Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
loading…
GAPPRI menolak wacana kebijakan standardisasi kemasan rokok (plain packaging) dalam Rancangan Permenkes. Jika diterapkan aturan ini mengancam keberlangsungan Industri Hasil Tembakau (IHT). Foto: Dok Sindonews
JAKARTA – Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) menyatakan penolakan terhadap wacana kebijakan standardisasi kemasan rokok (plain packaging) di dalam Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Jika diterapkan aturan ini akan mengancam keberlangsungan Industri Hasil Tembakau (IHT) yang merupakan salah satu sektor strategis nasional.
Ketua Umum GAPPRI Henry Najoan mengatakan IHT merupakan sektor yang berkontribusi signifikan pada penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. Sektor ini juga menjadi penopang penerimaan keuangan negara melalui setoran cukai.
“Dampak kebijakan terhadap industri ini tidak hanya menyentuh pabrik, tetapi juga pekerja, petani, hingga keluarga mereka. Karena itu, kebijakan perlu dirumuskan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Kebijakan non-fiskal terhadap IHT dinilai mengancam kehidupan jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada ekosistem pertembakauan nasional. Terdapat 6 juta orang yang mencari nafkah di sektor pertembakauan, mulai dari buruh tani, pekerja pabrik, hingga mata rantai perdagangan eceran.
Perumusan kebijakan semestinya mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi secara menyeluruh agar menjaga stabilitas masyarakat.
Tekanan terhadap industri juga terlihat dari tren penurunan volume produksi rokok dalam beberapa tahun terakhir. Henry mencatat pada 2019 ketika tarif cukai tidak mengalami kenaikan, produksi rokok nasional mampu mencapai angka 357 miliar batang.
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
loading…
KPK menyebut Wakil Menteri Imipas Silmy Karim menerima uang Rp100 juta per pekan dari pemerasan izin tinggal WNA. Foto/SindoNews
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM/Kementerian Imipas periode 2022-2026. KPK menyebut Silmy menerima jatah rutin Rp100 juta setiap pekan dari praktik tersebut.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan uang itu merupakan uang hasil pemerasan yang bersumber dari biro jasa maupun WNA. Hasil pemerasan itu tak terlepas dari Silmy yang meminta jatah terkait pengurusan izin tinggal kepada bawahannya.
“Uang tersebut, kemudian dibagikan kepada para oknum di Dirjen Imipas/Kementerian Imipas setiap pekan di hari Jumat, salah satunya SK (Silmy Karim) yang menerima jatah rutin sebesar Rp100 juta per minggu,” ujar Setyo dalam konferensi pers, Kamis (4/6/2026).
Menurut Setyo, pembagian uang itu disamarkan dengan sejumlah kode distribusi khusus. Salah satunya menggunakan istilah “malaikat” untuk merujuk pada pejabat tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi maupun Kementerian Imipas.
Google Ternak 32 Juta Nyamuk untuk Dilepas ke Alam, Ini Tujuan Sebenarnya
Foto: Metro
Teknologi.id –Google dikenal sebagai raksasa teknologi dan pelopor kecerdasan buatan (AI). Namun kali ini, perusahaan tersebut menjadi sorotan karena menjalankan proyek yang tidak biasa, yaitu membiakkan hingga 32 juta nyamuk untuk dilepas ke alam liar di Amerika Serikat.
Sekilas, langkah ini mungkin terdengar mengkhawatirkan. Namun tujuan proyek tersebut justru untuk membantu mengurangi penyebaran berbagai penyakit berbahaya yang ditularkan nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD), Zika, chikungunya, demam kuning, hingga malaria.
Program ini dijalankan melalui Project Debug, sebuah inisiatif yang telah dikembangkan Google selama hampir satu dekade untuk mencari solusi pengendalian nyamuk yang lebih efektif, aman, dan ramah lingkungan.
Foto: Debug.com
Mengapa Google Membiakkan 32 Juta Nyamuk?
Alih-alih memberantas nyamuk menggunakan insektisida atau bahan kimia, Google memilih pendekatan biologis dengan membiakkan nyamuk jantan Aedes aegypti yang membawa bakteri alami bernama Wolbachia.
