Nadiem Jalani Operasi seusai Dituntut 18 Tahun Penjara, Istri Setia Menemani
loading…
Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menjalani operasi tadi malam. Operasi itu dilakukan setelah pada sore harinya Nadiem dituntut 18 tahun penjara terkait kasus pengadaan chromebook dan CDM. Foto/Tangkapan layar IG @frankamarim
JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menjalani operasi tadi malam. Operasi itu dilakukan setelah pada sore harinya Nadiem dituntut 18 tahun penjara terkait kasus pengadaan chromebook dan chrome device management (CDM).
Momen Nadiem menjalani operasi dibagikan sang istri, Franka Franklin Makarim melalui akun Instagram. Ada tiga foto yang diunggah. Franka pun tampak setia menemani Nadiem.
“Kemarin hari dimulai di pengadilan. Malam tadi, Nadiem masuk ke meja operasi untuk kelima kalinya. Di antara dua momen itu, kami hanya bisa berdoa,” tulis Franka dalam caption atau takarir foto yang diunggahnya, dikutip Kamis (14/5/2026).
Franka menulis, dirinya tidak akan berbicara tentang tuntutan yang dibacakan jaksa. “Yang saya tahu, saya ada di sini, kami semua tetap di sini. Dan ia, dengan segala yang sedang ditanggungnya, tidak sendiri.”
Mantan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim menjalani sidang tuntutan di Pengadilan TIpikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Foto/istimewa
JAKARTA – Mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dituntut 18 tahun pidana penjara dan denda Rp1 miliar yang harus dibayarkan dalam kurun waktu satu bulan subsidair 190 hari atau 6,5 bulan. Tidak hanya itu, Nadiem juga dikenakan pidana tambahan berupa uang pengganti Rp809 miliar dan Rp4,8 triliun, subsidair 9 tahun penjara apabila uang pengganti tidak dibayarkan.
Tim Penasihat Hukum menilai tuntutan tersebut tidak berdasarkan fakta persidangan maupun alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam KUHAP. Sepanjang proses persidangan, tidak terdapat bukti niat jahat atau mens rea dari Nadiem untuk memaksakan pengadaan Chromebook.
Selain itu, tidak terdapat bukti yang menunjukkan adanya penerimaan aliran dana oleh Nadiem, tidak terbukti adanya kerugian negara, dan tidak terbukti adanya mark-up atau kemahalan harga Chromebook serta tidak terbukti adanya pelanggaran prosedur dalam pengadaan.
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, 80 Ribu di Antaranya di Bawah 10 Tahun
loading…
Menkomdigi Meutya Hafid mengungkap hampir 200.000 anak Indonesia telah terpapar judi online (Judol). Foto/istimewa
M – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkap hampir 200.000 anak Indonesia telah terpapar judi online (Judol), termasuk sekitar 80.000 anak di bawah usia 10 tahun. Angka tersebut disebut menjadi alarm serius bagi masa depan generasi bangsa.
Hal itu disampaikan Meutya saat kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol – Jauhi Judol, Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online di Kota Medan, pada Rabu, 13 Mei 2026.
“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang. Karena itu, kita semua harus menjadi garda edukasi, saling mengingatkan, serta melindungi keluarga dan anak-anak kita dari maraknya praktik ilegal ini,” terang Meutya, dikutip Kamis (14/5/2026).
Menurut Meutya, pemberantasan judi online tidak cukup hanya melalui pemutusan akses dan penindakan hukum. Pemerintah juga terus memperkuat literasi digital dan melibatkan masyarakat sebagai benteng utama pencegahan.
Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Masyarakat Miskin, Jumlah Siswa Sekolah Rakyat Capai 46 Ribu di Tahun Ini
Pemerintah mempeluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelum bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara dalam rapat terbatas (Ratas), Selasa (12/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah mempeluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelum bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara dalam rapat terbatas (Ratas), Selasa (12/5).
