Category: Jawa Tengah
Hadiri Silatnas Annitho Aswaja Taj Yasin Kumpul Bareng Ribuan Anggota Thariqah Di Semarang
SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen menghadiri acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Annisa Thoriqoh Ahlussunnah Wal Jamaah (Annitho Aswaja), di Wisma Perdamaian, Sabtu (13/6/2026). Acara itu dihadiri ribuan anggota dari berbagai daerah.
Sebagai informasi, Annitho Aswaja merupakan organisasi perempuan thariqah yang bernaung di bawah Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah Ahlussunah Waljamaah (Jatma Aswaja), pimpinan Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.
Pembina Annitho Aswaja Jateng DIY Nawal Arafah Yasin, mengatakan, silaturahmi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Annitho Aswaja. Dengan silaturahmi itu diharapkan bisa saling berkumpul dan mendapatkan berkah dari para ahli thoriqoh, habib, dan ulama, terutama dengan Habib Luthfi bin Yahya sebagai Annitho Aswaja.
Wakil Sekjend Jatma Aswaja, Hasan Chabibie mengemukakan, silaturahmi tersebut sebagai momentum untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi organisasi. Sebab, organisasi itu menjadi rumah besar dari para pengamal tarekat di seluruh Indonesia.
“Sudah ada kurang lebih 11 pengurus wilayah yang terbentuk di seluruh Indonesia, dan kurang lebih 100 pengurus cabang, yang tersebar dari Aceh sampai kemudian di Papua,” jelasnya.
Menurut Hasan, Jatma Aswaja maupun Annitho Aswaja terus akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi perjalanan bangsa Indonesia. Baik aktivitas yang berkaitan dengan cinta tanah air, maupun penguatan kemandirian ekonomi.
Ketua Pengurus Besar (PB) Annitho Aswaja, Sechah wal Afiah mengatakan, silaturrahmi nasional itu menjadi forum pertemuan akbar pertama berskala nasional, bagi seluruh anggota dan pengurus Annitho Aswaja dari berbagai daerah di Indonesia.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat komitmen dalam mengamalkan dan menyebarluaskan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah di tengah masyarakat.
“Thariqah tak hanya memutar tasbih dan duduk di atas sajadah. Orang yang berthariqah bisa mandiri di dalam sosial, budaya, dan ekonomi. Segala bidang kehidupan manusia juga kami perhatikan,”
Annitho Aswaja bersama Jatma Aswaja berencana memfasilitasi UMKM para jemaah, dengan menyediakan ruang jual dan promosi produk, sehingga tercipta interaksi ekonomi yang nyata, dan perekonomian jamaah dapat terus bergerak maju.
Dalam kesempatan itu, Habib Luthfi Bin Yahya menekankan, agar anggota tarekat senantiasa menjaga rasa cinta kepada tanah air. Selain itu, juga mengajak anggota Annintho menjadi wanita mandiri.
“Jangan sampai kita menjadi warga negara Indonesia, yang memalukan kesepuhan-kesepuhan kita atau disebut para pendahulu,” tegasnya. (Humas Jateng)*ul

Jawa Tengah: Banjir Mal Baru, Kepercayaan Investor Justru Menguat

SEMARANG —Geliat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah terus tumbuh, dengan munculnya banyak mal baru. Geliat itu menandakan Jawa Tengah masih dipercaya investor.
Salah satu mal teranyar di Jawa Tengah adalah 23 Semarang Shoping Center yang ada di Kota Semarang. Mal tersebut diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Luthfi, tumbuhnya mal-mal baru tersebut membuktikan, Jawa Tengah dipercaya sebagai destinasi investasi yang aman dan nyaman bagi investor.
“Di saat tekanan fiskal dan geopolitik dunia, kita masih mampu menghadirkan investasi,” kata Luthfi, seusai meresmikan 23 Semarang Shoping Center dan Groundbreaking Hyatt Place.
Berdasarkan data, realisasi investasi di Jateng pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,02 triliun, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 92 ribu orang. Pada 2025, capaian investasi mencapai Rp110 triliun.
Dia menyatakan, Jawa Tengah memberikan pelayanan yang baik kepada investor, sehingga para investor juga percaya dengan menanamkan investasinya. Upaya-upaya yang dilakukan Pemprov Jateng di antaranya kemudahan perizinan, jaminan kondusivitas wilayah terkait kamanan dan ketertiban, tenaga kerja yang berkualitas.
