Roy Suryo Mendesak: Keputusan Mikro Teks Pengaman Temuan Gadhaj Adam di Mana?
Pakar Telematika Roy Suryo menemukan kejanggalan ijazah mantan Presiden Jokowi. Mikro teks “gadhaj adam” terdeteksi dalam watermark Gadjah Mada. Pada konferensi pers di Jakarta (28/4/2026), Roy Suryo menantang pihak terkait membuktikan keaslian mikro teks tersebut sebagai pengaman resmi. Temuan ini memicu perdebatan publik.
Prabowo Ziarah ke Makam Kakeknya Margono Djojohadikusumo di Banyumas
loading…
Presiden Prabowo Subianto berziarah ke makam kakeknya, Margono Djojohadikusumo, di Kompleks Makam Dawuhan, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (28/4/2026). Foto/BPMI Setpres
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto disapa hangat dan antusias warga saat berziarah ke makam kakeknya, Margono Djojohadikusumo di Kompleks Makam Dawuhan, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (28/4/2026).
Warga yang menunggu kedarangan Prabowo tampak berjejer rapi di sepanjang area makam untuk melihat langsung dan menyampaikan doa.
Dengan senyum hangat, Prabowo menghampiri dan menyempatkan diri menyapa warga. Menyalami satu per satu serta menerima doa dan dukungan dari masyarakat. Suasana penuh keakraban dan haru terasa meski di bawah rintik hujan sore Banyumas.
Komdigi Ungkap TikTok Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak
Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan perkembangan kepatuhan platform digital terhadap aturan perlindungan anak (PP Tunas). TikTok menjadi platform pertama yang melaporkan langkah konkret secara transparan. Sejak 28 Maret 2026, TikTok menonaktifkan 1,7 juta akun pengguna di bawah 16 tahun, meningkat signifikan. Ini menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan kejahatan digital.
Muktamar ke-35 NU Momentum Kembalikan Kepemimpinan PBNU ke Dzuriyah Muasis
loading…
Pengasuh Ponpes Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang Rembang, KH Achmad Rosikh Roghibi menegaskan Muktamar ke-35 NU harus dijaga dari berbagai kepentingan politik praktis. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
REMBANG – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang, Rembang, KH Achmad Rosikh Roghibi atau Gus Rosikh menegaskan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) harus dijaga dari berbagai kepentingan politik praktis. Termasuk orientasi ekonomi yang berpotensi mencederai nilai-nilai luhur organisasi.
Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU semestinya menjadi ruang yang sakral, diisi oleh semangat keikhlasan dan tanggung jawab keumatan, bukan arena perebutan kekuasaan ataupun transaksi berbasis cuan.
“NU ini berdiri di atas fondasi perjuangan para ulama. Kalau Muktamar sudah disusupi kepentingan politik dan kepentingan materi, maka arah perjuangan NU akan menyimpang dari khittahnya,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Gus Rosikh, menekankan pentingnya mengembalikan kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada dzuriyah muasis, yakni keturunan para pendiri NU, yang dinilai memiliki kedekatan historis, kultural, dan spiritual dengan nilai-nilai dasar organisasi.
Menurut Gus Rosikh, dzuriyah muassis tidak hanya membawa legitimasi genealogis, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan perjuangan para ulama pendiri NU agar tetap berada di jalur yang benar.
“Sudah saatnya PBNU kembali dipimpin oleh dzuriyah muassis yang memahami betul ruh perjuangan NU. Ini bukan soal eksklusivitas, tapi soal menjaga kesinambungan nilai dan amanah para pendiri,” tegasnya.
Jabat Kepala Bakom, Qodari: Harus Agresif, Kalau Diserang Tidak Diam
loading…
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan bahwa pola komunikasi pemerintah di bawah kepemimpinannya akan mengalami perubahan signifikan. Foto: Binti Mufarida
JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan bahwa pola komunikasi pemerintah di bawah kepemimpinannya akan mengalami perubahan signifikan. Qodari menyatakan Bakom akan tampil lebih aktif dan agresif dalam mengawal narasi publik terkait kebijakan pemerintah.
Hal tersebut ditegaskan Qodari dalam sambutannya pada acara pisah sambut jabatan Kepala Bakom di Auditorium Bakom, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Ia menepis anggapan bahwa pemerintah harus selalu bersikap pasif saat menghadapi kritik atau serangan di ruang publik.
Mulanya, Qodari menceritakan ada pengamat yang mengkritik penunjukannya dan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. “Ada salah satu pengamat, beliau mengatakan ini kelihatannya Bapak Presiden mau ngajak perang ini. Karena yang ditunjuk Qodari dengan Hasan Nasbi katanya. Ini katanya duanya ini tipe penyerang, begitu. Wah ini ngajak ribut gitu,” kata Qodari dalam sambutannya.
Jokowi Bakal Perlihatkan Ijazah di Sidang, Pakar Tuntut Akhir Polemik dan Kepastian Hukum
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hadir dalam persidangan pencemaran nama baik Roy Suryo dkk. Jokowi dijadwalkan memperlihatkan ijazah miliknya yang menjadi polemik publik. Kehadiran ini menegaskan kepatuhan pada proses hukum terkait keaslian ijazah Jokowi. Sikap tersebut dipuji pakar hukum sebagai negarawan yang menghormati hukum.
