Ancaman Pabrik Hantui Kampus: Begini Cara Pendidikan Tinggi Tetap Relevan
loading…
Frangky Selamat, Dosen Tetap Program Studi Sarjana Manajemen, FEB Universitas Tarumanagara. Foto/Dok.Pribadi
Frangky Selamat Dosen Tetap Program Studi Sarjana Manajemen, FEB Universitas Tarumanagara
SEMBURAN angin dingin dari blower AC menerpa seluruh hadirin yang hadir di sebuah aula gedung pertemuan besar. Pancaran sorot lampu seolah tak mampu menghalau dinginnya suhu ruangan. Wajah-wajah ceria dengan senyum penuh kehangatan menghiasi seisi ruang dalam tampilan busana toga yang begitu gagah dan anggun. Hari itu adalah upacara wisuda yang kesekian kalinya di sebuah universitas terkemuka.
Sehari sebelumnya kampus menyelenggarakan acara bursa kerja (job fair). Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada lulusan yang mungkin masih “mencari” kerja di tengah situasi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja. Pada saat bersamaan juga diadakan pertemuan dengan bagian sumber daya manusia (human resources) sejumlah perusahaan, membicarakan banyak hal terkait kualitas lulusan saat ini, dan hal-hal lain yang mungkin harus diperbaiki agar kampus dapat menghasilkan lulusan yang sesuai kebutuhan dunia usaha.
Tak ayal lagi, kampus dicap sebagai pabrik tenaga kerja oleh sejumlah pihak. Belum lagi wacana dari pemerintah untuk menutup program studi yang dianggap tidak relevan lagi dengan kebutuhan industri, makin menegaskan pendapat itu.
Namun jika memang kampus dianggap sebagai pemasok tenaga kerja, apakah sungguh demikian fakta yang terjadi? Ada syarat yang mesti dipenuhi jika kampus mau dijadikan “pabrik” untuk menghasilkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan pasar (industri) sebagai pengguna.
Pertama, layaknya pabrik, jika ingin menghasilkan produk yang berkualitas, maka bahan baku yang mesti digunakan harus memenuhi standar kualitas tertentu. Syarat tersebut tidak selalu mudah untuk dipenuhi.
Kualitas calon mahasiswa baru yang akan mengikuti seleksi sangat beragam. Tidak semua perguruan tinggi “kebanjiran” calon mahasiswa. Ada yang justru “sangat membutuhkan” kehadiran mahasiswa baru.
Terobosan Pendidikan: 100 Sekolah Nasional Ditargetkan Jadi Unggulan Non
Pemerintah terus memperkuat pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). SNT merupakan sebuah model sekolah unggul non-asrama yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di bidang pendidikan. Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti usai bertemu dengan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah terus memperkuat pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). SNT merupakan sebuah model sekolah unggul non-asrama yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di bidang pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan tahun ini pemerintah telah menyiapkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan menjadi pusat pendidikan unggul di berbagai daerah.
“Yang ini merupakan sekolah unggul yang tidak berasrama. Tahun ini direncanakan bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi,” ujar Abdul Mu’ti usai bertemu dengan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6).
Menurut Abdul Mu’ti, proses seleksi sekolah telah berjalan dan usulan dari berbagai daerah telah masuk untuk ditindaklanjuti. Pemerintah menargetkan pelaksanaan program dimulai tahun ini melalui pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia maupun pembangunan baru.
“Dan sudah ada usulan-usulan sekolah yang masuk dari 36 yang sudah kami seleksi. Dan tahun ini kami mulai, insyaallah. Lima (sekolah) kami buka di balai-balai yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kemudian ada satu (sekolah) yang di IKN (Ibu Kota Nusantara), dan kemudian sembilan (sekolah) yang nanti kita bangun baru di daerah yang sudah diseleksi,” jelasnya.
Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan secara merata di seluruh Indonesia. Selain pengembangan sekolah unggul, pemerintah juga melanjutkan program revitalisasi sekolah yang tahun ini ditargetkan menjangkau 71.744 satuan pendidikan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. (her/dav)
Kisah Arlan, Siswa Sekolah Rakyat yang Terinspirasi Prabowo: Ingin Jadi Menteri Pendidikan
Suasana semangat dan haru mewarnai kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6). Dalam momen itu, sorot mata Prabowo tertuju pada penampilan salah satu siswa bernama I Ketut Arlan. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Tabanan, Idola 92.6 FM-Suasana semangat dan haru mewarnai kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali. Dalam momen itu, sorot mata Prabowo tertuju pada penampilan salah satu siswa bernama I Ketut Arlan.
