Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
loading…
Anggota Komisi XI DPR Tommy Kurniawan mengatakan bahwa perekonomian Indonesia sepanjang Semester I Tahun 2026 menghadapi tekanan eksternal yang cukup berat akibat ketidakpastian ekonomi global. Foto: Istimewa
JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR Tommy Kurniawan mengatakan bahwa perekonomian Indonesia sepanjang Semester I Tahun 2026 menghadapi tekanan eksternal yang cukup berat akibat ketidakpastian ekonomi global. Selain itu dipengaruhi juga tingginya suku bunga negara-negara maju, meningkatnya tensi geopolitik, serta berlanjutnya volatilitas arus modal internasional.
Menurut Tomkur, sapaan akrab Tommy Kurniawan, kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level terlemah dalam sejarah modern Indonesia, yakni di kisaran Rp17.400 hingga Rp18.100 per dolar AS. Meski demikian, saat ini rupiah telah menunjukkan penguatan dan berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS.
“Pelemahan nilai tukar rupiah harus menjadi perhatian serius karena tidak hanya berdampak pada sektor riil melalui kenaikan biaya impor dan tekanan inflasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas sistem keuangan melalui peningkatan risiko pasar, risiko kredit, dan risiko likuiditas,” ujar Tomkur dalam Diskusi Publik Fraksi PKB DPR bertajuk Rupiah Melemah Ancaman Stabilitas Ekonomi dan Perbankan: Menakar Kesiapan BI dan LPS, yang digelar di Gedung Nusantara Lantai 4, Kamis (18/6/2026).
Piala Dunia 2026 Gratis di TV: Terkuak! Cara Nonton Cuma Modal STB, Tak Perlu Ganti TV.
Piala Dunia 2026 dapat disaksikan gratis di TVRI. Pengguna TV analog memerlukan Set Top Box (STB) DVB-T2 untuk siaran digital. STB mengubah sinyal digital agar TV Anda bisa menampilkan pertandingan. Pastikan STB “Siap Digital” agar dapat menonton Piala Dunia 2026 tanpa membeli TV baru.
Kantor Desa Punya Prinsip Kerja Harus Lambat, Gak Perlu Cepat!
Sebagai warga desa yang sesekali masih harus mengurus surat pengantar, legalisir, atau urusan administrasi lainnya, saya beberapa kali mampir ke kantor desa. Dan entah kenapa, ada satu pengalaman yang hampir selalu terjadi berulang-ulang, yakni menunggu.
Saya bisa memahami jika antrean memang panjang, sehingga harus menunggu lama. Masalahnya justru sebaliknya. Kadang saya datang dan hanya ada satu atau dua warga lain yang sedang mengurus sesuatu. Namun prosesnya tetap terasa lama.
Awalnya saya mengira mungkin saya sedang tidak beruntung. Barangkali memang sedang banyak pekerjaan. Tapi setelah beberapa kali datang, polanya ternyata hampir sama. Pun beberapa orang juga merasakan hal yang serupa.
Dari sana, banyak yang beranggapan bahwa prinsip pelayanan di kantor desa kui kalau bisa lama, kenapa dibuat cepat. Yah, sebuah kalimat satir yang cukup saya amini.
Kantor desa yang seakan introvert
Hal yang paling membuat saya bingung sebenarnya bukan soal lamanya menunggu.
Saya masih bisa memahami kalau memang ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Masalahnya sering kali tidak ada komunikasi. Iya, jarang sekali ada yang menyapa atau menyambut. Ketika sedang dilayani pun demikian. Bahkan sekadar bilang, “Sebentar ya Pak” saja hampir tak pernah.
Alhasil, tidak ada yang memberi informasi kalau berkas sedang diproses di kantor desa. Pokoknya duduk saja. Menunggu saja. Kalau beruntung, ada yang menghampiri. Kalau tidak, ya menunggu sampai merasa cukup percaya diri untuk bertanya sendiri.
