Fundamental Ekonomi Kuat, Indonesia Jadi ‘Cahaya’ di Mata Investor Global
Indonesia menjadi sorotan positif investor global berkat fundamental ekonomi kuat dan kebijakan kredibel. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu investor di AS, menegaskan minat investasi tinggi. IMF mengapresiasi stabilitas makroekonomi Indonesia sebagai titik terang ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi solid, inflasi terkendali, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi pendorong utama.
Bedah Tuntas: Detail Kerja Sama Pertahanan Strategis Indonesia
loading…
Menteri Pertahanan, Sjafri Sjamsoeddin bertemu dengan Secretary of War Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth di Pentagon, Washington DC, pada Senin (13/4/2026). Foto/Instagram/@sjafrie.sjamsoeddin.
JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafri Sjamsoeddin bersama rombongan menggelar pertemuan dengan Secretary of War Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth di Pentagon, Washington DC, pada Senin (13/4/2026). Pertemuan ini guna membahas penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Pertemuan ini merupakan line of departure bagi penguatan program International Military Education and Training melalui pengembangan capacity building dan human invest dalam bidang pendidikan dan latihan, termasuk untuk pasukan khusus,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Rico Sirait dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan semangat penguatan hubungan pertahanan Indonesia–AS yang diarahkan untuk mendukung perdamaian, stabilitas kawasan, peningkatan profesionalisme kedua angkatan bersenjata dengan tetap menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing negara.
Indonesia & Rusia: Menguak Alasan di Balik Negosiasi Pasokan Energi Strategis
Pemerintah Indonesia mengintensifkan diplomasi energi dengan Rusia untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto membahas pasokan minyak mentah, LPG, serta investasi energi. Rusia menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan energi Indonesia, termasuk suplai minyak, gas, dan pengembangan energi nuklir melalui skema G2G dan B2B.
Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia: Reformasi Bikin Pasar Modal RI Lebih Sehat, Fondasi Capai Kelas Global
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian mengatakan bahwa reformasi yang tengah dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi fondasi penting untuk membangun pasar modal yang lebih kredibel dan berkelas global. (Foto Dok. Istimewa)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Berbagai langkah reformasi yang dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperbaiki iklim pasar modal di Tanah Air dinilai layak diapresiasi. Sebab, saat ini Bursa Efek Indonesia (BEI) jadi lebih sehat dan transparan.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian mengatakan bahwa reformasi yang tengah dijalankan menjadi fondasi penting untuk membangun pasar modal yang lebih kredibel dan berkelas global.
Ia menyebutkan, komitmen OJK untuk mengungkap data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% melalui situs BEI sangat baik karena memberikan kejelasan kepada investor tentang siapa saja pemilik saham di suatu emiten.
Begitu juga dengan kewajiban pemegang saham minimal 10% yang harus melaporkan Ultimate Beneficial Owner (UBO) kepada IDX. Di mana, aturan ini mulai diterapkan pada 1 April 2026.
“Upaya peningkatan transparansi seperti pengungkapan identitas pemegang saham, klasifikasi investor yang lebih granular, serta kewajiban pelaporan UBO sebenarnya bukan sekadar kepatuhan, tapi sebuah re-pricing mechanism terhadap kepercayaan,” katanya kepada media, Selasa (14/4).
Menurut Fakhrul, dengan kondisi pasar modal yang lebih sehat dan transparan, maka kredibilitasnya akan semakin tinggi dan bisa mencapai standar global. Sebab, dengan keterbukaan infoamsi, maka risiko jadi lebih rendah dan kepercayaan investor meningkat.
“Selama ini salah satu tantangan utama pasar saham Indonesia adalah adanya opacity premium, di mana investor, terutama asing mendiskon valuasi karena keterbatasan visibilitas terhadap struktur kepemilikan dan potensi konflik kepentingan. Dengan reformasi ini, risiko tersebut secara bertahap bisa ditekan,” terangnya.
Secara rinci, ia menyebutkan ada tiga dampak positif dari reformasi ini. Pertama, penentuan harga wajar saham akan menjadi lebih sehat karena pelaku pasar memiliki informasi yang lebih simetris.
Kedua, reformasi akan meningkatkan kualitas basis investor, sehingga investor nantinya tidak hanya bicara kuantitas likuiditas, tapi juga stabilitasnya.
“Ketiga, dalam jangka menengah, ini berpotensi menurunkan cost of equity (biaya ekuitas) bagi emiten karena premi risiko yang lebih rendah,” jelasnya.
