Satu Dekade WTP Semarang: Wali Kota Agustina Jamin Tiap Rupiah APBD Kembali ke Rakyat
loading…
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menerima LHP BPK, Rabu (11/6).
SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi bukti bahwa tata kelola keuangan Kota Semarang berjalan secara akuntabel, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, raihan WTP bukan sekadar penghargaan atas tertib administrasi keuangan. Lebih dari itu, WTP merupakan bukti bahwa Pemerintah Kota Semarang serius menjaga amanah masyarakat dengan memastikan setiap rupiah APBD dikelola secara hati-hati, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang, DPRD, dan berbagai pihak yang terus mengawal jalannya pemerintahan. Namun bagi saya, yang paling penting bukan sekadar mendapatkan WTP, melainkan memastikan bahwa uang rakyat benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang dirasakan manfaatnya,” ujar Agustina usai menerima LHP BPK, Rabu (11/6).
Agustina menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus dipahami sebagai instrumen untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sepanjang tahun 2025 Pemkot Semarang mengarahkan anggaran pada program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung, mulai dari pembangunan jalan dan drainase, penanganan banjir, peningkatan kualitas permukiman, layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga berbagai program perlindungan sosial.
Menurutnya, keberhasilan tata kelola keuangan tidak diukur dari tebalnya laporan atau banyaknya penghargaan yang diterima pemerintah. Ukuran sesungguhnya adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Dulu Dirundung, Kini Berani Bermimpi: Kisah Gede Bagus Menata Masa Depan di Sekolah Rakyat
Perjalanan Gede Bagus Abimanyu, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, menjadi kisah perubahan yang penuh harapan. Pernah mengalami perundungan dan kehilangan kepercayaan diri, kini ia berhasil bangkit, menemukan kembali semangat hidup, serta menata masa depan dengan lebih optimistis. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Tabanan, Idola 92.6 FM-Perjalanan Gede Bagus Abimanyu, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, menjadi kisah perubahan yang penuh harapan.
Pernah mengalami perundungan dan kehilangan kepercayaan diri, kini ia berhasil bangkit, menemukan kembali semangat hidup, serta menata masa depan dengan lebih optimistis.
Gede Bagus menuturkan bahwa titik balik dalam hidupnya dimulai ketika ia bergabung dengan SRMP 17 Tabanan. Dukungan dari teman-teman, guru, dan wali asuh menjadi faktor penting yang membantunya pulih dari pengalaman pahit yang pernah dialami.
“Semuanya dimulai sejak saya masuk sekolah di sini. Teman-teman, guru, dan wali asuh sangat mendukung saya. Dari situlah saya mulai membangun kembali kepercayaan diri,” ujarnya.
Perlahan, ia kembali berani berbicara, berinteraksi dengan lingkungan baru, dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Kepercayaan yang diberikan kepadanya pun terus tumbuh hingga akhirnya ia dipercaya menjadi anggota tim anti-perundungan di sekolah.
“Sampai sekarang saya dipercaya menjadi salah satu anggota tim anti-perundungan,” tambahnya.
Menurut Gede Bagus, kehadiran Sekolah Rakyat membawa perubahan besar dalam kehidupannya, terutama dalam membentuk kedisiplinan, karakter, dan pola pikir yang lebih positif.
“Yang paling terasa adalah kedisiplinannya. Saya bangga menjadi bagian dari Sekolah Rakyat karena di sini saya mendapatkan pendidikan yang baik dan bimbingan yang berkualitas. Hidup saya sekarang menjadi lebih terarah,” katanya.
Ia juga mengingat pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar tidak mudah menyerah saat menghadapi hinaan atau ejekan, serta selalu membalas perlakuan buruk dengan kesantunan dan kebaikan.
“Walaupun ada yang menghina atau mengejek, jangan dihiraukan. Balaslah dengan kesantunan dan kebaikan. Terima kasih, Pak Presiden,” ucapnya mengingat pesan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Gede Bagus menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo atas hadirnya Sekolah Rakyat yang telah memberinya kesempatan untuk berkembang dan memperbaiki masa depan.
“Untuk Pak Presiden, saya sangat berterima kasih. Tadi saya tidak bisa menyampaikan semuanya karena berada di depan banyak orang. Namun, saya sangat berterima kasih dan berharap suatu saat bisa bertemu lagi untuk menyampaikan terima kasih secara langsung,” ungkapnya.
Memiliki cita-cita menjadi seorang programmer, Gede Bagus mengaku tertarik pada dunia teknologi dan komputer. Ia pun membayangkan masa depan ketika berhasil mewujudkan impiannya tersebut.