Padahal menurut saya, pelayanan publik itu mirip ketika menerima tamu di rumah. Minimal ada sapaan. Ada tanda bahwa kedatangan orang tersebut disadari. Sebab, tidak ada yang lebih membingungkan daripada duduk sepuluh menit sambil bertanya-tanya apakah keberadaan kita diketahui atau tidak.
Oh iya, meski semua orang mau serba cepat tapi saya yakin, untuk pelayanan, warga sebenarnya tidak selalu menuntut pelayanan super cepat di kantor desa. Kalau memang harus menunggu lima belas menit, ya tidak masalah. Kalau harus menunggu setengah jam pun kadang masih bisa dimaklumi. Asalkan ada penjelasan.
Iya, itu kuncinya. Dan saya kira itu hal basic yang sangat mudah dilakukan. Misal, cukup bilang, “Maaf Pak, yang menangani sedang menyelesaikan berkas lain.” Atau “Mohon ditunggu sekitar sepuluh menit.” Selesai.
Kalimat sederhana seperti itu sering kali jauh lebih menenangkan daripada slogan pelayanan prima yang dipasang besar-besar di dinding kantor. Karena yang membuat orang kesal sering kali bukan lamanya proses. Melainkan ketidakjelasan prosesnya.
Mungkin perlu ada “terima tamu” di kantor desa
Saya kadang membayangkan alangkah enaknya kalau kantor desa punya satu meja penerima tamu. Semacam orang yang menyambut warga yang datang. Cukup ada satu orang saja. Tugasnya hanya menanyakan keperluannya. Lalu mengarahkan harus ke mana.
Mirip tugas satpam di bank pada umumnya. Dengan begitu warga tidak perlu duduk sambil menerka-nerka situasi. Jujur saja, beberapa kantor desa yang pernah saya datangi hanya ada karyawan (atau perangkat ya sebutannya?) berada di dalam ruangan. Sementara di ujung pintu masuk tak ada siapa-siapa.
Pelayanan itu soal komunikasi
Saya paham menjadi perangkat desa juga tidak mudah. Pekerjaannya banyak. Administrasinya juga tidak sedikit. Tapi dari sudut pandang warga, pelayanan yang baik sering kali dimulai dengan komunikasi yang baik.
Iya, warga yang datang ke kantor desa itu sebenarnya tidak perlu disambut yang gimana-gimana. Kami cuma mau diarahkan saja. Pun ketika sedang proses pemberkasan, kami hanya ingin tahu harus menunggu berapa lama. Dan anehnya, hal-hal sesederhana itu kadang malah tak pernah ada di sebuah pelayanan desa. Yah, aneh memang.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Registrasi SIM Card Biometrik: Tak Perlu Ribet, Komdigi Ungkap Proses Cepat dan Sederhana
Mulai 1 Juli 2026, registrasi SIM Card wajib biometrik bagi pengguna baru di seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan proses ini hanya butuh kurang dari satu menit. Pengguna dapat melakukan registrasi SIM Card secara sederhana melalui web atau aplikasi operator seluler.
Putusan MK soal Jakarta Tetap Ibu Kota, Komisi II DPR Sebut Tak Perlu Dorong Prabowo Terbitkan Keppres IKN
loading…
Monumen Nasional di Jakarta Pusat. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Irawan menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan DKI Jakarta masih memegang status sah sebagai ibu kota negara . Menurutnya, putusan itu sejalan dengan UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN).
Atas dasar itu, Irawan menilai, putusan MK tersebut tak akan memberikan implikasi hukum apa pun terhadap UU IKN. Menurutnya, MK hanya memberi penegasan dalam putusan tersebut.
“Iya sudah baca putusannya. Putusan MK tersebut sebangun dengan ketentuan norma dalam UU IKN bahwa waktu terjadinya pemindahan Ibu Kota adalah saat diterbitkannya Keputusan Presiden. Jadi faktualnya putusan MK tersebut tidak memberikan implikasi hukum apa pun. Sifatnya hanya penegasan saja,” ujar Irawan saat dihubungi, Kamis (14/5/2026).
Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini berpandangan, tak perlu ada pihak yang mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menerbitkan Keppres terkait IKN. Ia meyakini, Presiden Prabowo punya pertimbangan matang sebelum mengambil keputusan menerbitkan Keppres.
Mahfud MD Sebut Militeristik Tak Cocok di Polri, Pakar: Perlu untuk Lindungi Rakyat
loading…
Pakar Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Hasibuan mengatakan, sifat semi militer diperlukan Polri dalam situasi tertentu untuk melindungi masyarakat. Foto/SindoNews
JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM sekaligus anggota Komisi Percepatan Refornasi Polri (KPRP) Mahfud MD menilai paradigma militeristik tidak cocok diterapkan di tubuh Polri. Alasannya karena militer bertugas menjaga pertahanan negara dengan karakter komando yang ketat, disiplin tinggi, dan cenderung refresif.
Pakar Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Hasibuan menilai tidak semua pandangan Mahfud MD itu benar. Karena untuk hal tertentu, polisi juga harus memiliki sifat semi militer walau polisi bukan militer.
“Polisi tetap harus memiliki sifat semi militer dan polisi harus tetap memiliki karakter seperti taat terhadap disiplin, komando, penggunaaan seragam, latihan taktis dan penggunaan senjata bila sangat dibutuhkan,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Dosen Pascasarjana ini menyebut dalam perspektif hukum kepolisian modern, tindakan polisi harus legal, proporsional, akuntabel, dan menghormati HAM. Penggunaan senjata atau kekuatan fisik hanya diperlukan sebagai upaya terakhir dan tujuannya untuk melindungi masyarakat atau diri petugas.
Tak Perlu Mahal, 5 Smartband Ini Sudah Dukung Always On Display
Foto: jagogame.id
Teknologi.id – Tren perangkat wearable di tahun 2026 semakin memanjakan konsumen dengan hadirnya fitur-fitur kelas atas pada harga yang sangat kompetitif. Salah satu fitur yang kini banyak diburu adalah Always On Display (AOD). Fitur ini memungkinkan layar tetap menyala untuk menampilkan informasi waktu dan notifikasi tanpa pengguna harus mengangkat pergelangan tangan atau mengetuk layar.
Kini, kemewahan tersebut tidak lagi eksklusif milik smartwatch mahal, karena telah tersedia di sejumlah smartband terjangkau mulai harga 400 ribuan. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tren fitur ini dan rekomendasi unit terbaik untuk Anda.
Keunggulan Layar AMOLED dan Efisiensi Fitur AOD
Kehadiran fitur AOD pada smartband murah memberikan nilai estetika sekaligus fungsionalitas yang lebih tinggi. Secara teknis, fitur ini hanya bisa hadir secara optimal pada perangkat yang menggunakan layar AMOLED. Berbeda dengan layar LCD biasa, panel AMOLED dapat menyalakan piksel secara individu. Hal ini memungkinkan bagian informasi penting saja yang bercahaya, sementara area lainnya tetap hitam pekat untuk menghemat daya baterai secara signifikan.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, AOD sangat membantu saat sedang melakukan aktivitas seperti berkendara atau berolahraga. Melihat jam atau progres latihan secara instan tanpa gerakan tangan yang berlebih menjadi sebuah kebutuhan fungsional yang kini bisa didapatkan dengan harga yang lebih ekonomis.
Rekomendasi 5 Smartband Terjangkau dengan Fitur AOD
Berikut adalah 5 unit terbaik yang sudah mengadopsi teknologi layar Always On Display dengan harga yang sangat bersahabat:
Xiaomi Smart Band 10
Foto: tecnobits.com
Xiaomi kembali mendobrak pasar dengan Smart Band 10 yang mengusung layar AMOLED luas 1,72 inci. Selain fitur kesehatan yang lengkap, efisiensi daya pada AOD perangkat ini sangat baik, memungkinkan baterai bertahan antara 2 hingga 3 minggu. Perangkat yang sangat populer di kalangan pencinta gadget ini bisa didapatkan dengan harga berkisarRp669.000.