Wolbachia merupakan bakteri yang secara alami ditemukan pada berbagai jenis serangga. Ketika nyamuk jantan pembawa Wolbachia kawin dengan nyamuk betina liar, telur yang dihasilkan tidak dapat menetas.
Akibatnya, populasi nyamuk Aedes aegypti yang dikenal sebagai penyebar penyakit dapat berkurang secara bertahap dari waktu ke waktu.
Metode ini dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia maupun racun untuk membasmi nyamuk.
Google Membiakkan “Nyamuk Baik” untuk Melawan Penyakit
Google menyebut nyamuk hasil budidayanya sebagai “nyamuk baik”.
Pasalnya, nyamuk yang dilepas merupakan nyamuk jantan yang tidak menggigit manusia dan tidak dapat menularkan penyakit.
Meskipun berasal dari spesies yang sama dengan nyamuk penyebar DBD, nyamuk jantan tersebut hanya bertugas kawin dengan nyamuk betina liar agar telur yang dihasilkan tidak berkembang menjadi generasi berikutnya.
Dengan cara ini, jumlah nyamuk penyebar penyakit diharapkan menurun secara signifikan dalam jangka panjang.
AI Jadi Senjata Utama Google untuk Mengelola Jutaan Nyamuk
Selain memanfaatkan bakteri Wolbachia, Google juga menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proyek ini.
AI digunakan untuk menganalisis data populasi nyamuk, mengontrol sistem pembiakan otomatis, memantau proses budidaya, hingga menentukan lokasi pelepasan yang dianggap paling efektif.
Google juga memanfaatkan teknologi computer vision berbasis AI untuk memilah nyamuk jantan dan betina secara otomatis dalam jumlah besar.
Teknologi tersebut memungkinkan jutaan nyamuk diproses dengan tingkat akurasi tinggi sehingga hanya nyamuk jantan yang akan dilepas ke alam.
Apakah Nyamuk Google Menggunakan Rekayasa Genetika?
Tidak.
Google menegaskan bahwa proyek ini tidak menggunakan rekayasa genetika atau modifikasi DNA.
Metode yang diterapkan hanya memanfaatkan bakteri Wolbachia yang memang ditemukan secara alami pada berbagai spesies serangga.
Perusahaan juga menyebut pendekatan ini tidak menggunakan bahan kimia maupun racun sehingga dianggap lebih aman bagi lingkungan.
Google Ajukan Izin Lepas 32 Juta Nyamuk di Amerika Serikat
Saat ini Google berencana melepas nyamuk hasil budidayanya di dua negara bagian Amerika Serikat, yaitu California dan Florida.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Google telah mengajukan izin kepada Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau Environmental Protection Agency (EPA).
Izin yang diajukan mencakup pelepasan hingga 32 juta nyamuk selama dua tahun, atau sekitar 16 juta nyamuk per tahun di kedua wilayah tersebut.
Jika disetujui, program ini akan menjadi salah satu proyek pengendalian nyamuk terbesar yang pernah dilakukan menggunakan pendekatan biologis.
Sudah Terbukti Berhasil di Singapura
Project Debug sebenarnya bukan program baru.
Google telah mengembangkan teknologi ini selama hampir 10 tahun dan menjadikan Singapura sebagai pusat penelitian dan pengembangan internasional pertamanya.
Menurut data yang dipublikasikan Google, pelepasan nyamuk jantan pembawa Wolbachia berhasil menurunkan populasi nyamuk Aedes aegypti hingga 80–90 persen di wilayah uji coba.
Tak hanya itu, jumlah kasus dengue atau demam berdarah juga dilaporkan turun lebih dari 70 persen dalam rentang enam hingga 12 bulan setelah program berjalan.
Keberhasilan tersebut menjadi dasar bagi Google untuk memperluas penerapan teknologi ini ke wilayah lain yang menghadapi ancaman penyakit akibat nyamuk.
Apa Manfaat Proyek Nyamuk Wolbachia Milik Google?
Jika program ini berhasil diterapkan secara luas, manfaatnya bisa sangat besar.