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini menyampaikan bahwa perkembangan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat akan meningkat signifikan pada tahun ajaran 2026–2027.
“Kami juga melaporkan persiapan secara khusus penyelenggaraan Sekolah Rakyat di tahun 2026–2027 yang Insyaallah akan kita mulai pembelajarannya pada bulan Juli yang akan datang dengan alokasi siswa mencapai 32 ribu untuk tahun ini,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya jumlah siswa Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 15 ribu peserta didik. Dengan tambahan 32 ribu siswa baru tahun ini, total penerima manfaat program tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 46 ribu siswa.
“Tahun lalu 15 ribu lebih, artinya kalau digabung tahun ini sudah ada sekitar 46 ribu lebih siswa Sekolah Rakyat,” katanya.
Menurut Gus Ipul, perluasan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan bagi keluarga miskin dan kelompok rentan agar memperoleh kesempatan belajar yang lebih layak dan berkualitas.
Selain membahas pendidikan, Kementerian Sosial juga melaporkan perkembangan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan bansos tidak membuat masyarakat bergantung, melainkan menjadi pintu masuk menuju program pemberdayaan ekonomi sehingga penerima bantuan bisa mandiri ke depannya.
“Bansos ini kan diharapkan tidak membuat masyarakat demotivasi. Malah justru sebaliknya dengan bansos ini diharapkan masyarakat lebih semangat dengan mengikuti program strategis Presiden yang lain,” ujarnya. (her/dav)
Dari Fresh Graduate ke Developer Senior, Bisa 2 Tahun Bersama Sagara Technology
Foto: Kompas Money
Teknologi.id -Ketika seorang fresh graduate IT menatap pohon karir yang harus didakinya, posisi Senior Developer seringkali terasa seperti puncak gunung yang jauh di kejauhan. Kebanyakan narasi industri mengatakan bahwa butuh setidaknya lima hingga tujuh tahun pengalaman kerja untuk mencapai level tersebut. Tapi apakah narasi itu selalu benar?
Jawabannya adalah tidak selalu. Faktor yang menentukan bukan hanya jumlah tahun bekerja, melainkan kualitas dan densitas pengalaman yang didapat selama tahun-tahun tersebut. Dua tahun dengan paparan proyek yang beragam, mentoring yang intens, dan ekosistem yang mendorong pertumbuhan cepat bisa setara dengan lima tahun bekerja dalam lingkungan yang stagnan.
Hambatan Pertumbuhan yang Sering Tidak Disadari
Banyak developer yang terjebak dalam pertumbuhan yang lambat bukan karena tidak berbakat, melainkan karena lingkungan kerja mereka tidak memberikan challenge yang cukup. Bekerja pada jenis proyek yang sama berulang-ulang, tanpa mentor yang menantang berpikir lebih dalam, dan tanpa paparan terhadap teknologi dan pendekatan terbaru adalah resep untuk karir yang stagnan.
Paradoks yang sering terjadi: developer yang bekerja di perusahaan kecil dengan tim yang terbatas sering kali bertumbuh lebih cepat karena mereka terpaksa menangani berbagai aspek teknis yang beragam. Sementara developer di perusahaan besar dengan spesialisasi sempit bisa bertahun-tahun tanpa memperluas kompetensinya secara signifikan.
Investasi Awal yang Menentukan Segalanya
Dua tahun pertama karir seorang developer adalah periode paling kritis yang menentukan trajektori jangka panjang. Kebiasaan kerja, standar kualitas kode, kemampuan problem solving, dan cara berkolaborasi dalam tim yang terbentuk di periode ini akan menjadi fondasi seluruh karir. Investasi pada kualitas pengalaman di periode ini menghasilkan compound return yang luar biasa.
