Bukan Lagi Fiksi: China Produksi Robot Humanoid Massal, Perakitan Satu Unit Cuma 30 Menit


Foto: CCTV Video News Agency

Teknologi.id– Industri robotika China menunjukkan percepatan signifikan dalam skala produksi melalui operasional pabrik robot humanoid di Guangdong yang mulai berjalan sejak akhir Maret 2026. Fasilitas ini menjadi pabrik robot humanoid pertama di China yang dirancang untuk produksi massal dengan kapasitas besar.

Kapasitas Produksi dan Efisiensi Perakitan


Foto: CCTV Video News Agency

Pabrik hasil kolaborasi antara Leju Robotics dan Dongfang Precision Science and Technology ini mampu memproduksi hingga 10.000 unit robot humanoid per tahun. Dalam prosesnya, satu unit robot dapat dirakit hanya dalam waktu 30 menit.

Kecepatan tersebut didukung oleh sistem manufaktur terintegrasi yang mencakup 24 tahap perakitan serta 77 titik inspeksi. Dengan skema ini, proses produksi diklaim mencapai efisiensi hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan metode perakitan konvensional.

Standarisasi Kualitas dan Uji Simulasi

Sebelum keluar dari jalur produksi, setiap robot humanoid wajib melewati serangkaian pengujian ketat. Tercatat ada 41 simulasi kondisi kerja yang harus dilalui untuk memastikan robot mampu beroperasi di lingkungan industri secara nyata, bukan sekadar demonstrasi teknis. Langkah ini dilakukan untuk menjaga konsistensi kualitas sekaligus memastikan kesiapan robot dalam menjalankan fungsi operasional di lapangan.

Baca juga:Bukan untuk Manusia! Jerman Bangun Gym untuk Jadi Tempat Latihan Robot Humanoid

Sistem Produksi Fleksibel

Pabrik ini juga mengusung desain manufaktur yang fleksibel dengan dukungan sistem kontrol digital. Teknologi tersebut memungkinkan lini produksi beradaptasi untuk membuat berbagai model robot tanpa perlu melakukan perubahan besar pada struktur pabrik. Selain itu, kendaraan otomatis juga digunakan dalam proses operasional untuk mendukung efisiensi dan integrasi sistem produksi secara menyeluruh.

Baca juga:Xiaomi Uji Robot Humanoid di Pabrik Mobil Listrik, Satu Mobil Jadi 76 Detik

Peran Perusahaan dan Pengembangan Industri

Dalam kerja sama ini, Leju Robotics berperan dalam pengembangan desain dan perangkat lunak robot, sementara Dongfang Precision menangani produksi massal, integrasi sistem, serta layanan purna jual. Kemampuan produksi dalam jumlah besar ini dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat investor sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri robotika yang tengah berkembang pesat di China.

Tantangan Pengembangan Teknologi

Meski kapasitas produksi terus meningkat, tantangan utama industri robot humanoid saat ini masih terletak pada pengembangan perangkat lunak. Sistem yang ada dinilai masih perlu penyempurnaan agar robot dapat bekerja secara optimal dalam kondisi dunia nyata.

Dengan demikian, fokus pengembangan ke depan tidak hanya pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan fungsional robot agar lebih adaptif dan efisien dalam berbagai skenario penggunaan.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(wn/sa)

264
China Mass Produces Humanoid Robots, Assembled in Just 30 Minutes


Foto: CCTV Video News Agency

Teknologi.id– Industri robotika China menunjukkan percepatan signifikan dalam skala produksi melalui operasional pabrik robot humanoid di Guangdong yang mulai berjalan sejak akhir Maret 2026. Fasilitas ini menjadi pabrik robot humanoid pertama di China yang dirancang untuk produksi massal dengan kapasitas besar.

Kapasitas Produksi dan Efisiensi Perakitan


Foto: CCTV Video News Agency

Pabrik hasil kolaborasi antara Leju Robotics dan Dongfang Precision Science and Technology ini mampu memproduksi hingga 10.000 unit robot humanoid per tahun. Dalam prosesnya, satu unit robot dapat dirakit hanya dalam waktu 30 menit.

Kecepatan tersebut didukung oleh sistem manufaktur terintegrasi yang mencakup 24 tahap perakitan serta 77 titik inspeksi. Dengan skema ini, proses produksi diklaim mencapai efisiensi hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan metode perakitan konvensional.

Standarisasi Kualitas dan Uji Simulasi

Sebelum keluar dari jalur produksi, setiap robot humanoid wajib melewati serangkaian pengujian ketat. Tercatat ada 41 simulasi kondisi kerja yang harus dilalui untuk memastikan robot mampu beroperasi di lingkungan industri secara nyata, bukan sekadar demonstrasi teknis. Langkah ini dilakukan untuk menjaga konsistensi kualitas sekaligus memastikan kesiapan robot dalam menjalankan fungsi operasional di lapangan.

Baca juga:Bukan untuk Manusia! Jerman Bangun Gym untuk Jadi Tempat Latihan Robot Humanoid

Sistem Produksi Fleksibel

Pabrik ini juga mengusung desain manufaktur yang fleksibel dengan dukungan sistem kontrol digital. Teknologi tersebut memungkinkan lini produksi beradaptasi untuk membuat berbagai model robot tanpa perlu melakukan perubahan besar pada struktur pabrik. Selain itu, kendaraan otomatis juga digunakan dalam proses operasional untuk mendukung efisiensi dan integrasi sistem produksi secara menyeluruh.

Baca juga:Xiaomi Uji Robot Humanoid di Pabrik Mobil Listrik, Satu Mobil Jadi 76 Detik

Peran Perusahaan dan Pengembangan Industri

Dalam kerja sama ini, Leju Robotics berperan dalam pengembangan desain dan perangkat lunak robot, sementara Dongfang Precision menangani produksi massal, integrasi sistem, serta layanan purna jual. Kemampuan produksi dalam jumlah besar ini dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat investor sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri robotika yang tengah berkembang pesat di China.

Tantangan Pengembangan Teknologi

Meski kapasitas produksi terus meningkat, tantangan utama industri robot humanoid saat ini masih terletak pada pengembangan perangkat lunak. Sistem yang ada dinilai masih perlu penyempurnaan agar robot dapat bekerja secara optimal dalam kondisi dunia nyata.

Dengan demikian, fokus pengembangan ke depan tidak hanya pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan fungsional robot agar lebih adaptif dan efisien dalam berbagai skenario penggunaan.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(wn/sa)

More like this
Dominasi 2026: 5 HP Vivo Terbaik untuk Gaming dan Multitasking Tanpa Kompromi

Dominasi 2026: 5 HP Vivo Terbaik untuk Gaming dan Multitasking Tanpa Kompromi

admin
Indonesia Masuk 5 Besar Dunia Pengguna ChatGPT Pendidikan, 450 Juta Pesan

Indonesia Masuk 5 Besar Dunia Pengguna ChatGPT Pendidikan, 450 Juta Pesan

admin
Microsoft Sebut Copilot AI Hanya untuk Hiburan, Ini Alasannya

Microsoft Sebut Copilot AI Hanya untuk Hiburan, Ini Alasannya

admin