Selain membantu menekan populasi nyamuk penyebar penyakit, metode Wolbachia juga berpotensi mengurangi penggunaan insektisida dan bahan kimia yang dapat berdampak terhadap lingkungan.
Pendekatan ini juga menawarkan solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan dibandingkan metode pengendalian nyamuk konvensional.
Melalui kombinasi teknologi AI dan pendekatan biologis berbasis Wolbachia, Google berharap dapat membantu menekan penyebaran penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di berbagai negara.
Kunjungan Wisman ke Indonesia Tembus 4,68 Juta hingga April 2026, Tertinggi sejak 2020
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi capaian tertinggi sejak 2020. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan.
Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengatakan tren positif tersebut menunjukkan sektor pariwisata nasional terus mengalami pemulihan dan pertumbuhan yang kuat.
“Capaian kunjungan wisman Januari hingga April 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6).
BPS juga mencatat mayoritas wisman masuk ke Indonesia melalui angkutan udara pada periode Januari-April 2026. Adapun Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menjadi pintu masuk paling banyak, mencapai 2 juta kunjungan.
Tingkat Penghunian Kamar Hotel
Sementara itu, data BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Indonesia pada April 2026 mencapai 37,08 persen. Angka ini naik 3,80 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya (m-to-m) dan meningkat 0,33 persen poin dibandingkan April 2025 (y-on-y).
TPK hotel dapat dibedakan menjadi TPK hotel bintang serta TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya.
TPK Hotel Berbintang
Pada April 2026, TPK hotel bintang tercatat sebesar 48,83 persen. Secara spasial, TPK hotel bintang tertinggi tercatat di Bali sebesar 57,94 persen, diikuti oleh DKI Jakarta dan Kalimantan Barat, masing-masing sebesar 54,80 persen dan 53,76 persen.
Sementara itu, TPK hotel bintang terendah tercatat di Aceh, Papua Tengah, dan Bangka Belitung, masing-masing sebesar 24,35 persen; 29,58 persen; dan 30,39 persen.
Secara kumulatif Januari hingga April 2026, TPK hotel bintang mencapai 46,01 persen, naik 2,07 persen poin dibandingkan TPK pada periode yang sama tahun 2025.
Adapun peningkatan tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 13,38 persen poin, diikuti Kalimantan Barat sebesar 10,47 persen poin dan Maluku sebesar 7,35 persen poin. Sementara itu, penurunan terbesar terjadi di Papua Pegunungan, yaitu sebesar 5,76 persen poin.
TPK Hotel Nonbintang
Sedangkan untuk TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada April 2026 mencapai 24,96 persen. Secara spasial, TPK tertinggi tercatat di DKI Jakarta sebesar 38,09 persen, diikuti Kepulauan Riau sebesar 35,11 persen dan Bali sebesar 34,81 persen. Sebaliknya, TPK terendah tercatat di Papua Pegunungan, yaitu sebesar 9,62 persen.
Secara kumulatif dari Januari hingga April 2026, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencapai 23,75 persen atau meningkat sebesar 0,51 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tertinggi tercatat di Papua Barat sebesar 7,72 persen poin, diikuti Gorontalo sebesar 6,38 persen poin dan Sulawesi Utara sebesar 4,88 persen poin.
Sementara itu, penurunan terdalam terjadi di Bali sebesar 4,72 persen poin, diikuti DKI Jakarta sebesar 3,47 persen poin dan Banten sebesar 2,47 persen poin. (her/dav)
Indonesia Catat Surplus Neraca Perdagangan USD 89,1 Juta pada April, Berlanjut 72 Bulan Berturut-turut
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD 89,1 juta pada April 2026. Dengan demikian, Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. (Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD 89,1 juta pada April 2026. Dengan demikian, Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Sementara itu, secara kumulatif pada Januari-April 2026, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 5,64 miliar.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan bahwa Indonesia berhasil mencatat surplus pada April setelah nilai ekspor melebihi nilai impor. Pada bulan tersebut, Indonesia mencatat ekspor sebesar USD 25,3 miliar, lebih tinggi dibandingkan nilai impor sebesar USD 25,21 miliar.
