Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
loading…
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris berharap pimpinan baru BGN membenahi tata kelola MBG. Diketahui, Kejagung menetapkan tersangka mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama wakilnya Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris berharap pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) segera membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) . Hal ini setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian jajaran pimpinan lembaga tersebut.
Menurut Charles, program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah memerlukan sistem pengelolaan dan pengawasan yang kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Saya berharap Kepala BGN yang baru fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk. Program sebesar ini tidak bisa hanya diukur dari berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak penerima manfaat yang dicatat,” ujar Charles, Rabu (3/6/2026).
Politikus PDIP itu mengatakan, aspek yang lebih penting adalah kualitas pelaksanaan program di lapangan, terutama terkait kandungan gizi makanan yang diterima anak-anak.
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
loading…
Direktur Eksekutif Great Institute Sudarto. Foto: Istimewa
JAKARTA – Tindakan tegas Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam membongkar dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2025-2026 menjadi perkembangan penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Di tengah proses tersebut, berbagai pihak menilai bahwa program MBG harus tetap berjalan dan tidak boleh kehilangan arah dalam mencapai target nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
Direktur Eksekutif GREAT Institute Sudarto mengapresiasi ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung penegakan hukum tanpa pandang bulu. “Kami mengapresiasi ketegasan Presiden Prabowo terhadap para pelaku korupsi. Penangkapan ini menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi tidak mengenal kedekatan politik maupun relasi kekuasaan. Bahkan terhadap orang-orang yang selama ini diasumsikan memiliki kedekatan dan dianggap sulit tersentuh, proses hukum tetap berjalan,” ujar Sudarto, Kamis (4/6/2026).
Sudarto berpendapat, langkah penegakan hukum tersebut sekaligus menjadi pesan penting bahwa agenda reformasi tata kelola pemerintahan harus terus diperkuat. Menurut dia, kepercayaan publik terhadap program-program strategis nasional hanya dapat dijaga apabila pemerintah konsisten membersihkan praktik penyalahgunaan wewenang dan korupsi yang harus didukung dengan kemampuan implementasi program dengan cara yang benar.
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (Noel) turut mengomentari kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjerat Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Foto: Achmad Al Fiqri
JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (Noel) turut mengomentari kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjerat Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Baginya, perkara itu memprihatinkan.
“Ya ini juga memprihatinkan, ya,” ujar Noel usai divonis 4,5 tahun penjara atas kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait pengurusan sertifikasi K3 Kemnaker di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Noel menilai perkara itu telah mencederai kerja Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia enggan berkomentar lebih jauh terkait perkara tersebut.
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
loading…
Ketua DPP Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto berharap kepemimpinan baru BGN mampu mengemban amanah Presiden Prabowo Subianto. Foto/istimewa
JAKARTA – Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjukNanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN mendapat dukungan sejumlah kalangan. Di antaranya dari Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP).
Ketua DPP Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto berharap kepemimpinan baru BGN mampu mengemban amanah Presiden dengan mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut sebagai pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami mendukung penuh upaya reformasi total tata kelola BGN, termasuk peningkatan efisiensi, transparansi anggaran, dan perbaikan pelayanan kepada seluruh penerima manfaat program MBG,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Supriyanto, kepemimpinan Nanik S Deyang diyakini mampu membawa perubahan positif bagi pelaksanaan program MBG, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan mitra, koperasi, UMKM, petani, hingga nelayan.
Prabowo ke Petugas MBG di Pelosok: Terima Kasih atas Kesetiaan Kalian!
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi secara langsung kepada seluruh petugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini bertugas di berbagai daerah. Apresiasi tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Bogor, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi secara langsung kepada seluruh petugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini bertugas di berbagai daerah.
Program ini dipastikan berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan hingga ke pelosok negeri.
Apresiasi tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Acara yang mengusung tema “500 Billion Meals Challenge: Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition – An Inspiring Session” ini digelar di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6).
Di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, pengawas, relawan, juru masak, pengemudi, serta para mitra MBG, Prabowo secara khusus menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan pengabdian mereka.
“Terima kasih saudara-saudara sudah sampai di sini. Terima kasih sekali lagi atas pengabdian di tempat-tempat yang jauh, di tempat yang susah. Terima kasih atas dedikasi kalian, terima kasih atas kesetiaan kalian,” ujar Prabowo.
Bagi Prabowo, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak terlepas dari kerja keras para petugas di lapangan. Mereka setiap hari menjalankan tugas di berbagai wilayah, termasuk daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis dan akses yang tidak mudah.
Prabowo juga menyatakan bahwa para pelaksana MBG merupakan ujung tombak dalam memastikan anak-anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan bergizi, yang menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang serta masa depan mereka. (her/dav)
Di Hadapan Belasan Ribu Pelaksana MBG, Prabowo: Kepentingan Rakyat di Atas Semua Kepentingan
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6). Acara ini mengusung tema “500 Billion Meals Challenge: Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition – An Inspiring Session.” (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6). Acara ini mengusung tema “500 Billion Meals Challenge: Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition – An Inspiring Session.”
