Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Situasi Timur Tengah
Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Republik Turki, Hakan Fidan, di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Bogor, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Republik Turki, Hakan Fidan, di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6).
Prabowo menyambut kedatangan Hakan Fidan di pendopo kediamannya. Keduanya tampak berbincang dalam suasana ramah tamah, saling bersalaman, dan melempar senyum hangat.
Pertemuan berlangsung akrab dan hangat. Dalam kesempatan tersebut, keduanya membahas kemitraan strategis antara Indonesia dan Turki yang telah terjalin erat dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Republik Turki, Recep Tayyip Erdoğan, beserta seluruh jajaran Pemerintah Turki atas dukungan dan kerja sama yang diberikan dalam proses pemulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Prabowo menilai dukungan dan komitmen Pemerintah Turki terhadap Indonesia menunjukkan hasil nyata dari hubungan diplomatik yang erat dan telah berjalan sangat baik antara kedua negara.
Selain itu, Prabowo dan Menlu Turki juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi terkini di Timur Tengah di tengah berbagai dinamika yang menjadi perhatian dunia, khususnya di Iran dan Palestina.
Indonesia dan Turki kembali menegaskan komitmen bersama untuk terus memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina. (her/dav)
9 WNI yang Ditahan Israel Tiba di Tanah Air, Menlu: Terima Kasih kepada Turki hingga Yordania
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, Minggu (24/5), menyambut kedatangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sebelumnya mengalami penangkapan dan penahanan oleh otoritas Israel. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyambut kedatangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sebelumnya mengalami penangkapan dan penahanan oleh otoritas Israel.
Dalam penyambutan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5), Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan apresiasi kepada negara-negara sahabat yang membantu proses penjemputan para aktivis GSF yang ditahan di Pelabuhan Ashdod oleh otoritas Israel, termasuk para relawan asal Indonesia.
“Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir yang telah membantu. Secara khusus, pemerintah Turki juga membantu penjemputan saudara-saudara kita dari Ashdod,” kata Sugiono.
Menteri Luar Negeri juga mengapresiasi para aktivis GSF 2.0 atas upaya mereka memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina dan menyerukan perdamaian.
Pemerintah Indonesia kembali mengecam tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap para relawan WNI GSF 2.0 oleh otoritas Israel. Menurut Sugiono, intersepsi dan penahanan terhadap para aktivis tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.
“Kami juga telah menyampaikan kecaman ini di Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei lalu. Ini merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan tidak boleh dibiarkan,” imbuh Sugiono.
Tak Terbukti Langgar Aturan
Panitia Pusat GSF sekaligus Koordinator Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, menegaskan bahwa para aktivis GSF tidak terbukti melanggar aturan apa pun.
Maimon menjelaskan bahwa proses penjemputan dan pemulangan para WNI dilakukan secara bertahap oleh GPCI bersama panitia GSF sejak para relawan tiba di Pelabuhan Ashdod. Para aktivis terlebih dahulu menjalani proses registrasi serta pendampingan hukum sebelum dipindahkan ke Penjara Ketziot.
Pendampingan hukum terhadap para relawan terus dilakukan oleh tim Adalah Legal Center hingga mereka kemudian dibawa menggunakan bus menuju Bandara Ramon di Eilat. Dari bandara tersebut, para aktivis dipulangkan menggunakan tiga pesawat yang telah disiapkan pemerintah Turki.
“Saya berterima kasih kepada Kemenlu yang sudah memberikan tiket pulang. Alhamdulillah, terima kasih Kemenlu, hatur nuhun, dan juga telah membantu proses di bandara,” ujar Maimon.
Maimon juga mengatakan bahwa Global Sumud Flotilla saat ini tengah membangun kasus hukum internasional terkait penangkapan para aktivis tersebut karena adanya dugaan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh otoritas Israel.
Pencegatan terhadap armada kemanusiaan GSF di perairan internasional oleh otoritas Israel pada Senin (18/5) berujung pada penangkapan sekitar 430 aktivis dari 44 negara, termasuk sembilan WNI.
