Menguak Dampak Suplai 25 Dapur MBG: Omzet Pedagang Buah Pasar Kramat Jati Melonjak di Jabodetabek
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal 2025 meningkatkan omzet pedagang buah di Pasar Kramat Jati. Gandi Fanani, pemilik “Putra Sepakat,” menyuplai 25 dapur MBG/SPPG di Jabodetabek dengan sekitar 250 kg buah per dapur setiap hari. Peningkatan penjualan dirasakan signifikan.
DPR Soroti: Avtur Melonjak, Tiket Pesawat Justru Tak Perlu Naik?
Anggota Komisi VII DPR, Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi langkah pemerintah menyikapi kenaikan harga avtur. Pemerintah menaikkan fuel surcharge serta memangkas PPN tiket pesawat dan meniadakan bea masuk suku cadang. Kebijakan ini bertujuan meringankan beban maskapai dan dinilai mampu mengimbangi kenaikan biaya avtur.
Efek Hari Kartini: Kunjungan Museum RA Kartini Rembang Melonjak 30%.
Kunjungan wisatawan ke Museum RA Kartini Rembang meningkat 30% menjelang Hari Kartini. Hingga 18 April, lonjakan didominasi pelajar dari berbagai jenjang. Museum RA Kartini menjadi pusat edukasi sejarah, menyimpan 224 koleksi ikonik seperti kebaya asli Kartini dan buku “Door Duisternis tot Licht”. Ini menunjukkan minat tinggi masyarakat pada sejarah Kartini.
IHSG Melonjak: Ini Bukti Nyata Reformasi Pasar Modal OJK Berhasil!
Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan kepercayaan investor terhadap reformasi pasar modal Indonesia. OJK tegaskan ini hasil reformasi, menuju transparansi dan selaras standar global. Kebijakan baru OJK, seperti peningkatan free float, tangani kekhawatiran pelaku pasar. Analis melihat konsistensi reformasi kunci respons positif pasar global.
Produksi Perikanan RI Kian Melonjak: Target 26,25 Juta Ton di 2025, Pertumbuhan 3,8% Jadi Sorotan
Produksi kelautan dan perikanan nasional mencapai 26,25 juta ton pada 2025, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dengan pertumbuhan 3,8 persen. Ekspor produk perikanan Indonesia juga meningkat signifikan, mencapai 6,27 miliar dolar AS. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan ikan nasional aman hingga Juni 2026.
Konflik Timteng Memicu Biaya Haji Melonjak, Presiden Perintahkan: Jemaah Tak Boleh Dibebani!
loading…
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengungkap keinginan Presiden Prabowo Subianto agar jemaah haji tak dibebankan biaya tambahan. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkap keinginan Presiden Prabowo Subianto agar jemaah haji tak dibebankan biaya tambahan. Hal itu jika biaya penyelenggaraan ibadah haji 2026 terjadi lonjakan imbas konflik di Timur Tengah (Timteng).
Gus Irfan mengatakan, pihaknya telah membicarakan kemungkinan adanya penambahan biaya haji tahun ini.
“Intinya presiden Prabowo berharap apapun yang terjadi, kenaikan-kenaikan, jika terjadi kenaikan, beliau minta jangan dibebankan kepada jemaah haji kita,” ungkap Gus Irfan saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Pemerintah memastikan harga tiket pesawat akan tetap terjangkau meski harga avtur melonjak imbas perang di Timur Tengah yang makin meluas. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah memastikan harga tiket pesawat akan tetap terjangkau meski harga avtur melonjak imbas perang di Timur Tengah yang makin meluas.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan avtur adalah bahan bakar yang tidak disubsidi sehingga harganya mengikuti pasar. Apabila Indonesia tidak menyesuaikan, maka akan dimanfaatkan oleh maskapai lain sebab di berbagai negara sudah naik.
“Dan tentunya kalau kita tidak menyesuaikan, maka berbagai maskapai penerbangan lain bisa memanfaatkan perbedaan harga tersebut,” ujar Airlangga dalam konferensi pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4).
