Gibran Bawa Program Kampung Haji ke Haul Pendiri NU: Sebuah Manuver Strategis?
loading…
Wapres Gibran Rakabuming Raka memperkenalkan program Kampung Haji saat menghadiri Haul ke-55 pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Wahab Chasbullah, di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026). Foto/Istimewa
JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memperkenalkan program Kampung Haji saat menghadiri Haul ke-55 pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Al Maghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026). Program tersebut inisiatif terbaru Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji Indonesia.
Kegiatan ini sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto , khususnya dalam memperkuat pelayanan publik, memperkokoh kehidupan beragama, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wapres menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah menghadirkan berbagai kemudahan bagi jemaah haji, termasuk layanan fast track Imigrasi di sejumlah daerah seperti Surabaya yang mampu mempercepat proses administrasi dan pemeriksaan keimigrasian jemaah.
Melanjutkan upaya tersebut, pemerintah kini tengah menyiapkan kawasan terpadu bernama Kampung Haji sebagai bagian dari penguatan layanan haji Indonesia. “Ke depan diharapkan bisa memperlancar, mempermudah, dan insyaallah menekan biaya haji,” ujar Wapres.
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Saya Ingin Nelayan Sejahtera!
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5). Prabowo menyatakan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan merupakan salah satu fokus utama pemerintahan yang dipimpinnya. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Gorontalo, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5).
Prabowo menyatakan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan merupakan salah satu fokus utama pemerintahan yang dipimpinnya.
“Kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik ya. Penghasilannya harus tambah. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin (nelayan) senyum tiap hari karena penghasilannya baik,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan masyarakat.
Saat peninjauan, Prabowo melihat langsung sejumlah fasilitas penunjang aktivitas nelayan seperti fasilitas pembuat es dan gudang pendingin (cold storage) untuk mendukung hasil tangkapan nelayan.
Menurut Prabowo, para nelayan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa. Ikan hasil tangkapan nelayan merupakan salah satu sumber protein penting bagi masyarakat.
“Para nelayan punya peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa kita. Para nelayan menghasilkan sumber protein, menghasilkan ikan,” tutur Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo mendorong pengembangan sektor perikanan dan kelautan secara besar-besaran melalui konsep ekonomi biru atau blue ocean economy.
“Dunia sekarang sangat memerlukan ikan sebagai sumber protein. Karena itu, pemerintah yang saya pimpin kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan,” ujarnya.
KNMP Leato Selatan Kota Gorontalo merupakan salah satu lokasi prioritas pembangunan KNMP Tahap I Tahun 2025 yang mulai dibangun pada 11 September 2025 dan berhasil diselesaikan tepat waktu pada 31 Desember 2025 di atas lahan seluas 3.895 m².
Pembangunan kawasan ini dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan yang terintegrasi dengan fasilitas produksi, penanganan hasil perikanan, dan layanan pendukung kawasan pesisir. (her/dav)
Ribuan Kampung Nelayan Modern Diresmikan Tahun Ini: Fasilitas Vital Ini Siap Dongkrak Ekonomi Pesisir.
Pemerintah terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan dengan membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai daerah pesisir Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan sebanyak 1.386 kampung nelayan akan diresmikan hingga akhir tahun ini demi meningkatkan kesejahteraan nelayan. Hal itu disampaikan Prabowo dalam kunjungannya di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Pulau Miangas, Idola 92.6 FM-Pemerintah terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan dengan membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai daerah pesisir Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan sebanyak 1.386 kampung nelayan akan diresmikan hingga akhir tahun ini demi meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Kita akan besar besaran perbaiki kondisi nelayan seluruh indonesia kita perbaiki. Tahun ini, bulan Desember akan kita resmikan 1.386 desa nelayan seluruh indonesia,” ujar Prabowo dalam kunjungannya di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5).
Prabowo menjelaskan KNMP akan dilengkapi fasilitas modern yang menjadi kebutuhan utama para nelayan, seperti lemari es penyimpanan hingga stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SBPN). Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil tangkapan sekaligus memperkuat rantai distribusi perikanan nasional.
“Di desa nelayan nanti akan ada pembuat es, desa nelayan punya es, supaya semua nelayan punya es. Kemudian, akan ada udang benih, cold storage (lemari es penyimpanan), juga akan ada tempat SPBU nelayan, solar khusus untuk nelayan,” tuturnya.
Keberadaan pabrik es dan lemari es penyimpanan merupakan hal penting untuk menjaga kualitas ikan hasil tangkapan agar tetap segar sebelum dipasarkan. Sementara SPBN akan mempermudah akses solar dengan harga yang lebih terjangkau bagi para nelayan.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo pun berharap agar salah satu kampung nelayan dapat segera dibangun di wilayah yang dikunjunginya. Ia optimistis pembangunan dapat berjalan cepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Mudah-mudahan ada satu desa nelayan di sini dalam waktu yang tidak lama lagi,” ucapnya.