Hal itu juga didukung dengan banyaknya kawasan industri yang ada. Tercatat ada sekitar tujuh kawasan industri eksisting yang tersebar di Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, dan lainnya. Adanya kawasan industri itu sangat memudahkan para investor, untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah.
“Jawa Tengah adalah provinsi yang menarik untuk investasi. Maka kami minta bupati-walikota untuk membuat kawasan industri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Luthfi menyebut, 23 Semarang Shoping Center tidak hanya didesain sebagai pusat perbelanjaan. Desainnya sudah menggunakan energi terbarukan, serta urban garden dengan ruang terbuka hijau. Hal itu sejalan dengan upaya Pemprov Jateng yang mendorong pengembangan ekonomi hijau, yang tidak merusak lingkungan.
“Bagi investasi yang menggunakan energi terbarukan kita kenakan insentif pajak, ini baru di Jateng,” jelasnya.
Lebih dari itu, 23 Semarang Shoping Center juga mampu menyerap sekitar tiga ribuan tenaga kerja.
Luthfi berharap, pengembangan mal tersebut juga dapat menghidupkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). (Humas Jateng)*ul
⁷
Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Pemkab Magelang Gelar Pelatihan Bahasa Jepang Hingga Digital Marketing
KABUPATEN MAGELANG – Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Magelang kembali menggelar sejumlah pelatihan kerja. Antara lain, Pelatihan Bahasa Jepang, Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang II, Pelatihan Digital Marketing dan Content Creator.
Pelatihan tersebut dibuka Bupati Magelang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Magelang, Rabu (10/6/2026). Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang I, yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto menyampaikan, program pelatihan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Magelang dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja, menurunkan angka pengangguran, serta mempercepat pengentasan kemiskinan.
“Pelatihan bahasa Jepang yang kita buka hari ini, merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di pasar kerja internasional, khususnya dalam memanfaatkan peluang kerja di Jepang,” bebernya.
Sementara, imbuh David, pelatihan berbasis kompetensi dan digital marketing akan memperkuat daya saing masyarakat di sektor industri kreatif, wirausaha, dan dunia kerja modern, yang menuntut keterampilan nyata.
Dia menegaskan, keterampilan, sikap positif, dan semangat belajar, menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya.
“Disiplin, fokus, dan tidak mudah menyerah, merupakan modal penting untuk meraih keberhasilan. Apa yang ditanam hari ini akan menjadi hasil yang dipanen di masa depan,” kata David.
Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada DBHCHT dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan sangat penting, dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh mengatakan, berbagai program pelatihan yang dilaksanakan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Magelang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.
Menurutnya, berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Magelang terus menunjukkan tren positif, dari 3,55 persen pada 2024 menjadi 3,52 persen pada 2025. Meski demikian, upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan, agar masyarakat semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Siti Zumaroh menjelaskan, pelatihan Bahasa Jepang 2026 merupakan hasil kolaborasi pemerintah kabupaten dengan Baznas Kabupaten Magelang, yang menyasar masyarakat kurang mampu berdasarkan data VDK desil 1 dan 2. Selain memberikan keterampilan bahasa, program tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang kerja ke Jepang, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga peserta.
“Seluruh program ini merupakan implementasi visi pembangunan Kabupaten Magelang, yaitu Makmur Rakyate, melalui peningkatan kompetensi, perluasan akses kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat,” ungkap dia.
Peserta pelatihan menjahit, Fitrotul Puji Wahyu Sari (23), warga Campurejo, Kecamatan Windusari, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan yang diikutinya. Dia menilai, materi yang diberikan mudah dipahami, dan sangat mendukung rencananya untuk mengembangkan usaha jahit.
“Sebelumnya saya sudah menjahit, tetapi masih sebatas menerima permak pakaian. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya belajar mulai dari membuat pola hingga proses finishing. Insyaallah ke depan saya lebih siap untuk membuka usaha jahit sendiri,” ungkapnya.
Fitrotul berharap agar program pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan dengan kuota yang lebih banyak, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
“Semoga pelatihan seperti ini bisa diperluas lagi dan kuotanya ditambah, karena peminatnya sangat banyak. Kalau bisa juga dilaksanakan di setiap kecamatan, agar masyarakat di desa-desa yang belum mendapatkan informasi dapat lebih mudah mengikuti pelatihan,” tuturnya.