Namun, untuk menjaga daya beli masyarakat seperti arahan Presiden RI Prabowo Subianto, maka pemerintah mengantisipasi kenaikan harga tiket pesawat dengan berbagai langkah kebijakan. Sebab, harga avtur memang berkontribusi besar, yakni 40 persen dari biaya operasional pesawat.
“Pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket tetap terjangkau di masyarakat. Jadi, yang kita jaga adalah harga tiketnya,” kata Airlangga.
Pertama, pemerintah menggelontorkan insentif sebesar Rp1,3 triliun per bulan untuk menyubsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) melalui skema Ditanggung Pemerintah (DTP). Stimulus ini direncanakan untuk dua bulan dengan total anggaran Rp2,6 triliun.
“Nah, dengan perhitungan tersebut jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar Rp1,3 triliun per bulannya. Jadi, kalau kita persiapkan untuk dua bulan, maka ini Rp2,6 triliun,” katanya.
Kedua, pemerintah juga menetapkan fuel surcharge untuk seluruh jenis pesawat menjadi 38 persen. Dengan demikian, maskapai bisa menaikkan Tarif Batas Atas-nya (TBA).
Dengan kedua langkah ini, pemerintah meminta maskapai untuk menaikkan harga tiket penerbangan domestik untuk kelas ekonomi maksimal 13 persen.
“Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9 persen hingga 13 persen,” terangnya.
Pemerintah juga memberikan insentif lain yakni pembebasan bea masuk pembelian suku cadang pesawat. Sebab, komponen ini juga berkontribusi dalam perhitungan harga tiket pesawat.
“Pemerintah juga memberikan insentif penurunan biaya masuk untuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Jadi, suku cadang pesawat itu diberikan biaya masuk 0 persen sehingga diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan,” kata Airlangga.
Harga avtur di sejumlah negara sudah mulai naik sejak bulan lalu. Dibandingkan dengan kenaikan negara tetangga, harga avtur dalam negeri justru lebih murah.
Misalnya, di Thailand harga avturnya menjadi Rp29.518 per liter dan Filipina Rp25.326 per liter. Lebih mahal dibandingkan Indonesia sebesar Rp23.551 per liter di Bandara Soekarno-Hatta per 1 April 2026.
Kenaikan harga avtur didorong oleh kondisi geopolitik di Timur Tengah yakni perang antara AS-Israel dengan Iran yang melebar menyebabkan terganggunya pasokan energi global setelah Selat Hormuz ditutup.
Tak hanya Indonesia, hampir semua negara kena dampaknya. Namun, kondisi energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, masih aman berada di atas kecukupan stok nasional. (her/dav)
Konflik Timur Tengah Mendidih, Harga Minyak Melonjak: Bagaimana Fiskal RI Bertahan dari Badai?
Great Institute menggelar Focus Great Discussion (FGD) tentang Tantangan Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Turbulensi Geopolitik. Diskusi menyoroti dampak lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah pada ekonomi dan fiskal negara. Cadangan energi nasional yang tipis memperparah tekanan, berpotensi memperlebar defisit anggaran dan meningkatkan beban subsidi energi.
Riset Terbaru Ungkap: Uang Beredar Lebaran 2026 Melonjak ke Rp 1.370 T, Indikator Daya Beli Nasional
Likuiditas ekonomi Indonesia naik signifikan jelang Lebaran 2026. Uang tunai beredar mencapai Rp 1.370 triliun, naik 10,4% dari 2025, mencerminkan daya beli masyarakat. Arus mudik juga masif, dengan kenaikan penumpang di semua moda transportasi. Sinkronisasi likuiditas dan mobilitas ini mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pariwisata Jateng Gemilang: Kunjungan Wisata Melonjak 5,25% Saat Libur Lebaran
Kunjungan wisatawan di Jawa Tengah selama libur Lebaran 2026 naik 5,25% menjadi 687.470. Disbudparekraf Jateng mencatat periode 13-25 Maret 2026. Destinasi wisata urban seperti Kota Lama Semarang menjadi favorit utama, diikuti Masjid Agung Demak dan Candi Prambanan. Fenomena visual tourism kini mendominasi pilihan wisatawan.