Reformasi Pasar Modal Indonesia: Terungkap, Daftar Progres Nyata yang Sudah Beres!
OJK terus mereformasi pasar modal guna meningkatkan kepercayaan investor. Langkahnya meliputi penguatan transparansi, integritas, dan tata kelola pasar. Kebijakan baru seperti publikasi pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor rinci, dan pelaporan Ultimate Beneficial Owner (UBO) telah diterapkan. Ini menyelaraskan pasar Indonesia dengan standar global.
Mahasiswi Indonesia di Moskow Puji Kepedulian Prabowo terhadap Mahasiswa RI di Rusia
Mahasiswi Indonesia di Rusia, Alya, menyampaikan kesan positifnya setelah kembali bertemu Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Moskow, Rusia, Senin (13/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Moskow, Idola 92.6 FM-Mahasiswi Indonesia di Rusia, Alya, menyampaikan kesan positifnya setelah kembali bertemu Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Moskow, Rusia, Senin (13/4).
Alya mengatakan bahwa ini bukan kali pertama ia bertemu langsung dengan Prabowo. Pertemuan pertama terjadi pada Desember lalu, saat Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow di tengah musim dingin.
Namun, bagi Alya, pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam. Menurutnya, saat itu Prabowo menunjukkan gestur kepedulian terhadap mahasiswa Indonesia di Rusia. Momen tersebut pun tak pernah lepas dari ingatannya hingga kini.
“Saat kedatangan beliau bulan Desember lalu, ketika kami berada di luar dalam hujan salju yang deras, Bapak mempersilakan kami masuk ke dalam hotel dan menyambut kami dengan sangat baik,” tutur Alya kala ditemui, Senin (13/4).
Selain itu, mahasiswi asal Cirebon, Jawa Barat, yang tengah menempuh studi di Higher School of Economics, Rusia, jurusan Bisnis Informatika, ini juga menyampaikan kekagumannya terhadap Prabowo.
Menurutnya, Prabowo adalah sosok presiden yang kalem dan baik hati. Oleh karena itu, dalam kunjungan kali ini, ia pun mendoakan agar Prabowo senantiasa sehat dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.
“Harapan saya untuk Bapak, semoga sehat selalu dan terus memperjuangkan yang terbaik untuk Indonesia ke depannya,” pungkasnya.
Lebih lanjut, dengan kunjungan kenegaraan kedua Prabowo ke Rusia, Alya juga berharap hubungan kerja sama Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang pendidikan, dapat terus diperluas.
“Harapan saya ke depannya semakin banyak kerja sama Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang pendidikan, seperti peningkatan jumlah mahasiswa yang mendapatkan scholarship untuk datang ke Rusia,” tutup Alya. (her/dav)
KNAI Salurkan Rp1 Miliar untuk Pendidikan Hukum di Indonesia Timur
Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI) menyerahkan bantuan Rp1 miliar kepada Garuda Nasionalis Indonesia. Dana ini dialokasikan untuk pembangunan Sekolah Tinggi Hukum di Indonesia Timur. Penyerahan dilakukan Ketua Umum KNAI Pablo Benua dalam acara Halalbihalal di Sentul City, Bogor, 12 April 2026, dihadiri 500 advokat.
Pencak Silat Tembus Olimpiade: Ini Alasan Pesilat Indonesia Bersatu Dukung Prabowo
Pesilat Indonesia mendukung misi Presiden Prabowo Subianto membawa pencak silat ke Olimpiade. Mereka berharap Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI merumuskan strategi matang. Prabowo tidak mencalonkan diri lagi sebagai Ketua Umum IPSI, namun berharap penerusnya melanjutkan misi ini. Munas diharapkan memperkuat organisasi dan melahirkan kebijakan strategis untuk pencak silat di kancah internasional.
Prabowo Tekankan Pentingnya Lestarikan Pencak Silat: Bagian Penting Budaya Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya melestarikan pencak silat sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya melestarikan pencak silat sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia.
Menurutnya, pencak silat merupakan cerminan identitas, karakter, dan kepribadian bangsa yang telah ada sejak lama dan tetap bertahan hingga kini, meski sempat mengalami pelarangan pada masa penjajahan.
“Kenapa pencak silat harus kita jaga? Pencak silat harus kita lestarikan? Pencak silat harus kita bina? Karena pencak silat adalah bagian dari budaya kita,” ujar Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4).
IIa melanjutkan, sejak dahulu pencak silat tidak hanya digunakan untuk membela diri, tetapi juga untuk melindungi keluarga dan desa. Dengan kata lain, pencak silat merupakan ilmu ksatria dan pertahanan yang lahir dari determinasi bangsa Indonesia untuk menjaga komunitasnya.
Semangat tersebut, lanjutnya, tidak muncul tanpa alasan. Ia berkisah bahwa pada masa lalu, banyak bangsa asing datang ke Indonesia karena kekayaan alamnya. Sebagai bangsa yang ramah, masyarakat Indonesia menyambut mereka dengan baik dan mempersilakan untuk beraktivitas.
Namun, bangsa-bangsa tersebut kemudian memanfaatkan keramahan bangsa Indonesia. Mereka enggan kembali ke negaranya dan justru mengeksploitasi sumber daya Indonesia, sehingga bangsa Indonesia harus mencari cara untuk melawan dan mengusir mereka.