Jalur Akselerasi yang Terbukti Efektif
Akselerasi karir developer yang terbukti efektif mencakup tiga elemen kunci: paparan proyek yang beragam dan kompleks secara teknis, mentoring dari developer senior yang berpengalaman dan mau berbagi, serta validasi kompetensi melalui sertifikasi yang diakui industri. Ketiga elemen ini harus hadir secara bersamaan untuk menciptakan pertumbuhan yang benar-benar eksponensial.
Jalur Dua Tahun Menuju Senior Developer
Sagara Technology membangun jalur yang dirancang khusus untuk mengakselerasi pertumbuhan developer dari level junior ke senior dalam waktu yang jauh lebih singkat dari rata-rata industri. Jalur ini dimulai dengan program onboarding yang komprehensif, dilanjutkan dengan penempatan dalam proyek nyata yang tingkat kompleksitasnya meningkat secara progresif.
Setiap developer dalam ekosistem Sagara mendapatkan dedicated mentor dari senior engineer yang tidak hanya melakukan code review, tetapi juga aktif membimbing dalam pengambilan keputusan arsitektur, best practices, dan pengembangan soft skills yang diperlukan untuk naik ke level senior.
Program sertifikasi Sagara melengkapi pengalaman proyek nyata dengan validasi kompetensi formal yang diakui industri. Kombinasi antara sertifikasi dan portofolio proyek nyata yang kuat adalah combination paling powerful untuk meyakinkan employer atau klien tentang level keahlian seorang developer.
Pertumbuhan teknis yang dipercepat melalui paparan proyek yang beragam dan menantang
Mentoring intensif dari senior engineer yang mendorong pemikiran lebih dalam
Sertifikasi industri yang memvalidasi kompetensi secara formal
Portofolio proyek nyata yang membuktikan kemampuan kepada calon employer
Jaringan profesional yang membantu membuka peluang karir yang lebih luas
Peningkatan pendapatan yang lebih cepat seiring dengan akselerasi level kompetensi
Kisah Pertumbuhan yang Menginspirasi
“Saya masuk ke ekosistem Sagara sebagai fresh graduate yang hanya bisa membuat aplikasi CRUD sederhana. Dua tahun kemudian, saya sudah memimpin code review untuk tim yang beranggotakan developer senior, merancang arsitektur sistem yang melayani puluhan ribu pengguna, dan menjadi reference teknis yang diakui oleh tim klien. Akselerasi ini tidak mungkin terjadi tanpa ekosistem yang tepat.” – Perspektif dari alumni program Sagara yang kini memegang posisi Senior Developer.
Mulai Jalur Akselerasi Karir Anda
Jika Anda adalah fresh graduate atau developer junior yang ingin mengakselerasi perjalanan karir menuju level senior, Sagara Technology memiliki jalur yang tepat untuk Anda. Konsultasikan posisi dan tujuan karir Anda dengan tim Sagara, dan temukan program yang paling sesuai untuk memaksimalkan potensi Anda.
Kunjungi Miangas, Prabowo Janji Renovasi Semua Sekolah 2-3 Tahun ke Depan
loading…
Presiden Prabowo Subianto berjanji merenovasi seluruh sekolah di Indonesia dalam waktu 2-3 tahun ke depan. Hal itu disampaikan Prabowo saat meninjau SMKN 2 Talaud, Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, Sulut, Sabtu (9/5/2026). Foto: Setpres
TALAUD – Presiden Prabowo Subianto berjanji merenovasi seluruh sekolah di Indonesia dalam waktu 2-3 tahun ke depan. Hal itu disampaikan Prabowo saat meninjau SMKN 2 Talaud yang berada di Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo ingin melihat langsung kondisi Pulau Miangas yang merupakan wilayah terluar Indonesia di bagian utara. “Saya datang ingin lihat keadaan di Pulau Miangas, pulau terluar Republik Indonesia di paling utara,” ujarnya.
Lokasi Pulau Miangas cukup dekat dengan Filipina. Prabowo turut menyinggung pembangunan Bandara yang diresmikan Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
“Saya baru saja dari Filipina, ternyata cukup dekat dari Filipina. Dan kita bersyukur, saya presiden kedua, Pak Jokowi sudah. Pak Jokowi resmikan bandara ya, saya nanti akan perbaiki atau melihara supaya lebih bagus lagi,” katanya.
