Prabowo Dikerumuni Pelajar Berebut Tanda Tangan Usai Tinjau MBG di SMPN 111 Jakarta
Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke SMP Negeri 111 Jakarta di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (2/6), dalam rangka meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) meninggalkan momen hangat dan berkesan bagi para siswa. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke SMP Negeri 111 Jakarta di Palmerah, Jakarta Barat, dalam rangka meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) meninggalkan momen hangat dan berkesan bagi para siswa.
Usai meninjau pelaksanaan program dan berinteraksi dengan para siswa di ruang kelas, Prabowo pun berpamitan dan siap melanjutkan agenda berikutnya. Namun, langkah Prabowo sejenak tertahan oleh antusiasme para pelajar yang berbondong-bondong mendekat. Mereka berebut meminta tanda tangan orang nomor 1 di Indonesia itu.
“Pak tanda tangan, Pak,” ujar para siswa ke Prabowo.
Beberapa di antaranya tampak memanggil nama Prabowo sambil melambaikan tangan dari balik barisan teman-temannya.
Dengan penuh semangat, para siswa mengulurkan buku tulis, kertas, pulpen, serta berbagai benda yang mereka bawa untuk ditandatangani langsung oleh Prabowo.
Melihat antusiasme anak-anak, Prabowo melayani permintaan para siswa dengan ramah. Ia menyempatkan diri memberikan tanda tangan kepada sejumlah pelajar yang telah menunggu dengan penuh harap.
Suasana pun semakin meriah ketika sorak-sorai dan senyum bahagia menghiasi wajah para siswa yang berhasil mendapatkan tanda tangan. Para siswa juga mengabadikan momen langka tersebut melalui telepon genggam mereka. (her/dav)
Tinjau MBG di SMPN 111 Jakarta Barat, Prabowo Disambut Sorak Gembira Para Siswa
Presiden RI Prabowo Subianto disambut sorak gembira para siswa saat meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta Barat, Selasa (2/6). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Suasana pagi di SMP Negeri 111 Jakarta Barat tampak berbeda dari biasanya. Aktivitas belajar yang umumnya berlangsung rutin mendadak diwarnai kejutan istimewa dengan kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejak pagi, antusiasme terlihat dari wajah para guru dan siswa yang menantikan kedatangan Presiden. Mereka berbaris dengan tertib untuk menyambut momen langka ketika Kepala Negara hadir langsung di lingkungan sekolah.
Setibanya di lokasi, Prabowo memasuki area sekolah dengan senyum hangat. Ia menyapa para guru dan siswa sebelum berkeliling meninjau sejumlah ruang kelas.
“Selamat pagi,” ujar Prabowo yang langsung disambut dengan penuh semangat oleh para siswa-siswi di ruang kelas, Selasa (2/6).
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo melihat secara langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang tengah berlangsung. Para siswa tampak menikmati hidangan yang disajikan dengan tertib. Presiden juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para pelajar untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap program tersebut.
“Makannya enak ga?” tanya Prabowo. “Enak,” jawab para murid serempak.
Suasana hangat semakin terasa ketika Prabowo turut bernyanyi bersama para siswa menyanyikan lagu Hymne Guru di dalam kelas. Dikelilingi para pelajar yang antusias, Presiden tampak menikmati kebersamaan tersebut.
Selain meninjau pelaksanaan MBG, Prabowo juga menyampaikan pesan singkat kepada para siswa agar terus giat belajar.
“Belajar yang baik ya,” pesan Prabowo kepada siswa-siswi.
Antusiasme para pelajar tidak hanya terlihat saat kedatangan Presiden. Ketika Prabowo hendak meninggalkan SMP Negeri 111 Jakarta Barat, sorak-sorai kembali menggema di lingkungan sekolah.
Banyak siswa berusaha mendekat untuk bersalaman dan meminta tanda tangan, sementara yang lainnya mengabadikan momen berharga tersebut menggunakan telepon genggam mereka.
Kunjungan Presiden Prabowo ke SMP Negeri 111 Jakarta Barat pun berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh kegembiraan. Momen tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para guru dan siswa yang berkesempatan bertemu serta menyaksikan langsung kehadiran Presiden di sekolah mereka. (her/dav)
Viral Lagu MBG: Mas Bahlil Ganteng, Sekjen Golkar: Bukan Sindiran atau Body Shaming
loading…
Sekjen DPP Partai Golkar, M Sarmuji menyatakan lagu MBG: Mas Bahlil Ganteng yang belakangan viral di jagat media sosial bukan sindiran maupun body shaming. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, M Sarmuji buka suara ihwal lagu ‘MBG: Mas Bahlil Ganteng’ yang belakangan viral di jagat media sosial. Dia memastikan partai tak menyoal kendati lagu tersebut ditujukan kepada Ketua umumnya.
