Category: Jawa Tengah
Kunjungi Mbah Kasnadi Bupati Harno Langsung Carikan Solusi

REMBANG – Senyum haru tak bisa disembunyikan dari wajah Mbah Kasnadi, lansia 66 tahun asal Desa Kedungadem, Kecamatan Sumber, saat Bupati Rembang Harno datang mengunjunginya, Jumat (24/4/2026). Kunjungan itu seolah menjadi jawaban atas kegelisahan yang ia rasakan sejak awal tahun, setelah namanya tak lagi tercantum sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Didampingi Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Sosial PPKB, pendamping PKH, pihak kecamatan hingga tenaga kesehatan dari Puskesmas Pancur, Bupati Harno tidak sekadar datang melihat, tetapi juga mendengar dan mencari jalan keluar. Di rumah sederhana itu, keduanya berbincang hangat selama sekitar 20 menit, percakapan yang bukan hanya berisi keluh kesah, tetapi juga harapan.
Dengan nada penuh empati, bupati memastikan, persoalan yang dialami Mbah Kasnadi segera ditindaklanjuti. Dia berkomitmen mendorong perbaikan data ke Kementerian Sosial RI, agar bantuan PKH bisa kembali diterima.
“Kita ke sini untuk mencari solusi yang cepat. Tadi saya juga tawari ke rumah sakit karena melihat kondisinya, namun beliau tidak mau. Apapun yang terjadi ingin di rumah saja. Untuk kebutuhan pokok sehari-hari, pemkab dan pemdes akan menanggung,” ujar bupati.
Kepala Desa Kedungadem, Zulianah menjelaskan, bantuan PKH untuk Mbah Kasnadi memang tidak cair sejak Januari 2026. Setelah ditelusuri, perubahan terjadi pada pemeringkatan desil, yang menempatkan Mbah Kasnadi di kategori 6 hingga 10, yang berarti dianggap sudah mampu.
Meski begitu, lanjutnya, perhatian terhadap Mbah Kasnadi tidak terhenti. Dia masih menerima bantuan dari Baznas sebesar Rp300 ribu per bulan, yang dicairkan tiap enam bulan sekali. Selain itu, pemerintah desa berencana memasukkan namanya sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa, sambil menunggu proses perbaikan data PKH.
Bagi Mbah Kasnadi, kunjungan tersebut lebih dari sekadar bantuan. Ia merasa didengar dan diperhatikan. Dengan mata berbinar dan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa syukurnya bisa bertemu langsung dengan pemimpin daerahnya.
“Walah banget senenge, alhamdulillah seneng,” tuturnya lirih.
Penulis: Mifta Rembang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng
Sekolah Rusak di Pati: Pemkab Gerak Cepat, Ini Respons dan Tindakan Nyatanya

PATI — Pemerintah Kabupaten Pati memastikan SD Negeri Mencon 01 di Kecamatan Pucakwangi yang roboh, akan segera dibangun kembali.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, usai meninjau langsung lokasi bersama Dinas Pendidikan setempat, Sabtu (25/4/2026). Menurutnya, peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah percepatan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan RI, untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, minggu sebelumnya kami sudah ke Jakarta, dan tanggal 5 (Mei) nanti sudah ada verifikasi. Minggu setelah itu, sudah bisa dilaksanakan pembangunan,” ujar Chandra.
Disampaikan, selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap difasilitasi agar tidak terhenti. Pemerintah desa setempat turut mendukung, dengan menyediakan tempat sementara bagi para siswa.
“Selama pembangunan, anak-anak difasilitasi oleh Pak Petinggi Mencon. Untuk kelas 1 sampai kelas 5, bulan Mei nanti sudah bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di pendapa beliau,” jelasnya.
Dia berharap, dukungan dari pihak sekolah serta seluruh pemangku kepentingan, agar proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan menghasilkan bangunan yang layak.
“Mohon dukungannya dari kepala sekolah dan semua pihak, agar pelaksanaan pembangunan bisa berjalan dengan baik, diawasi, dan menghasilkan bangunan yang bagus,” tutur plt bupati.
Usai meninjau SD Negeri Mencon 01, Risma melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 2 Pucakwangi, yang rencananya akan direvitalisasi, karena kondisi bangunan yang mulai mengalami kerusakan.
Penulis: Kontributor Kab Pati
Editor: Di, Diskomdigi Jateng
KLIC Fest 2026: Klaten Undang Pesepeda Dunia, Bidik Sorotan Global
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 akan berlangsung 17-24 Mei. Festival ini mengundang pesepeda nasional dan internasional. Soft launching digelar di Bundaran HI, Jakarta, 26 April 2026. KLIC Fest bertujuan mempromosikan potensi budaya, pariwisata, kuliner, dan ekonomi kreatif Kabupaten Klaten kepada wisatawan.
Birokrasi Melayani: Bukan Sekadar Prosedur, Tapi Pelayanan Publik Sejati
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melantik 27 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Fungsional Ahli Utama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 27 April 2026 di Semarang. Luthfi menegaskan pelantikan berdasarkan sistem merit untuk pelayanan publik yang responsif.
Dongkrak Pad Ahmad Luthfi Minta Bumd Lebih Kreatif Jalankan Usaha

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah naungannya, agar lebih kreatif dalam menjalankan usahanya, demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Saat ada keterbatasan fiskal dari pemerintah provinsi dalam membangun daerah, maka yang diandalkan adalah terobosan kreatif untuk mengembangkan BUMD,” kata Luthfi, saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tiga unit BUMD Provinsi Jawa Tengah, di kantornya, Senin (27/4/2026).
Hari itu, Luthfi mengikuti RUPS tiga BUMD, meliputi PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP).
Dia menandaskan, seluruh BUMD harus punya terobosan kreatif dengan menggandeng berbagai pihak, agar memilik daya guna dan daya saing. Sebab, banyak sekali potensi pengembangan bisnis yang dapat dilakukan oleh masing-masing BUMD.
Untuk itu Luthfi meminta agar menggandeng stakeholder lain, seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Tengah, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), dan lainnya
Dia meminta agar pengelolaan BUMD mampu memberikan keuntungan atau pemasukan terhadap PAD. Dengan begitu, kontribusi tersebut akan digunakan untuk pembangunan daerah. Gubernur tidak segan-segan untuk mengevaluasi direksinya, bila pengelolaan BUMD tersebut tidak efektif.
“Tidak peduli komisaris atau direktur utama, selama tidak efektif akan kami evaluasi,” tandasnya.
Dalam RUPS tersebut, Ahmad Luthfi juga mengapresiasi beberapa kinerja bagus yang sudah dilakukan oleh sejumlah BUMD. Misalnya PT JTAB yang secara simultan ikut menjaga inflasi melalui gerakan pangan murah, operasi pasar, dan kios-kios JTAB yang ada di beberapa daerah. (Humas Jateng)*ul