Pelatihan DBHCHT gelombang II meliputi pelatihan las, bubut, mesin frais, serta bahasa Inggris untuk frontliner, dan teknisi telepon seluler. Sementara itu, pelatihan konten kreator dan digital marketing juga diselenggarakan sebagai respons terhadap ekonomi digital, dan kebutuhan keterampilan masa depan.
Dengan rincian gelombang II dengan 4 kejuruan sebanyak 64 orang, Pelatihan Bahasa Jepang bersama Baznas 20 orang, pelatihan konten kreator dan digital marketing 20 orang, dan penutupan pelatihan DBHCHT gelombang I dengan 3 kejuruan sejumlah 46 orang.
Penulis : Kontributor Kabupaten Magelang
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng
Pemkab Semarang Kembali Raih Opini Wtp

SEMARANG – Pemerintah Kabupaten Semarang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Prestasi tersebut merupakan opini WTP ke-15, yang diraih berturut-turut sejak 2012.
Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H Rahmatullah mengatakan, penyerahan LHP kali ini memberikan opini WTP kepada 32 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Disampaikan, opini WTP diberikan karena laporan keuangan pemerintah daerah memenuhi empat unsur utama. Yakni, memenuhi standar akuntansi pemerintah, kepatuhan terhadap undang-undang, efektivitas sistem pengendalian internal, dan kecukupan pengungkapan laporan keuangan.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang, Rudibdo menegaskan, Pemerintah Kabupaten Semarang berkomitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan BPK, terhadap LKPD 2025. Terutama, berkaitan dengan optimalisasi pendapatan asli daerah. Hal itu akan diupayakan melalui kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah serta retribusi daerah, maupun pemberdayaan barang milik daerah.
“Progres tindak lanjut temuan BPK dalam hasil pemeriksaan sudah mencapai 96,6 persen,” jelasnya.
Penulis: Junaedi, Diskominfo Kab Semarang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng
Bupati Sigit Apresiasi Partisipasi Warga Desa Hadiluwih Sumberlawang Bangun Jalan Usaha Tani
SRAGEN – Semangat gotong royong masyarakat Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, menjadi contoh nyata partisipasi warga dalam pembangunan desa. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat, Jalan Usaha Tani (JUT) yang menjadi akses vital warga, berhasil dibangun. Kini, mobilitas masyarakat maupun aktivitas pertanian menjadi semakin mudah.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, meninjau langsung pembangunan JUT tersebut, Rabu (10/6/2026).Dalam kunjungan itu diketahui, jalan yang sebelumnya berupa tanah liat dan sulit dilalui saat musim hujan, telah diperkeras melalui pembangunan yang dikerjakan secara swadaya dan gotong royong oleh warga.
Warga Desa Hadiluwih, Suyono mengatakan, jalan tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Jalan ini menjadi jalan pintas bagi anak-anak sekolah, dan ibu-ibu yang hendak ke pasar di wilayah Gemolong. Kalau lewat jalan utama harus memutar, dan jaraknya lebih jauh,” ujarnya.
Ditambahkan, jalan tersebut juga menjadi jalur utama bagi petani untuk mengangkut hasil pertanian, dan menunjang aktivitas di lahan pertanian.
“Dulu jalannya hanya berupa tanah liat, sehingga sangat menyulitkan untuk dilalui, terutama saat hujan,” tambahnya.
Pembangunan jalan usaha tani tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp45 juta, yang terdiri dari Dana Desa sebesar Rp20 juta, dan swadaya masyarakat senilai Rp25 juta. Pekerjaan dilaksanakan selama satu bulan dengan volume pembangunan mencapai 175 x 0,8 x 0,12 meter kubik, dan dikerjakan secara gotong royong oleh warga dari berbagai RT.
Bupati Sigit mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam pembangunan tersebut. Menurutnya, dukungan warga tidak hanya berupa tenaga, tetapi juga kontribusi anggaran yang mampu meningkatkan capaian pembangunan.
“Hari ini kami meninjau pelaksanaan proyek pembangunan JUT di Desa Hadiluwih. Anggaran pembangunan ini Rp20 juta dari Dana Desa, dan hebatnya masyarakat menambahkan Rp25 juta. Jadi yang awalnya hanya mampu mencapai sekitar 75 meter, dengan partisipasi masyarakat bisa menjadi sekitar 270 meter. Ini partisipasi yang luar biasa,” ungkapnya.