Sarmuji sendiri mengaku sudah mendengar lirik lagu tersebut. Dia melihat, lagu yang viral ini justru bagian dari kreatifitas masyarakat yang tak perlu menjadi sebuah persoalan.
“Itu bagian dari kreatifitas netizen berapresiasi atas kerja keras Pak Bahlil. Lagunya sendiri cukup cute dan menghibur,” kata Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Rahasia di Balik Lonjakan MBG: Gus Lilur Ungkap Strategi Cerdasnya
loading…
Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI) HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur. Foto: Istimewa
JAKARTA – Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI) HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mengungkapkan kunci program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa meroket. MBG adalah salah satu program paling mulia Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Gus Lilur mengatakan, program tersebut seharusnya menjadi wajah kasih negara kepada anak-anak Indonesia, terutama siswa miskin. Tetapi, lanjut dia, ketika anggaran makan dipotong, ketika dapur tidak layak tetap beroperasi, ketika pihak ketiga masuk hanya untuk mengejar keuntungan, maka program yang semestinya menjadi warisan besar Presiden justru berisiko berubah menjadi beban moral dan politik.
Karena itu, kata Gus Lilur, MBG harus segera diselamatkan dari para “copet” anggaran yang merusak idealisme program ini. “MBG ini program sangat mulia. Saya pendukung MBG. Tetapi MBG akan rusak kalau ada copet di tengah jalan. Anak-anak miskin harusnya menerima makanan yang layak, sehat, dan disukai. Bukan makanan yang anggarannya dipotong, dicopet, atau dikenthit sebelum sampai ke piring mereka,” ujar Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/5/2026).
Gus Lilur mengutip Al-Qur’an Surat Al-Insan ayat 8 Wa yuth‘imûnath-tha‘âma ‘alâ ḫubbihî miskînaw wa yatîmaw wa asîrâ (Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan.) Menurut Gus Lilur, ayat tersebut memberikan pesan yang sangat jelas: makanan untuk orang miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan haruslah makanan yang baik, disukai, dan layak.
Karena itu, ia menilai siapa pun yang mengurangi jatah makan anak-anak miskin dalam program MBG telah melakukan pelanggaran moral yang sangat serius. “Al-Qur’an menyebut makanan yang disukai. Makanan yang disenangi. Makanan yang digemari. Bukan makanan yang dipotong anggarannya. Bukan makanan yang dicopet anggarannya. Bukan makanan yang dikenthit alokasinya. Bagi saya, mencopet dana MBG jelas melanggar Al-Qur’an. Dan melanggar Al-Qur’an bagi saya adalah melanggar prinsip,” tegasnya.
Gus Lilur mengatakan, publik melihat sendiri bahwa berbagai kasus keracunan MBG di sejumlah daerah bukan lagi kejadian kecil yang bisa dianggap sekadar kekeliruan teknis. Anak-anak mengalami mual, muntah, diare, pusing, bahkan harus mendapatkan perawatan medis. Pada saat yang sama, kata dia, muncul pula temuan bahwa sebagian dapur belum memenuhi standar higiene sanitasi, belum memiliki kelengkapan sertifikasi, atau tidak diawasi dengan disiplin sebagaimana mestinya.
Menurutnya, jika dapur MBG dikelola secara asal-asalan, tanpa pengawasan gizi yang kuat, tanpa standar kebersihan yang ketat, dan tanpa rasa tanggung jawab moral terhadap anak-anak, maka program yang semestinya menjadi kebanggaan Presiden bisa berubah menjadi beban politik bagi Presiden. “Yang salah bukan MBG-nya. Yang salah adalah aplikasinya. Presiden punya niat besar memberi makan anak-anak bangsa. Tetapi di bawah, kalau dapurnya asal-asalan, menunya asal jadi, higienitasnya lemah, dan ada oknum yang bermain fee, maka cita-cita Presiden akan dirusak oleh para pemburu untung,” ujarnya.