Sanad Digital: Menguak Visi Kepemimpinan di Balik Era Digital
Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen UDN Jakarta, menyoroti tantangan sanad ilmu agama di era digital. Sanad adalah rantai guru-murid yang bersambung hingga Rasulullah SAW, penting untuk keaslian ilmu. Pembelajaran otodidak dari platform digital berisiko. Pesantren dan lembaga pendidikan Islam bertanggung jawab menjaga sanad melalui proses talaqqi, memastikan kualitas pengajaran agama.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan evaluasi menyeluruh 1.800 perlintasan sebidang kereta api. Pembenahan difokuskan pada wilayah padat penduduk seperti Bekasi guna mencegah kecelakaan lalu lintas. Pemerintah akan membangun flyover di Bekasi dengan bantuan presiden. Anggaran sekitar Rp 4 triliun disiapkan untuk proyek peningkatan keselamatan ini.
Prabowo Desak Penanganan Maksimal Korban Tragedi KA Bekasi, Investigasi Cepat Jadi Sorotan.
Presiden RI Prabowo Subianto, memerintahkan agar penanganan korban kecelakaan antara kereta api Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur dilakukan secara maksimal. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya investigasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat mendampingi Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Bekasi, Idola 92.6-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memerintahkan agar penanganan korban kecelakaan antara kereta api Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur dilakukan secara maksimal.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya investigasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat mendampingi Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4).
Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan arahan langsung terkait penanganan korban yang saat ini masih menjalani perawatan.
“Beliau (Presiden RI Prabowo Subianto) memberikan petunjuk agar seluruh korban yang dirawat mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Selain fokus pada penanganan korban, Presiden juga menekankan pentingnya investigasi terhadap penyebab kecelakaan. Langkah ini dinilai krusial sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pencegahan ke depan.
“Investigasi tentu harus dilakukan. Kemudian, beliau juga meminta agar dipikirkan langkah antisipasi supaya hal-hal seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.
Dalam upaya meningkatkan keselamatan, Prasetyo mengatakan Presiden turut menyoroti aspek teknologi serta kondisi sarana perkeretaapian, termasuk usia armada yang beroperasi.
Ia juga meminta perhatian serius terhadap perlintasan kereta api yang dinilai masih rawan kecelakaan.
“Secara teknologi, beliau juga sempat mengecek tahun pembuatan kereta-kereta kita. Selain itu, beliau meminta agar sekitar 1.800 perlintasan kereta api ditangani, baik dengan penjagaan maupun pembangunan flyover untuk memastikan jalur persimpangan aman dari potensi kecelakaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan Presiden juga menginstruksikan agar langkah-langkah konkret segera diambil untuk memastikan keselamatan transportasi kereta api di masa mendatang.
“Beliau juga meminta agar segera dilakukan langkah-langkah solusi untuk memastikan ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (her/dav)
Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi, Perintahkan Investigasi dan Perbaikan Lintasan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perlintasan sebidang kereta api, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Bekasi. Prabowo menginstruksikan pembenahan 1.800 perlintasan sebidang untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Hal itu disampaikan Prabowo usai menjenguk para korban kecelakaan kereta api di RSUD Bekasi, Selasa (28/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Bekasi, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjenguk para korban kecelakaan kereta api di RSUD Bekasi, Selasa (28/4) pagi.
Prabowo menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada para korban dan keluarga, serta memastikan pemerintah akan bergerak cepat untuk menangani dampak kecelakaan tersebut.
“Atas nama pribadi dan atas nama pemerintah, saya ucapkan belasungkawa atas kejadian yang telah terjadi. Kita segera mengadakan investigasi untuk mengetahui bagaimana peristiwa ini bisa terjadi,” ujar Prabowo kepada awak media.
Prabowo juga menegaskan, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perlintasan kereta api yang dinilai masih banyak belum terjaga dengan baik, khususnya di wilayah padat seperti Bekasi.
“Kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak terjaga. Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan pembangunan fly over karena Bekasi ini juga padat, dan kebutuhan kereta api itu sangat penting serta mendesak. Saya sudah setujui agar segera dibangun fly over langsung melalui bantuan Presiden,” jelas Prabowo.
Selain Bekasi, Prabowo juga menyoroti sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di Pulau Jawa yang membutuhkan penanganan serius. Menurutnya, banyak lintasan tersebut telah ada sejak zaman kolonial dan belum terselesaikan hingga saat ini.
“Dari zaman Belanda, sudah berapa puluh tahun, sekarang sudahlah kita selesaikan semua itu. Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua lintasan tersebut, apakah dengan pos jaga atau dengan fly over, nanti pelaksanaannya kita tunjuk,” lanjutnya.
Lebih lanjut, pemerintah akan menyiapkan anggaran hampir Rp4 triliun untuk meningkatkan keselamatan transportasi publik sekaligus memperkuat infrastruktur perkeretaapian nasional.
“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun demi keselamatan, karena kereta api sangat penting dan sangat kita perlukan. Sudah berapa puluh tahun hal ini tidak dilakukan, sekarang saatnya kita lakukan,” imbuhnya.
Seperti diketahui, kecelakaan kereta api tersebut terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian KRL Commuter Line Cikarang yang sedang berhenti di stasiun.
Benturan keras terjadi pada gerbong paling belakang, yang merupakan gerbong khusus perempuan, menyebabkan korban jiwa dan puluhan penumpang mengalami luka-luka. (her/dav)