Dengan demikian, dalam beberapa waktu dekat, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi sentra perikanan yang lebih maju dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
“Lima bulan saudara akan punya desa nelayan yang cukup bagus ya, sudah ada lapangan terbang mungkin. Hasil ikannya bisa kita pasarkan biar penghasilannya tambah,” ujar dia.
Selain membangun KNMP, pemerintah juga menyalurkan bantuan kapal bagi nelayan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan jangkauan penangkapan ikan. Bertalian dengan itu, Prabowo menyerahkan kapal berukuran 15 gross ton (GT) kepada masyarakat nelayan.
“Hari ini kita beri bantuan, satu kapal berapa besarnya 15 gross ton besar juga itu, luar biasa itu,” tuturnya.
Program KNMP menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat ekonomi maritim nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan dukungan fasilitas terpadu, pemerintah berharap nelayan Indonesia dapat lebih produktif, efisien, dan memiliki daya saing yang lebih baik di sektor perikanan. (her/dav)
Pemerintah Sikat Ordal: Rekrutmen Koperasi dan Kampung Nelayan Kini Tanpa Titipan!
Pemerintah melalui panselnas resmi membuka rekrutmen nasional 35.476 pegawai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Menteri Zulkifli Hasan menegaskan seleksi dilakukan adil, transparan, dan tanpa jalur khusus, guna menyaring kandidat terbaik. Pendaftaran terpusat hingga 24 April 2026. Waspada penipuan.
HMNI Soroti Program 1.000 Kampung Nelayan Papua: Peta Jalan Keadilan Pembangunan
Ketua Dewan Pembina HMNI, Gema Sasmita, menyatakan dukungan pada program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Papua. Program arahan Presiden Prabowo Subianto ini menargetkan 1.000 lokasi. Tujuannya mengoptimalkan potensi kelautan demi kesejahteraan nelayan di wilayah tersebut.
Wagub Taj Yasin Soroti Percepatan Penanganan Mendesak di Kampung Nelayan Bonang
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin meninjau Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Demak, terkait masalah rob yang menggenangi kampung nelayan. Normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur dermaga menjadi prioritas. Anggaran pembangunan dermaga apung telah tersedia, namun percepatan usulan desa diperlukan. Rob melumpuhkan ekonomi nelayan di Demak.
Rental Mobil Lebaran: Gengsi Semu Pulang Kampung, Jebakan yang Kerap Menguras Kantong
Menjelang Lebaran, banyak pemudik sewa mobil rental bukan karena kebutuhan logistik, melainkan gengsi sosial. Mobil sering jadi simbol status. Keputusan ini sering tidak rasional dari segi keuangan, sebab biaya sewa melonjak drastis, belum termasuk bahan bakar dan tol. Tekanan sosial mendorong orang mengabaikan kondisi finansial sebenarnya demi ilusi kesuksesan sementara.
Subsidi Cabai Rembang: Langkah Taktis Pemkab Lindungi Daya Beli Warga di Kampung Ramadan
Pemerintah Kabupaten Rembang menyalurkan subsidi pangan, termasuk cabai merah rawit, di Kampung Ramadan. Ini merupakan intervensi menekan lonjakan harga cabai di pasaran yang mencapai Rp100 ribu/kg. Cabai dijual Rp65 ribu/kg, dibatasi 2 kg per KTP. Beras organik dan produk pangan lain juga tersedia untuk stabilisasi harga.
Bukan Sekadar Pasar: Kampung Ramadan Ngadirejo Angkat UMKM Lokal ke Level Baru
Kampung Ramadan Ngadirejo di Temanggung resmi dibuka sebagai pusat pemberdayaan UMKM. Lokasi ini menampung 82 pelaku UMKM lokal yang menjual takjil dan minuman. Bupati Temanggung Agus Setyawan menyatakan kegiatan ini bertujuan menguatkan ekonomi masyarakat dan memperluas akses pasar produk lokal selama Ramadan. Omzet hari pertama mencapai ratusan juta rupiah.
Air Mata Di Ujung Sajadah 2 dan Jejak Produser Pulang ke Kampung Halaman.
“Air Mata Di Ujung Sajadah 2” syuting di Solo, Jawa Tengah. Produser film, Ronny Irawan, menjadikan momen ini pulang kampung. Kota Solo dipilih untuk mempromosikan wisata lokal. Film ini mengeksplorasi budaya, kesenian, dan situs bersejarah Solo. Dinas Pariwisata Surakarta akan mengembangkan paket wisata berdasarkan lokasi syuting. Tayang 23 Oktober 2025.