Unik Para Pelajar Berkostum Adat Nusantara Ramaikan Lomba Cerdas Cermat Museum Tingkat Jateng
SEMARANG – Unik dan menarik, begitulah yang tampak dalam perhelatan Lomba Cerdas Cermat Museum Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026, di Museum Ranggawarsita, Semarang, Rabu (5/8/2026). Uniknya, para peserta Lomba Cerdas Cermat Museum dari 28 tim SMP/MTs se-Jateng, mengenakan baju adat nusantara.
Peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Papua, hingga Nusa Tenggara. Mereka dengan bangga mengenakan baju adat tersebut.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Endro Wicaksa mengatakan, lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda agar mencintai sejarah dan budaya bangsa.
“Saya kira luar biasa siswa-siswa, anak-anak kita menggunakan baju adat pada kesempatan ini, menunjukkan bahwa mereka cinta pada budaya dan adat, tidak hanya Jawa Tengah,” katanya saat membuka kegiatan.
Menurut Endro, hal itu penting serta merasa nyaman dengan pakaian-pakaian. Tentu itu juga membuat mereka merasa bangga menjadi orang Indonesia, atau orang Jawa Tengah dalam menggunakan baju-baju tersebut.
“Anak-anak datang bukan hanya mengikuti lomba, tetapi bertemu dengan sejarah, bertemu dengan budaya, dan belajar tentang perjalanan bangsa,” ujarnya.
Ditambahkan, di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, pihaknya terus berusaha meningkatkan dan memahamkan generasi sekarang akan sejarah, hingga budaya Jawa Tengah.
Dengan adanya Lomba Cerdas Cermat ini, kata dia, mereka akan belajar memahami dan mengerti bagaimana proses sejarah Indonesia selama ini. Tentunya itu juga jadi modal penting bagi mereka ke depannya, agar cinta pada tanah air Indonesia.
Endro menuturkan, lomba yang digelar di museum ini juga menambah pengetahuan soal masa lalu dari masa ke masa, melalui bukti sejarah. Sehingga, mereka tidak hanya mendengarkan cerita, tapi bisa melihat sejarah melalui museum.
“Inilah budaya di Indonesia, inilah sejarah Indonesia sehingga mereka tidak hanya mendengarkan dari cerita, tapi mereka melihat langsung bagaimana sejarah itu, kebudayaan itu, ada di museum ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Agung Raharjo Wibowo Kusumo mengatakan, lomba tahun ini diikuti 28 tim dari 28 kabupaten/ kota di Jawa Tengah.
Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan minat generasi muda terhadap museum sekaligus menanamkan nilai sportivitas melalui kompetisi.
“Pemenang tingkat provinsi nantinya akan menjadi wakil Jawa Tengah pada Lomba Cerdas Cermat Museum tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan,” katanya.
Selain menguji wawasan sejarah dan permuseuman, panitia juga memberikan ruang kepada peserta untuk menampilkan kekayaan budaya Nusantara melalui busana adat.
Peserta dari SMP Negeri 1 Wangon, Banyumas, Hasbi Akbar Al Fauzan dengan anggota timnya, memilih tema Bhinneka Tunggal Ika, memadukan pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan walaupun berbeda-beda tetap satu Indonesia,” kata Hasbi, didampingi Khalih Mufifatur Oktavian dan Muamar Ghulam Fahmi di lokasi.
Hasbi membeberkan, telah mempersiapkan diri termasuk dalam menghadapi Lomba Cerdas Cermat selama sekitar enam hingga tujuh bulan lalu. Tak heran, dalam sesi pertama lomba, mereka berhasil meraih poin unggul.
Peserta dari SMP Negeri 1 Boyolali, Joshua Wilbert Nathanael, memilih mengenakan busana adat Jawa sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya daerah.
“Kami memilih kostum ini, itu kayak benar-benar ada kesan Jawa Tengahnya gitu. Terus, kita juga ya orang asli sini (Jateng) ya. Makanya kita lebih dominan dan lebih suka baju ini,” kata Joshua, bersama anggota Najwa Kanay’aisyah Andriawan dan Kanahaya Nameera Putri.