Selama masa penahanan, para aktivis dilaporkan mengalami sejumlah tindakan kekerasan serta perlakuan tidak manusiawi oleh otoritas militer Israel.
Setelah serangkaian langkah diplomatik dan kekonsuleran yang dilakukan secara intensif oleh Pemerintah RI bersama berbagai pihak, termasuk GSF dan GPCI, kesembilan WNI akhirnya dibebaskan pada 21 Mei 2026. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turki, sebelum kembali ke Tanah Air. (her/dav)
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
loading…
Menlu Sugiono mengecam tindakan Israel yang mencegat dan menahan sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Foto/Isra Triansyah
JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengecam tindakan Israel yang mencegat dan menahan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Sugiono menyebut perlakuan terhadap para WNI tersebut merupakan tindakan yang melanggar hukum internasional.
“Indonesia kembali mengecam perlakuan yang dilakukan dan perlakuan yang diberikan kepada saudara-saudara kita, jelas merupakan satu pelanggaran dari hukum internasional,” kata Sugiono saat menyambut kepulangan sembilan WNI di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026).
Menlu: Diplomasi RI Berbuah, 9 WNI Relawan Gaza Segera Pulang ke Tanah Air
Menteri Luar Negeri RI Sugiono memastikan sembilan WNI relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 telah dibebaskan dan saat ini tengah dalam perjalanan keluar dari wilayah Israel menuju Istanbul, Turki sebelum kembali ke Indonesia. Hal itu disampaikan Sugiono dalam pernyataan resminya, Kamis (21/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Luar Negeri RI Sugiono memastikan sembilan WNI relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 telah dibebaskan dan saat ini tengah dalam perjalanan keluar dari wilayah Israel menuju Istanbul, Turki sebelum kembali ke Indonesia.
Sugiono menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja diplomasi intensif yang dilakukan pemerintah Indonesia sejak menerima laporan pencegatan armada kemanusiaan tersebut.
“Perkembangan positif ini merupakan buah kerja keras dan koordinasi erat yang dilakukan Pemerintah Indonesia secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0,” ujar Sugiono dalam pernyataan resminya, Kamis (21/5).
Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Pelindungan WNI mengoptimalkan seluruh jalur diplomatik yang tersedia, termasuk koordinasi dengan sejumlah perwakilan RI di luar negeri guna memastikan keselamatan para WNI.
Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Turki atas dukungan aktif dalam memfasilitasi proses pemulangan para relawan tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini,” kata Sugiono.
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan kecaman atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan.
Indonesia menilai tindakan terhadap warga sipil yang menjalankan misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Pemerintah memastikan akan terus mengawal proses pemulangan hingga seluruh WNI tiba kembali di tanah air dalam keadaan aman dan sehat.
“Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat,” tegas Sugiono.
Untuk diketahui, sebelumnya sembilan WNI relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 sempat ditangkap oleh pasukan militer Israel pada 18-19 Mei 2026.
Mereka ditangkap di perairan internasional dekat Siprus dalam operasi pencegatan misi kemanusiaan yang membawa bantuan logistik dan obat-obatan menuju Gaza, Palestina. (her/dav)
Menlu Singapura Apresiasi Kerja Keras Pemerintah dalam Evakuasi Gunung Dukono
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengapresiasi upaya keras pemerintah Indonesia dalam mengevakuasi warga negara Singapura yang meninggal dunia maupun selamat dalam erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara, Jumat (8/5). Hal itu disampaikan Vivian usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Sugiono, Selasa (12/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengapresiasi upaya keras pemerintah Indonesia dalam mengevakuasi warga negara Singapura yang meninggal dunia maupun selamat dalam erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara, Jumat (8/5).
Mewakili rakyat Singapura, Vivian juga menyampaikan harapan agar seluruh tim penyelamat Indonesia tetap berada dalam kondisi aman selama proses evakuasi berlangsung.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada tim pencarian dan pertolongan, di mana lebih dari 150 pihak profesional mengambil risiko tinggi di tengah gunung berapi yang masih erupsi dan di tengah cuaca yang kurang baik,” ujar Vivian usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Sugiono, Selasa (12/5).
