Prabowo Rangkul Buruh: Momen Buka Baju, Peluk, dan Salami yang Jadi Sorotan
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 di Monas, Jakarta. Usai berpidato, Prabowo mendekati ribuan buruh secara akrab, bahkan bertukar pakaian. Ia menegaskan komitmen membela kepentingan rakyat dan pekerja, serta menyoroti pentingnya dukungan mereka.
Pengamat: Selat Hormuz, Jantung Iran yang Kini Jadi Bidikan Utama Trump
loading…
Pengamat Timur Tengah Tabrani Syabirin menilai bahwa strategi Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald J. Trump terhadap Iran berfokus pada penguasaan titik-titik krusial atau Center of Gravity. Foto: Tangkapan layar
JAKARTA – Pengamat Timur Tengah Tabrani Syabirin menilai bahwa strategi Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald J. Trump terhadap Iran berfokus pada penguasaan titik-titik krusial atau Center of Gravity. Menurutnya, dengan menguasai titik tersebut, Amerika Serikat dapat memaksa Iran untuk tunduk pada kehendak politik mereka.
Analisis tersebut disampaikan Tabrani dalam dialog “Interupsi” yang disiarkan iNews TV pada Kamis (30/4/2026). Ia merujuk pada teori perang klasik yang dirumuskan oleh Carl von Clausewitz lewat karyanya berjudul On War.
“Ya dalam teori perang itu seperti yang dirumuskan oleh Carl von Clausewitz dalam bukunya on War itu ya, jadi setiap masyarakat atau negara yang berperang itu dia harus mencari titik-titik yang disebut dengan center graffiti. Titik kuat atau titik lemah, kalau itu dikuasai maka dia bisa memaksa musuh untuk menuruti apa kehendaknya,” kata Tabrani.
Tabrani menjelaskan bahwa diplomasi dan perang pada dasarnya adalah dua sisi dari mata uang yang sama dalam upaya mencapai tujuan politik. Ia menyebut Trump telah memetakan dua titik utama untuk menekan Iran.
“Karena perang itu Carl von Clausewitz itu adalah politik dalam arti lain yang menggunakan. Sementara diplomasi adalah perang tanpa senjata. Untuk perang senjata itu kan ada ada ujungnya dia harus diakhiri dengan perundingan. Untuk menyeret lawan kekuningan Center Gravity nya harus dikuasai,” ujarnya.
“Di mata Trump, Center Gravity itu sekarang ada dua yaitu fasilitas nuklir dan Selat Hormuz. Jadi begitu Iran menutup Selat Hormuz, kata Trump ‘gua blokade ini Selat ini’. Karena dengan cara itu ekonomi Iran itu akan bisa dicekik habis, kena ya ekspor atau impornya kan melalui Selat Hormuz kan sebagian besar,” papar Tabrani.
Prabowo: Hilirisasi, Mandat Mutlak Indonesia Jadi Raksasa Dunia Terpandang
Presiden Prabowo Subianto menegaskan hilirisasi krusial bagi perekonomian Indonesia. Ini disampaikan saat peresmian 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II pada Rabu (29/4). Proyek investasi Rp116 triliun ini meliputi kilang gas hingga pengolahan sawit. Hilirisasi bertujuan meningkatkan nilai tambah dan kemakmuran bangsa, serta menjadikan Indonesia negara hebat.
Prabowo: 60 Juta Penerima Manfaat Tembus, Program MBG Indonesia Jadi Percontohan Dunia
Presiden RI Prabowo Subianto menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat dan menjadi perhatian dunia. Bahkan, sejumlah negara mulai mempelajari implementasi program tersebut di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Cilacap, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat dan menjadi perhatian dunia. Bahkan, sejumlah negara mulai mempelajari implementasi program tersebut di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4).
“Saudara-saudara, kita jangan jadi bangsa yang rendah diri. Banyak negara sekarang belajar MBG dari kita. Di mana ada negara yang bisa memberi makan lebih dari 60 juta orang lima kali seminggu,” ujar Prabowo.
