Presiden Prabowo Membaur di Tengah Warga Pulau Miangas, Bersama Nyanyikan Lagu Daerah
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Pulau Miangas, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara pada Sabtu (9/5). Prabowo meninjau langsung fasilitas pendidikan dan kesehatan di Pulau Miangas. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Pulau Miangas, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Pulau Miangas, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara pada Sabtu (9/5).
Prabowo meninjau langsung fasilitas pendidikan dan kesehatan di Pulau Miangas. Pada kesempatan ini, ia menegaskan komitmennya untuk untuk mempercepat pembangunan sekolah hingga puskesmas, khususnya di wilayah terluar Indonesia tersebut.
“Kita perbaiki semua puskesmas di Indonesia, segera. Nanti semua sekolah pun akan kita renovasi ya, 2-3 tahun ke depan semua sekolah di Indonesia akan kita renovasi,” ujar Prabowo.
Di sela-sela kunjungan, Presiden Prabowo juga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Berbagai lagu diputar saat Prabowo menyapa masyarakat, di antaranya lagu ‘Nyiur Melambai’, ‘Sio Mama’, ‘Indonesia Pusaka’, ‘Si Patokaan’, ‘O Ina Ni Keke’.
Kemudian saat lagu ‘Tabola Bale’ diputar, Prabowo dan para menteri Kabinet Merah Putih membaur dengan masyarakat setempat.
Para warga mengajak Prabowo menari, bersalaman, serta berfoto bersama.
Kehadiran Prabowo disambut meriah warga Pulau Miangas. Sebelumnya Prabowo juga sempat mengajak anak-anak sekolah bernyanyi bersama. Mulai dari lagu ‘Di Sini Senang Di Sana Senang’ hingga ‘Kasih Ibu’. (her/dav)
Melampaui Istana: Dialog Terbuka Prabowo Mendesak Diperluas ke Kementerian hingga Pemda
loading…
Dialog terbuka yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dengan mengundang akademisi, tokoh ormas, dan pimpinan media massa perlu diperluas di kementerian, lembaga negara, hingga pemda agar publik paham kebijakan pemerintah. Foto/istimewa
JAKARTA – Dialog terbuka yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dengan mengundang akademisi, tokoh ormas, dan pimpinan media massa perlu diperluas di kementerian, lembaga negara, hingga di pemerintah daerah (pemda). SiaapSebab dialog tersebut dinilai dapat memperkaya ruang publik dengan percakapan yang substantif dan mengembalikan politik ke arena argumentasi.
“Dialog terbuka mengembalikan diskusi pada data, argumen, dan substansi kebijakan. Juga memberi kesan bahwa pemerintah mau mendengar, siap diuji, dan tidak anti kritik. Dalam tradisi demokrasi, ini lebih sehat dibandingkan dengan komunikasi satu arah, atau politik yang terlalu tertutup,” ujar pengamat politik Nasrullah Larada saat diskusi Majelis Sabtu, di Menteng, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Diskusi yang mengangkat tema “Politik Persepsi dan Perang Narasi di Era Demokrasi Digital” ini menampilkan pembicara akademisi Ade Reza Hariyadi, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Alfan Alfian, dan aktivis Taufik Amrullah.
Nasrullah berharap, model dialog terbuka yang dilakukan Presiden Prabowo dapat diperluas ke kementerian, lembaga negara, BUMN, dan pemerintah daerah. Jika itu dilakukan, maka publik akan lebih memahami kebijakan pemerintah. Di era digital, kebijakan yang tidak dijelaskan secara terbuka sering kalah oleh persepsi yang disebarkan secara viral.
Senada, Alfan Alfian menyampaikan pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan yang disampaikan publik, tapi seyogyanya disertai dengan basis teori dan argumentasi yang kuat. Sebaliknya, Pemerintah akan merespons semua masukan yang ada dengan argumentasi yang kuat berbasis data.
“Dialog semacam ini, seperti yang dicontohkan Presiden Prabowo, akan memperkaya informasi di ruang publik dengan dialog berkualitas dan mencerdaskan,” ucapnya.
Swasembada Pangan: Prabowo Beberkan Kunci Indonesia Dihormati Dunia
loading…
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia kini semakin dihormati oleh banyak negara karena berhasil mencapai swasembada pangan. Foto/SindoNews
GORONTALO – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia kini semakin dihormati oleh banyak negara karena berhasil mencapai swasembada pangan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti keberhasilan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan strategis, terutama beras dan jagung, tanpa bergantung pada impor sejak tahun lalu.
“Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, banyak sekali kita, kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” ujar Prabowo.
Pada tahun lalu, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras setelah produksi nasional mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik sebesar 31 juta ton. Capaian tersebut membuat Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras sepanjang 2025.
Sementara itu, berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Juni 2026 yang dirilis Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indonesia diproyeksikan mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Prabowo Ungkap: Swasembada Pangan, Kunci Indonesia Dihormati Dunia?
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini semakin dihormati oleh banyak negara karena berhasil mencapai swasembada pangan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Sabtu (9/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Gorontalo, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini semakin dihormati oleh banyak negara karena berhasil mencapai swasembada pangan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Sabtu (9/5).
Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti keberhasilan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan strategis, terutama beras dan jagung, tanpa bergantung pada impor sejak tahun lalu.
“Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, banyak sekali kita, kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” ujar Prabowo.
Pada tahun lalu, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras setelah produksi nasional mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik sebesar 31 juta ton. Capaian tersebut membuat Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras sepanjang 2025.
Sementara itu, berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Juni 2026 yang dirilis Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indonesia diproyeksikan mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Selain menyoroti ketahanan pangan strategis, Prabowo juga menilai Indonesia perlu memperkuat ketahanan protein hewani, khususnya ikan, seiring meningkatnya kebutuhan protein global.
Oleh karena itu, ia mengatakan pemerintah siap melakukan investasi besar-besaran di sektor ekonomi kelautan, atau blue economy, guna mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan nasional.
“Dunia sekarang sangat memerlukan protein ikan, karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan akan terus menjadi perhatian pemerintah guna menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat di berbagai daerah.
“Kita berada di jalan yang benar, rakyat kita harus sejahtera, saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin senyum setiap hari karena penghasilannya baik,” pungkas dia. (her/dav)
Prabowo Akan Distribusikan 1.582 Kapal Nelayan: Gebrakan Besar untuk Ekonomi Pesisir
Presiden RI Prabowo Subianto berjanji akan membangun dan membagikan sebanyak 1.582 kapal ikan untuk nelayan di seluruh Indonesia mulai tahun ini. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perikanan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Hal itu disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Gorontalo, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto berjanji akan membangun dan membagikan sebanyak 1.582 kapal ikan untuk nelayan di seluruh Indonesia mulai tahun ini.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perikanan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Hal itu disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5).
“Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan. Nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu,” ujar Prabowo di hadapan warga dan nelayan.
Distribusi kapal akan dilakukan melalui skema koperasi nelayan. Pemerintah nantinya akan mengatur pola pembagian kapal, termasuk jumlah anggota dalam setiap koperasi penerima bantuan.
“Nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi. Nanti akan diatur apakah 30 nelayan satu koperasi. Nanti kita beri kapal. Kapal ada yang (ukuran) kecil, ada yang menengah, dan ada kapal-kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita. Kita ingin rakyat kita yang mengambil,” tegasnya.
Selain bantuan kapal, pemerintah juga menargetkan pembangunan KNMP di berbagai daerah pesisir Indonesia. Prabowo menyebutkan, pada tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 KNMP.
“Kita tahun ini akan bangun, kita akan resmikan desa nelayan, kampung nelayan seperti ini. Totalnya tahun ini 1.386. Dan tahun depan kita akan bangun lagi,” ujar Prabowo.
Ia menyebut pembangunan KNMP merupakan pekerjaan besar mengingat Indonesia memiliki sekitar 12 ribu desa nelayan yang tersebar di berbagai wilayah.
“Kita seluruh Indonesia punya 12 ribu desa nelayan. Ini pekerjaan besar, tapi kita bangsa yang berani. Saya sering diejek, Prabowo ini, Prabowo itu. Tapi saya tidak ragu-ragu. Untuk rakyat kita tidak ragu-ragu,” ucapnya.
Prabowo juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia.
“Kita berada di jalan yang benar. Rakyat kita harus sejahtera. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera. Saya ingin (nelayan) senyum tiap hari karena penghasilannya baik,” tutup Prabowo. (her/dav)
Prabowo Dorong Penyelesaian Damai Thailand-Kamboja di KTT ASEAN
loading…
Presiden Prabowo Subianto mendorong penyelesaian damai antara Thailand dan Kamboja dalam sesi retret Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendorong penyelesaian damai antara Thailand dan Kamboja menyusul meningkatnya ketegangan di perbatasan kedua negara tersebut. Penegasan Prabowo mengenai penyelesaian secara damai dalam sesi retret Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, berlangsung tertutup.