Dia sempat berdialog dengan pihak sekolah kemudian menanyakan kondisi renovasi SMKN 2 Talaud. “Sekolah ini sudah direnovasi belum tahun ini? Ini sudah dapat renovasi? Sudah dapat layar? Layar yang baru? Sudah ada. Di SMP sudah ada. Semua sekolah sudah?” kata Prabowo.
Pemerintah berkomitmen merenovasi seluruh sekolah di Indonesia secara bertahap. “Baik, nanti semua sekolah akan kita renovasi tahun ini dan 2-3 tahun ke depan semua sekolah di Indonesia akan kita renovasi,” ucapnya.
Ribuan Kampung Nelayan Modern Diresmikan Tahun Ini: Fasilitas Vital Ini Siap Dongkrak Ekonomi Pesisir.
Pemerintah terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan dengan membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai daerah pesisir Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan sebanyak 1.386 kampung nelayan akan diresmikan hingga akhir tahun ini demi meningkatkan kesejahteraan nelayan. Hal itu disampaikan Prabowo dalam kunjungannya di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Pulau Miangas, Idola 92.6 FM-Pemerintah terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan dengan membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai daerah pesisir Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan sebanyak 1.386 kampung nelayan akan diresmikan hingga akhir tahun ini demi meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Kita akan besar besaran perbaiki kondisi nelayan seluruh indonesia kita perbaiki. Tahun ini, bulan Desember akan kita resmikan 1.386 desa nelayan seluruh indonesia,” ujar Prabowo dalam kunjungannya di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5).
Prabowo menjelaskan KNMP akan dilengkapi fasilitas modern yang menjadi kebutuhan utama para nelayan, seperti lemari es penyimpanan hingga stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SBPN). Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil tangkapan sekaligus memperkuat rantai distribusi perikanan nasional.
“Di desa nelayan nanti akan ada pembuat es, desa nelayan punya es, supaya semua nelayan punya es. Kemudian, akan ada udang benih, cold storage (lemari es penyimpanan), juga akan ada tempat SPBU nelayan, solar khusus untuk nelayan,” tuturnya.
Keberadaan pabrik es dan lemari es penyimpanan merupakan hal penting untuk menjaga kualitas ikan hasil tangkapan agar tetap segar sebelum dipasarkan. Sementara SPBN akan mempermudah akses solar dengan harga yang lebih terjangkau bagi para nelayan.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo pun berharap agar salah satu kampung nelayan dapat segera dibangun di wilayah yang dikunjunginya. Ia optimistis pembangunan dapat berjalan cepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Mudah-mudahan ada satu desa nelayan di sini dalam waktu yang tidak lama lagi,” ucapnya.
Dengan demikian, dalam beberapa waktu dekat, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi sentra perikanan yang lebih maju dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
“Lima bulan saudara akan punya desa nelayan yang cukup bagus ya, sudah ada lapangan terbang mungkin. Hasil ikannya bisa kita pasarkan biar penghasilannya tambah,” ujar dia.
Selain membangun KNMP, pemerintah juga menyalurkan bantuan kapal bagi nelayan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan jangkauan penangkapan ikan. Bertalian dengan itu, Prabowo menyerahkan kapal berukuran 15 gross ton (GT) kepada masyarakat nelayan.
“Hari ini kita beri bantuan, satu kapal berapa besarnya 15 gross ton besar juga itu, luar biasa itu,” tuturnya.
