Razman Nasution Ungkap Dugaan Dana Rp50 Miliar di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi
Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Nasution, mengaku mendapatkan informasi adanya aliran dana Rp50 miliar. Dana ini diduga bertujuan agar isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo bisa bergulir luas. Razman menyebut dua bohir serta keterlibatan mantan pejabat dalam pendanaan tersebut. Isu ijazah palsu Jokowi menjadi sorotan publik yang terus berlanjut.
Razman Nasution, Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, melempar tudingan serius dari Jakarta: aliran dana Rp50 miliar diduga mengalir untuk memicu isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Klaim mengejutkan ini diungkap Razman pada Kamis (2/4/2026), menuding dua “bohir” sebagai sumber dana.
Dana haram itu, menurut Razman, bukan sekadar uang. Ini adalah skema terstruktur melibatkan seorang mantan pejabat di Indonesia, yang bahkan “mendesain” kemunculan pengacara berinisial AK, semua demi mendiskreditkan Presiden Jokowi secara berkelanjutan.
Razman membongkar dugaan konspirasi ini dalam program Interupsi, menunjuk pada upaya sistematis untuk memanaskan kembali narasi ijazah palsu Jokowi yang telah berulang kali dibantah. Tuduhan ini menyeret kekuatan finansial gelap yang siap mengucurkan puluhan miliar demi agenda politik.
Dugaan Keterlibatan Pejabat dan Pengacara
Uang tunai Rp50 miliar, klaim Razman, berasal dari dua “bohir” misterius. Keterlibatan mantan pejabat semakin memperkeruh situasi, menunjukkan dugaan jaringan yang kuat dan terorganisir.
Mantan pejabat tersebut, menurut Razman, memiliki peran lebih dari sekadar penyedia dana. Ia diduga menjadi arsitek di balik strategi kampanye hitam, termasuk mengatur kemunculan pengacara AK.
Ini bukan sekadar desas-desus. Ini adalah tudingan langsung terhadap upaya terencana untuk merusak reputasi kepala negara dengan menggunakan kekuatan uang dan jaringan kekuasaan.
Implikasi dari tuduhan ini sangat besar: adanya intervensi finansial dan politik yang masif untuk menciptakan gejolak opini publik, memanfaatkan isu sensitif yang telah berulang kali mencuat.
Razman Nasution tegas menyatakan, “Nah informasi yang kami terima sebenarnya ada aliran dana yang Rp50 m itu oleh yang katanya yang tanda kutip 2 bohir.”
Ia menambahkan, keterlibatan mantan pejabat tersebut bukan hanya sebatas pendanaan.
“Pejabat ini juga terlibat dalam mendesain munculnya seorang pengacara berinisial AK,” pungkas Razman, menunjuk pada orkestrasi yang lebih luas.
Isu ijazah palsu Presiden Jokowi selalu menjadi senjata politik yang muncul berulang kali di momen-momen krusial. Tuduhan Razman Nasution ini kini menyingkap dugaan adanya motor penggerak finansial yang masif di balik kampanye hitam tersebut, mengubahnya dari sekadar isu menjadi dugaan konspirasi berdana besar.