“Cita-cita saya ingin menjadi programmer. Saya sangat menyukai dunia komputer dan teknologi,” ujarnya.
Kelak, ketika berhasil meraih cita-citanya, ia ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, para guru, dan semua pihak yang telah berkontribusi menghadirkan Sekolah Rakyat.
“Yang pertama tentu ibu dan orang tua saya, guru-guru saya, serta para menteri yang telah membangun Sekolah Rakyat,” katanya.
Terkait fasilitas di SRMP 17 Tabanan, Gede Bagus menilai seluruh kebutuhan siswa telah terpenuhi dengan baik, mulai dari asrama, perlengkapan pribadi, makanan bergizi, hingga sarana belajar.
“Saat bangun tidur, kami sudah difasilitasi kasur, bantal, dan perlengkapan kebersihan diri. Makan tiga kali sehari dengan dua kali makanan ringan. Seragam, sepatu, dan alat tulis juga tersedia lengkap,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Gede Bagus berharap program Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak Indonesia yang membutuhkan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Harapan saya, semakin banyak Sekolah Rakyat dibangun agar bisa membantu lebih banyak orang,” tutupnya. (her/dav)
Harapan Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tabanan: Supaya Hidupnya Lebih Baik dari Saya
Suasana haru mewarnai kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6). Salah satu momen yang menyentuh datang dari Ade Sri Rejeki, ibu dari siswa bernama Gede Bagus Abimanyu, yang berbagi kisah perjuangannya membesarkan sang anak. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Tabanan, Idola 92.6 FM-Suasana haru mewarnai kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6). Salah satu momen yang menyentuh datang dari Ade Sri Rejeki, ibu dari siswa bernama Gede Bagus Abimanyu, yang berbagi kisah perjuangannya membesarkan sang anak.
Ade mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai orang tua tunggal sebelum akhirnya kembali berkeluarga dan merawat anaknya bersama pasangannya.
“Ya, saya bangga sama anak saya. Karena memang dari kecil saya single parent. Terus saya dapat jodoh lagi. Terus dirawat berdua sampai saat ini,” ujarnya.
Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas program Sekolah Rakyat yang dinilainya telah membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anaknya. “Untuk Sekolah Rakyat, saya terima kasih sekali karena bisa membantu anak saya sekolah dengan baik,” tambahnya dengan haru.
Saat ditanya soal harapan untuk anaknya, Ade mengungkapkan keinginan sederhana namun penuh makna. “Supaya kehidupannya lebih baik dari saya, dari bapaknya juga,” ucapnya.
Ia pun menitipkan pesan untuk sang anak agar tetap bersemangat dan tidak mudah goyah oleh ucapan orang lain. “Pokoknya belajar yang rajin, tetap semangat. Jangan dengarkan kata-kata orang yang menyakiti kita. Kita balas saja dengan kebaikan,” pesan Ade.
Menutup kesempatan itu, Ade menyampaikan terima kasih langsung kepada Presiden Prabowo. “Untuk Pak Presiden, saya mengucapkan terima kasih banyak karena sudah mengadakan Sekolah Rakyat, jadi anak saya bisa mendapatkan masa depan yang lebih cerah,” tutupnya.
Program Sekolah Rakyat di SRMP 17 Tabanan menjadi salah satu ruang harapan baru bagi keluarga yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka meski di tengah keterbatasan ekonomi. (her/dav)
Kisah Arlan, Siswa Sekolah Rakyat yang Terinspirasi Prabowo: Ingin Jadi Menteri Pendidikan
Suasana semangat dan haru mewarnai kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6). Dalam momen itu, sorot mata Prabowo tertuju pada penampilan salah satu siswa bernama I Ketut Arlan. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Tabanan, Idola 92.6 FM-Suasana semangat dan haru mewarnai kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali. Dalam momen itu, sorot mata Prabowo tertuju pada penampilan salah satu siswa bernama I Ketut Arlan.
Arlan menyampaikan pesan langsung berbahasa Inggris untuk menggambarkan rasa terima kasih dan harapan besar terhadap masa depan pendidikan di Indonesia melalui Sekolah Rakyat yang diinisiasi Prabowo.
“Thank you President Prabowo Subianto, thank you for giving us school, food, shelters, teachers and hope. Thank you for Indonesia future belong to every child,” ujar Arlan di atas panggung dan langsung mendapatkan tepuk tangan dari Prabowo.
Usai penampilan itu, Prabowo tak lupa untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada Arlan. Prabowo memberikan kenang-kenangan berupa pin sebagai simbol penghargaan atas semangat, kerja keras, dan keberaniannya.