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa Program MBG merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan, seluruh pelaksana memiliki peran penting dalam memastikan manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
“(Memberi) makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Tapi kalau kalian tidak mau bekerja dengan baik, kalian harus minggir, kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak mau, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat diatas semua kepentingan,” tegas Prabowo.
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan mitra MBG yang telah mengabdikan diri menjalankan program tersebut, termasuk mereka yang bertugas di wilayah-wilayah terpencil dengan tantangan geografis yang tidak mudah.
“Terima kasih saudara-saudara sudah sampai di sini. Terima kasih sekali lagi atas pengabdian di tempat-tempat yang jauh, di tempat yang susah. Terima kasih atas dedikasi kalian terima kasih atas kesetiaan kalian,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Bagi Prabowo, keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh dedikasi dan integritas para pelaksana di lapangan. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran untuk terus bekerja dengan semangat pengabdian, menjaga kualitas pelayanan, serta menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
Konsolidasi nasional ini dihadiri oleh 12.173 peserta serta 5.873 mitra yang terlibat dalam penyelenggaraan Program MBG di berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang memperkuat koordinasi antara Badan Gizi Nasional, para mitra, dan seluruh pelaksana program guna memperluas jangkauan layanan dan memastikan program berjalan efektif dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan unggul. (her/dav)
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tercatat memiliki kekayaan Rp9.022.400.000. Foto: Arif Julianto
JAKARTA – Tindakan tegas Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam membongkar dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2025-2026 dinilai sebagai bukti nyata komitmen Korps Adhyaksa dalam mengeksekusi visi besar Presiden Prabowo Subianto terkait pemberantasan korupsi di Tanah Air. Menurut Pengamat Politik Ujang Komarudin, respons cepat yang ditunjukkan oleh pihak Kejaksaan merupakan langkah hukum yang sangat positif dalam mengusut tuntas setiap indikasi penyimpangan di jajaran kementerian maupun Lembaga (K/L).
“Tentu tugas besar bangsa ini adalah pemberantasan korupsi, dan pak presiden punya tugas itu. Selain janji kampanye tetapi fakta dan kenyataannya kita masih negara korup di dunia. Oleh karena itu, saya melihat dan respons positif bagus, kalau ada dugaan korupsi baik itu di K/L termasuk BGN ya kalau bahasa saya harus dicari bukti-buktinya untuk diseret ke pengadilan,” ujar Ujang, Rabu (3/6/2026).
Kecepatan Kejaksaan dalam bergerak di kasus BGN ini juga mempertegas posisinya sebagai institusi penegak hukum utama yang diandalkan oleh kepala negara. Berbeda dengan lembaga ad hoc, Kejaksaan bergerak di atas rel prosedur formal yang kuat guna memastikan supremasi hukum berjalan tanpa hambatan birokrasi.
Pemerintah Tegaskan: Rotasi Pimpinan BGN Tak Goyahkan Stabilitas Program MBG
Pemerintah menegaskan pergantian kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tidak akan memengaruhi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, penyegaran ini, dengan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN baru, bertujuan memperkuat kinerja organisasi dan mempercepat program prioritas. Komitmen terhadap MBG tetap menjadi prioritas utama.
Program MBG Dongkrak Ekonomi Petani Sayur Cipanas, Bantu Modal hingga Penuhi Kebutuhan Keluarga
Program MBG turut mendongkrak ekonomi petani sayur di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Selain itu, juga membantu modal hingga memenuhi kebutuhan keluarga. Hal itu seperti dirasakan Ala Mulyana, salah satu petani di Cipanas. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Cipanas, Idola 92.6 FM-Udara pagi terasa sejuk ketika Ala Mulyana mulai memetik sayuran di kebunnya. Selama 20 tahun menjadi petani, ia sudah merasakan jatuh bangun harga hasil panen.
Ada masa ketika sayuran melimpah, tetapi harga begitu rendah hingga modal pun sulit kembali. Namun belakangan, harapan perlahan tumbuh kembali berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ala menyebut MBG yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto membawa perubahan signifikan bagi para petani sayur di daerahnya. Permintaan hasil panen meningkat, harga sayuran membaik, dan penghasilan petani bisa kembali menghidupi keluarga dengan lebih layak.
“Semenjak ada MBG, Alhamdulillah, bisa kebantu buat nutupin modal,” ujar Ala penuh syukur saat ditemui di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (1/6).
Baginya, hasil panen tak hanya soal angka penjualan di pasar. Sebab, ada kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi dari setiap rupiah yang didapat di kebun. “Untuk anak, untuk keluarga, ya,” katanya.
Ia mencontohkan harga pokcoy yang sebelumnya hanya dihargai sekitar Rp3 ribu di tingkat petani. Kini, setelah program MBG berjalan, harga bisa naik hingga Rp6 ribu sampai Rp7 ribu.
“Sayuran itu bisa naik. Misalnya nih, contoh, harga pokcoy Rp3 ribu, kalau semenjak ada MBG bisa naik, bisa Rp6 ribu, bisa Rp7 ribu di kebun, di petani. Jadi istilah bagus,” tuturnya.
