya masih berlanjut sampai sekarang.
Atas dasar itu, Prabowo menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Oleh karenanya, pencak silat harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Pencak silat adalah seni bela diri adalah benar. Tapi lebih dari itu, pencak silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia, ilmu leluhur kita yang kita pegang teguh,” tambahnya. (her/dav)