Kunjungan Prabowo ke Rusia: Mengurai Strategi Geopolitik dan Ambisi Energi Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Moskow, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menilai pentingnya konsultasi geopolitik dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Dalam hal ini, Prabowo memandang Rusia sebagai mitra yang tepat karena negara tersebut dianggap berperan positif dalam menghadapi kondisi geopolitik. Selain itu, ia juga berharap kedua negara dapat terus meningkatkan kerja sama strategis di tengah gejolak global saat ini.
“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” ujar Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Putin yang telah menerima kunjungannya meski dengan pemberitahuan singkat.
“Terima kasih Yang Mulia, Presiden Putin, saya yang terima kasih karena saya diterima dengan permintaan yang begitu singkat. Tapi di tengah kesibukan Anda, Anda bisa terima saya, saya sangat terima kasih,” jelas dia.
Sementara itu, Putin juga menganggap penting kunjungan Prabowo kali ini. Menurutnya, kehadiran Prabowo di Kremlin memiliki arti yang sangat besar di tengah situasi dan perkembangan global.
Oleh karenanya, ia juga berharap bahwa kedua negara dapat lebih meningkatkan kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi.
“Kunjungan yang mulia merupakan makna yang sangat besar dan sangat penting terutama mengingat situasi dan perkembangan sekarang di dunia,” ujar Putin. (her/dav)
Prabowo Sorot Dukungan Rusia untuk BRICS Indonesia: Ini Dia Peluang Kerja Sama Raksasa yang Menanti.
Presiden Prabowo Subianto berterima kasih kepada Presiden Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Senin (13/4). Apresiasi diberikan atas dukungan Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS. Bergabungnya Indonesia ke BRICS memperkuat posisi global dan membuka peluang kerja sama bilateral baru. BRICS adalah forum kerja sama ekonomi penting.
Mahasiswi Indonesia di Moskow Puji Kepedulian Prabowo terhadap Mahasiswa RI di Rusia
Mahasiswi Indonesia di Rusia, Alya, menyampaikan kesan positifnya setelah kembali bertemu Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Moskow, Rusia, Senin (13/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Moskow, Idola 92.6 FM-Mahasiswi Indonesia di Rusia, Alya, menyampaikan kesan positifnya setelah kembali bertemu Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Moskow, Rusia, Senin (13/4).
Alya mengatakan bahwa ini bukan kali pertama ia bertemu langsung dengan Prabowo. Pertemuan pertama terjadi pada Desember lalu, saat Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow di tengah musim dingin.
Namun, bagi Alya, pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam. Menurutnya, saat itu Prabowo menunjukkan gestur kepedulian terhadap mahasiswa Indonesia di Rusia. Momen tersebut pun tak pernah lepas dari ingatannya hingga kini.
“Saat kedatangan beliau bulan Desember lalu, ketika kami berada di luar dalam hujan salju yang deras, Bapak mempersilakan kami masuk ke dalam hotel dan menyambut kami dengan sangat baik,” tutur Alya kala ditemui, Senin (13/4).
Selain itu, mahasiswi asal Cirebon, Jawa Barat, yang tengah menempuh studi di Higher School of Economics, Rusia, jurusan Bisnis Informatika, ini juga menyampaikan kekagumannya terhadap Prabowo.
Menurutnya, Prabowo adalah sosok presiden yang kalem dan baik hati. Oleh karena itu, dalam kunjungan kali ini, ia pun mendoakan agar Prabowo senantiasa sehat dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.
“Harapan saya untuk Bapak, semoga sehat selalu dan terus memperjuangkan yang terbaik untuk Indonesia ke depannya,” pungkasnya.
Lebih lanjut, dengan kunjungan kenegaraan kedua Prabowo ke Rusia, Alya juga berharap hubungan kerja sama Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang pendidikan, dapat terus diperluas.
“Harapan saya ke depannya semakin banyak kerja sama Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang pendidikan, seperti peningkatan jumlah mahasiswa yang mendapatkan scholarship untuk datang ke Rusia,” tutup Alya. (her/dav)
Prabowo Bertemu Putin, DPR Dorong Gencatan Senjata Permanen Iran
loading…
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan bilateral di Kremlin, Moskow, Rabu (10/12/2025). Foto/BPMI Setpres
MOSKOW – Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Oleh Soleh menyampaikan dukungannya terhadap kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia yang dijadwalkan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Menurutnya, kunjungan tersebut memiliki arti strategis di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, terutama terkait konflik di Timur Tengah dan isu ketahanan energi.
“Kunjungan ke Rusia sangat penting dalam membahas kondisi geopolitik global. Ini menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam mewujudkan keamanan dan perdamaian dunia,” ujar Oleh Soleh, Senin (13/4/2026).
Ia menekankan bahwa Indonesia bersama Rusia dapat memainkan peran penting dalam mendorong perdamaian dunia. Salah satu langkah konkret yang dapat diusulkan adalah mendorong gencatan senjata permanen, khususnya dalam perang antara Iran dan Amerika Serikat.
Prabowo Buka Asrama Gratis: Ubah Hidup Anak Miskin, Fasilitas Lengkap Jadi Sorotan
Raisa, siswa kelas 5 SRD 2 Surakarta, bersekolah di Sekolah Rakyat setelah orang tuanya bercerai. Program ini menyediakan fasilitas pendidikan lengkap: seragam, asrama, makanan, dan kelas digital. Ini membantu Raisa mengejar cita-cita menjadi Polwan. Ia berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Sekolah Rakyat yang mendukungnya.
