Tak Sekadar Seremoni Wabup Nadia Dorong Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan

TEMANGGUNG – Wakil Bupati Temanggung, Nadia Muna menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi saat ini menuntut adanya aksi nyata, yang memberikan dampak langsung bagi upaya penyelamatan bumi dan keberlanjutan kehidupan.


Hal tersebut disampaikan Nadia saat memimpin Apel Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Kabupaten Temanggung, di halaman Kantor PMI Temanggung, Sabtu (6/6/2026). Usai apel, dia bersama peserta kegiatan melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pendopo Pengayoman dan Alun-alun Temanggung, serta penanaman pohon.


Menurut Nadia, dampak krisis iklim saat ini semakin nyata dirasakan masyarakat, mulai dari meningkatnya cuaca ekstrem, gangguan terhadap sumber daya air, menurunnya kualitas lingkungan, hingga munculnya lahan-lahan kritis.


“Ini menjadi ancaman bagi kita, bagi keberlanjutan sumber daya alam, juga ancaman bagi generasi penerus kita. Oleh karena itu, mohon untuk melakukan aksi nyata yang dimulai dari lingkungan terdekat sekitar kita,” ujarnya.


Dijelaskan, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Now for Climate, yang di tingkat nasional diusung melalui tema Saatnya Bekerja untuk Iklim, telah direspons Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui berbagai kegiatan konkret, seperti aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon.


Namun demikian, menurutnya yang paling penting adalah membangun kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga, melestarikan, dan melindungi lingkungan dari berbagai potensi kerusakan.


Nadia menilai, upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, nilai-nilai tersebut sejatinya telah diwariskan oleh para leluhur melalui berbagai tradisi yang mengajarkan manusia hidup selaras dengan alam.


“Aksi nyata bisa dimulai dengan langkah sederhana memilah sampah dari rumah, gunakan sampah yang bisa didaur ulang, kurangi sampah plastik, menjaga kebersihan lingkungan publik, mengurangi emisi. Masyarakat di pedesaan pun sebenarnya sudah memiliki kesadaran kolektif sejak lama, dengan adanya tradisi budaya bersih sungai Nyadran Kali, di mana hal itu sangat baik, jika terus diuri-uri atau dilestarikan,” terangnya.


Menurut Nadia, tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” merupakan ajakan untuk mengubah paradigma masyarakat. Upaya pelestarian lingkungan tidak cukup hanya dengan membangun pengetahuan dan kesadaran, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan bersama.


Lebih lanjut, ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Temanggung terus mendukung Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, lestari, dan berkelanjutan.


“Jadi kegiatan itu bukan sekadar seremoni atau kegiatan setahun sekali saja, namun mewujudkan adanya kepedulian terhadap lingkungan kita, tanggung jawab kita, juga rasa cinta, rasa memiliki terhadap lingkungan. Setiap sampah yang kita pilah, pohon yang kita tanam, setiap langkah kecil yang kita lakukan itu, insyaallah akan memberikan kontribusi bagi kebersihan lingkungan juga keasrian,” tandasnya.

Penulis: ary;ekp


Editor: WH/DiskomdigiJtg

64
Tak Sekadar Seremoni Wabup Nadia Dorong Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan

TEMANGGUNG – Wakil Bupati Temanggung, Nadia Muna menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi saat ini menuntut adanya aksi nyata, yang memberikan dampak langsung bagi upaya penyelamatan bumi dan keberlanjutan kehidupan.
Hal tersebut disampaikan Nadia saat memimpin Apel Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Kabupaten Temanggung, di halaman Kantor PMI Temanggung, Sabtu (6/6/2026). Usai apel, dia bersama peserta kegiatan melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pendopo Pengayoman dan Alun-alun Temanggung, serta penanaman pohon.
Menurut Nadia, dampak krisis iklim saat ini semakin nyata dirasakan masyarakat, mulai dari meningkatnya cuaca ekstrem, gangguan terhadap sumber daya air, menurunnya kualitas lingkungan, hingga munculnya lahan-lahan kritis.
“Ini menjadi ancaman bagi kita, bagi keberlanjutan sumber daya alam, juga ancaman bagi generasi penerus kita. Oleh karena itu, mohon untuk melakukan aksi nyata yang dimulai dari lingkungan terdekat sekitar kita,” ujarnya.
Dijelaskan, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Now for Climate, yang di tingkat nasional diusung melalui tema Saatnya Bekerja untuk Iklim, telah direspons Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui berbagai kegiatan konkret, seperti aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon.
Namun demikian, menurutnya yang paling penting adalah membangun kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga, melestarikan, dan melindungi lingkungan dari berbagai potensi kerusakan.
Nadia menilai, upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, nilai-nilai tersebut sejatinya telah diwariskan oleh para leluhur melalui berbagai tradisi yang mengajarkan manusia hidup selaras dengan alam.
“Aksi nyata bisa dimulai dengan langkah sederhana memilah sampah dari rumah, gunakan sampah yang bisa didaur ulang, kurangi sampah plastik, menjaga kebersihan lingkungan publik, mengurangi emisi. Masyarakat di pedesaan pun sebenarnya sudah memiliki kesadaran kolektif sejak lama, dengan adanya tradisi budaya bersih sungai Nyadran Kali, di mana hal itu sangat baik, jika terus diuri-uri atau dilestarikan,” terangnya.
Menurut Nadia, tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” merupakan ajakan untuk mengubah paradigma masyarakat. Upaya pelestarian lingkungan tidak cukup hanya dengan membangun pengetahuan dan kesadaran, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Temanggung terus mendukung Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, lestari, dan berkelanjutan.
“Jadi kegiatan itu bukan sekadar seremoni atau kegiatan setahun sekali saja, namun mewujudkan adanya kepedulian terhadap lingkungan kita, tanggung jawab kita, juga rasa cinta, rasa memiliki terhadap lingkungan. Setiap sampah yang kita pilah, pohon yang kita tanam, setiap langkah kecil yang kita lakukan itu, insyaallah akan memberikan kontribusi bagi kebersihan lingkungan juga keasrian,” tandasnya.

Penulis: ary;ekp
Editor: WH/DiskomdigiJtg

Tak Sekadar Seremoni Wabup Nadia Dorong Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan
More like this

Dorong Pelestarian Lingkungan Dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Jepara Perkuat Budaya Gotong Royong Di Karimunjawa

admin
Membanggakan Kota Magelang Jadi Juara Tka Sd Dan Smp Se Jawa Tengah

Membanggakan Kota Magelang Jadi Juara Tka Sd Dan Smp Se Jawa Tengah

admin
Wagub Taj Yasin Tegaskan Spmb Jateng 2026 Harus Terbuka Tidak Ada Titip Siswa

Wagub Taj Yasin Tegaskan Spmb Jateng 2026 Harus Terbuka Tidak Ada Titip Siswa

admin