Lebih lanjut, Vivian menilai respons cepat dan upaya keras pemerintah Indonesia mencerminkan eratnya hubungan kedua negara. Menurutnya, proses penyelamatan tersebut menunjukkan naluri alami kedua negara untuk saling membantu dan melindungi pada masa krisis.
“Jadi, terima kasih banyak. Hal-hal seperti ini tidak dapat dibayar maupun diminta; kita hanya bisa berharap dan mengandalkan kekuatan hubungan di antara kedua negara kita,” lanjut dia.
Sebelumnya, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gunung Dukono erupsi pada Jumat yang melontarkan kolom abu vulkanis setinggi 10 kilometer (km) dan disertai dentuman lemah hingga kuat.
Pascaperistiwa tersebut, BNPB mencatat bahwa 15 pendaki ditemukan dalam keadaan selamat, yang terdiri dari tujuh warga negara Singapura dan delapan Warga Negara Indonesia (WNI). Sementara itu, tim SAR gabungan juga telah mengevakuasi jenazah tiga korban jiwa, yang terdiri dari satu WNI dan dua warga negara Singapura. (her/dav)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membawa mobil Maung Garuda ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Foto: Setpres
JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membawa mobil Maung Garuda ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Mobil buatan dalam negeri itu menjadi simbol kebanggaan bahwa Indonesia telah mampu memproduksi kendaraan sendiri yang digunakan sebagai mobil kepresidenan.
“Saya kira ini satu bentuk kebanggaan bahwa kita telah mampu membuat suatu produksi mobil yang sejak pelantikan dipakai oleh Pak Presiden, kemudian beliau kemarin berpesan untuk bisa membawa ke sana,” ujar Sugiono, Sabtu (9/5/2026).
Respons yang didapat usai Prabowo membawa mobil Maung ke KTT ASEAN juga dinilai positif. “Ini kebanggaan bangsa bahwa kita bisa hadir dalam satu forum internasional dengan peralatan yang mendukung dan produksi bangsa kita sendiri khususnya mobil yang digunakan presiden,” katanya.
Sebelumnya, Prabowo tiba di Kota Cebu, Filipina untuk menghadiri KTT ke-48 ASEAN, Kamis (7/5/2026) waktu setempat. Prabowo dijemput Maung MV3.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menuturkan selama di Filipina, Presiden akan menggunakan mobil Maung yang telah dikembangkan sejak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan. Saat ini produksinya di Pindad telah mencapai lebih dari 3.200 unit dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri.
Dia menambahkan penggunaan Maung di forum internasional merupakan simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa hingga kemajuan industri nasional Indonesia.
Punya “Otak Kedua”, Menlu Singapura Andalkan AI Buatan Sendiri
Foto: Spark
Teknologi.id– Di saat banyak pemimpin dunia masih sibuk membahas regulasi kecerdasan buatan (AI), Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, justru melangkah lebih jauh.Ia tidak hanya berbicara soal AI, tetapi langsung merancang dan membangun sendiri asisten AI pribadi untuk menunjang aktivitas diplomatiknya sehari-hari.
Balakrishnan menyebut sistem tersebut sebagai “otak kedua”. Asisten ini mampu membantu berbagai pekerjaan penting, mulai dari menjawab pertanyaan teknis, melakukan riset cepat, hingga menyusun draf pidato dan memberikan briefing harian.“Sistem ini telah menjadi sesuatu yang tak ternilai harganya, saya bahkan tidak berani mematikannya!” ujarnya.
Asisten AI Berbasis Komputer Mini
Menariknya, sistem ini tidak bergantung pada server besar atau infrastruktur mahal. Balakrishnan membangunnya menggunakan teknologi open-source yang relatif terjangkau. Salah satu komponen utamanya adalah NanoClaw, asisten AI berbasis model Claude. Sistem ini dijalankan secara lokal menggunakan Raspberry Pi, komputer mini yang ukurannya ringkas namun cukup bertenaga. Dari perangkat kecil ini, AI miliknya bisa terhubung langsung ke berbagai aplikasi seperti WhatsApp, Telegram, Slack, hingga Discord .