Sigit menilai, semangat kebersamaan warga patut menjadi contoh bagi daerah lain, di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.
“Selain iuran biaya, tenaga warga juga guyub kerja bakti membangun jalan ini. Bapaknya membangun jalan, ibunya memasak untuk para pekerja. Ini bentuk partisipasi dan kerja sama yang luar biasa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pembangunan lanjutan di kawasan tersebut. Salah satunya disampaikan Sulis, warga setempat, yang berharap adanya pembangunan talud dan penerangan jalan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati yang telah datang ke sini, karena baru kali ini ada pejabat yang datang ke tempat kami. Kami berharap ada bantuan pembangunan talud agar jalan lebih awet, dan penerangan jalan supaya lebih aman dilalui warga,” katanya.
Usai meninjau JUT di Desa Hadiluwih, Bupati Sigit melanjutkan kunjungan ke Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, untuk melihat progres pembangunan drainase jalan yang dibiayai melalui Dana Desa.
Pembangunan drainase tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp90 juta, dengan volume pekerjaan mencapai 87,08 meter kubik, dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 15 hari.
“Kita meninjau pembangunan talud sepanjang kurang lebih 90 meter yang saat ini sedang berjalan. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias menyambut perbaikan ini,” ujarnya.
Bupati Sigit berharap semangat membangun desa, secara bersama-sama terus tumbuh di seluruh wilayah Kabupaten Sragen.
“Semoga desa-desa lain yang sedang melaksanakan pembangunan juga memiliki semangat yang sama, untuk memperbaiki wilayahnya masing-masing. Guyub rukun dan menjaga ketenteraman masyarakat, adalah modal penting untuk kemajuan desa,” pungkasnya.
Penulis : Kufita/ Yuli_DiskominfoSragen
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

Sokong Mbg Taj Yasin Minta Sppg Belanja Telur Dari Peternak Lokal
SEMARANG — Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya, agar membeli telur dari peternak lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Tata Kelola Penyelenggaraan dan Rantai Pasok Bahan Baku MBG di Jawa Tengah, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, keberadaan ribuan dapur MBG seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi peternak, petani, nelayan, koperasi, hingga pelaku UMKM lokal.
“Hari ini kita ingin memastikan bahwa para peternak dan para petani benar-benar merasakan keberadaan program MBG. Adanya SPPG ini harus bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang ada di masyarakat,” kata Taj Yasin, yang merangkap sebagai Ketua Satgas Percepatan Progran MBG Jateng itu.
Dia mengungkapkan, data Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan, rata-rata kebutuhan telur untuk seluruh SPPG di Jawa Tengah mencapai 720.902 kilogram per minggu. Namun angka itu masih jauh dibandingkan potensi produksi telur Jawa Tengah, yang mencapai sekitar 7,3 juta ton per tahun. Bahkan, penyerapan dari SPPG di Jateng belum sebanyak itu.
Walakin, komoditas daging ayam menunjukkan serapan yang lebih tinggi. Kebutuhan daging ayam mencapai 1.452.587 kilogram per minggu atau sekitar 75,5 ribu ton per tahun. Angka tersebut setara sekitar 1,3 persen dari total potensi produksi ayam Jawa Tengah.
Guna mendongkrak penyerapan produksi telur di wilayahnya, Pemprov Jawa Tengah akan menyiapkan kesepakatan bersama dengan asosiasi peternak, koperasi, serta pemangku kepentingan lainnya, agar kebutuhan bahan baku SPPG diprioritaskan dari daerah sendiri.
“Kita akan membuat kesepakatan, bahwa SPPG harus menyerap kebutuhan bahan pokok dari Jawa Tengah, khususnya telur, ayam, dan ikan. Harus membeli di sini,” tegas wagub.
Dia mencontohkan, apabila terdapat SPPG di Kabupaten Banjarnegara, maka kebutuhan telur, sayur, maupun bahan pangan lain, idealnya dipenuhi terlebih dahulu oleh pemasok dari wilayah tersebut.
Selain memperkuat ekonomi lokal, langkah itu juga diharapkan dapat menekan biaya distribusi, dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun peternak.
Taj Yasin mengakui, saat ini masih terdapat laporan jika sebagian peternak menjual telur dengan harga Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.000 per kilogram.