Huawei Band 11 mengedepankan desain yang tipis dan ringan, namun tetap tangguh. Layar AMOLED 1,62 inci miliknya sudah mendukung AOD dan dilengkapi dengan pemantau stres serta kualitas tidur. Dengan masa pakai baterai sekitar dua minggu, perangkat ini menjadi pilihan menarik di kelas menengah bawah dengan harga berkisar Rp599.000.
Oppo Band 2
Foto: gagadget.com
Oppo Band 2 hadir dengan layar AMOLED seluas 1,57 inci yang sudah mendukung tampilan selalu aktif. Selain aspek visualnya yang menawan, perangkat ini dibekali fitur pemantauan kesehatan yang komprehensif, mulai dari detak jantung hingga analisis kualitas tidur yang mendalam. Dengan dukungan berbagai mode olahraga, perangkat ini dibanderol dengan harga berkisar Rp1.049.000.
Samsung Galaxy Fit 3
Foto: yahoo.com
Bagi penggemar desain tajam, Samsung Galaxy Fit 3 menawarkan layar AMOLED 1,6 inci yang sangat jernih dengan dukungan AOD. Keunggulan utamanya terletak pada daya tahan baterai yang luar biasa, mampu bertahan hingga 13 hari dalam sekali pengisian. Dengan lebih dari 100 mode olahraga, smartband ini dipasarkan dengan harga berkisar Rp899.000.
Sebagai opsi paling terjangkau dalam daftar ini, Jete AM5 menawarkan layar AMOLED paling luas, yakni 1,74 inci. Meski harganya ekonomis, fitur AOD tetap hadir mendampingi sensor detak jantung, penghitung langkah, serta sertifikasi IP67 untuk ketahanan air. Perangkat ini sangat cocok bagi pemula dengan harga berkisar Rp 499.000.
Mendorong Gaya Hidup Sehat Berbasis Teknologi di Indonesia
Ketersediaan perangkat wearable yang murah namun kaya fitur seperti ini sangat berperan penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Dengan harga yang semakin terjangkau, akses terhadap alat pemantau kesehatan pribadi menjadi lebih luas bagi masyarakat di Tanah Air. Hal ini sejalan dengan misi besar dalam mendukung kemajuan teknologi di Indonesia melalui adopsi perangkat pintar yang bermanfaat langsung bagi kualitas hidup masyarakat.
Memilih smartband dengan fitur AOD di rentang harga Rp400 ribuan adalah langkah cerdas bagi konsumen yang menginginkan kemewahan fungsional tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Persaingan antar-brand global di pasar lokal memastikan bahwa inovasi akan terus mengalir, memberikan lebih banyak pilihan berkualitas bagi kita semua.
Gak Perlu Ganti HP! Ini Cara Bikin Android Lama Tetap Kencang
Foto: SAMMY FANS
Teknologi.id– Smartphone Android yang telah digunakan dalam jangka waktu lama umumnya akan mengalami penurunan performa. Pengguna sering kali merasakan ponsel menjadi lebih lambat atau lemot, terutama saat membuka dan menjalankan berbagai aplikasi.
Meski sangat mengganggu kenyamanan, pengguna sejatinya tidak perlu terburu-buru merogoh kocek untuk membeli HP baru. Kinerja sistem operasi pada ponsel Android lawas masih dapat dioptimalkan melalui beberapa penyesuaian agar kembali kencang dan responsif.
Sebelum melakukan langkah perbaikan, sangat penting untuk memahami konteks mengapa ponsel bisa melambat. Berdasarkan spesifikasi teknisnya, terdapat tiga faktor utama yang membebani kinerja HP Android lama:
Pembaruan Sistem dan Aplikasi: Setiap pembaruan (update) umumnya membawa peningkatan efek visual serta penambahan fitur baru. Pembaruan ini menuntut pemrosesan daya dan memori yang jauh lebih besar dibandingkan versi sebelumnya. Di sisi lain, spesifikasi perangkat keras ponsel tidak berubah, sehingga perangkat kewalahan dan kinerjanya terasa berat.