Bikin AI Lebih “Paham Konteks”
Foto: AI Generated
Agar asisten AI-nya tidak mudah “lupa konteks”, Balakrishnan juga menerapkan pendekatan yang dikenal sebagai “LLM Wiki”. Konsep ini dipopulerkan oleh Andrej Karpathy, dan bekerja dengan cara mengumpulkan berbagai dokumen penting seperti draf pidato, artikel, hingga catatan pribadi—untuk dijadikan basis pengetahuan.
Saat menerima pertanyaan, AI akan mencari informasi relevan dari basis data tersebut, lalu menyusunnya menjadi jawaban yang lebih akurat dan kontekstual. Semakin sering digunakan, performanya juga ikut meningkat.
Sebagai pejabat negara, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Karena itu, seluruh sistem dirancang agar data tetap tersimpan secara lokal dan tidak keluar ke server eksternal. Proses pencarian data hingga pengolahan suara dilakukan langsung di perangkat (on-device). Selain itu, setiap percakapan dipisahkan dalam sistem tersendiri untuk mencegah kebocoran data. Dengan pendekatan ini, informasi sensitif tetap aman tanpa bergantung pada layanan cloud.
Langkah Balakrishnan mencerminkan tren yang mulai terlihat di berbagai negara. Di Albania, misalnya, pemerintah telah membagikan asisten AI kepada anggota parlemen, bahkan menunjuk bot AI sebagai bagian dari kabinet.
Sementara itu, Polandia активно mengembangkan teknologi AI dengan membagikan data dan model bahasa ke platform seperti Hugging Face. Bagi Balakrishnan, AI bukan lagi sekadar topik diskusi, melainkan alat kerja nyata yang bisa meningkatkan efisiensi.
Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa di era digital, keunggulan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi.
Inspiratif! Menlu Singapura Gunakan AI Buatan Sendiri untuk Mudahkan Tugas Negara
Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengembangkan AI secara mandiri untuk membantu tugas diplomatiknya. Kecerdasan buatan ini efektif menganalisis dokumen diplomatik tebal dan menyusun ringkasan poin penting dengan cepat. Langkah ini menyoroti krusialnya penguasaan teknologi dan literasi digital bagi pemimpin dalam meningkatkan efisiensi kerja diplomasi.
Menlu: Indonesia Dukung Normalisasi Selat Hormuz, Tolak Pungutan Biaya Kapal Melintas
loading…
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia mendukung upaya internasional untuk menormalkan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Foto: Binti Mufarida
JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia mendukung upaya internasional untuk menormalkan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Diketahui, sejumlah inisiatif untuk menormalisasi Selat Hormuz digagas termasuk oleh Inggris dan Prancis.
Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam forum internasional yang digagas oleh Inggris dan Prancis untuk membahas isu tersebut. Sugiono hadir secara daring mewakili Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi, saya mewakili Bapak Presiden hadir secara online itu daring di rapat tersebut,” kata Menlu di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (22/4/2026).
Salah satu poin krusial yang disepakati dalam forum tersebut adalah penolakan terhadap segala bentuk pungutan biaya atau tol bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Menurut Sugiono, praktik semacam itu merupakan pelanggaran terhadap prinsip kebebasan navigasi internasional.
Luka Lagi di Lebanon: 3 Prajurit TNI Terluka, Menlu RI Tuntut PBB Perketat Keamanan Misi Perdamaian
Menlu Sugiono mendesak PBB jamin keamanan prajurit penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon. Desakan ini menyusul rentetan insiden melukai prajurit TNI Kontingen Garuda dalam misi UNIFIL. Tiga prajurit TNI terluka, penyebabnya sedang diinvestigasi. Pemerintah Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB segera menggelar rapat darurat.