PKK Pati Dorong Inovasi: Pelatihan Olahan Pertanian, Kunci Kemandirian Ekonomi Kader.
PATI – Untuk memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya kader PKK dan pelaku UMKM, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pati menggelar kegiatan pelatihan keterampilan pengolahan hasil pertanian bagi kader, di Aula Kecamatan Pucakwangi, Rabu (20/5/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra mengajak seluruh peserta, untuk terus belajar dan mengembangkan potensi pengolahan hasil pertanian, sehingga menjadi produk pangan yang lebih inovatif dan beragam.
“Melalui kegiatan ini, saya mengajak Bapak/Ibu dan kader PKK untuk belajar mengelola hasil pertanian, menjadi produk olahan pangan yang lebih beragam,” ujarnya.
Dia juga berharap, ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dan dibagikan kembali kepada masyarakat lainnya.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, panjengan semua dapat membagikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan dan mengolah hasil pertanian, menjadi produk yang bernilai” ungkapnya.
Sinergi antara TP PKK dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati, diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung terciptanya keluarga yang mandiri dan sejahtera di Kabupaten Pati.
“Semoga kita dapat terus bersinergi dengan baik demi mewujudkan keluarga sehat, mandiri, dan sejahtera di Kabupaten Pati,” pungkasnya.
Mengupas Inovasi Bioteknologi di Balik Kemudahan Mencuci dengan Clogent Laundry Pods
Sumber foto: Clogent
Dunia perawatan tekstil terus mengalami revolusi besar seiring dengan perkembangan sains dan teknologi. Jika dahulu deterjen hanya mengandalkan busa melimpah dan bahan kimia keras untuk mengikis noda, kini tren global telah bergeser ke arah bioteknologi yang lebih presisi dan ramah lingkungan. Tantangan terbesar dalam mencuci saat ini adalah bagaimana menghadirkan daya bersih tingkat tinggi tanpa merusak struktur kain atau mengiritasi kulit sensitif. Memahami bahwa noda sehari-hari sering kali menjadi tantangan tersendiri, inovasi laundry pods seperti Clogent hadir untuk menyederhanakan rutinitas tersebut. Rahasianya ada pada formulasi enzim Proteinase. Alih-alih mengandalkan kucekan keras yang berpotensi merusak kehalusan serat kain, enzim ini bekerja dengan tenang layaknya “gunting mikroskopis”. Ia secara spesifik mengurai molekul noda berbasis protein—mulai dari sisa keringat setelah beraktivitas hingga tumpahan susu—sehingga pakaian kembali bersih tanpa perlu usaha berlebih.
Memasuki musim penghujan atau ketika situasi mengharuskan kita menjemur di ruang tertutup, kekhawatiran akan munculnya bau apek pada pakaian sering kali tak terhindarkan. Untuk menjawab keresahan ini, aspek higienitas turut disempurnakan melalui penambahan Methylisothiazolinone (MIT) dalam takaran yang presisi. Kandungan ini berperan membantu menahan laju pertumbuhan bakteri dan jamur pada kain. Dengan adanya perlindungan esensial ini, bisa merasa lebih tenang karena kesegaran pakaian tetap terjaga, meski cuaca di luar sedang tidak menentu.
Tidak hanya memikirkan kebersihan tekstil, menjaga keawetan mesin cuci juga menjadi perhatian yang tak kalah penting. Terkadang, busa deterjen yang terlalu melimpah justru berisiko mengganggu sensor pada mesin cuci modern. Menyadari hal ini, formulasi Clogent mengandalkan Coconut Oil Fatty Acid sebagai penyeimbang alami. Bahan turunan minyak kelapa ini berfungsi mengendalikan volume busa di dalam tabung agar tetap pada porsi yang ideal. Dampak positifnya cukup terasa: mesin cuci dapat bekerja lebih ringan, dan proses pembilasan menjadi jauh lebih cepat sehingga secara tidak langsung membantu kita lebih bijak dan hemat dalam penggunaan air di rumah.
Ketika proses mencuci dibuat lebih ringkas, standar perawatan pakaian justru dapat ditingkatkan. Clogent Laundry Pods memadukan lima manfaat sekaligus dalam sebuah kapsul kecil yang telah merangkum fungsi pembersih yang efektif mengangkat noda membandel sekaligus merawat pendar warna pakaian, ditambah dengan kelembutan ekstra serta perlindungan anti-tungau dan anti-bakteri. Menariknya lagi, setelah kering, pakaian akan memancarkan aroma wangi yang lembut dan mampu bertahan lama hingga 18 hari, memberikan rasa nyaman tersendiri saat dikenakan kembali.