Secara lebih rinci, berdasarkan data yang dirilis per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program ini telah mencapai 61.239.037 orang, dengan 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah.
Ia menegaskan, cakupan program MBG tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia, yang bahkan mendapatkan layanan distribusi makanan langsung ke rumah.
“Ibu-ibu hamil diantar makanan, begitu juga orang tua atau lansia yang tidak berdaya. Coba tunjukkan, di negara mana ada seperti ini?” katanya.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut program MBG juga membawa dampak langsung terhadap sektor riil, khususnya bagi petani dan nelayan. Dengan adanya program ini, hasil produksi masyarakat kini memiliki kepastian pasar.
“Petani yang sebelumnya hasil panennya tidak terbeli. Saat panen mangga, misalnya, tidak diambil hingga rusak di kebun. Panen tidak terserap, tengkulak datang dan banting harga. Tidak mungkin rakyat kita sejahtera. Sekarang kita ubah, hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar,” ungkap Prabowo.
Ia juga menyinggung keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di desa-desa yang tidak hanya mendukung distribusi makanan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.
Prabowo mengatakan, meskipun masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar manfaatnya semakin optimal.
“Di tiap desa ada SPPG, ada dapur. Kalau ada kekurangan, kita tindak. Secara garis besar, program ini membangkitkan ekonomi. Satu dapur menciptakan 50 lapangan kerja. Jika nanti sudah berjalan 30.000 dapur, artinya 1,5 juta orang bekerja,” jelasnya. (her/dav)
Prabowo Dorong Inovasi Cerdas: Sampah Jadi Genteng, Terobosan Ekonomi Berkelanjutan
Presiden Prabowo Subianto meninjau TPST Banyumas, mengapresiasi inovasi pengolahan sampah menjadi genteng daur ulang. Inovasi ini dinilai menciptakan nilai ekonomi dan solusi lingkungan. Genteng daur ulang efektif, ekonomis, serta berpotensi untuk program renovasi rumah, menghemat biaya. Pengelolaan sampah menjadi prioritas nasional.
Pengolah Sampah Terpadu Banyumas Jadi Prioritas Nasional, Masalah Sampah Ditarget Tuntas 2–3 Tahun
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan, model pengolahan sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Berbasis Lingkungan dan Edukasi Banyumas, Jawa Tengah, layak dijadikan prioritas nasional karena dinilai efektif, sederhana, dan berbasis produk lokal. Hal itu dikatakan Prabowo di TPST (Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu) BLE (Berbasis Lingkungan & Edukasi) Banyumas Pusat Pengolahan Sampah, Selasa (28/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Banyumas, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan, model pengolahan sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Berbasis Lingkungan dan Edukasi Banyumas, Jawa Tengah, layak dijadikan prioritas nasional karena dinilai efektif, sederhana, dan berbasis produk lokal.
Presiden menegaskan, pengelolaan sampah kini menjadi salah satu prioritas nasional. Ia menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan persoalan sampah di seluruh Indonesia harus mulai terkendali.
“Semua kita kembangkan, sampah, pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua tiga tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia ya,” tegas Prabowo di TPST (Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu) BLE (Berbasis Lingkungan & Edukasi) Banyumas Pusat Pengolahan Sampah, Selasa (28/4).
Pernyataan tersebut disampaikan saat Presiden meninjau langsung fasilitas TPST BLE Banyumas. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas atas terobosan pengelolaan sampah yang dilakukan secara terintegrasi, mulai dari tingkat rumah tangga hingga kabupaten.
“Saya sangat terkesan dan saya terima kasih, Pak Bupati dan Kepala Dinas ya, ini suatu terobosan inisiatif yang sangat baik. Kita lakukan istilahnya pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih tapi efektif, sebagian besar produk lokal, dan dalam suatu rangkaian sistem dari rumah tangga sampai ke kabupaten,” jelas Presiden.