Gus Lilur juga menyoroti adanya kekeliruan pemahaman di masyarakat mengenai posisi mitra dan SPPG. Menurutnya, banyak orang mengira SPPG adalah mitra. Padahal, keduanya merupakan hal yang berbeda. Mitra adalah pihak yang berkewajiban membangun dapur, melengkapi alat dapur, menyediakan sarana-prasarana, menyediakan berbagai peralatan pendukung, serta mengganti atau memperbaiki peralatan jika terjadi kerusakan.
Berdasarkan informasi yang diterima NBI dari pemilik SPPG, modal yang disediakan mitra untuk membangun dan menyiapkan dapur berkisar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar. Dapur tersebut kemudian disewakan kepada BGN dengan nilai sekitar Rp6 juta per hari kerja. Selain itu, mitra juga masih harus membayar lisensi kepada yayasan dengan besaran sesuai kesepakatan masing-masing pihak.
Perang Stunting Dimulai: BGN Wajibkan Dapur MBG Prioritaskan Gizi Ibu Hamil & Balita, Ahli Gizi Paparkan Strategi Krusial
Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2026, berlaku efektif 2 Juni 2026. Setiap dapur MBG wajib melayani minimal 300 penerima manfaat dari kelompok rentan ini. Ahli gizi mendukung langkah evaluasi pemerintah untuk penurunan stunting.
Jangkauan Fenomenal MBG: 62,4 Juta Orang Terdampak, Dari Anak Sekolah hingga Ibu Hamil
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memperluas jangkauan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) pada Jumat (22/5), total penerima manfaat MBG telah mencapai 62.454.064 orang. Jumlah tersebut mencakup berbagai kelompok sasaran, mulai dari peserta didik, balita, ibu menyusui, ibu hamil, hingga santri. (Foto Dok. Memorandum.co.id/ Disway)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memperluas jangkauan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) pada Jumat (22/5), total penerima manfaat MBG telah mencapai 62.454.064 orang.
Jumlah tersebut mencakup berbagai kelompok sasaran, mulai dari peserta didik, balita, ibu menyusui, ibu hamil, hingga santri. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Dari total penerima manfaat tersebut, kelompok peserta didik menjadi penerima terbesar dengan jumlah mencapai 48.350.393 orang. Angka ini setara dengan 76,1 persen dari total data induk peserta didik sebanyak 63.574.421 jiwa.
Sementara itu, penerima manfaat dari kelompok balita mencapai 6.303.775 orang atau sekitar 37,7 persen dari total data induk balita nasional. Untuk kategori ibu menyusui (busui), jumlah penerima tercatat sebanyak 2.066.533 orang atau 75,2 persen dari total sasaran.
Adapun penerima manfaat dari kelompok ibu hamil (bumil) mencapai 868.259 orang atau sekitar 35,3 persen. Sementara itu, kategori santri tercatat sebanyak 644.664 orang atau 44,2 persen dari total sasaran nasional.
Selain itu, program MBG juga melibatkan sekitar 4.220.440 guru dan tenaga pendidik dalam pelaksanaannya sehingga total penerima manfaat mencapai 62.454.064 orang.
Adapun jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) operasional telah mencapai 29.225 unit di seluruh Indonesia. Sejak dimulai pada 6 Januari 2025, total sajian yang telah disalurkan mencapai 8,3 miliar porsi.
Program MBG juga telah menjangkau 374.175 sekolah penerima manfaat di seluruh Indonesia. Untuk mendukung operasional program, sebanyak 1.285.250 tenaga kerja terlibat, mulai dari pengolahan makanan hingga distribusi.
Dari sisi rantai pasok, BGN mencatat keterlibatan 142.387 supplier yang terdiri atas 59.921 UMKM, 13.306 koperasi, 690 KDKMP, 1.410 Bumdes, 157 Bumdesma, serta 66.903 supplier lainnya.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (her/dav)
Pemerintah Perkuat Tata Kelola MBG: 16.046 SPPG Resmi Miliki SLHS, Apa Implikasinya?
Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui keamanan pangan dan SLHS. Laporan 22 Mei 2026 menunjukkan 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi. 16.046 SPPG (55%) telah bersertifikat Laik Higiene Sanitasi. Proses akreditasi SPPG kategori Unggul, Sangat Baik, Baik dimulai 2026.
Program MBG Serap 1,28 Juta Pekerja, Gerakkan Ekonomi Nasional dengan Keterlibatan Pemasok Lokal
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam statistik terbaru yang dirilis Jumat (22/5). Dalam laporan tersebut, BGN menyebut program MBG telah menyerap 1,28 juta tenaga kerja yang terlibat langsung di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam statistik terbaru yang dirilis Jumat (22/5).