Arlan menyampaikan pesan langsung berbahasa Inggris untuk menggambarkan rasa terima kasih dan harapan besar terhadap masa depan pendidikan di Indonesia melalui Sekolah Rakyat yang diinisiasi Prabowo.
“Thank you President Prabowo Subianto, thank you for giving us school, food, shelters, teachers and hope. Thank you for Indonesia future belong to every child,” ujar Arlan di atas panggung dan langsung mendapatkan tepuk tangan dari Prabowo.
Usai penampilan itu, Prabowo tak lupa untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada Arlan. Prabowo memberikan kenang-kenangan berupa pin sebagai simbol penghargaan atas semangat, kerja keras, dan keberaniannya.
Di kesempatan yang sama, Prabowo menanyakan apa cita-cita Arlan selepas mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. Dengan lantang, Arlan menjawab bahwa ia ingin menjadi Menteri Pendidikan.
Dari cita-citanya. Arlan berharap generasi seterusnya juga bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama di Sekolah Rakyat.
“Cita-cita saya tuh mau jadi Menteri Pendidikan karena saya itu peduli dengan generasi-generasi muda. Jadi, saya itu ingin mendidik dan bisa memberikan hal-hal baik kepada generasi mendatang,” kata Arlan.
Dia mengingat pesan yang disampaikan oleh Prabowo saat memberikan arahan dalam sambutannya agar senantiasa terus semangat dalam menggapai cita-cita.
“Saya tuh harus lebih semangat lagi untuk meraih cita-cita. Saya tidak boleh menyerah, apa pun rintangan yang terjadi,” kata Arlan. (her/dav)
Di Tengah Ketidakpastian Global, Indonesia–Prancis Perkuat Kemitraan Strategis Energi hingga Pendidikan
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Prancis untuk memperkuat kemitraan strategis di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pernyataan pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis, Rabu (28/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Paris, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Prancis untuk memperkuat kemitraan strategis di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pernyataan pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis, Rabu (28/5).
“Kita yakin di keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, penuh konflik, kedua negara kita bisa memainkan suatu peranan yang positif,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, Indonesia konsisten mendorong upaya perdamaian dunia di tengah dinamika geopolitik internasional yang terus berkembang.
“Indonesia selalu akan mendorong semua usaha untuk memelihara perdamaian,” katanya.
Prabowo juga menekankan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat dunia semakin terhubung, sehingga konflik dan peperangan tidak lagi memberikan manfaat bagi negara mana pun.
“Di dunia sekarang, di mana bumi sudah semakin kecil karena sains dan teknologi, perang dan konflik tidak mungkin membawa kebaikan untuk siapa pun,” kata Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyambut baik terjalinnya Comprehensive Strategic Partnership antara Indonesia dan Prancis. Ia optimistis hubungan bilateral kedua negara semakin konkret dan memberikan dampak yang lebih luas di masa mendatang.
“Kita tentunya akan melihat kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang dan lebih berdampak,” lanjutnya.
Prabowo mengatakan, kedua negara juga membahas sejumlah isu strategis yang menjadi fokus kerja sama bilateral ke depan.
Adapun sejumlah bidang yang menjadi prioritas kerja sama meliputi pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, hingga percepatan penyelesaian perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Lebih lanjut, Prabowo turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Macron dalam mempercepat penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
“Kami terima kasih dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan ini. Kita ingin tingkatkan kerja sama ini, meningkatkan investasi di kedua negara,” kata Prabowo.
Hubungan di level terbaik
Atas semua kerja sama yang telah terjalin, Prabowo mengatakan hubungan Indonesia dengan Prancis berada di tingkat yang paling baik. Bahkan, Prabowo merasa terhormat Indonesia diundang untuk bisa ikut dalam Parade Militer Tahunan (Defile) memperingati Hari Nasional Prancis (Bastille Day) pada 14 Juli 2025.
Menurut Prabowo, sebuah kehormatan Indonesia bisa menjadi salah satu undangan pada hari paling bersejarah bagi bangsa Prancis tersebut. Dan menurut Prabowo, Indonesia mungkin negara Asia pertama yang diundang pada defile di benua Eropa.