Dalam sesi tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa masalah perbatasan adalah tantangan yang juga dihadapi oleh banyak negara anggota ASEAN. Namun, penyelesaian atas persoalan tersebut sejatinya dapat dicapai melalui dialog dan perundingan bersama.
“Kita cari jalan-jalan dan solusi-solusi bersama terkait berbagai permasalahan di perbatasan dengan dialog, dengan negosiasi, dengan bekerja sama,” ujar Menteri Luar Negeri Sugiono di sela-sela perhelatan KTT ke-48 ASEAN dikutip Sabtu (9/5/2026).
Prabowo juga mengajak Thailand dan Kamboja mempererat kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua negara. Hal tersebut tetap dapat dilakukan meski sengketa perbatasan tengah diproses melalui jalur hukum internasional.
“Daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan di antara kita, biarlah urusan legal itu terus berjalan, tapi di saat bersamaan, kenapa kita tidak mencari hal-hal yang positif yang bisa kita kerjasamakan,” katanya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo menekankan pentingnya penyelesaian damai dalam berbagai isu kawasan, termasuk situasi antara Thailand dan Kamboja serta perkembangan di Myanmar.
Gebrakan Prabowo: Indonesia Siap Kucurkan Investasi Strategis di Ekonomi Kelautan
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan investasi besar-besaran di ekonomi kelautan. Upaya ini perlu didorong seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani global. Prabowo menilai Indonesia dianugerahi kekayaan laut yang sangat besar. Oleh karena itu, menurutnya, Indonesia tidak hanya harus bersyukur atas potensi tersebut, tetapi juga perlu mengoptimalkannya untuk kesejahteraan masyarakat. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI
Gorontalo, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan investasi besar-besaran di ekonomi kelautan. Upaya ini perlu didorong seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani global.
Prabowo menilai Indonesia dianugerahi kekayaan laut yang sangat besar. Oleh karena itu, menurutnya, Indonesia tidak hanya harus bersyukur atas potensi tersebut, tetapi juga perlu mengoptimalkannya untuk kesejahteraan masyarakat.
“Dunia sekarang sangat memerlukan ikan protein, karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan,” ujar Prabowo ketika meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5).
“Kita harus bersyukur, dan kita harus sekarang besar-besaran investasi,” imbuh dia.
Menurut Prabowo, investasi pada ekonomi kelautan, atau yang ia sebut sebagai blue economy, harus dimulai dengan memperkuat peran nelayan sebagai ujung tombak sektor perikanan nasional. Salah satunya melalui program KNMP, yang diharapkan dapat memperluas akses nelayan terhadap sarana dan prasarana perikanan yang layak.
Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan 1.386 KNMP dapat beroperasi di seluruh Indonesia pada tahun ini dan akan terus membangun desa nelayan setiap tahunnya.
“Dan tahun depan, kita akan bangun lagi 1.000 (KNMP). Dan seterusnya, tiap tahun 1.000, 1.000, 1.000, kita seluruh Indonesia punya 12.000 desa nelayan. Ini pekerjaan besar,” jelas dia.
Selain itu, Prabowo juga mengatakan bahwa pemerintah akan mendistribusikan bantuan 1.582 kapal ikan agar nelayan Indonesia, di mana skema pengelolaannya akan diserahkan melalui koperasi nelayan.
“Nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada kapal-kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil,” tutupnya. (Her/dav)
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Saya Ingin Nelayan Sejahtera!
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5). Prabowo menyatakan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan merupakan salah satu fokus utama pemerintahan yang dipimpinnya. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Gorontalo, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5).
Prabowo menyatakan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan merupakan salah satu fokus utama pemerintahan yang dipimpinnya.
“Kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik ya. Penghasilannya harus tambah. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin (nelayan) senyum tiap hari karena penghasilannya baik,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan masyarakat.
Saat peninjauan, Prabowo melihat langsung sejumlah fasilitas penunjang aktivitas nelayan seperti fasilitas pembuat es dan gudang pendingin (cold storage) untuk mendukung hasil tangkapan nelayan.
Menurut Prabowo, para nelayan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa. Ikan hasil tangkapan nelayan merupakan salah satu sumber protein penting bagi masyarakat.