“Kita ingin memastikan ekonomi masyarakat tumbuh. Jangan sampai bahan baku diambil dari masyarakat, tetapi harganya justru di bawah harga acuan pemerintah,” ujarnya.
Koordinator Regional BGN Jawa Tengah, Reza Mahendra menambahkan, kesepakatan tersebut nantinya menjadi bentuk komitmen bersama, agar bahan baku lokal terserap lebih optimal.
Menurutnya, pengawasan akan diperkuat melalui Satgas MBG kabupaten/ kota dan BGN, untuk memastikan rantai pasok berjalan sesuai tujuan program.
Saat ini Program MBG di Jawa Tengah telah melibatkan 7.312 UMKM, 2.407 koperasi, 91 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, 161 Bumdes, 18 Bumdes Bersama, serta 7.967 supplier (pemasok) lainnya sebagai bagian dari ekosistem penyedia bahan pangan.(Humas Jateng)*ul

Tinjau Posko Dan Sman 3 Semarang Ahmad Luthfi Pastikan Spmb Jateng Berjalan Lancar
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memantau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 di wilayahnya.
Dia turun langsung ke Posko SPMB di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan SMA Negeri 3 Kota Semarang, Sabtu (13/6/2026). Berdasarkan pantauan, pelaksanannya sejauh ini berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti.
Berdasarkan pantauan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan, rata-rata kendala yang dihadapi calon peserta didik dan orang tua/wali murid adalah terkait aplikasi. Namun semua itu sudah langsung dapat diatasi melalui penjelasan dari petugas.
“Rata-rata tidak bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kita bantu semuanya,” jelas Luthfi di sela pantauan.
Dia mengapresiasi kinerja petugas SPMB yang memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Bahkan, pada hari Sabtu yang biasanya kantor libur, para petugas tetap setia memantau sistem SPMB. Begitu juga yang terlihat di SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi melihat para guru tetap siaga di sekolah, untuk melayani masyarakat terkait SPMB.
“Ini salah satu bentuk pelayanan kita, agar anak-anak yang mendaftar SMA ini bisa memilih dan memilah. Mereka itu merupakan aset bagi provinsi di akan datang,” kata Luthfi.
Dalam pelaksanaan SPMB 2026 ini, Luthfi kembali menegaskan tagline “No Titip-titip, No Jastip”. Dengan begitu pelaksanaannya berjalan secara berintegritas. Semua petugas SPMB diminta bertindak secara profesional, sehingga semua calon peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama.
Dalam penerimaaan siswa ini, baik jalur maupun kuota sudah ditetapkan sejak awal. Di antaranya jalur dan kuota SMA Negeri meliputi domisili 33%, afirmasi 32%, prestasi 30%, dan mutasi 5%. Sementara untuk SMK Negeri melalui prestasi 75%, afirmasi 15%, dan domisili 10%.
“Percayalah, kita bisa merekrut peserta didik secara profesional, sesuai ketentuan, dan tidak melanggar hukum. Berikan penjelasan kepada seluruh orangtua/wali murid dengan jelas agar tidak ada komplain. SPMB 2026 ini harus lebih baik dari tahun kemarin,” katanya, saat menyapa petugas SPMB di Kantor Cabang Dimas Pendidikan secara daring.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menjelaskan, untuk SPMB tahun ajaran 2026/2027 ini sudah dilakukan penguatan sistem dengan menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jateng dan perusahaan teknologi Alibaba.
Penguatan sistem tersebut untuk mencegah risiko jaringan drop, yaitu dengan menggunakan cloud server dengan teknologi auto scaling. Teknologi tersebut memungkinkan kapasitas server bertambah secara otomatis, mengikuti lonjakan jumlah pendaftar.
Selain itu, Pemprov Jateng juga menyiapkan sistem cadangan atau backup multi-zone. Jika salah satu pusat data mengalami gangguan, sistem cadangan di lokasi lain akan langsung mengambil alih, sehingga proses pendaftaran tidak terhenti.
Dari sisi keamanan, Sadimin memastikan data pribadi calon siswa terlindungi dari risiko kebocoran maupun serangan siber. Sistem keamanan diperkuat dengan teknologi verifikasi, dan perlindungan berbasis cloud.
“Kami menjamin perlindungan penuh terhadap data pribadi siswa, dari risiko kebocoran data maupun serangan siber,” jelasnya. (Humas Jateng)*ul