“Hubungan Indonesia dan Prancis berada di tingkat, menurut saya, yang terbaik,” ujar Prabowo. (her/dav)
Diaspora Harap Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Kewirausahaan dengan Prancis
Diaspora Indonesia berharap kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis dapat semakin memperkuat hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang, mulai dari ekonomi hingga pendidikan. Salah satu harapan tersebut disampaikan Feliana, Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah bermukim di Prancis selama 17 tahun. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Diaspora Indonesia berharap kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis dapat semakin memperkuat hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang, mulai dari ekonomi hingga pendidikan.
Salah satu harapan tersebut disampaikan Feliana, Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah bermukim di Prancis selama 17 tahun.
Ia berharap Prabowo terus membuka ruang kolaborasi bagi diaspora Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan usaha dan jejaring bisnis di luar negeri.
“Semoga Pak Presiden terus mempererat hubungan Indonesia dan Prancis, khususnya mengikutsertakan semua diaspora Indonesia untuk membangun lebih entrepreneurship dan bisnis di Prancis,” ujar Feliana saat menyambut kedatangan Prabowo di Paris, Selasa (26/5).
Feliana mengatakan diaspora Indonesia di Prancis saat ini aktif membangun wadah kolaborasi bernama Bhinneka guna mempererat hubungan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan Prancis.
Ia berharap wadah tersebut, bersama dukungan pemerintah Indonesia, dapat menjadi fondasi yang kuat bagi terciptanya kolaborasi ekonomi yang lebih erat antara kedua negara.
“Kami juga mendirikan klub namanya Bhinneka supaya bisa mempererat hubungan kerja sama Prancis Indonesia di bidang bisnis. Supaya bisa bekerja sama lebih banyak dengan Prancis dan Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, diaspora Indonesia lainnya, Amanda, berharap kunjungan Prabowo dapat semakin memperkuat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Prancis.
Pelajar Indonesia di Prancis tersebut berharap akan semakin banyak program pertukaran pelajar dan kolaborasi pendidikan antara kedua negara.
“Kebetulan saya juga mahasiswa, jadi harapan ke depannya semoga semakin banyak acara-acara atau pertukaran pelajar di Prancis dan Indonesia,” ujarnya.
Oleh karena itu, Amanda juga memanjatkan doa agar kerja sama tersebut dapat terus terjalin dengan baik, sekaligus menyampaikan harapannya bagi kepemimpinan Prabowo.
“Semoga Pak Presiden semakin sukses dan program-programnya juga semakin berjalan dengan lancar,” tutupnya. (her/dav)
Cerita Guru Sekolah Rakyat: Pemerintah Benar-Benar Menjamin Pendidikan Anak-Anak di Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di balik proses pembelajaran yang berlangsung setiap hari, para guru menjadi bagian penting dalam mendampingi sekaligus membangun semangat belajar siswa, termasuk di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Bekasi, Idola 92.6 FM-Program Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di balik proses pembelajaran yang berlangsung setiap hari, para guru menjadi bagian penting dalam mendampingi sekaligus membangun semangat belajar siswa, termasuk di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi.
Salah satu pengajar di sekolah tersebut, Haikal, guru sejarah SRMA 13 Bekasi, menceritakan perjalanannya hingga akhirnya bergabung menjadi pengajar di Sekolah Rakyat. Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu mengaku tertarik menjadi bagian dari program ini karena memiliki ketertarikan pada dunia pendidikan sekaligus isu kesejahteraan sosial.
“Saya memang dari dulu tertarik dengan kesejahteraan sosial dan juga dunia pendidikan. Di Sekolah Rakyat ini, dua-duanya bisa saya jalani sekaligus,” ujar Haikal.
Haikal menjelaskan dirinya mengetahui proses rekrutmen Sekolah Rakyat saat sedang menunggu pengumuman seleksi guru di sekolah lain.
Ia kemudian mengikuti serangkaian tahapan seleksi, mulai dari tes psikologi, tes bahasa Inggris, hingga wawancara sebelum akhirnya dinyatakan lolos dan ditempatkan di Bekasi.
Meski sempat memiliki kekhawatiran mengenai proses belajar siswa dengan latar belakang ekonomi yang berbeda-beda, pandangannya berubah setelah bertemu langsung dengan para murid.