Dalam laporan tersebut, BGN menyebut program MBG telah menyerap 1,28 juta tenaga kerja yang terlibat langsung di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Para pekerja tersebut bertugas menyiapkan makanan bergizi bagi 62,45 juta penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan santri.
Namun, dampak ekonomi program MBG tidak hanya berasal dari penyerapan tenaga kerja. Program tersebut juga mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal melalui rantai pasok bahan pangan dan distribusi makanan.
BGN mencatat, hingga 22 Mei 2026, terdapat 142.387 pemasok yang terlibat dalam program tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 59.921 berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 13.306 dari koperasi, 690 dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 1.410 dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan 157 dari Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).
Sementara itu, 66.903 pemasok lainnya berasal dari berbagai kategori penyedia bahan pangan dan jasa pendukung lainnya.
BGN menambahkan program MBG turut menggerakkan ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir dengan menciptakan permintaan bahan pangan dalam jumlah besar secara berkelanjutan.
Sebagai contoh, satu SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram (kg) beras per hari atau setara 4,8 ton per bulan untuk memenuhi 3.000 porsi MBG.
Selain itu, satu SPPG juga membutuhkan sekitar 2.800 ekor ayam per bulan, dengan asumsi menu ayam disajikan dua kali dalam sepekan.
BGN juga mencatat bahwa setiap SPPG membutuhkan sekitar 450 liter susu per hari untuk memenuhi 3.000 porsi MBG, dengan masing-masing penerima memperoleh 150 mililiter susu per sajian.
Data tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Sidang Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (20/5).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan program MBG telah membuka sekitar 1,2 juta lapangan kerja baru melalui operasional dapur SPPG.
“Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani kita, peternak kita, dan nelayan kita,” ungkap Prabowo dalam kesempatan tersebut. (her/dav)
Prabowo Terima Surat dari Anak Kelas 5 SD: Terima Kasih atas MBG
Sebuah surat kecil dari seorang anak berusia 11 tahun mungkin tidak akan mengubah jalannya kebijakan negara. Tapi isinya cukup untuk menghangatkan hati siapa saja yang membacanya. Alkhalifi Muhammad Marfen, siswa kelas 5D Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sidoarjo, Jawa Timur, menulis surat untuk Presiden Prabowo Subianto. (Foto Dok. Bakom RI)
Nganjuk, Idola 92.6 FM-Sebuah surat kecil dari seorang anak berusia 11 tahun mungkin tidak akan mengubah jalannya kebijakan negara. Tapi isinya cukup untuk menghangatkan hati siapa saja yang membacanya.
Alkhalifi Muhammad Marfen, siswa kelas 5D Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sidoarjo, Jawa Timur, menulis surat untuk Presiden Prabowo Subianto. Dengan tulisan tangan dan bahasa yang polos, Marfen menyampaikan rasa terima kasihnya atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini ia nikmati di sekolah.
Surat itu diterima Prabowo di sela kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Sabtu (16/5). Presiden siang tadi meresmikan Museum Ibu Marsinah, monumen penghormatan atas perjuangan aktivis buruh Pahlawan Nasional Marsinah, sekaligus meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Terima kasih Bapak atas makan bergizi gratis. Saya senang menerimanya, karena makanannya bergizi,” tulis Marfen dalam suratnya.
Di penghujung surat, Marfen menyisipkan satu permohonan sederhana yang mencerminkan impian banyak anak seusianya: ingin melihat langsung sang Presiden, bukan hanya lewat layar televisi.
“Saya ingin bertemu dengan Bapak Presiden dengan ikut upacara 17 Agustus 1945 di Istana Negara, karena cuma bisa melihat di TV,” tulisnya.
Surat itu ditutup dengan doa yang tulus. “Terima kasih Bapak Presiden, sehat selalu,” demikian Marfen mengakhiri suratnya.
Program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan pemerintahan Prabowo menyasar siswa dari jenjang PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah lima tahun (balita) di seluruh Indonesia. Bagi Marfen dan jutaan anak lainnya, program ini bukan sekadar menu makan siang, melainkan perhatian nyata negara yang terasa hingga ke bangku sekolah. (her/dav)
Prabowo Tak Menampik: MBG Banyak Masalah, Penertiban Mutlak Dilakukan
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo mengakui banyak masalah dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Ia berjanji menertibkan masalah tersebut dan menindak tegas pimpinan yang tidak berintegritas.