Category: Jawa Tengah
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
Pemkab Rembang Raih Opini Wtp Kali Kedelapan

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2025, dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penghargaan kali kedelapan tersebut diterima Bupati Rembang, Kamis (11/6/2026).
Bupati Rembang melalui Sekretaris Daerah, Fahrudin menyampaikan, penghargaan kali kedelapan berturut-turut ini menjadi bukti, mutu laporan keuangan yang dilakukan oleh Pemkab Rembang baik. Artinya, tidak ada dampak kerugian negara dalam pengelolaan keuangan daerah.
Disampaikan, opini WTP ini menjadi motivasi bagi Pemkab Rembang untuk terus dan meningkatkan kualitas penataan dan pengelolaan kekuangan.
“Harapannya, pelaksanaan program pemerintah akan semakin dirasakan langsung oleh masyarakat. Tata Kelola keuangan yang baik, akan berdampak pada tata kelola pemerintahan yang baik pula,” terang sekda, saat ditemui di halaman kantor bupati setempat, Jumat (12/6/2026).
Atas penghargaan WTP ini, lanjutnya, Pemkab Rembang berpotensi menerima apresiasi keuangan dari pemerintah pusat, berupa insentif pajak.
“WTP menjadi salah satu syarat daerah untuk mendapatkan dana insentif pajak dari pusat. Namun, kami perlu kerja keras lagi untuk mewujudkan syarat-syarat lainnya,” ujarnya.
Pasalnya, lanjut sekda, untuk mendapatkan dana insentif pajak ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, meliputi WTP, kemampuan daerah mengendalikan inflasi. Selain itu, syarat lainnya yaitu pemerintah daerah berhasil menurunkan angka kemiskinan, pengangguran, dan juga stunting anak, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Penulis: Mifta Rembang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng
Pati Bidik Tiga Besar Porprov 2026

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menargetkan masuk tiga besar, pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kabupaten Pati 2026, di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah kabupaten setempat, Sabtu (13/6/2026). Menurutnya, prestasi olahraga Kabupaten Pati selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang membanggakan. Pada Porprov 2023, berhasil mengumpulkan 158 medali dan menempati peringkat keempat, dalam perolehan medali tingkat Jawa Tengah.
“Kita berharap, pada Porprov tahun ini yang akan berlangsung pada Oktober nanti, Kabupaten Pati bisa meraih tiga besar. Prestasi yang sudah dicapai sebelumnya menjadi modal penting, untuk terus ditingkatkan,” ujar Chandra.
Chandra optimistis, target tiga besar dapat diwujudkan. Kepengurusan KONI saat ini, ditambah program latihan yang telah dijalankan para atlet dan pelatih, menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan daya saing olahraga Kabupaten Pati di tingkat provinsi.
“Saya yakin, dengan pengurusan KONI sekarang dan pelatihan yang sudah dilaksanakan oleh teman-teman atlet, Pati bisa menjadi tiga besar di Jawa Tengah,” katanya.
Disampaikan, pada 2026, pemerintah daerah masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan di berbagai wilayah Kabupaten Pati. Namun demikian, komitmen terhadap pengembangan olahraga tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Insyaallah, setelah pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target, dukungan untuk sektor olahraga juga akan terus ditingkatkan. Teman-teman atlet akan tetap kita support dan kita perhatikan,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pihaknya juga telah menyiapkan alokasi anggaran pembinaan olahraga pada 2026. Dukungan pendanaan tersebut diharapkan mampu memperkuat program pembinaan atlet, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan pada Porprov mendatang.
“Kami tetap mendukung dari sisi pendanaan. Untuk tahun 2026 ini sudah kita anggarkan sebesar Rp2,345 miliar,” pungkasnya.
Penulis: Kontributor Kab Pati
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Gembleng Calon Tagana Muda Temanggung Ini Pesan Bupati Agus Gondrong