“Awalnya saya berpikir mungkin akan berbeda. Tapi setelah bertemu langsung, ternyata sama saja seperti anak-anak sekolah lainnya. Semangat belajarnya juga luar biasa,” katanya.
Menurut Haikal, pengalaman yang paling membekas justru ketika dirinya mengunjungi rumah beberapa siswa.
Ia melihat secara langsung kondisi tempat tinggal yang sangat terbatas, bahkan tanpa ruang khusus untuk belajar. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk menuntut ilmu.
“Ketika saya datang ke rumahnya, saya sampai berpikir mereka belajar di mana. Rumahnya hanya satu ruangan untuk semuanya. Tapi begitu di sekolah, semangat belajar mereka luar biasa. Bahkan setelah belajar di kelas selesai, mereka masih meminta tambahan belajar kepada wali asuh,” ungkapnya.
Dalam proses pembelajaran, Sekolah Rakyat juga memanfaatkan fasilitas digital seperti laptop dan smart board untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Namun menurut Haikal, tantangan lain muncul karena sebagian siswa masih belum terbiasa menggunakan perangkat teknologi.
“Kadang ada sedikit kendala karena mereka belum terbiasa menggunakan laptop atau teknologi pembelajaran. Tapi justru di situ proses belajarnya berjalan. Mereka jadi perlahan lebih melek teknologi,” jelasnya.
Ia menambahkan, fasilitas tersebut sangat membantu guru untuk membuat metode belajar yang lebih kreatif dan interaktif. Penggunaan internet di sekolah pun tetap diawasi dengan pembatasan akses media sosial agar siswa lebih fokus pada kegiatan belajar.
Selain pembelajaran akademik, Sekolah Rakyat juga menanamkan pendidikan karakter melalui pembiasaan adab dan disiplin sehari-hari. Salah satunya melalui budaya 5S, yakni senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
“Setiap pagi anak-anak dibiasakan salim dengan guru. Kami selalu mengingatkan bahwa adab itu lebih tinggi daripada ilmu,” ujar Haikal.
Sebagai sekolah berasrama, Sekolah Rakyat juga dinilai membantu siswa lebih fokus belajar tanpa distraksi penggunaan telepon genggam.
Berbagai aktivitas positif disiapkan agar siswa tetap aktif dan produktif sepanjang hari.
“Banyak anak yang justru lebih suka sibuk. Mereka minta kegiatan terus, mulai dari olahraga sampai nonton film bersama supaya tidak bosan,” tambahnya.
Bagi Haikal, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu bentuk nyata upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Menurutnya, siswa tidak hanya mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, tetapi juga dukungan penuh untuk melanjutkan cita-cita mereka.
“Anak-anak di sini benar-benar dijamin pendidikannya. Bahkan orang tua mereka juga mendapat pendampingan dan bantuan sosial. Jadi mereka bisa lebih fokus mengejar masa depan,” katanya.
Haikal pun mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendampingi para siswa yang memiliki semangat belajar tinggi di tengah keterbatasan hidup yang mereka hadapi.
Kisah lengkap mengenai semangat belajar dan perjuangan para guru di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI. (her/dav)
Menkum Dorong Afirmasi Pendidikan Kedinasan bagi Generasi Muda Papua
loading…
Menkum RI Supratman Andi Agtas menegaskan komitmennya membuka ruang afirmasi bagi generasi muda Papua untuk mengakses pendidikan kedinasan dan peluang menjadi ASN. Foto/istimewa
JAKARTA – Menteri Hukum (Menkum) RI Supratman Andi Agtas menegaskan komitmen Kementerian Hukum dalam membuka ruang afirmasi bagi generasi muda Papua untuk mengakses pendidikan kedinasan dan peluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Hal tersebut disampaikan Supratman Andi Agtas saat meresmikan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Kampung dan Kelurahan Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya di Sorong, Senin, 18 Mei 2026.
Supratman mengapresiasi penampilan para pelajar dan mahasiswa asal Papua Barat yang menampilkan paduan gerak, musik, dan suara yang harmonis pada kegiatan tersebut. Menurutnya, penampilan tersebut menunjukkan potensi, semangat, dan kedisiplinan generasi muda dari tanah Papua yang perlu didukung melalui kebijakan afirmasi.
“Kementerian Hukum ingin memberikan ruang afirmasi bagi putra-putri Papua agar memiliki kesempatan lebih besar untuk mengakses pendidikan kedinasan dan menjadi bagian dari ASN di lingkungan Kementerian Hukum,” ujarnya, dikutip Selasa (19/5/2026).