Menurut Prabowo, sistem tersebut terbukti efektif dan berpotensi menjadi model bagi berbagai daerah di Indonesia, bahkan menarik perhatian dari negara lain.
“Jadi ini saya kira sangat efektif ya menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini,” lanjutnya.
Presiden juga menyatakan akan memberikan dukungan langsung dari pemerintah pusat untuk memperkuat dan memperluas sistem pengolahan sampah tersebut. Ia turut menyambut target Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mencapai zero sampah pada tahun 2028. (her/dav)
Ekonom Global: Ekonomi Indonesia Sehat, Jadi Modal Kuat Genjot Pertumbuhan hingga 6%
Ekonom global menilai fondasi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang solid di tengah ketidakpastian global. Hal itu dikatakan Chief Economist Shan Saeed dari IQI Global, di Jakarta, Selasa (28/4). (Foto Dok. Istimewa/ RM.ID)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Ekonom global menilai fondasi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang solid di tengah ketidakpastian global.
Chief Economist Shan Saeed dari IQI Global menegaskan bahwa kekuatan fundamental tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga kisaran 6%.
Dalam pernyataannya, Shan Saeed mengingatkan bahwa dunia saat ini tidak berada dalam kondisi normal.
Tekanan global yang datang dari berbagai arah, mulai dari gejolak geopolitik hingga dinamika pasar keuangan, membuat hanya negara dengan fondasi kuat yang mampu bertahan dan melaju.
“Saya ingin mulai dengan satu hal: kita tidak hidup di masa yang normal. Di tengah kondisi global yang penuh tekanan seperti sekarang, negara yang punya demografi kuat, stabilitas makroekonomi, pertumbuhan yang konsisten, dan disiplin kebijakan—mereka akan lebih mampu menghadapi tantangan ini,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (28/4).
Ia menilai Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang memiliki daya tahan tersebut. Indikator makroekonomi Indonesia dinilai tetap terjaga, mulai dari rasio utang terhadap PDB yang masih di bawah 40 persen, defisit anggaran di bawah 3 persen, hingga inflasi yang terkendali.
“Kalau bicara Indonesia, rasio utang terhadap PDB masih di bawah 40%, defisit anggaran di bawah 3%, inflasi juga terkendali. Bank Indonesia juga melakukan pekerjaan yang bagus menjaga inflasi di bawah 3,5%. Di banyak negara maju, inflasi sudah tembus 5–6%,” terangnya.
Menurutnya, kombinasi indikator tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berada dalam kondisi sehat.
Stabilitas ini menjadi faktor kunci yang mendorong kepercayaan pasar sekaligus membuka ruang untuk pertumbuhan yang lebih tinggi.
Shan Saeed menekankan bahwa ada empat pilar utama yang menopang optimisme terhadap Indonesia, yakni stabilitas makroekonomi, konsistensi pertumbuhan, disiplin fiskal, serta kemampuan dalam mengeksekusi kebijakan.
“Indonesia sejauh ini cukup solid. Dan saya tetap optimistis terhadap Indonesia karena empat hal utama: stabilitas makroekonomi, stabilitas pertumbuhan, disiplin fiskal, dan eksekusi kebijakan,” tambah Shan.
Ia juga menyoroti pentingnya kredibilitas dalam kebijakan ekonomi. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kredibilitas menjadi “modal baru” yang menentukan kepercayaan investor dan pelaku pasar.
“Sekarang ini, kredibilitas itu ibarat ‘modal baru’. Kalau kebijakan dijalankan dengan disiplin, kepercayaan akan terbentuk. Yang penting bukan cuma visi yang jelas, tapi juga keyakinan dan cara eksekusi yang cerdas,” katanya.
Lebih lanjut, ia melihat kondisi global saat ini memiliki kemiripan dengan periode krisis di masa lalu, seperti era 1970-an yang ditandai dengan lonjakan harga minyak dan tekanan geopolitik.
Karena itu, pembelajaran dari sejarah ekonomi dinilai penting dalam mengambil kebijakan yang tepat.