Di kesempatan yang sama, Prabowo menanyakan apa cita-cita Arlan selepas mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. Dengan lantang, Arlan menjawab bahwa ia ingin menjadi Menteri Pendidikan.
Dari cita-citanya. Arlan berharap generasi seterusnya juga bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama di Sekolah Rakyat.
“Cita-cita saya tuh mau jadi Menteri Pendidikan karena saya itu peduli dengan generasi-generasi muda. Jadi, saya itu ingin mendidik dan bisa memberikan hal-hal baik kepada generasi mendatang,” kata Arlan.
Dia mengingat pesan yang disampaikan oleh Prabowo saat memberikan arahan dalam sambutannya agar senantiasa terus semangat dalam menggapai cita-cita.
“Saya tuh harus lebih semangat lagi untuk meraih cita-cita. Saya tidak boleh menyerah, apa pun rintangan yang terjadi,” kata Arlan. (her/dav)
Prabowo Santap Makan Siang Gratis Bersama Pelajar Sekolah Rakyat di Tabanan: Momen Lahap yang Jadi Sorotan
Presiden Prabowo Subianto makan siang bersama pelajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6). Kegiatan ini menampilkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo berinteraksi dengan siswa dan wali murid di ruang makan sekolah tersebut.
Prabowo Tegaskan: Sekolah Rakyat, Solusi Nyata Warga Termiskin dan Kurang Berdaya
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara untuk membantu masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang layak. Hal itu disampaikan Presiden saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Tabanan, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara untuk membantu masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang layak.
Saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6), Presiden menekankan, tujuan utama program tersebut adalah memberikan kesempatan yang lebih baik bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.
“Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah, mereka yang paling kurang berdaya,” ujar Prabowo.
Menurut Presiden, pembangunan bangsa pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah pendaftar di SRMP 17 Tabanan telah mencapai sekitar 400 siswa, sementara kapasitas sekolah saat ini baru sekitar 270 siswa.
Menyikapi kondisi tersebut, Presiden meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera mencari solusi agar lebih banyak anak dapat memperoleh akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
“Berarti kita harus tambah secepat mungkin, nanti diusahakan bupati-bupati, kalau tidak ya nanti pemerintah pusat cari lahan. Ya kita upayakan,” ujar Prabowo.
Presiden juga meminta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memanfaatkan fasilitas negara yang tersedia sambil menunggu pembangunan sekolah permanen.
“Nanti diusahakan bupati-bupati kita. Gimana caranya kreativitas saudara diupayakan. Seskab koordinasi dengan Kementerian Lembaga lain, (kalau ada fasilitas) mungkin kurang dimanfaatkan bisa dipinjam sampai sekolah yang permanen jadi,” tutur Prabowo.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan rencana pengembangan Sekolah Rakyat di Bali. Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, ke depan pemerintah menargetkan pembangunan satu Sekolah Rakyat permanen di setiap kabupaten dan kota di Pulau Dewata.
“Untuk rencananya (akan dibangun Sekolah Rakyat di) semua kabupaten satu, kota satu,” ujar Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf. (her/dav)
Prabowo Sorot Misi Besar Siswa Sekolah Rakyat: Angkat Derajat Orang Tua, Tentukan Arah Bangsa
Presiden RI Prabowo Subianto meminta siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-cita di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo di hadapan orang tua dan para siswa SRMP 17 Tabanan, Minggu (7/6). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Tabanan, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto meminta siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-cita di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya menghormati guru, mencintai orang tua, menjaga sikap santun, serta memiliki semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Patuh sama guru ya. Selalu cintai orang tuamu. Orang tuamu bekerja keras untuk kamu. Apapun pekerjaannya adalah sangat mulia. Kamu nanti harus angkat (derajat) orang tuamu. Kamu harapan orang tuamu,” ujar Presiden Prabowo di hadapan orang tua dan para siswa SRMP 17 Tabanan, Minggu (7/6).
Prabowo mengajak para siswa untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Dia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter dan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Belajar, belajar, belajar yang baik. Hormati guru, cintai orang tua. Selalu rukun sama kawan. Selalu baik sama orang lain. Sopan santun,” katanya.
Presiden turut mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh sikap negatif terhadap orang lain. Ia meminta para siswa menjalani kehidupan tanpa rasa benci dan iri agar bisa berhasil. “Jangan sekali-sekali jelek-jelekin orang. Jangan benci orang lain. Hidup dengan baik, rukun. Itu kunci dari keberhasilan,” lanjutnya.
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Presiden juga memberikan semangat kepada salah seorang siswa yang menceritakan pengalaman pernah menjadi sasaran ejekan. Menurut Presiden, setiap orang, termasuk dirinya sebagai Presiden sampai sekarang, juga pernah mengalami hal serupa.