“Setelah melihat perkembangan ekspor dan impor, maka neraca perdagangan barang untuk April 2026 mencatat surplus sebesar USD 89,1 juta. Neraca perdagangan Indonesia dengan demikian telah mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Pudji dalam rilis Berita Resmi Statistik, Selasa (2/6).
Dari sisi ekspor, Pudji menambahkan bahwa nilai ekspor Indonesia sebesar USD 25,32 miliar mencerminkan pertumbuhan 21,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini, lanjutnya, didorong oleh pertumbuhan signifikan ekspor nonmigas yang nilainya pada April mencapai USD 24,15 miliar atau tumbuh 23,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tajam ini, imbuh Pudji, terutama disumbang oleh ekspor lemak dan minyak hewani/nabati yang tumbuh 66,59 persen secara tahunan, nikel dan barang daripadanya sebesar 75,52 persen, serta mesin dan peralatan mekanis sebesar 57,90 persen.
Pudji menjabarkan bahwa pertumbuhan ekspor nonmigas pada April didorong oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) sebesar 15,45 persen secara tahunan menjadi USD 1.148 per metrik ton, serta kenaikan harga komoditas mineral dan energi secara umum.
Selain itu, kenaikan ekspor juga didorong oleh ekspansi sektor manufaktur di negara-negara mitra dagang utama Indonesia, yang tercermin dari indeks PMI manufaktur mereka yang berada di zona ekspansif.
Ketika suatu negara memiliki sektor manufaktur yang ekspansif, negara tersebut cenderung meningkatkan impor bahan baku dan barang setengah jadi dari negara lain untuk menunjang proses produksinya.
“Pada April, PMI Manufaktur negara mitra dagang utama seperti India, Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok berada pada zona ekspansif, di mana PMI India adalah 54,7, kemudian Amerika Serikat 54,5, Jepang 55,1, dan Tiongkok 52.2,” tambahnya.
Sementara itu, dari sisi impor, nilai impor Indonesia yang mencapai USD 25,21 miliar pada April atau tumbuh 22,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, meski pertumbuhan impor pada April lebih tinggi dibandingkan ekspor, sebagian besar peningkatan tersebut disumbang oleh impor bahan baku dan barang penolong.
Menurut Pudji, impor kelompok barang tersebut pada April mencapai USD 18,65 miliar atau tumbuh 24,56 persen dari USD 14,97 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini justru mencerminkan bergeliatnya industri manufaktur domestik.
“Jadi secara rinci, nilai impor migas pada April sebesar USD 4,60 miliar, atau meningkat 82,52 persen secara tahunan, sedangkan nilai impor nonmigas adalah senilai USD 20,6 miliar atau mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 14,11 persen,” pungkas dia. (her/dav)
Bocoran iPhone Ultra Terungkap, HP Lipat Pertama Apple Dibanderol Rp 50 Juta
Foto: iPhonesoft
Teknologi.id –Apple dikabarkan semakin dekat dengan peluncuran ponsel lipat pertamanya yang selama ini ramai disebut sebagai iPhone Ultra atau iPhone Fold. Setelah bertahun-tahun menjadi bahan spekulasi, kini berbagai bocoran mengenai desain dan spesifikasinya mulai bermunculan dan memberikan gambaran lebih jelas tentang perangkat tersebut.
Bocoran terbaru memperlihatkan casing pelindung yang disebut dirancang khusus untuk iPhone lipat Apple. Kemunculan aksesori ini memicu dugaan bahwa desain final perangkat sudah hampir selesai dan siap memasuki tahap produksi yang lebih besar.
Desain iPhone Ultra Berbeda dari HP Lipat Android
Foto: iPhonesoft
Berbeda dengan kebanyakan ponsel lipat yang beredar saat ini, Apple disebut tidak mengikuti desain ala Samsung Galaxy Z Fold secara penuh.
Saat dibuka, layar iPhone Ultra dikabarkan memiliki rasio yang lebih lebar sehingga tampilannya menyerupai tablet mini. Pendekatan ini membuat perangkat tersebut lebih mirip kombinasi antara iPhone dan iPad Mini.