Kendati, ia menekankan bahwa reformasi struktur tidak boleh hanya berhenti di transparansi semata. Ada dua hal yang dinilai perlu didorong ke depan.
Pertama, bagaimana menciptakan basis investor institusi dalam negeri (seperti dana pensiun, asuransi, dan reksa dana) yang kuat. Pasalnya, selama ini pasar modal dalam negeri terlalu sensitif terhadap aliran jangka pendek, baik dari asing maupun domestik. Tanpa investor jangka panjang, volatilitas akan selalu tinggi.
Kedua, ia menilai pemerintah harus mulai mendesain pasar saham sebagai sumber pendanaan strategis, bukan sekadar tempat perdagangan sekunder.
“Artinya, kebijakan harus diarahkan agar lebih banyak perusahaan berkualitas masuk ke bursa, dengan insentif yang tepat, serta pipeline IPO yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (her/dav)
Ketika Timur Tengah Bergelora, Dunia Justru Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia
Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh stabil 5,2% pada 2026-2027, lebih tinggi dari rata-rata Asia Tenggara. Kekuatan domestik dan inflasi terkendali menjadi pendorong. FTSE Russell juga mempertahankan status Secondary Emerging Market pasar modal Indonesia, menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global.
DPR Peringatkan AS: Kedaulatan Indonesia Harga Mati dalam Perjanjian Akses Udara
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyoroti isu akses wilayah udara Indonesia oleh Amerika Serikat. Ia menegaskan kedaulatan NKRI prioritas utama kerja sama militer. Indonesia membuka ruang kerja sama pertahanan, namun Sukamta menekankan kehati-hatian serta prinsip politik luar negeri bebas aktif harus dihormati.
Prabowo Ungkap: Kemajuan Melesat & Produktivitas Tinggi Dialog Indonesia
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Putin membahas kerja sama Indonesia-Rusia di Moskow. Pertemuan bilateral ini menghasilkan diskusi produktif dengan kemajuan pesat di berbagai bidang. Prabowo menekankan pengembangan signifikan telah tercapai, tetapi beberapa aspek perlu percepatan. Putin menegaskan Rusia terbuka untuk kemitraan strategis yang berbobot.
Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Gelojak Global, Bukan Lagi Era 1998.
Ekonomi Indonesia tangguh di tengah gejolak global, jauh dari krisis 1998. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5,3% (2026), tertinggi kedua G20. Defisit anggaran rendah di bawah 3%. Bloomberg menyebut kemungkinan resesi Indonesia hanya 5%. Ketahanan ditopang ekonomi domestik kuat dan APBN terkendali.
Kunjungan Prabowo ke Rusia: Mengurai Strategi Geopolitik dan Ambisi Energi Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Moskow, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menilai pentingnya konsultasi geopolitik dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Dalam hal ini, Prabowo memandang Rusia sebagai mitra yang tepat karena negara tersebut dianggap berperan positif dalam menghadapi kondisi geopolitik. Selain itu, ia juga berharap kedua negara dapat terus meningkatkan kerja sama strategis di tengah gejolak global saat ini.
“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” ujar Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Putin yang telah menerima kunjungannya meski dengan pemberitahuan singkat.
“Terima kasih Yang Mulia, Presiden Putin, saya yang terima kasih karena saya diterima dengan permintaan yang begitu singkat. Tapi di tengah kesibukan Anda, Anda bisa terima saya, saya sangat terima kasih,” jelas dia.
Sementara itu, Putin juga menganggap penting kunjungan Prabowo kali ini. Menurutnya, kehadiran Prabowo di Kremlin memiliki arti yang sangat besar di tengah situasi dan perkembangan global.
Oleh karenanya, ia juga berharap bahwa kedua negara dapat lebih meningkatkan kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi.
“Kunjungan yang mulia merupakan makna yang sangat besar dan sangat penting terutama mengingat situasi dan perkembangan sekarang di dunia,” ujar Putin. (her/dav)
Prabowo Sorot Dukungan Rusia untuk BRICS Indonesia: Ini Dia Peluang Kerja Sama Raksasa yang Menanti.
Presiden Prabowo Subianto berterima kasih kepada Presiden Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Senin (13/4). Apresiasi diberikan atas dukungan Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS. Bergabungnya Indonesia ke BRICS memperkuat posisi global dan membuka peluang kerja sama bilateral baru. BRICS adalah forum kerja sama ekonomi penting.