“Terima kasih tadi, siapa. Bagus (Siswa Sekolah Rakyat Tabanan 17 Bali) ya. Kamu dulu diejek, nggak apa-apa. Nggak apa-apa diejek. Jangankan kamu, saya pun sering diejek sampai sekarang. Presiden pun sering diejek. Nggak apa-apa, yang penting hatimu, hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh. Semakin berani, semakin sopan. Dihina, sopan. Jangan kecil hati,” ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa banyak tokoh sukses lahir dari keluarga sederhana dan mampu mengubah nasib karena tidak menyerah pada keadaan. Oleh karena itu, para siswa harus tetap optimis dan melihat sisi positif dalam setiap kesulitan yang dihadapi.
“Terima kasih. Kamu nanti akan berhasil. Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin. Banyak sekali. Tapi anaknya tidak mau menyerah. Anaknya tidak mau putus asa. Anaknya selalu gembira. Di tengah kesulitan, cari yang baik. Pasti akan ada kebaikan yang datang. Kita percaya itu,” ujarnya.
Presiden Prabowo mengajak dan mengingatkan seluruh unsur Sekolah Rakyat Tabanan, Bali, untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya demi masa depan generasi muda Indonesia.
“Kepala sekolah, jalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Anak didik, gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Teliti, rajin, disiplin, berbuat yang terbaik,” pesan Prabowo. (her/dav)
Prabowo Tinjau Langsung Sekolah Rakyat Bali, Sambutan Tari Kecak Siswa Jadi Magnet Perhatian.
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung perkembangan salah satu Sekolah Rakyat di luar Jawa, yakni di Tabanan, Bali, Minggu (07/06). Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas presiden. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Tabanan, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung perkembangan salah satu Sekolah Rakyat di luar Jawa, yakni di Tabanan, Bali. Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas presiden.
Prabowo tiba di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada pukul 11.42 WITA atau pada pukul 10.42 WIB, Minggu (7/6). Kedatangan Prabowo di Bali disambut hangat dan semarak oleh para siswa dan juga warga sekitar yang sudah menunggu di area sekolah.
Begitu mobil Maung RI 1 kebanggaan Indonesia yang membawa Prabowo memasuki area sekolah, para siswa itu pun langsung berseru serempak bernyanyi dengan kompak menyambut kedatangan.
“Selamat datang Bapak Presiden Prabowo!” seru para pelajar di SRMP 17 Tabanan.
Tak hanya itu, suasana penyambutan juga semakin meriah dengan adanya penampilan Tari Kecak yang merupakan tarian khas Bali yang ditampilkan oleh siswa SRMP 17 Tabanan.
Irama khas “cak… cak… cak…” mengiringi gerak kompak para siswa muda yang tampil penuh semangat di hadapan Prabowo.
Usai pertunjukan singkat itu, Prabowo juga tampak menyempatkan diri berjabat tangan dan menyalami para siswa yang tampil menarikan Tari Kecak itu.
Prabowo juga menyempatkan berbincang singkat dengan sejumlah pelajar. Presiden tampak berinteraksi guyub dengan para siswa. Kegiatan Prabowo dilanjutkan dengan meninjau fasilitas dan proses pembelajaran di SRMP 17 Tabanan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari arahan Prabowo untuk memastikan akses pendidikan bagi anak-anak yang belum bersekolah atau berpotensi putus sekolah.
“Sekolah Rakyat ini merupakan arahan langsung Bapak Presiden. Tidak ada pendaftaran berbayar, tidak boleh ada titipan. Kita menjangkau anak-anak yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan,” ujar Saifullah. (her/dav)
Mengejar 2026: Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Tembus 70%, Apa Selanjutnya?
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat di 93 lokasi telah mencapai rata-rata hampir 70 persen. Pemerintah pun terus mempercepat pekerjaan agar seluruh proyek dapat diselesaikan sesuai target pada 20 Juni 2026. Hal itu dikatakan Menteri PU, Dody Hanggodo, Jumat (05/06). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat di 93 lokasi telah mencapai rata-rata hampir 70 persen.
Pemerintah pun terus mempercepat pekerjaan agar seluruh proyek dapat diselesaikan sesuai target pada 20 Juni 2026.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan bahwa percepatan pembangunan terus dilakukan di seluruh lokasi dengan kenaikan progres rata-rata 1 hingga 3 persen per hari.
“Sekolah Rakyat itu progres rata-rata untuk 93 lokasi sudah hampir 70 persen. Jadi per hari itu kita kejar rata-rata 1 sampai 2 persen, bahkan ada yang kita kejar sampai 3 persen, tergantung lokasi,” ujar Dody di kantornya, Jumat (5/6).