Penumpukan Aplikasi Latar Belakang: Banyak pengguna memasang puluhan aplikasi meski tidak dipakai secara rutin. Aplikasi seperti media sosial dan pesan instan ini terus berjalan di latar belakang (background). Mereka secara otomatis memperbarui konten dan mengirim notifikasi, yang akhirnya terus-menerus menguras kapasitas RAM (Random Access Memory).
Krisis Ruang Penyimpanan: Seiring waktu, fail foto, video, dan data aplikasi akan memenuhi memori internal. Saat penyimpanan nyaris penuh, sistem operasi kehilangan ruang gerak untuk menyimpan fail sementara (cache). Hal ini memaksa perangkat bekerja jauh lebih keras untuk mengelola data, sehingga waktu loading aplikasi menjadi sangat lambat.
Cara Mengoptimalkan Kembali Performa HP Android Lama
Untuk mengatasi masalah performa di atas, pengguna dapat melakukan optimasi sistem melalui empat langkah teknis berikut:
Kelola Ruang Penyimpanan (Storage):
Langkah pertama adalah menghapus aplikasi yang sudah tidak digunakan dan membersihkan data cache aplikasi secara berkala. Pindahkan fail berukuran besar seperti foto dan video ke penyimpanan awan (cloud) atau memori eksternal (MicroSD). Agar sistem Android dapat bernapas dan beroperasi optimal, pengguna wajib menyisakan setidaknya 10 hingga 15 persen ruang kosong dari total kapasitas penyimpanan internal.
Batasi Aktivitas Latar Belakang (Background Apps): Atur izin aplikasi agar tidak sembarangan aktif di latar belakang. Matikan fitur pelacakan lokasi (location services) untuk aplikasi yang tidak terlalu membutuhkannya. Selain itu, tinjau ulang dan nonaktifkan pengaturan notifikasi dari aplikasi yang tidak penting guna menghentikan pemrosesan data otomatis yang membebani sistem.
Lakukan Mulai Ulang (Restart) Secara Rutin:
Biasakan untuk melakukan restart pada ponsel setidaknya satu kali setiap pekan. Langkah ini bukan sekadar mematikan layar, melainkan berfungsi vital untuk menghentikan paksa (mereset) seluruh proses di latar belakang. Restart akan membersihkan memori dari tumpukan cache dan fail sementara, sehingga secara efektif mengurangi beban kerja RAM dan menyegarkan kembali sistem operasi.
Gunakan Antarmuka Minimalis:
Memangkas beban kerja prosesor juga bisa dilakukan melalui pengaturan tampilan. Nonaktifkan efek animasi sistem yang tidak esensial dan matikan penggunaan gambar latar bergerak (live wallpaper). Menurunkan tingkat kecerahan layar ke batas wajar juga sangat disarankan, karena tidak hanya meringankan kerja perangkat keras, tetapi juga ampuh memperpanjang masa pakai baterai.
DPR Soroti: Avtur Melonjak, Tiket Pesawat Justru Tak Perlu Naik?
Anggota Komisi VII DPR, Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi langkah pemerintah menyikapi kenaikan harga avtur. Pemerintah menaikkan fuel surcharge serta memangkas PPN tiket pesawat dan meniadakan bea masuk suku cadang. Kebijakan ini bertujuan meringankan beban maskapai dan dinilai mampu mengimbangi kenaikan biaya avtur.
Puspoll Nilai Parliamentary Threshold Perlu Formula Seimbang antara Stabilitas dan Demokrasi
Puspoll Indonesia menyoroti usulan peninjauan kembali parliamentary threshold. Direktur Eksekutif Puspoll, Chamad Hojin, menyatakan ambang batas parlemen perlu dirumuskan hati-hati. Ini penting untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas politik dan kualitas demokrasi. Kebijakan tersebut berfungsi menyederhanakan sistem kepartaian, namun ambang batas tinggi berpotensi menimbulkan masalah baru.