Konsep tersebut diyakini akan memberikan pengalaman yang lebih nyaman untuk menikmati berbagai konten multimedia seperti menonton video, bermain game, hingga multitasking.
Selain itu, bocoran casing menunjukkan beberapa detail menarik, seperti:
Bodinya sangat tipis
Modul kamera belakang terlihat ramping
Dukungan teknologi MagSafe
Desain premium khas Apple
Keberadaan cetakan casing dari produsen aksesori juga sering dianggap sebagai indikasi bahwa desain perangkat sudah dikunci sebelum peluncuran resmi.
Spesifikasi iPhone Ultra yang Beredar
Meski belum dikonfirmasi langsung oleh Apple, sejumlah bocoran menyebut bahwa iPhone Ultra akan hadir dengan spesifikasi kelas flagship.
Layar Ganda OLED
iPhone Ultra disebut akan menggunakan dua layar OLED, yaitu:
Layar luar: 5,5 inci
Layar utama saat dibuka: 7,8 inci
Ukuran tersebut menjadikannya salah satu perangkat lipat dengan area tampilan terbesar di kelasnya.
Apple dikabarkan berhasil membuat perangkat ini sangat tipis.
Ketebalan saat dilipat: 9,5 mm
Ketebalan saat dibuka: 4,5 mm
Angka tersebut bahkan berpotensi menjadi salah satu yang paling tipis di pasar smartphone lipat.
Face ID Dikabarkan Hilang
Salah satu rumor yang cukup mengejutkan adalah absennya fitur Face ID.
Sebagai gantinya, Apple disebut akan kembali menggunakan Touch ID yang ditempatkan pada tombol samping perangkat. Langkah ini diyakini dilakukan untuk menghemat ruang internal sekaligus menjaga desain tetap tipis.
Kamera 48 MP dan Teknologi Kamera Bawah Layar
Untuk sektor fotografi, iPhone Ultra dirumorkan membawa dua kamera belakang, yaitu:
Kamera utama 48 MP
Kamera ultrawide 48 MP
Apple disebut tidak menyertakan lensa telefoto pada generasi pertama perangkat lipatnya.
Sementara itu, kamera depan akan ditempatkan pada dua lokasi berbeda:
Kamera selfie di layar luar
Kamera bawah layar (under-display camera) pada layar utama
Teknologi kamera tersembunyi ini memungkinkan tampilan layar yang lebih bersih tanpa gangguan notch atau punch-hole.
Ditenagai Chip A20 Pro
Dari sisi performa, iPhone Ultra diperkirakan akan menggunakan chip terbaru Apple, yakni A20 Pro.
Chip tersebut akan dipadukan dengan:
RAM 12 GB
Chip tambahan C2 untuk efisiensi daya
Dukungan jaringan 5G
Konektivitas satelit
Kombinasi ini diprediksi membuat iPhone Ultra mampu menjalankan berbagai fitur AI dan multitasking berat dengan lancar.
Baterai Terbesar dalam Sejarah iPhone
Rumor lainnya menyebut bahwa Apple akan membekali iPhone Ultra dengan baterai berkapasitas 5.800 mAh.
Jika benar, kapasitas tersebut akan menjadi yang terbesar yang pernah digunakan pada lini iPhone.
Selain kapasitas besar, Apple juga dikabarkan mengembangkan teknologi engsel baru yang mampu mengurangi bekas lipatan hingga hanya sekitar 0,5 mm sehingga hampir tidak terlihat saat layar dibentangkan.
Teknologi layar lipat dan desain premium membuat harga iPhone Ultra diperkirakan jauh lebih mahal dibandingkan iPhone reguler.
Menurut berbagai laporan, perangkat ini akan dijual di kisaran:
2.000 Euro (sekitar Rp 41 juta)
2.500 Euro (sekitar Rp 50 juta)
Harga tersebut menjadikannya salah satu iPhone termahal yang pernah dibuat Apple.
Kapan iPhone Ultra Rilis?