Ala menuturkan kenaikan harga itu menjadi angin segar bagi para petani. Setelah bertahun-tahun bekerja tanpa kepastian, mereka mulai merasakan adanya peluang untuk hidup lebih baik.
Hal serupa dirasakan Deden (42), petani yang telah 25 tahun menggantungkan hidup dari hasil bertani. Ia mengatakan, kenaikan harga sayuran dari program MBG membuat kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak-anaknya terpenuhi lebih baik.
“Buat keluarga, buat anak, buat biaya sekolah anak,” ucap Deden.
Menurut Deden, program MBG menjadi angin segar bagi petani di tengah sulitnya harga hasil panen. Kenaikan harga sayuran yang mulai dirasakan membuat para petani perlahan bisa bangkit.
“Jadi Alhamdulillah, ada MBG membantu. Sekarang sayuran lagi naik. Kemarin-kemarin kan rugi terus,” ungkapnya.
Ia mengatakan program MBG bukan hanya menghadirkan pasar baru bagi hasil panen, melainkan memberi harapan bahwa kerja keras di ladang dapat kembali membawa kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.
Di akhir perbincangan, Ala dan Deden sama-sama menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap nasib petani.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, dengan adanya program MBG, petani jadi lebih sejahtera,” ujar Ala.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden. Cukup membantu, dalam pertanian Indonesia,” kata Deden. (her/dav)
Petani di Cipanas Rasakan Dampak Nyata MBG: Penghasilan Naik, Uang Sekolah Terjamin
Petani di Cipanas turut merasakan dampak nyata MBG. Penghasilan mereka naik dan uang sekolah terjamin. Hal itu seperti dialami Bayu Sudrajat (43 tahun), petani di Cipanas Cianjur. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Cipanas, Idola 92.6 FM-Di tengah hamparan kebun sayur yang hijau, Bayu Sudrajat (43 tahun) memulai aktivitasnya seperti biasa. Sudah hampir tiga dekade, sejak 1996, ia menggantungkan hidup dari bertani sayur.
Namun belakangan, ada perubahan yang benar-benar ia rasakan. Harga sayuran membaik, hasil panen lebih cepat terjual, dan penghasilan keluarga menjadi lebih stabil sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya lebih enak sekarang. Kalau pokcoy dulu biasa jual Rp7.000, sekarang bisa sampai Rp14.000-Rp15.000,” ujar Bayu saat ditemui di perkebunan sayur Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (1/6).
Bukan hanya pokcoy. Menurut Bayu, komoditas lain seperti daun bawang juga mengalami kenaikan harga yang cukup baik. “Dengan adanya MBG, sekarang sudah naik. Daun bawang juga sudah naik. Sekarang melonjak bagus,” katanya.
Bagi petani kecil seperti Bayu, perubahan terbesar bukan hanya soal harga, tetapi juga kemudahan menjual hasil panen. Dulu, ia harus membawa sayuran ke pasar besar dengan biaya dan tenaga tambahan. Kini, pembeli justru datang langsung ke kebun.
“Lebih mudah juga jualnya. Kalau dulu kan harus ke pasar. Nah, selama ada MBG sekarang, banyak yang ngambil di kebun juga. Jadi, tidak harus ke pasar,” kata dia.
Bayu bercerita para petani sempat mengeluh sebelum program MBG berjalan. Harga tidak menentu, penjualan lambat, sementara biaya produksi terus berjalan. Kini, menurutnya, keadaan mulai berubah dan membaik.
Tambahan penghasilan itu bukan sekadar angka. Dari hasil kebun, ia bisa membantu kebutuhan keluarga, membayar biaya sekolah anak, hingga memutar kembali modal untuk menanam.
“Ya, untuk keluarga. Untuk biaya sekolah juga kan. Separuh buat modal, kembali lagi ke kebun,” tuturnya.
Tambahan untuk sekolah anak
Rasa syukur yang sama juga dirasakan Sidik, petani sayur lainnya di Cipanas. Ia mengaku penghasilannya meningkat dan hasil panen kini lebih cepat terserap pasar.
“Sudah ada MBG, alhamdulillah peningkatan sayuran naik. Penghasilan sekarang naik,” ujar Sidik.
Baginya, peningkatan pendapatan sangat berarti untuk keberlangsungan keluarga. “Penghasilannya buat sekolah anak, buat keluarga, alhamdulillah,” katanya.
Sidik menilai program MBG memberi manfaat nyata bagi petani karena distribusi hasil panen menjadi lebih cepat dan pasti. “Bermanfaat sekali, penjualan hasil makin cepat,” ujarnya.
Di tengah aktivitas Bayu dan Sidik merawat kebun. Mereka turut menyampaikan harapan dan rasa terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, agar kondisi yang mulai membaik ini bisa terus berlanjut.
Bagi mereka, hasil panen yang terserap dengan baik bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang menjaga dapur tetap menyala dan masa depan anak-anak tetap berjalan.
“Terima kasih buat Bapak Presiden sudah mengadakan program MBG ini. Alhamdulillah saya jadi terbantu sebagai petani,” kata Sidik. Sementara Bayu menambahkan, dengan adanya MBG, petani lebih enak dan sejahtera. (her/dav)