TEMANGGUNG – Calon personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Temanggung, diminta siap lahir batin, bergerak paling awal dalam membantu masyarakat.
Hal itu ditekankan Bupati Agus Setyawan, saat sarasehan malam keakraban Pendidikan Dasar Calon Tagana Muda, di Serbut River Camp Kledung, Kamis (11/6/2026). Dia mengingatkan pentingnya ketulusan lahir dan batin sebagai modal calon Tagana. Pasalnya, prioritas utama keberadaan relawan kemanusiaan saat bencana melanda adalah menyelamatkan nyawa, dan memastikan kesehatan warga.
“Saudara-saudara kita, pas kena bencana yang dipikir kesehatan dan nyawa, kalau sudah aman dan sehat, baru kepikiran bandhane (hartanya). Maka, harapan saya menjadi relawan itu ya relawan lahir batin. Tidak hanya gagah karena berseragam, dan hadir bukan sekadar untuk formalitas foto-foto, tapi memang siap bergerak paling awal,” tegas Agus.
Bupati yang akrab disapa Agus Gondrong ini lantas menceritakan pengalamannya, saat ikut terjun dalam misi kemanusiaan Temanggung Peduli di Aceh Tamiang, Januari lalu. Dia mengapresiasi kinerja relawan yang tidak hanya andal dalam mengelola dapur umum, melainkan juga sat-set, bergotong royong membersihkan fasilitas publik bangunan sekolah di sana.
“Enggak usah menunggu undangan datang. Kalau itu memang ada sebuah kejadian bencana yang membutuhkan bantuan orang lain, ya sat-set. Prinsipnya, menjadi relawan itu panggilan hati,” tutur Agus Gondrong.
Sebagai informasi, Pelatihan Pendidikan Dasar yang diselenggarakan Dinas Sosial Temanggung pada 9-12 Juni 2026 itu, diikuti 26 peserta calon Tagana Muda. Dari total peserta, tiga orang di antaranya merupakan calon relawan perempuan.
“Mohon doanya, agar kami bisa menjadi relawan yang sesungguhnya, relawan lahir dan batin dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar calon Tagana Muda perempuan, Celia Wijayaningrum, yang berasal dari wilayah Kemloko, Kecamatan Kranggan.
Penulis : Adt;Istw;Ekp
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng
Pemprov Jateng Dukung Promosi Umkm Hiasan Dinding Kreasi Kayukuu Boyolali Tembus Pasar Mancanegara
BOYOLALI — Siapa sangka, usaha hiasan dinding berbahan kayu yang dirintis saat pandemi Covid-19 tahun 2020 silam, kini mampu menembus pasar internasional. Adalah Kreasi Kayukuu, UMKM asal Boyolali yang berkembang dari usaha rumahan menjadi produsen berbagai produk dekorasi dan kaligrafi, yang telah dikirim ke puluhan negara.
Owner Kreasi Kayukuu, Fatta Yasin M menuturkan, usahanya lahir pada 2020 ketika dirinya harus berhenti bekerja akibat pandemi. Berbekal hobi menggambar dan semangat untuk tetap produktif, dia mengajak seorang tetangga untuk mulai merintis usaha kreatif berbasis kaligrafi.
“Awalnya kami ingin membuat kaligrafi kayu, agar bisa dinikmati lebih banyak orang. Karena kalau dilukis manual, sehari paling hanya bisa menyelesaikan sebagian kecil karya,” ujarnya, saat ditemui di tempat usaha, Belik RT 01 RW 08, Dibal, Ngemplak, Boyolali, Sabtu (13/6/2026).
Perjalanan usaha tersebut tidak selalu mulus. Dia mengungkapkan, mesin CNC (Computer Numerical Control) pertama yang dibeli senilai sekitar Rp20 juta ternyata belum mampu memotong kayu sesuai kebutuhan.
Alih-alih menyerah, Fatta memanfaatkannya untuk memproduksi berbagai kerajinan berbahan kertas. Dari hasil penjualan produk kertas itulah, dia kemudian mampu membeli mesin yang lebih baik hingga kini memiliki delapan unit mesin produksi.
Tantangan terberat dirasakan pada masa-masa awal usaha. Modal tabungan puluhan juta rupiah sempat terkuras, untuk membeli mesin yang belum menghasilkan keuntungan. Bahkan selama berbulan-bulan, pendapatan sangat minim, hingga rekan kerjanya hanya mampu diberi upah sekitar Rp50 ribu per minggu.
“Namun, saya terus berupaya agar usaha ini tetap jalan. Mengikuti pelatihan marketplace menjadi titik balik perkembangan usaha. Dari semula hanya menjual kaligrafi, Kreasi Kayukuu mulai merambah dekorasi pernikahan, ulang tahun, hingga berbagai produk custom lain” ungkapnya.
Kini, Kreasi Kayukuu memproduksi beragam dekorasi berbahan plywood, akrilik, kertas, dan kayu pinus. Dari empat bahan utama tersebut lahir hampir 600 jenis produk, yang sebagian besar dibuat secara kustom sesuai kebutuhan pelanggan. Pasarnya pun terus meluas. Selain menjangkau seluruh Indonesia melalui marketplace, produk Kreasi Kayukuu telah dikirim ke sekitar 24 negara, termasuk sejumlah negara di Eropa dan Timur Tengah.
“Produk yang paling banyak diminati berupa hiasan dinding untuk rumah, kantor, hingga musala,” jelas Fatta.
Perkembangan usaha tersebut berdampak pada peningkatan kapasitas produksi, dan penyerapan tenaga kerja. Dari yang semula hanya dijalankan dua orang, kini Kreasi Kayukuu telah memberdayakan lebih dari 50 pekerja.
“Omzet usaha pun mencapai rata-rata Rp700 juta hingga Rp800 juta per bulan,” terangnya.
Menurut Fatta, dukungan pemerintah turut berperan dalam pertumbuhan usahanya. Berbagai pelatihan, termasuk pelatihan ekspor dan pemasaran digital, menjadi bekal penting untuk mengembangkan pasar.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan ruang promosi melalui Dekranasda Jawa Tengah, serta memfasilitasi keikutsertaan Kreasi Kayukuu dalam pameran Inacraft pada Februari 2026.
“Kami sangat terbantu dengan pelatihan dan fasilitas yang diberikan pemerintah. Pemerintah memberikan pemantik, sementara kami sebagai pelaku usaha harus terus belajar dan mengembangkan diri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto menyampaikan, sektor UMKM di Jawa Tengah terus menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, jumlah UMKM yang terhubung dengan program pembiayaan dan pengembangan, terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Menurutnya, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Pemprov Jawa Tengah terus memberikan pendampingan melalui peningkatan kualitas kemasan, produksi, pemasaran, digitalisasi, sertifikasi, hingga fasilitasi pameran. Pameran menjadi salah satu sarana efektif, untuk mempertemukan UMKM dengan pasar dan calon pembeli dalam skala yang lebih luas.
“Produk-produk UMKM Jawa Tengah memiliki kualitas yang semakin baik. Tugas kami adalah terus mendampingi agar mereka mampu berinovasi, memanfaatkan digitalisasi, dan memperluas pasar,” papar Bram, sapaannya.
Kisah Kreasi Kayukuu menjadi bukti, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta dukungan pemerintah dapat menjadi kombinasi yang kuat, dalam mendorong UMKM naik kelas. Dari sebuah usaha yang lahir di tengah pandemi, kini produk karya anak bangsa dari Boyolali, mampu menghiasi rumah-rumah di berbagai belahan dunia. (Wk/Ul, Diskomdigi Jateng)