Pada akhirnya, inovasi yang baik adalah inovasi yang memberi ruang agar kita bisa mengelola waktu dan anggaran dengan lebih bijaksana. Penggunaan kapsul gel ini dirancang sangat bersahabat dengan berbagai kebiasaan mencuci, baik menggunakan mesin cuci bukaan depan (front-load), bukaan atas (top-load), maupun metode cuci manual. Hanya dengan satu pod, sudah bisa menyelesaikan satu siklus cucian berisi 10 hingga 14 potong baju. Kepraktisan langkah 5-in-1 ini tidak hanya menyederhanakan tugas domestik, tetapi perlahan juga membantu merampingkan daftar belanja bulanan, menghadirkan efisiensi yang bermakna bagi keluarga modern.
“Inovasi pada Clogent Laundry Pods adalah bukti nyata bagaimana sains dapat mempermudah kehidupan sehari-hari. Kami mengintegrasikan bioteknologi enzim dan pelindung serat kain premium untuk memastikan bahwa performa pembersihan berjalan optimal tanpa merusak ekosistem lingkungan maupun kesehatan kulit. Saat ini kami juga sedang memproses sertifikasi resmi dari Kemenkes dan Halal yang ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini, sebagai wujud komitmen kami dalam memberikan kualitas yang teruji dan tepercaya bagi konsumen,” ungkap Owner Clogent, Jeremy Muliawan Mario.
Beralih ke teknologi pencucian modern merupakan langkah cerdas untuk investasi jangka panjang pakaian Anda. Clogent Laundry Pods membuktikan bahwa efisiensi, kekuatan sains, dan keamanan dapat berpadu sempurna dalam satu genggaman. Jangan biarkan pakaian premium Anda rusak akibat formula deterjen yang usang. Dapatkan Clogent Laundry Pods sekarang juga di toko resmi maupun platform belanja daring terkemuka, dan jadilah bagian dari revolusi mencuci modern yang cerdas dan higienis.
Prabowo Takjub: Inovasi Polri Sulap Tongkol Jagung Jadi Briket, Kunci Ketahanan Pangan & Energi Baru
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan ketahanan pangan menjadi faktor utama yang menentukan keberlangsungan sebuah negara. Menurutnya, tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa produksi pangan yang aman dan berkesinambungan. Hal ini disampaikan saat menyampaikan pidato dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta Launching Operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Tuban, Sabtu (16/5). (Foto: Tangkapanlayar YouTube Setpres)
Tuban, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto kagum dengan berbagai inovasi yang dilakukan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional, termasuk pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket arang.
Hal tersebut disampaikan Prabowo pada Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Presiden mengaku terkesan dengan berbagai terobosan yang diperlihatkan Polri di tengah tantangan krisis energi global yang saat ini melanda banyak negara.
“Saya lega. Kenapa? Karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya dikasih tahu, ‘Pak, tenang kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung.’ Waduh, luar biasa,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menilai inovasi tersebut menjadi bukti bahwa limbah pertanian yang selama ini tidak bernilai kini dapat diubah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Tadinya tongkol itu dibuang, sekarang bisa jadi sumber energi. Terima kasih Kapolri, terima kasih Polisi RI,” katanya.
Prabowo menegaskan apresiasinya bukan sekadar pujian, melainkan pengakuan atas inovasi dan kerja nyata yang dilakukan aparat di lapangan, termasuk di tengah tekanan publik yang kerap menerpa institusi Polri.
“Kalian sering dicaci maki, sedikit-sedikit Polri begini, Polri begitu. Tapi kalian sekarang buktikan,” ujarnya.
Menurutnya, kedekatan Polri dengan masyarakat, kampus, dan kalangan akademisi menjadi kunci lahirnya inovasi-inovasi strategis tersebut. “Karena kalian dekat sama rakyat, dekat sama kampus, dekat sama insinyur dan sarjana-sarjana itu, makanya kalian tahu. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Selain briket dari tongkol jagung, Prabowo juga mengapresiasi inovasi pengembangan pupuk berbahan batu bara berkalori rendah yang dinilai mampu memperkuat kemandirian sektor pertanian nasional. “Tadi juga pupuk dari batu bara ini juga luar biasa. Ini mukjizat juga menurut saya. Batu bara kalori rendah kita bisa bikin pupuk,” ujar Prabowo.