“Para nelayan punya peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa kita. Para nelayan menghasilkan sumber protein, menghasilkan ikan,” tutur Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo mendorong pengembangan sektor perikanan dan kelautan secara besar-besaran melalui konsep ekonomi biru atau blue ocean economy.
“Dunia sekarang sangat memerlukan ikan sebagai sumber protein. Karena itu, pemerintah yang saya pimpin kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan,” ujarnya.
KNMP Leato Selatan Kota Gorontalo merupakan salah satu lokasi prioritas pembangunan KNMP Tahap I Tahun 2025 yang mulai dibangun pada 11 September 2025 dan berhasil diselesaikan tepat waktu pada 31 Desember 2025 di atas lahan seluas 3.895 m².
Pembangunan kawasan ini dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan yang terintegrasi dengan fasilitas produksi, penanganan hasil perikanan, dan layanan pendukung kawasan pesisir. (her/dav)
Prabowo di Pulau Terluar Miangas: Ini Perintahnya untuk Sekolah dan Puskesmas
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Pulau Miangas, Sabtu (9/5). Ia berkomitmen mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan di wilayah terluar Indonesia. Prabowo memerintahkan renovasi sekolah dan perbaikan puskesmas segera dilakukan, termasuk di Miangas. Revitalisasi fasilitas pendidikan dan kesehatan ini menjadi prioritas utama pemerintah.
Momen Prabowo Menyanyi Bersama Anak-anak di Pulau Miangas, Wilayah Terluar Indonesia
Hamparan laut biru menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di SMK Negeri 2 Talaud, Miangas, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara pada Sabtu (9/5). Suasana hangat dan penuh kegembiraan langsung terasa sejak Prabowo tiba di lokasi sekolah yang berada di wilayah terluar Indonesia tersebut. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Pulau Miangas, Idola 92.6 FM-Hamparan laut biru menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di SMK Negeri 2 Talaud, Miangas, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara pada Sabtu (9/5).
Suasana hangat dan penuh kegembiraan langsung terasa sejak Prabowo tiba di lokasi sekolah yang berada di wilayah terluar Indonesia tersebut.
Begitu turun dari kendaraan, Prabowo berjalan menghampiri siswa-siswi, serta guru yang telah menunggu kedatangannya. Kehadiran Prabowo disambut meriah dengan nyanyian lagu “Maju Tak Gentar” yang dibawakan kompak oleh para pelajar.
Sembari tersenyum, Prabowo menyalami siswa-siswi dan guru satu per satu. Ia juga berbincang santai. Sorak gembira dan tepuk tangan terus terdengar dari para siswa, guru dan warga sekitar yang antusias menyambut.
Suasana semakin semarak ketika Prabowo mengajak anak-anak bernyanyi bersama.
“Bisa lagu ‘Di Sini Senang Di Sana Senang’?” tanya Prabowo kepada para pelajar.
Dengan wajah penuh kebahagiaan, siswa-siswi menyanyikan lagu tersebut bersama Prabowo. Tawa dan keceriaan memenuhi halaman sekolah.
Tak berhenti di situ, Prabowo kembali bertanya kepada para siswa dan guru.
“Hymne Guru bisa?”
“Bisa!” jawab para pelajar dengan kompak.
Prabowo kemudian mengajak semua yang hadir menyanyikan lagu “Hymne Guru”. Ia bahkan meminta seorang perwakilan guru untuk memimpin lagu tersebut.
“Hymne Guru ya. Siapa yang bisa mimpin?” ujar Prabowo.
Seorang guru kemudian maju memimpin nyanyian, diikuti seluruh siswa, guru, dan tamu yang hadir. Suasana berubah menjadi penuh haru dan penghormatan terhadap jasa para guru. Lagu diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Kebersamaan itu berlanjut dengan lagu “Kasih Ibu” yang dinyanyikan bersama-sama. Nuansa haru dan kegembiraan menyatu dalam momen tersebut. Prabowo pun meminta lagu itu diulang kembali.
“Terus lagi. Sekali lagi,” ucap Prabowo disambut antusias para siswa.
Kunjungan Presiden Prabowo ke SMK Negeri 2 Talaud untuk melihat langsung kondisi pendidikan di wilayah terluar, termasuk sarana belajar, kebutuhan guru, hingga kualitas fasilitas pendukung pendidikan.
Prabowo juga akan menyerahkan bantuan ponsel, alat tulis, dan mainan edukatif kepada masyarakat serta anak-anak sekolah di sana. (her/dav)