Anak

Anak-anak SLB meramaikan fashion show di Loji Gandrung Solo. Peserta peragaan busana itu sebelumnya diajak berkeliling kota dengan motor gede oleh komunitas HOG Kalimas dan HDCI Surakarta. Acara Esaje Sikop ini bertujuan memberikan panggung ekspresi bagi anak-anak disabilitas.

2,202
Anak: Filipino Word for Child & Freddie Aguilar's Iconic Song

Anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) dari Danukusuman, Solo, meramaikan peragaan busana di Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (25/10/2025). Acara yang diselenggarakan Esaje Sikop ini didahului dengan konvoi motor gede keliling kota bersama komunitas motor besar HOG Kalimas dan HDCI Surakarta.

Fashion show bertajuk “Perfection In Impression” ini bukan sekadar ajang pamer busana. Esaje Sikop secara eksplisit menyatakan tujuannya: memberikan panggung ekspresi bagi 15 anak disabilitas tersebut, sekaligus menandai ulang tahun ke-10 Esaje Sikop dengan penekanan pada keberagaman dan inklusivitas dalam fesyen.

Pengukuhan Inklusivitas

Sebelum melenggang di panggung utama, anak-anak SLB tersebut merasakan pengalaman unik. Mereka diajak berkeliling Kota Solo menggunakan motor-motor besar oleh anggota komunitas HOG Kalimas dan HDCI Surakarta, memulai rangkaian acara yang menarik perhatian publik.

Setelah konvoi, mereka mengenakan berbagai kostum yang disediakan Esaje Sikop. Peragaan busana ini bukan sekadar pameran koleksi, melainkan upaya Esaje Sikop untuk mendobrak standar kecantikan konvensional, menegaskan bahwa busana koleksi dapat dikenakan oleh siapa saja.

Tema “Perfection In Impression” secara gamblang menyerukan pesan kesempurnaan di tengah keberagaman. Konsep ini menantang pandangan sempit tentang fesyen, menunjukkan bahwa keindahan tidak terbatas pada tipe tubuh atau warna kulit tertentu.

Suara Penyelenggara dan Komunitas

Owner Esaje Sikop, Anitasari, memberikan pandangan tajam mengenai visi inklusif acara tersebut.

“Kami ingin membuat mereka semua tampil sempurna. Baju-baju koleksibel tidak hanya untuk model yang berbadan bagus. Ada yang cocok untuk kulit gelap, kulit putih, semuanya,” ujarnya lugas, menantang standar industri fesyen.

Ia lebih lanjut menekankan, “Teman-teman SLB ini juga punya talent dan ingin tampil di panggung. Kesempatan itu yang mungkin tidak ada. Jadi, saya memberi ruang untuk mereka tampil.”

Sementara itu, Sekretaris HDCI Surakarta, Anggun Mahardika, menyoroti aspek kegembiraan partisipasi. “Kami ikut berbagi kebahagiaan bersama. Anak-anak SLB kita ajak motoran bareng biar ikut merasakan ternyata naik motor gede itu seperti ini,” katanya.

Perayaan Dekade Fesyen Inklusif

Perhelatan ini sekaligus menjadi penanda ulang tahun ke-10 Esaje Sikop, sebuah milestone yang dirayakan dengan sorotan pada keberagaman. Semua koleksi Esaje Sikop dipamerkan, mencakup kostum-kostum persewaan.

Koleksi yang ditampilkan bervariasi, meliputi tema-tema seperti Imlek, army look, hijab, hingga wastra, mencerminkan spektrum luas desain yang diklaim Esaje Sikop cocok untuk berbagai identitas dan acara.

More like this
Konjen China Rayakan Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Perkuat Diplomasi Budaya

Konjen China di Imlek Sam Poo Kong: Sorotan Diplomasi Budaya dari Semarang

admin