Hingga saat ini Apple masih belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keberadaan maupun jadwal peluncuran iPhone Ultra.
Meski demikian, semakin banyaknya bocoran desain, spesifikasi, hingga aksesori pendukung menunjukkan bahwa proyek ponsel lipat pertama Apple kemungkinan sudah memasuki tahap yang lebih matang.
Jika seluruh rumor tersebut benar, iPhone Ultra berpotensi menjadi salah satu peluncuran smartphone paling dinanti dalam beberapa tahun terakhir sekaligus menandai debut Apple di pasar ponsel lipat premium yang selama ini didominasi produsen Android.
Jangkauan Fenomenal MBG: 62,4 Juta Orang Terdampak, Dari Anak Sekolah hingga Ibu Hamil
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memperluas jangkauan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) pada Jumat (22/5), total penerima manfaat MBG telah mencapai 62.454.064 orang. Jumlah tersebut mencakup berbagai kelompok sasaran, mulai dari peserta didik, balita, ibu menyusui, ibu hamil, hingga santri. (Foto Dok. Memorandum.co.id/ Disway)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memperluas jangkauan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) pada Jumat (22/5), total penerima manfaat MBG telah mencapai 62.454.064 orang.
Jumlah tersebut mencakup berbagai kelompok sasaran, mulai dari peserta didik, balita, ibu menyusui, ibu hamil, hingga santri. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Dari total penerima manfaat tersebut, kelompok peserta didik menjadi penerima terbesar dengan jumlah mencapai 48.350.393 orang. Angka ini setara dengan 76,1 persen dari total data induk peserta didik sebanyak 63.574.421 jiwa.
Sementara itu, penerima manfaat dari kelompok balita mencapai 6.303.775 orang atau sekitar 37,7 persen dari total data induk balita nasional. Untuk kategori ibu menyusui (busui), jumlah penerima tercatat sebanyak 2.066.533 orang atau 75,2 persen dari total sasaran.
Adapun penerima manfaat dari kelompok ibu hamil (bumil) mencapai 868.259 orang atau sekitar 35,3 persen. Sementara itu, kategori santri tercatat sebanyak 644.664 orang atau 44,2 persen dari total sasaran nasional.
Selain itu, program MBG juga melibatkan sekitar 4.220.440 guru dan tenaga pendidik dalam pelaksanaannya sehingga total penerima manfaat mencapai 62.454.064 orang.
Adapun jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) operasional telah mencapai 29.225 unit di seluruh Indonesia. Sejak dimulai pada 6 Januari 2025, total sajian yang telah disalurkan mencapai 8,3 miliar porsi.
Program MBG juga telah menjangkau 374.175 sekolah penerima manfaat di seluruh Indonesia. Untuk mendukung operasional program, sebanyak 1.285.250 tenaga kerja terlibat, mulai dari pengolahan makanan hingga distribusi.
Dari sisi rantai pasok, BGN mencatat keterlibatan 142.387 supplier yang terdiri atas 59.921 UMKM, 13.306 koperasi, 690 KDKMP, 1.410 Bumdes, 157 Bumdesma, serta 66.903 supplier lainnya.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (her/dav)
Program MBG Serap 1,28 Juta Pekerja, Gerakkan Ekonomi Nasional dengan Keterlibatan Pemasok Lokal
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam statistik terbaru yang dirilis Jumat (22/5). Dalam laporan tersebut, BGN menyebut program MBG telah menyerap 1,28 juta tenaga kerja yang terlibat langsung di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam statistik terbaru yang dirilis Jumat (22/5).
Dalam laporan tersebut, BGN menyebut program MBG telah menyerap 1,28 juta tenaga kerja yang terlibat langsung di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Para pekerja tersebut bertugas menyiapkan makanan bergizi bagi 62,45 juta penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan santri.
Namun, dampak ekonomi program MBG tidak hanya berasal dari penyerapan tenaga kerja. Program tersebut juga mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal melalui rantai pasok bahan pangan dan distribusi makanan.