Mereka mengaku optimistis mampu melaju hingga babak final setelah menjalani berbagai persiapan, mulai dari mempelajari modul, buku sejarah hingga latihan soal bersama guru dan pihak museum. (Ak/Ul, Diskomdigi Jateng)

SEMARANG – Unik dan menarik, begitulah yang tampak dalam perhelatan Lomba Cerdas Cermat Museum Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026, di Museum Ranggawarsita, Semarang, Rabu (5/8/2026). Uniknya, para peserta Lomba Cerdas Cermat Museum dari 28 tim SMP/MTs se-Jateng, mengenakan baju adat nusantara.
Peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Papua, hingga Nusa Tenggara. Mereka dengan bangga mengenakan baju adat tersebut.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Endro Wicaksa mengatakan, lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda agar mencintai sejarah dan budaya bangsa.
“Saya kira luar biasa siswa-siswa, anak-anak kita menggunakan baju adat pada kesempatan ini, menunjukkan bahwa mereka cinta pada budaya dan adat, tidak hanya Jawa Tengah,” katanya saat membuka kegiatan.
Menurut Endro, hal itu penting serta merasa nyaman dengan pakaian-pakaian. Tentu itu juga membuat mereka merasa bangga menjadi orang Indonesia, atau orang Jawa Tengah dalam menggunakan baju-baju tersebut.
“Anak-anak datang bukan hanya mengikuti lomba, tetapi bertemu dengan sejarah, bertemu dengan budaya, dan belajar tentang perjalanan bangsa,” ujarnya.
Ditambahkan, di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, pihaknya terus berusaha meningkatkan dan memahamkan generasi sekarang akan sejarah, hingga budaya Jawa Tengah.
Dengan adanya Lomba Cerdas Cermat ini, kata dia, mereka akan belajar memahami dan mengerti bagaimana proses sejarah Indonesia selama ini. Tentunya itu juga jadi modal penting bagi mereka ke depannya, agar cinta pada tanah air Indonesia.
Endro menuturkan, lomba yang digelar di museum ini juga menambah pengetahuan soal masa lalu dari masa ke masa, melalui bukti sejarah. Sehingga, mereka tidak hanya mendengarkan cerita, tapi bisa melihat sejarah melalui museum.
“Inilah budaya di Indonesia, inilah sejarah Indonesia sehingga mereka tidak hanya mendengarkan dari cerita, tapi mereka melihat langsung bagaimana sejarah itu, kebudayaan itu, ada di museum ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Agung Raharjo Wibowo Kusumo mengatakan, lomba tahun ini diikuti 28 tim dari 28 kabupaten/ kota di Jawa Tengah.
Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan minat generasi muda terhadap museum sekaligus menanamkan nilai sportivitas melalui kompetisi.
“Pemenang tingkat provinsi nantinya akan menjadi wakil Jawa Tengah pada Lomba Cerdas Cermat Museum tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan,” katanya.
Selain menguji wawasan sejarah dan permuseuman, panitia juga memberikan ruang kepada peserta untuk menampilkan kekayaan budaya Nusantara melalui busana adat.
Peserta dari SMP Negeri 1 Wangon, Banyumas, Hasbi Akbar Al Fauzan dengan anggota timnya, memilih tema Bhinneka Tunggal Ika, memadukan pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan walaupun berbeda-beda tetap satu Indonesia,” kata Hasbi, didampingi Khalih Mufifatur Oktavian dan Muamar Ghulam Fahmi di lokasi.
Hasbi membeberkan, telah mempersiapkan diri termasuk dalam menghadapi Lomba Cerdas Cermat selama sekitar enam hingga tujuh bulan lalu. Tak heran, dalam sesi pertama lomba, mereka berhasil meraih poin unggul.
Peserta dari SMP Negeri 1 Boyolali, Joshua Wilbert Nathanael, memilih mengenakan busana adat Jawa sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya daerah.
“Kami memilih kostum ini, itu kayak benar-benar ada kesan Jawa Tengahnya gitu. Terus, kita juga ya orang asli sini (Jateng) ya. Makanya kita lebih dominan dan lebih suka baju ini,” kata Joshua, bersama anggota Najwa Kanay’aisyah Andriawan dan Kanahaya Nameera Putri.
Mereka mengaku optimistis mampu melaju hingga babak final setelah menjalani berbagai persiapan, mulai dari mempelajari modul, buku sejarah hingga latihan soal bersama guru dan pihak museum. (Ak/Ul, Diskomdigi Jateng)