“(Bangsa-bangsa) yang datang itu melihat, ‘kok bangsa ini (Indonesia) baik banget, ya?’. (Mereka) enggak mau pulang-pulang. Terpaksa kita harus usir, harus lawan mereka,” jelas dia.
Prabowo melanjutkan, pelatihan pencak silat pun kemudian sempat dilarang di era penjajahan. Kondisi ini sempat membuat mereka yang tertarik dengan pencak silat untuk berlatih diam-diam dan pada malam hari di tempat terpencil, seperti gunung dan desa-desa.
Namun, tantangan tersebut tak lantas membuat pencak silat punah. Justru, pelestariannya masih berlanjut sampai sekarang.
Atas dasar itu, Prabowo menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Oleh karenanya, pencak silat harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Pencak silat adalah seni bela diri adalah benar. Tapi lebih dari itu, pencak silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia, ilmu leluhur kita yang kita pegang teguh,” tambahnya. (her/dav)
Prabowo Soroti Peran Indonesia dalam Perkembangan Pencak Silat Thailand dan Vietnam
Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti peran krusial Indonesia dalam mengembangkan bela diri pencak silat di negara-negara Asia Tenggara, khususnya Thailand dan Vietnam. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti peran krusial Indonesia dalam mengembangkan bela diri pencak silat di negara-negara Asia Tenggara, khususnya Thailand dan Vietnam. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4).
Pada kesempatan itu, Prabowo mengatakan bahwa dahulu banyak negara yang datang ke Indonesia untuk mempelajari pencak silat, di antaranya Vietnam dan Thailand. Menurutnya, negara-negara tersebut tertarik belajar karena Indonesia masih menjaga kemurnian ilmu pencak silat.
Namun, setelah belajar dari Indonesia, kedua negara tersebut justru berhasil mengembangkan pencak silat dengan pesat. Bahkan, pada satu waktu, keduanya pernah mengalahkan Indonesia dalam sejumlah kompetisi.
“Kita dulu yang melatih Vietnam dan Thailand. Akhirnya mereka jadi hebat dan mereka pernah kalahkan kita,” ujar Prabowo, seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Meski Vietnam dan Thailand sempat mengungguli Indonesia, Prabowo tetap berbesar hati. Baginya, hal itu menjadi bukti bahwa pelatihan dan pengajaran pencak silat Indonesia sangat efektif. Dengan kata lain, Indonesia telah menjadi “guru” yang baik bagi kedua negara tersebut.
Oleh karena itu, ia berharap Indonesia dapat terus menjaga kemurnian ilmu pencak silat agar semakin banyak negara tertarik mempelajarinya.
“Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat, dari mana-mana akan datang belajar. Dan itu sudah terbukti, dari banyak negara datang ke kita, belajar,” imbuh Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menyampaikan rasa bangganya terhadap prestasi atlet pencak silat Indonesia yang disebutnya telah mengharumkan nama bangsa di ajang internasional. Hal itu dibuktikan dengan raihan medali yang disumbang atlet pencak silat selama ini.
Sebagai contoh, dalam ajang SEA Games ke-35 di Thailand akhir tahun lalu, Indonesia keluar sebagai juara umum cabang olahraga pencak silat dengan raihan empat medali emas, satu perak, dan tujuh perunggu.
“Kita cukup membanggakan. Di beberapa tempat, kita menyumbang banyak sekali emas, perak dan perunggu,” tuturnya. (her/dav)
Bareskrim Buru Aset Rp2,4 T: Menguak Jejak Penipuan Dana Syariah Indonesia
Bareskrim Polri, melalui Dit Tipideksus, sedang melacak aset tersangka kasus penipuan PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan Rp2,4 triliun. Penyidik berkoordinasi dengan PPATK dan JPU untuk menelusuri serta mengamankan harta kekayaan tersembunyi. Langkah ini bertujuan memaksimalkan pemulihan kerugian korban, termasuk koordinasi dengan LPSK demi restitusi.
Krisis Senyap Generasi: Mikroplastik dan Timbal Ancam Masa Depan Indonesia
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menyatakan paparan mikroplastik dan logam berat seperti timbal pada anak Indonesia darurat. Mikroplastik ditemukan di mekonium bayi, bukti transfer ibu. Kondisi ini ancaman serius kesehatan anak. Dampaknya meliputi penurunan kecerdasan dan gangguan tumbuh kembang permanen.
Visi Prabowo: Indonesia Ciptakan National Champion Otomotif, Bisakah Saingi Jepang
Presiden Prabowo Subianto mendorong sektor otomotif Indonesia lahirkan “national champion” di kancah global. Indonesia diharapkan menjadi produsen kendaraan utama, bukan hanya pasar. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik PT Vektor Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4). Pemerintah berkomitmen mendukung penuh.
Prabowo Tegas: Indonesia Bukan Lagi Raksasa Tidur, Dunia Siap
Presiden Prabowo Subianto optimistis masa depan Indonesia cerah. Ia melihat potensi besar negara ini menjadi mandiri dan disegani dunia. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian pabrik kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah. Prabowo menekankan Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan sumber daya alam dan teknologi. Pengembangan industri nasional terus didorong.