Program KNMP menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat ekonomi maritim nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan dukungan fasilitas terpadu, pemerintah berharap nelayan Indonesia dapat lebih produktif, efisien, dan memiliki daya saing yang lebih baik di sektor perikanan. (her/dav)
Berkat Sekolah Rakyat, Anak 12 Tahun Ini Akhirnya Bisa Merasakan Bangku Sekolah
Kehadiran Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto memberikan kebahagiaan tersendiri bagi seorang anak bernama Al-Jabbar (Al). Di usia 12 tahun, ia akhirnya bisa merasakan bangku sekolah seperti anak-anak lainnya. Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dalam konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (6/5). Menurut Saifullah, Al-Jabbar merupakan salah satu calon siswa Sekolah Rakyat bersama ratusan anak kurang beruntung lainnya, terutama dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kehadiran Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto memberikan kebahagiaan tersendiri bagi seorang anak bernama Al-Jabbar (Al). Di usia 12 tahun, ia akhirnya bisa merasakan bangku sekolah seperti anak-anak lainnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Al-Jabbar merupakan salah satu calon siswa Sekolah Rakyat bersama ratusan anak kurang beruntung lainnya, terutama dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit.
Gus Ipul, sapaan akrabnya, mengatakan Al bahkan berani menyampaikan langsung kondisinya kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat berkunjung ke Istana Negara.
“Ini salah satu calon siswa Sekolah Rakyat dari Duren Sawit, enggak jauh dari sini, yang kemarin angkat tangan dan menyampaikan langsung kepada Pak Seskab. Secara spontan dia menyatakan nama saya Al-Jabbar, panggilannya Al. Saya usia 12 tahun, tapi saya belum pernah sekolah,” cerita Gus Ipul dalam konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (6/5).
Al merupakan anak dari seorang ibu tunggal dan memiliki seorang adik. Ayahnya telah lama meninggal sehingga kondisi ekonomi keluarganya sangat sulit.
“Ayahnya sudah meninggal, status rumahnya juga masih menumpang dan ditemukan pada saat di lampu merah. Dia cerita juga di tengah-tengah dia yang belum pernah sekolah, dia bawa adiknya dan adiknya mau hanya sekolah PAUD, setelah itu dia enggak mau sekolah juga. Padahal Al ingin adiknya bisa sekolah,” kata Gus Ipul.
Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin atau yang berada di kelompok desil 1 dan 2. Program ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Menurut Gus Ipul, saat pertama kali dimulai pada 2025, Sekolah Rakyat menampung lebih dari 15 ribu siswa dengan kondisi sosial ekonomi keluarga yang berbeda-beda, tetapi mayoritas berada di garis kemiskinan.
“Pertama, 60% orang tua yang bekerja sebagai guru atau penagih harian. 67% orang tua berpenghasilan di bawah 1 juta rupiah. 65% keluarga memiliki tanggungan di atasnya,” jelasnya.
Sementara dari riwayat pendidikannya, terdapat 454 siswa yang tidak atau belum pernah sekolah. Selain itu, 298 siswa tercatat putus sekolah, dan sebagian lainnya bahkan sudah bekerja untuk mencari nafkah.
“Di antara mereka banyak yang hidup bersama orang tua tunggal. Sebagian lagi mereka mengalami kekerasan,” pungkasnya.
Pemerintah menargetkan jumlah siswa Sekolah Rakyat mencapai 46 ribu orang sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut diharapkan terus meningkat menjadi 100 ribu siswa pada 2027 dan lebih dari 200 ribu siswa pada 2028. (her/dav)
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026
Pemerintah menargetkan program revitalisasi sekolah akan menjangkau sebanyak 71.744 satuan pendidikan pada tahun 2026 dengan anggaran Rp14 triliun. Target tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan nasional. Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu (6/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah menargetkan program revitalisasi sekolah akan menjangkau sebanyak 71.744 satuan pendidikan pada tahun 2026 dengan anggaran Rp14 triliun. Target tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan penambahan sasaran tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto demi mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.