BGN mencatat, hingga 22 Mei 2026, terdapat 142.387 pemasok yang terlibat dalam program tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 59.921 berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 13.306 dari koperasi, 690 dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 1.410 dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan 157 dari Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).
Sementara itu, 66.903 pemasok lainnya berasal dari berbagai kategori penyedia bahan pangan dan jasa pendukung lainnya.
BGN menambahkan program MBG turut menggerakkan ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir dengan menciptakan permintaan bahan pangan dalam jumlah besar secara berkelanjutan.
Sebagai contoh, satu SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram (kg) beras per hari atau setara 4,8 ton per bulan untuk memenuhi 3.000 porsi MBG.
Selain itu, satu SPPG juga membutuhkan sekitar 2.800 ekor ayam per bulan, dengan asumsi menu ayam disajikan dua kali dalam sepekan.
BGN juga mencatat bahwa setiap SPPG membutuhkan sekitar 450 liter susu per hari untuk memenuhi 3.000 porsi MBG, dengan masing-masing penerima memperoleh 150 mililiter susu per sajian.
Data tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Sidang Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (20/5).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan program MBG telah membuka sekitar 1,2 juta lapangan kerja baru melalui operasional dapur SPPG.
“Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani kita, peternak kita, dan nelayan kita,” ungkap Prabowo dalam kesempatan tersebut. (her/dav)
PS5 Pro Resmi di Indonesia: Rp15,4 Juta, Dilema Harga untuk Gamer
PlayStation 5 Pro (PS5 Pro) resmi rilis di Indonesia pada 20 Mei 2026 seharga Rp15.499.000. Konsol Sony ini hadir dengan grafis 4K PSSR berbasis AI, Advanced Ray Tracing, dan SSD 2TB. Ketersediaan sempat tertunda karena regulasi Wi-Fi 7.
5,37 Juta Ton! Cadangan Beras Pemerintah Cetak Rekor Tertinggi, Mengapa Ini Penting?
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan bahwa cadangan beras pemerintah telah mencapai 5,37 juta ton per 18 Mei 2026. Oleh karena itu, ia menyebut posisi stok beras pemerintah saat ini merupakan level tertinggi yang pernah diraih Indonesia sejauh ini. Hal itu dikatakan Sudaryono dalam Rapat Kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (19/8). (Foto Ilustrasi Data Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan bahwa cadangan beras pemerintah telah mencapai 5,37 juta ton per 18 Mei 2026.
Oleh karena itu, ia menyebut posisi stok beras pemerintah saat ini merupakan level tertinggi yang pernah diraih Indonesia sejauh ini.
“Cadangan beras sampai dengan 18 Mei mencapai 5,37 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” jelas Sudaryono dalam Rapat Kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (19/8).
Menurut Sudaryono, capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif Perum Bulog dalam menyerap beras dan setara beras sepanjang tahun ini.
Sejak awal tahun hingga 18 Mei 2026, ia menyebut Bulog telah merealisasikan pengadaan sebesar 2,8 juta ton, atau sekitar 70 persen dari target penyerapan tahun ini sebesar 4 juta ton.
Berdasarkan capaian tersebut, ia memproyeksikan penyerapan beras dan setara beras Bulog hingga akhir semester I 2026 dapat mencapai 3,3 juta ton, atau sekitar 82 persen dari target tahunan.
“Angka ini (proyeksi semester I) naik 25,54 persen dari realisasi tahun sebelumnya, yaitu 2,65 juta ton,” tambahnya.
Dengan demikian, Sudaryono optimistis target penyerapan beras tahun ini dapat tercapai mengingat Indonesia masih memiliki potensi panen yang cukup tinggi.
Sebagai gambaran, ia mengatakan bahwa potensi luas panen di Mei bisa mencapai 929 ribu hektare (ha) sementara potensi luas panen di Juni diproyeksikan menyentuh 841 ribu ha.
Oleh karena itu, ia meyakini penyerapan beras pada semester II akan membantu pemerintah mencapai target pengadaan sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.
“Pada Juli hingga Desember, target pengadaan sebesar 670 ribu ton, atau naik 24,16 persen dari tahun sebelumnya,” pungkas dia. (her/dav)