Category: Gaya Hidup
-

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa
Mempertanyakan fungsi bridesmaid dan groomsmen di hajatan desa. Sudah beberapa kali saya ikut sinoman di hajatan kampung. Tugasnya macam-macam. Mengangkat kursi, memasang tenda, mengantar konsumsi, mengisi galon, mengatur parkir dadakan, hingga membereskan piring setelah tamu pulang. Pokoknya, kalau ada pekerjaan yang tidak kelihatan, tapi harus selesai, biasanya jatuh ke tangan sinoman. Karena sering ikut membantu…
-

Menghujat anak SD beli parfum Mykonos itu aneh bin norak!
Beberapa waktu lalu, Media sosial dihebohkan oleh sebuah konten TikTok yang memperlihatkan seorang anak SD yang ditanya soal menu MBG yang ia inginkan. Alih-alih menjawab “ayam goreng” atau “susu kotak”, anak tersebut dengan mantap menjawab: “Mykonos Monaco Royal”. Respon-respons yang tak sedap dipandang mendominasi kolom komentar. Anak tersebut jadi sasaran empuk cyberbullying. Para netizen menghujat…
-

Tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah bencana
Tinggal di lingkungan yang padat penduduk mengharuskan kita belajar banyak hal. Belajar memahami kebiasaan tetangga yang unik dan menyebalkan adalah salah satunya. Di antara banyak kebiasaan unik bin gatheli, salah satunya adalah mencoba memahami tetangga yang hobi menyetel musik keras-keras. Saya tidak pernah mempermasalahkan selera musik orang lain. Mau dangdut, pop, koplo, campursari, sholawat, bahkan…
-

Kartu kredit, contoh terbaik dunia hanya ramah sama orang kaya
Ada satu hal yang benar-benar membuka mata saya soal betapa tidak adilnya dunia, yaitu tentang kartu kredit. Dulu, saya mengalami sendiri bagaimana sulitnya pengajuan kartu kredit dengan persyaratan yang rumit. Alih-alih dimudahkan, nasabah yang profil finansialnya abu-abu justru dibuat naik pitam. Slip gaji dicek sampai ke akar-akarnya, telepon kantor diteror, dan ujung-ujungnya tetap saja ditolak…
-

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang?
Hampir semua orang pernah melakukannya. Motor berhenti di depan gerai, pintu otomatis berbunyi, lalu kaki melangkah pelan menyusuri rak mie instan, kulkas minuman, dan deretan stiker diskon. Lima menit kemudian saya keluar dari Indomaret dengan tangan kosong, tapi kepalanya terasa lebih ringan. Kementerian Perdagangan mencatat 53.500 gerai minimarket di Indonesia pada kuartal I 2025, dan…
-

4 jasa paling nggak terduga yang pernah saya temukan di Threads
Konon, aplikasi Threads itu awalnya digadang-gadang jadi tempat adem buat curhat colongan. Gratis, nggak perlu bayar mahal buat sewa jasa psikolog. Pun, reaksinya juga asli dari manusia, ada pro dan kontra. Bukan cuma selalu divalidasi ala Chat GPT. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan himpitan kebutuhan in this economy, platform tersebut malah berubah fungsi jadi…
-

Anak pertama perempuan, peran yang sulit dipahami banyak orang
Saya kira peran paling melelahkan di muka bumi ini jatuh kepada seorang ibu. Tugasnya merangkap jadi koki, satpam, psikolog, guru les, hingga manajer emosi seisi rumah dalam 24/7 penuh. Itu pun tanpa jatah cuti, THR, apalagi uang pensiun. Kalau boleh menambahkan satu peran lagi yang tingkat kelelahannya nggak beda jauh, apalagi kalau bukan panak pertama.…
-

Kafe sebaiknya nggak usah nyetel musik, bikin pelanggan stres!
Apa yang kalian cari dari sebuah tempat nongkrong? Katakanlah, kafe. Apakah menunya? Pelayanannya? Harganya? Atau apa? Yang jelas, tiap orang pasti punya jawaban yang berbeda. Meski demikian, ada satu yang jadi harga mati, yaitu kenyamanan. Mau menunya enak dan harganya oke kalau tempatnya nggak nyaman ya, skip. Kenyamanan ini pun luas, ya. Bukan semata soal…
-

KPR rumah tidak bikin saya menyesal meski penuh masalah
Membeli rumah adalah impian banyak orang, termasuk saya. Sebagai buruh pabrik yang merantau jauh dari kampung halaman, bisa memiliki rumah sendiri terasa seperti naik level dalam kehidupan. Setelah tabungan terkuras untuk membayar uang muka, hati terasa lega ketika menandatangani akad KPR di depan petugas bank. Dalam bayangan saya, tantangan berikutnya tunggal satu: membayar cicilan tepat…
-

Dulu saya mengira orang miskin itu malas, dan saya salah
Dulu, dalam beberapa kesempatan diskusi bersama teman, saya selalu mengatakan bahwa kebanyakan orang miskin itu karena malas dan kurang berusaha. Hingga kemudian saya mulai lebih banyak belajar, membaca, dan bertemu dengan lebih banyak manusia dengan berbagai cerita hidupnya membuat saya merasa bahwa keyakinan saya terlalu dangkal. Berjumpa dengan pengalaman-pengalaman baru menyadarkan saya untuk melihat sisi…