Menurut Dody, sejumlah lokasi yang sebelumnya sempat tertinggal kini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Beberapa di antaranya berada di Singkawang, Brebes, Dharmasraya, Cilacap, dan Lombok Utara.
Dody menambahkan, pemerintah terus melakukan pendampingan terhadap penyedia jasa konstruksi agar hambatan di lapangan tidak mengganggu jadwal penyelesaian proyek.
Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan BUMN Karya dan Danantara untuk membantu mengatasi berbagai kendala, termasuk masalah pendanaan.
“Kalau mereka punya kesulitan finansial atau apa pun misalnya, itu bisa dibantu sehingga progresnya tidak terlambat,” katanya.
Ia mengakui laju pembangunan sempat melambat saat libur Iduladha karena banyak pekerja yang pulang ke kampung halaman. Namun, kondisi tersebut kini telah kembali normal dan aktivitas konstruksi kembali berjalan penuh.
“Bahkan waktu saya ke Lombok kemarin itu masih suasana Iduladha, tetapi mereka sudah mulai bekerja. Jadi semua penyedia jasa sepertinya memang sedang optimistis, sedang berlari kencang untuk mengejar target selesai 20 Juni,” jelasnya.
Meski demikian, Dody mengakui tidak seluruh lokasi memiliki tingkat kemajuan yang sama. Ia memperkirakan sekitar 80 persen lebih lokasi berpotensi selesai tepat waktu.
Kendati demikian, pemerintah tetap berupaya agar seluruh 93 titik dapat rampung sesuai target.
“Tetap saya upayakan 93 lokasi itu bisa benar-benar selesai di 20 Juni (2026),” imbuhnya.
Dody juga memastikan tidak ada proyek Sekolah Rakyat yang masih berada pada progres nol persen.
Sejumlah daerah bahkan telah masuk kategori zona hijau dengan progres fisik pembangunan mencapai sekitar 85 persen.
Lokasi-lokasi tersebut antara lain Sragen, Medan, Semarang, Bengkulu, Makassar, Sinjai, dan Takalar.
Menurut Dody, tingginya progres pembangunan di wilayah tersebut bukan karena perlakuan khusus, melainkan karena proses kontrak pekerjaan dimulai lebih awal dibandingkan lokasi lainnya.
Sebaliknya, perhatian pemerintah saat ini lebih difokuskan pada proyek yang masuk kategori merah dan kuning.
Berbagai solusi disiapkan untuk mengatasi kendala di lapangan, mulai dari tambahan tenaga kerja hingga dukungan pembiayaan sementara.
“Kalau kurang orang, kita tawarkan dari Zeni. Sudah masuk support dari Panglima TNI juga cukup besar. Kemudian kalau misalnya kurang pendanaan, kita minta tolong Danantara untuk bridging,” pungkas Dody. (her/dav)
Mensos Gelar Open House Sekolah Rakyat Jelang 1 Tahun Beroperasi
loading…
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menggelar open house Sekolah Rakyat menjelang satu tahun penyelenggaraannya pada Juli 2026. Foto: Istimewa
BOGOR – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menggelar open house Sekolah Rakyat menjelang satu tahun penyelenggaraannya pada Juli 2026. Melalui kegiatan ini, para tamu yang hadir bisa melihat langsung proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.
Sebelumnya, open house telah diawali oleh kedatangan Pengurus Nasional Karang Taruna ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi pada Mei lalu (13/5). Kali ini giliran para calon siswa (casis) bersama orang tuanya yang mendapat kesempatan untuk mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor.
“Hari ini kita diberi kesempatan untuk bersilaturahmi, bertemu dengan Bapak Ibu sekalian dalam rangka kegiatan Open House Sekolah Rakyat menjelang satu tahun dimulainya penyelenggaraan Sekolah Rakyat pada Juli tahun 2025 lalu,” kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat berdialog dengan casis di SRMP 10 Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Kedatangan casis dan orang tua casis disambut oleh penampilan yel-yel, pidato 4 bahasa asing, dan paduan suara dari siswa SRMP 10 Bogor serta penampilan tari. Pada kesempatan ini mereka juga berkesempatan untuk berdialog dengan Gus Ipul.
Acara dipandu oleh MC yang merupakan siswa SRMA 13 Bekasi, bernama Misfan Nazriel Faturrahman. Dia membuka dan memandu acara menggunakan Bahasa Inggris, menunjukkan bahwa kepercayaan dirinya telah tumbuh selama hampir satu tahun di Sekolah Rakyat.