24 Tahun di Korea, WNI Ini Bedah Kepemimpinan Prabowo: Mengapa Diaspora Merasa Diayomi?

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Korea Selatan. Kedatangannya disambut antusias oleh warga Indonesia dan diaspora di sana, termasuk Rima asal Blitar yang telah 24 tahun menetap. Rima, bagian tim sukses Prabowo, merasa bangga dapat berinteraksi langsung.

168
Prabowo & Diaspora: WNI 24 Tahun di Korea Ungkap Alasan Merasa Diayomi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima sambutan “penuh antusiasme” dari diaspora di Seoul, Korea Selatan, dalam kunjungan resminya. Namun, antusiasme yang disorot secara spesifik datang dari pendukung setia, bukan cerminan menyeluruh diaspora.

Seorang diaspora bernama Rima, asal Blitar yang 24 tahun menetap di Korea Selatan, menjadi figur sentral penyambutan. Ia mengaku bagian dari tim sukses Prabowo di Korea Selatan sejak sembilan tahun lalu, menanti kedatangan sang presiden sejak pagi, bahkan setelah jadwal berubah.

Loyalitas Politik Diaspora

Rima, yang menyebut dirinya “tim sukses Bapak Prabowo di Korea Selatan” selama hampir satu dekade, secara terbuka menunjukkan loyalitas politiknya. Hal ini menyoroti bahwa “antusiasme” yang digambarkan bukan sekadar kegembiraan umum warga, melainkan dukungan terorganisir dari basis politik. Ia mengungkapkan kekaguman mendalam pada “wibawa” dan “kepemimpinan” Prabowo, sebuah cerminan bagaimana figur presiden diproyeksikan di kalangan pendukungnya di luar negeri.

Pernyataan Rima, “Beliau juga mengayomi para diaspora, itu yang sangat saya kagumi,” memperkuat narasi bahwa kunjungan resmi tersebut juga berfungsi sebagai ajang konsolidasi dukungan politik di luar negeri. Bahkan dari Korea, Rima mengklaim terus memantau “perkembangan program-program beliau di Indonesia,” sebuah klaim yang menyoroti tingkat keterlibatan dan loyalitas politiknya yang tinggi. Interaksi langsung dengan Prabowo, termasuk bersalaman dan mengucapkan terima kasih, menjadi momen “kebanggaan besar” baginya. Ia membandingkannya dengan sulitnya bertemu Prabowo di Indonesia, menggarisbawahi aksesibilitas yang terbatas bagi warga biasa.

Kutipan Pendukung Setia

“Dengan kedatangan Bapak, saya sangat-sangat antusias. Sejak pagi, meskipun ada perubahan jadwal, saya terus menunggu,” kata Rima, menegaskan dedikasinya. Ia menambahkan, “Kebetulan, sejak 9 tahun lalu saya merupakan bagian dari tim sukses Bapak Prabowo di Korea Selatan.”

Ia melanjutkan, “Wibawanya sangat luar biasa. Saya selalu mendukung Bapak untuk terus menjadi RI 1. Beliau juga mengayomi para diaspora, itu yang sangat saya kagumi. Program-program Bapak saat ini juga luar biasa.”

Rima menambahkan, “Saya sempat berinteraksi dan bersalaman dengan Bapak, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan beliau. Ini merupakan suatu kebanggaan besar bagi saya, karena kalau di Indonesia mungkin saya tidak akan punya kesempatan untuk bertemu langsung dengan Bapak.” Ia juga menyampaikan doa agar Prabowo “selalu sehat, terus menjunjung tinggi rasa persaudaraan, dan panjang umur” demi kemajuan Indonesia.

Narasi Komunikasi Pemerintah

Kunjungan resmi presiden seringkali menjadi kesempatan untuk menggalang dukungan dari warga negara di luar negeri. Laporan ini, yang fotonya dirilis oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, cenderung menonjolkan narasi positif dari pendukung setia. Ini menggarisbawahi strategi komunikasi pemerintah dalam menampilkan popularitas presiden di kancah internasional, terutama di kalangan kelompok diaspora yang telah terbukti loyal secara politik.

More like this
WFH ASN Jumat: Mensesneg Soroti Peluang Transformasi Birokrasi

WFH ASN Tiap Jumat: Mensesneg Soroti Peluang Transformasi Birokrasi.

admin
Academics Urge ASEAN Centrality, UNCLOS as SCS Code of Conduct Foundation Amid Tensions

LCS Memanas, Akademisi Serukan Sentralitas ASEAN dan UNCLOS sebagai Fondasi Kode Etik

admin
Prabowo di Korsel: 21 Meriam Salvo, Kehormatan & Sinyal Diplomatik Kuat

Prabowo di Korsel: 21 Dentuman Meriam Salvo, Sinyal Diplomatik Kuat di Balik Kehormatan

admin