Jika inovasi ini berhasil diimplementasikan secara luas, kata Prabowo, Indonesia akan terbebas dari ketergantungan pupuk impor dan semakin berdaulat di sektor pangan. “Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk luar negeri, kita sangat-sangat kuat,” tegasnya.
Untuk mempercepat distribusi hasil inovasi tersebut kepada masyarakat, Presiden mengarahkan agar jaringan Koperasi Merah Putih yang baru saja diresmikan turut dilibatkan sebagai saluran utamanya.
“Tadi kita baru resmikan Koperasi Merah Putih. Nanti ini bisa dimanfaatkan, koperasi Merah Putih bisa menyalurkan briket dari tongkol, bisa juga menyalurkan pupuk dari batu bara dan sebagainya,” pungkasnya. (her/dav)
Mentawai Berdaulat Energi: Inovasi PLTS Enter Nusantara Dorong Kemandirian Daerah
Enter Nusantara menyelenggarakan diseminasi riset tentang kemandirian energi berbasis komunitas di Kepulauan Mentawai. Pemanfaatan PLTS terbukti solusi adaptif untuk tantangan geografis, mendorong pengelolaan energi terbarukan. Riset ini menyoroti kesiapan masyarakat dan perlindungan hak atas tanah sebagai kunci keberhasilan. Program Sekolah Energi memperkuat kapasitas lokal, mengurangi ketergantungan energi diesel.
Batu Bara Nol Emisi? Inovasi China dengan Sel Bahan Bakar Revolusioner
Ilmuwan Universitas Shenzhen, China, mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara ZC-DCFC. Inovasi ini berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga nol. Sistem ZC-DCFC menggunakan proses elektrokimia, bukan pembakaran, untuk menghasilkan energi. CO2 yang dihasilkan ditangkap dan diubah menjadi bahan baku kimia. Klaim nol emisi ini masih butuh studi lanjutan untuk implementasi.
Prabowo Dorong Inovasi Cerdas: Sampah Jadi Genteng, Terobosan Ekonomi Berkelanjutan
Presiden Prabowo Subianto meninjau TPST Banyumas, mengapresiasi inovasi pengolahan sampah menjadi genteng daur ulang. Inovasi ini dinilai menciptakan nilai ekonomi dan solusi lingkungan. Genteng daur ulang efektif, ekonomis, serta berpotensi untuk program renovasi rumah, menghemat biaya. Pengelolaan sampah menjadi prioritas nasional.
Inovasi BSI Maslahat: Berkurban Online Kini Jauh Lebih Praktis dan Mudah
Menjelang Iduladha, BSI Maslahat hadirkan layanan kurban mudah dan sesuai syariah. Program Kurban Maslahat ini memberdayakan peternak lokal, menjangkau wilayah 3T, dan mendukung krisis kemanusiaan di Palestina. Transparansi proses kurban dijamin dengan live streaming, laporan distribusi, serta sertifikat. Tunaikan ibadah kurban Anda bersama BSI Maslahat.
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Kemendes PDT: Inovasi Pengelolaan Sampah Jawa Tengah Jadi Sorotan
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan 2026 dari Kemendes PDT. Apresiasi ini diberikan atas program pengelolaan sampah yang telah membentuk 88 Desa Mandiri Sampah di Jawa Tengah. Inisiatif ini efektif menuntaskan masalah 6,3 juta ton timbulan sampah tahunan di tingkat desa.
Dyson Robot Vakum AI: Inovasi Spot+Scrub Resmi Mendarat, Mengubah Paradigma Kebersihan Rumah di Indonesia
Dyson meluncurkan dua perangkat pembersih lantai cerdas di Indonesia: robot vakum Spot+Scrub Ai dan alat pel elektrik Clean+Wash Hygiene. Teknologi ini dirancang untuk mempermudah rutinitas kebersihan rumah tangga. Spot+Scrub Ai unggul dengan AI deteksi noda, sementara Clean+Wash Hygiene menawarkan desain tanpa filter. Keduanya kini tersedia.
Inovasi MBG Dongkrak Produksi Susu Boyolali 400%: Suplai 2.000 Liter/Hari ke SPPG
Peningkatan produksi susu sapi PT Susu Boyolali Andalan mencapai empat kali lipat. Dari 500 liter, kini 2.000 liter per hari. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong pertumbuhan ini, melibatkan UMKM lokal. Susu Boyolali Andalan menyuplai SPPG Jawa Tengah. Potensi susu Boyolali 100.000 liter, namun serapan MBG baru 20.000 liter.