“Direncanakan ada penambahan sasaran sekitar 60.000 satuan pendidikan. Bapak Presiden beberapa kali menyampaikan itu, sehingga pada tahun 2026 program revitalisasi dapat menyasar 71.744 satuan pendidikan,” kata Mu’ti dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan pelaksanaan program revitalisasi untuk tahun 2026 sudah mulai berjalan. Hingga kini, pemerintah telah merampungkan ribuan kerja sama dengan satuan pendidikan serta mulai menyalurkan bantuan dengan total Rp2,6 triliun.
“Sekarang ini kami sudah mulai melaksanakan dalam tahun 2026 itu telah diselesaikan perjanjian kerjasama dengan 4.838 satuan pendidikan serta penyaluran ke 3.408 satuan pendidikan,” ucap dia.
Sejumlah proyek revitalisasi telah memasuki tahap awal pembangunan di berbagai daerah. Lebih lanjut, Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah menetapkan prioritas dalam pelaksanaan program revitalisasi tahun 2026. Fokus utama diberikan kepada sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.
“Pada tahun 2026 revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang rusak sebagai dampak dari bencana. Sekolah-sekolah yang terdampak dari bencana alam baik yang di Sumatera maupun di wilayah lain di Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat meskipun tidak berada di wilayah bencana maupun 3T.
“Sekolah-sekolah di daerah 3T dan sekolah yang memang rusak berat, walaupun bukan di daerah bencana, bukan pula karena 3T, tapi yang rusak berat itu kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun 2026,” pungkasnya. (her/dav)
Pemerintah Sebut 93 Sekolah Rakyat Permanen Siap Beroperasi Pertengahan Tahun Ini
Pemerintah mengatakan bahwa sebanyak 93 Sekolah Rakyat (SR) siap beroperasi pada Juni 2026 dan segera dimanfaatkan oleh siswa baru dari keluarga kurang mampu pada tahun ajaran 2026/2027. Hal itu dikatakan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (6/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah mengatakan bahwa sebanyak 93 Sekolah Rakyat (SR) siap beroperasi pada Juni 2026 dan segera dimanfaatkan oleh siswa baru dari keluarga kurang mampu pada tahun ajaran 2026/2027.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa 93 sekolah tersebut merupakan SR tahap II, yakni sekolah permanen yang dikelola oleh Kementerian Sosial.
Dari jumlah tersebut, pembangunan 69 sekolah ditargetkan rampung sepenuhnya pada 20 Juni mendatang. Sementara itu, 24 sekolah sisanya merupakan sekolah fungsional, yakni sekolah yang konstruksinya belum selesai sepenuhnya namun sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kendati demikian, sekolah fungsional tersebut setidaknya telah memiliki lima sarana utama, yakni asrama, ruang kelas, rumah ibadah, dapur dan ruang makan, serta ruang guru.
“Ini adalah pembangunan yang sedang berlangsung di 93 titik dengan melibatkan lebih dari 70.000 pekerja,” jelas Saifullah dalam konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (6/5).
Selain mempercepat pembangunan 93 SR permanen, Saifullah juga mengatakan bahwa pemerintah akan menambah 10 SR rintisan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Seluruh sekolah tersebut, lanjutnya, akan tersebar di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.
Sekadar informasi, SR rintisan merupakan sekolah yang dirancang menjadi model pemerataan pendidikan guna menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hingga saat ini, telah terdapat 166 SR rintisan yang tersebar di 131 kabupaten/kota dan 34 provinsi.
“Jadi ini adalah tambahan sekolahan rintisan. Ada nanti menggunakan gedung milik Lembaga Administrasi Negara, Kementerian Sosial, Kementerian Perhubungan, dan juga ada yang dari BNN dan dari Kementerian Pertanian,” jelas dia.
Sekadar informasi, Sekolah Rakyat merupakan program penyediaan pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA bagi keluarga pada desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin), berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Program ini dirancang untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Sekolah Rakyat merupakan program penyediaan pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA bagi keluarga pada desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin) berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Program ini dirancang untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Adapun hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat yang diharapkan dapat menampung 500.000 siswa. (her/dav)