Solusi Prabowo: Sekolah Rakyat, Penyelamat Anak Yatim dari Jurang Putus Sekolah dan Tawuran
Sekolah Rakyat, inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto, menyelamatkan Julio, anak yatim dari Surakarta. Julio, sebelumnya putus sekolah dan terlibat tawuran, kini kembali belajar. Sekolah berasrama gratis untuk anak miskin ekstrem ini menyediakan pendidikan. Ibu Welas (74 tahun) menyaksikan perubahan positif cucunya, Julio, yang kini lebih tenang.
Nenek Ini Beri Nama Cucunya Adhi Darma, Ikuti Saran Tak Terduga dari Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menggelar halal bihalal dan open house Idulfitri 1447 H di Istana Negara. Ribuan warga hadir antusias. Seorang nenek meminta saran nama bayi untuk cucunya yang akan lahir. Presiden Prabowo memberikan nama “Adi Dharma”. Bayi tersebut kini bernama Zayden Pires Adi Dharma, seperti dibagikan di TikTok.
Prabowo Dorong Pesilat Muda: Lestarikan Budaya, Taklukkan Dunia dengan Pencak Silat
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan inspiratif di Munas IPSI. Pesan pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa mengesankan pesilat muda Fiqih Bagus Pratama. Fiqih berharap pencak silat masuk Olimpiade dan dikenal dunia sebagai bela diri kuat serta bermoral. Generasi muda didorong mempersiapkan diri, berlatih keras.
Cerita Prabowo 34 Tahun Mengabdikan Diri Kembangkan Pencak Silat
Presiden RI Prabowo Subianto menceritakan perjalanan panjang pengabdiannya di dunia pencak silat selama lebih dari tiga dekade. Hal itu disampaikannya dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Masa Bakti 2026–2030 di Jakarta Convention Center, Sabtu (11/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menceritakan perjalanan panjang pengabdiannya di dunia pencak silat selama lebih dari tiga dekade. Hal itu disampaikannya dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Masa Bakti 2026–2030 di Jakarta Convention Center, Sabtu (11/4).
Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, Prabowo menyebut momen tersebut sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya bersama pencak silat. Prabowo menuturkan, keterlibatannya di IPSI telah berlangsung selama 34 tahun, baik sebagai Wakil Ketua Umum maupun Ketua Umum.
“Kalau dihitung hari ini, bisa dikatakan saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun. Kalau tidak salah Sebagai Wakil Ketua Umum 4 periode. Kemudian sebagai Ketua Umum 5 periode,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan keputusan untuk tidak melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum PB IPSI, seiring tanggung jawabnya sebagai Presiden RI.
“Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya, sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai Ketua Umum PB IPSI,” ucapnnya, seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Ia mengakui, dalam beberapa tahun terakhir dirinya tidak lagi aktif secara langsung, namun tetap memberikan dukungan bagi perkembangan pencak silat nasional.
“Saya pun minta maaf berapa saat ini, bisa dikatakan sudah hampir 3 tahun saya tidak terlalu aktif di depan. Tapi saya mendukung selalu dari belakang. Apalagi sekarang presiden, saya kira pembinaan PB IPSI akan lebih dahsyat lagi,” bebernya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa kepemimpinan di IPSI adalah bagian dari estafet perjuangan, sekaligus menyinggung sosok pendahulunya. “Sebenarnya Ketua Umum PB IPSI itu adalah Pak Eddy Nalapraya. Saya hanya penggantinya. Saya tidak tahu pengganti saya siapa. Saudara yang akan putuskan,” ujar Prabowo.
Dalam refleksi pribadinya, Prabowo mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap pencak silat telah tumbuh sejak kecil, dipengaruhi oleh keluarga yang juga memiliki kedekatan dengan dunia pencak silat.
“Saya ingin sedikit nostalgia karena kakek saya salah satu juga Penggemar dan pendiri perguruan pencak silat di Madiun, Setia Hati. Itu tahun sebelum kemerdekaan,” katanya.
“Kemudian orang tua saya juga salah satu pembina Pengurus Besar IPSI cukup lama juga. Sehingga bagi saya, pencak silat adalah suatu panggilan sebagai anak bangsa,” Prabowo melanjutkan.
Meski tak lagi menjabat, Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pencak silat. “Dengan jabatan atau pun tidak, seorang pendekar adalah sampai napas dia terakhir, dia pendekar,” Prabowo menyatakan komitmennya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum berhasil membawa pencak silat masuk Olimpiade, namun tetap optimistis hal itu dapat terwujud di masa mendatang.
“Banyak tugas PB IPSI ke depan. Saya minta maaf belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita terus berusaha. Saya yakin pengganti saya nanti akan akan berhasil membawa ke Olimpiade. Saya yakin,” ucapnya.
Prabowo mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi mengharumkan nama bangsa melalui pencak silat di kancah internasional. Ia menegaskan, selain mengejar prestasi global, menjaga kemurnian nilai pencak silat tetap menjadi hal utama.
“Kita mendukung norma berbangsa di mata dunia. Perjalanan masih jauh, kita berharap pencak silat akan masuk Olimpiade. Kita yakin akan masuk, tapi kita tidak perlu juga terlalu obsesi. Obsesi kita harus menjaga untuk kemurnian pencak silat itu sendiri. Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat,” pungkasnya. (her/dav)
Pencak Silat Tembus Olimpiade: Ini Alasan Pesilat Indonesia Bersatu Dukung Prabowo
Pesilat Indonesia mendukung misi Presiden Prabowo Subianto membawa pencak silat ke Olimpiade. Mereka berharap Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI merumuskan strategi matang. Prabowo tidak mencalonkan diri lagi sebagai Ketua Umum IPSI, namun berharap penerusnya melanjutkan misi ini. Munas diharapkan memperkuat organisasi dan melahirkan kebijakan strategis untuk pencak silat di kancah internasional.