Supratman menawarkan kesempatan kepada sejumlah pelajar dan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pengayoman Indonesia, sekolah kedinasan di Kementerian Hukum. Bagi mahasiswa yang berminat, pendidikan akan dimulai kembali dari semester awal dengan kesempatan menjadi ASN setelah menyelesaikan pendidikan.
Selain itu, Supratman juga memberikan pilihan kepada mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi untuk tetap melanjutkan kuliah di perguruan tinggi masing-masing. Supratman menegaskan, Kementerian Hukum akan terus mendorong kebijakan afirmasi dalam penerimaan ASN bagi putra-putri Papua.
Pendidikan Berkelas Dunia: UPI YAI dan Shinawatra Thailand Resmikan Kerja Sama Strategis
loading…
Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI YAI) menjalin aliansi strategis dengan Shinawatra University, institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Thailand. Foto/istimewa
JAKARTA – Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI YAI) menjalin aliansi strategis dengan Shinawatra University, institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Thailand melalui program The 3rd International Collaboration Trip (ICT). Langkah ini sebagai bagian dari peta jalan menuju World Class University
International Collaboration Trip (ICT) merupakan program tahunan UPI Y.A.I yang menjadi wadah penguatan jejaring internasional, kolaborasi akademik, serta pertukaran budaya dan pengetahuan di tingkat global.
Sebelumnya, ICT pertama telah sukses dilaksanakan pada 2024 dengan tujuan Malaysia dan Singapura, kemudian dilanjutkan dengan ICT kedua pada 2025 di Filipina. Kehadiran ICT ke-3 di Thailand menjadi bentuk konsistensi UPI Y.A.I dalam memperluas kerja sama internasional di kawasan ASEAN.
Langkah strategis ini sekaligus memperkuat komitmen UPI Y.A.I dalam menjadikan Internationalization sebagai salah satu pilar utama visi pengembangan universitas. Melalui penguatan kerja sama lintas negara, peningkatan mobilitas akademik, riset kolaboratif internasional, serta pengembangan kompetensi global bagi mahasiswa dan dosen, UPI Y.A.I menegaskan arah transformasinya menuju perguruan tinggi berdaya saing internasional yang adaptif terhadap dinamika pendidikan global.
Sinergi ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah komitmen jangka panjang untuk membangun jembatan intelektual di kawasan Asia Tenggara. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) ini menandai babak baru dalam transformasi standar pendidikan kedua negara.
Kerja sama ini dirancang secara komprehensif untuk menyentuh aspek-aspek fundamental dalam pendidikan tinggi modern. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus implementasi antara lain, pertukaran pengetahuan mutakhir (Guest Lectures) meliputi dosen-dosen ahli dari kedua universitas akan berbagi panggung akademik untuk memberikan perspektif lintas negara bagi mahasiswa.
Pemerintah Luncurkan Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi untuk Perkuat Pendidikan Karakter Anak
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah daerah (Pemda), serta seluruh kementerian/lembaga terkait, meluncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK), pada Senin (11/5). (Foto Dok. KPK)
Semarang, Idola 92.6 FM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah daerah (Pemda), serta seluruh kementerian/lembaga terkait, meluncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK), pada Senin (11/5).
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan, langkah ini menjadi ruang paling strategis dalam membentuk karakter bangsa dan membangun budaya antikorupsi sejak dini. “Pendidikan harus menjadi fondasi membangun generasi berintegritas. Karena itu, penguatan integritas pendidikan dari pusat hingga daerah harus memiliki arah dan semangat yang sama,” tegas Setyo dalam sambutannya di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta.
KPK memandang penguatan integritas di sektor pendidikan masih menjadi pekerjaan besar bersama. Hal itu didasari dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 yang menunjukkan Indeks Integritas Pendidikan berada pada angka 69,50 dari skala 100.
Nilai tersebut menunjukkan sistem integritas pendidikan mulai terbentuk, namun belum sepenuhnya menjadi budaya yang konsisten di seluruh ekosistem pendidikan. Sebab demikian, pendidikan antikorupsi diposisikan sebagai strategi hulu negara untuk membangun fondasi karakter dan integritas generasi masa depan.
Peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar PAK ini juga menjadi bagian dari upaya tindak lanjut dan evaluasi atas hasil SPI Pendidikan 2024, yang perbaikannya dilakukan sepanjang tahun 2025 oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi akan disertai lima buku Bahan Ajar untuk guru-guru di seluruh jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Dalam panduan ini, terdapat lima kompetensi kunci yang menjadi fondasi Pendidikan Antikorupsi, yaitu terkait ajaran menaati aturan; memahami konsep kepemilikan; menjaga amanah; mengelola dilema etis; dan membangun budaya antikorupsi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi membentuk generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.
“Ini merupakan bagian dari kebijakan untuk memperkuat pendidikan karakter, khususnya kepribadian yang jujur, kepribadian yang berintegritas, bertanggung jawab, dan perilaku yang bersih dari segala macam bentuk korupsi,” ungkapnya, dalam siaran persnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri III, Akhmad Wiyagus, menekankan panduan tersebut menjadi pedoman bagi seluruh pemerintah maupun satuan pendidikan (satdik) di daerah dalam membangun ekosistem pendidikan berintegritas.
“Kepada seluruh Kepala Daerah untuk mendorong dan memastikan implementasi Pendidikan Antikorupsi dengan memanfaatkan Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi yang telah tersedia, sebagai upaya melakukan perbaikan konkret dan terukur guna meningkatkan integritas pendidikan secara nyata,” ujarnya.
Pelaksanaan SPI Pendidikan 2026
Tahun ini, KPK kembali melaksanakan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan sebagai instrumen untuk memotret kondisi integritas pendidikan di Indonesia. Adapun periode survei dilaksanakan sejak 13 April sampai dengan 31 Juli 2026.
Pelaksanaan SPI Pendidikan 2026 secara mutlak membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif pemangku kepentingan daerah sebagai aktor utama perubahan. Tidak hanya pemerintah daerah, pemangku kepentingan juga mencakup instansi pembina, instansi pengawas, hingga satuan pendidikan. Survei ini menjadi bagian dari evaluasi atas berbagai upaya penguatan integritas yang telah dilakukan bersama dalam satu tahun terakhir.
KPK berharap berbagai langkah perbaikan yang dilakukan dapat memperkuat implementasi pendidikan antikorupsi secara nyata dan berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan.
“Penting menanamkan semangat masa depan tanpa korupsi mulai dari hari ini. Dengan demikian, pemberantasan korupsi sejatinya dimulai dari ruang kelas,” pungkas Setyo
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo; Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana; Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianthi; jajaran kementerian/lembaga terkait; pemerintah daerah; kepala dinas pendidikan; serta para pemangku kepentingan di sektor pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. (her/dav)
Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Masyarakat Miskin, Jumlah Siswa Sekolah Rakyat Capai 46 Ribu di Tahun Ini
Pemerintah mempeluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelum bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara dalam rapat terbatas (Ratas), Selasa (12/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah mempeluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelum bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara dalam rapat terbatas (Ratas), Selasa (12/5).
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini menyampaikan bahwa perkembangan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat akan meningkat signifikan pada tahun ajaran 2026–2027.
“Kami juga melaporkan persiapan secara khusus penyelenggaraan Sekolah Rakyat di tahun 2026–2027 yang Insyaallah akan kita mulai pembelajarannya pada bulan Juli yang akan datang dengan alokasi siswa mencapai 32 ribu untuk tahun ini,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya jumlah siswa Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 15 ribu peserta didik. Dengan tambahan 32 ribu siswa baru tahun ini, total penerima manfaat program tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 46 ribu siswa.
“Tahun lalu 15 ribu lebih, artinya kalau digabung tahun ini sudah ada sekitar 46 ribu lebih siswa Sekolah Rakyat,” katanya.
Menurut Gus Ipul, perluasan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan bagi keluarga miskin dan kelompok rentan agar memperoleh kesempatan belajar yang lebih layak dan berkualitas.
Selain membahas pendidikan, Kementerian Sosial juga melaporkan perkembangan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan bansos tidak membuat masyarakat bergantung, melainkan menjadi pintu masuk menuju program pemberdayaan ekonomi sehingga penerima bantuan bisa mandiri ke depannya.
“Bansos ini kan diharapkan tidak membuat masyarakat demotivasi. Malah justru sebaliknya dengan bansos ini diharapkan masyarakat lebih semangat dengan mengikuti program strategis Presiden yang lain,” ujarnya. (her/dav)