Di tengah dinamika tersebut, Shan Saeed tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5-6%. Bahkan, menurutnya, angka tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar yang melihat potensi pertumbuhan di atas 5,4%.
Ia menjelaskan, secara sederhana kesehatan ekonomi Indonesia tercermin dari keseimbangan antara pertumbuhan dan berbagai indikator lainnya.
“Kalau dijelaskan simpel, kondisi ekonomi Indonesia itu sehat. PDB sekitar 5%, suku bunga 4,75%, inflasi 3,5%, defisit 2,9%. Artinya, pertumbuhan lebih tinggi dari biaya hidup, biaya usaha, dan defisit pemerintah,” Shan melanjutkan.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinilai tidak hanya mampu tumbuh, tetapi juga menjaga konsistensi pertumbuhan dalam jangka menengah.
“Jadi ekonomi Indonesia bukan cuma tumbuh, tapi tumbuh secara konsisten. Itu yang bikin pasar percaya,” tutupnya. (her/dav)
Ekonom Global Sebut Program MBG Jadi Modal Investasi Jangka Panjang RI
Ekonom IQI Global, Shan Saeed, menilai fondasi ekonomi Indonesia solid di tengah ketidakpastian global. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang investasi jangka panjang untuk SDM dan ketahanan ekonomi. Kebijakan ini tidak instan, namun penting menjaga stabilitas pasokan dan kebutuhan dasar. Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih tinggi.
Terungkap! Sagara Beberkan Cara Mudah & Terukur Ubah Ide AI Jadi Produk Outsourcing
Sagara Technology menjembatani ide AI menjadi solusi produksi nyata. Metodologi disiplin meliputi perumusan masalah, asesmen data, dan Proof of Concept. Pengembangan menggunakan AI-Agile, diikuti peluncuran terstruktur dan evolusi berkelanjutan. Ini memastikan implementasi AI terukur, efektif bagi bisnis di Indonesia, mewujudkan visi teknologi cerdas.
Prabowo Desak Penanganan Maksimal Korban Tragedi KA Bekasi, Investigasi Cepat Jadi Sorotan.
Presiden RI Prabowo Subianto, memerintahkan agar penanganan korban kecelakaan antara kereta api Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur dilakukan secara maksimal. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya investigasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat mendampingi Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Bekasi, Idola 92.6-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memerintahkan agar penanganan korban kecelakaan antara kereta api Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur dilakukan secara maksimal.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya investigasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat mendampingi Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4).
Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan arahan langsung terkait penanganan korban yang saat ini masih menjalani perawatan.
“Beliau (Presiden RI Prabowo Subianto) memberikan petunjuk agar seluruh korban yang dirawat mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Selain fokus pada penanganan korban, Presiden juga menekankan pentingnya investigasi terhadap penyebab kecelakaan. Langkah ini dinilai krusial sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pencegahan ke depan.
“Investigasi tentu harus dilakukan. Kemudian, beliau juga meminta agar dipikirkan langkah antisipasi supaya hal-hal seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.
Dalam upaya meningkatkan keselamatan, Prasetyo mengatakan Presiden turut menyoroti aspek teknologi serta kondisi sarana perkeretaapian, termasuk usia armada yang beroperasi.
Ia juga meminta perhatian serius terhadap perlintasan kereta api yang dinilai masih rawan kecelakaan.
“Secara teknologi, beliau juga sempat mengecek tahun pembuatan kereta-kereta kita. Selain itu, beliau meminta agar sekitar 1.800 perlintasan kereta api ditangani, baik dengan penjagaan maupun pembangunan flyover untuk memastikan jalur persimpangan aman dari potensi kecelakaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan Presiden juga menginstruksikan agar langkah-langkah konkret segera diambil untuk memastikan keselamatan transportasi kereta api di masa mendatang.
“Beliau juga meminta agar segera dilakukan langkah-langkah solusi untuk memastikan ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (her/dav)