Selat Hormuz Dibuka Iran: Mengapa Ini Krusial bagi Stabilitas Energi Indonesia?
Pemerintah Iran resmi membuka Selat Hormuz sebagai rute pelayaran internasional pada Jumat (17/4), menandakan meredanya konflik di kawasan Timur Tengah. Kementerian ESDM menegaskan keputusan ini berdampak positif bagi ketahanan energi Indonesia dan stabilitas pasokan energi global. Prospek energi nasional kini semakin cerah, dengan harapan kapal Pertamina dapat segera melintas.
2 Kapal Pertamina Bersiap Lintasi Selat Hormuz: Apa Maknanya Bagi Energi Nasional?
PT Pertamina International Shipping (PIS) mengumumkan dua kapal Pertamina, Pertamina Pride dan Gamsunoro, siap melintasi Selat Hormuz. Sebelumnya tertahan di Teluk Arab/Teluk Persia, ini menyusul keputusan Iran membuka kembali jalur perdagangan laut. PIS menyiapkan perencanaan pelayaran aman, berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Prioritas keselamatan awak kapal dan keamanan muatan.
Pabrik Tahu Sukinem: Omzet Meroket 200%, Ini Dampak Nyata Program MBG
Pengusaha tahu Sukinem (67) di Karanganyar mengalami peningkatan omzet signifikan. Usaha “Ngudi Rejeki” miliknya kini menghasilkan Rp8 juta per hari, naik dua kali lipat dari Rp4 juta. Peningkatan ini terjadi setelah Sukinem memasok tahu ke program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan produksi mencapai 4 kuintal kedelai per hari.
Usai Beri Arahan Ketua DPRD Se-Indonesia, Prabowo Sidak Gudang Bulog Danurejo Pastikan Stok Beras Aman
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4). Sidak dilakukan usai menghadiri dan memberikan arahan kepada 503 ketua DPRD dari seluruh Indonesia di Akademi Militer Magelang, (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Magelang, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4). Sidak dilakukan usai menghadiri dan memberikan arahan kepada 503 ketua DPRD dari seluruh Indonesia di Akademi Militer Magelang,
Setibanya di lokasi, Prabowo meninjau kondisi cadangan pangan nasional. Prabowo ingin memastikan stok beras aman dan siap disalurkan kepada masyarakat.
Ketersediaan pangan menjadi penting di tengah situasi global yang diwarnai krisis energi di sejumlah negara. Kondisi ini terjadi sebagai dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Saat ini, Indonesia dinilai berada dalam kondisi yang relatif kuat dan stabil, baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun harga pagan.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para karyawan di gudang Bulog. Suasana hangat, akrab, dan penuh antusiasme terlihat saat Prabowo berbincang singkat dengan para pekerja.
Kompleks Gudang Bulog Danurejo terdiri atas dua unit bangunan dengan total kapasitas mencapai 7.000 ton yang saat ini dalam kondisi terisi penuh. Hal ini mencerminkan kesiapan stok yang optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa Tengah, khususnya di Kota dan Kabupaten Magelang.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional serta memastikan negara hadir dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.
Turut mendampingi Presiden dalam sidak tersebut antara lain Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (her/dav)
Ekonomi RI Dipuji IMF hingga Investor Global, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi
Apresiasi dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan investor global yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu titik terang ekonomi dunia menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian global. Menanggapi hal itu, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian mengatakan, penilaian ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas melalui kredibilitas kebijakan, disiplin fiskal, serta sinergi yang kuat antara kebijakan moneter dan fiskal.(Foto Dok. Istimewa)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Apresiasi dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan investor global yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu titik terang ekonomi dunia menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian global.
Menanggapi hal itu, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian mengatakan, penilaian ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas melalui kredibilitas kebijakan, disiplin fiskal, serta sinergi yang kuat antara kebijakan moneter dan fiskal.
Namun, capaian tersebut dinilai tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Stabilitas yang telah terjaga justru harus menjadi pijakan untuk langkah yang lebih strategis ke depan, terutama dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Fakhrul mengingatkan bahwa stabilitas bukanlah tujuan akhir. “Stabilitas adalah titik awal, bukan titik akhir. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kita mengubah stabilitas itu menjadi kekuatan—kekuatan untuk membiayai pertumbuhan, memperluas ruang kebijakan, dan memperkuat kedaulatan ekonomi kita di dunia yang tidak lagi sederhana,” ucap Fakhrul, ditulis Jumat (17/4).
Menurut Fakhrul, pengakuan dari IMF dan investor global memang patut diapresiasi. Namun, ia menilai narasi ekonomi Indonesia perlu didorong lebih jauh, tidak hanya berhenti pada stabilitas, tetapi juga pada kemampuan membiayai pertumbuhan secara strategis dan berkelanjutan.
Ia menilai pendekatan Bank Indonesia yang menekankan kredibilitas kebijakan, adaptasi terhadap dinamika global, serta penguatan kemitraan internasional sudah berada di jalur yang tepat.
Meski demikian, ada dua aspek penting yang perlu diperkuat, yakni pengembangan sumber pendanaan baru dan komunikasi kebijakan fiskal yang lebih jelas.
Fakhrul menyoroti bahwa selama ini pemerintah cenderung mengandalkan narasi disiplin fiskal, seperti menjaga defisit di bawah 3% dan rasio utang yang terkendali. Meski penting, pendekatan tersebut dinilai belum cukup menjawab kebutuhan pasar saat ini.
“Selama ini, kita terlalu nyaman dengan narasi disiplin fiscal dengan defisit di bawah 3%, rasio utang terjaga. Itu penting, tapi belum cukup. Pasar hari ini ingin tahu lebih dari itu: what is the funding story? dan how credible is the path forward?,” jelasnya.
Ia menekankan perlunya pergeseran komunikasi kebijakan fiskal dari sekadar berbasis aturan menuju strategi yang lebih komprehensif.
Pemerintah, kata dia, perlu secara terbuka menjelaskan arah pembiayaan jangka menengah hingga panjang, termasuk sumber dana, komposisi, dan pengelolaan risikonya.
“Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, pasar tidak hanya menghargai disiplin, tetapi juga kejelasan arah. Kita perlu mulai lebih eksplisit, dari mana sumber pembiayaan pertumbuhan akan datang, bagaimana komposisinya, dan bagaimana risiko-risikonya dikelola,” ujarnya.
Di tengah perubahan struktur ekonomi global, kebutuhan akan sumber pendanaan alternatif juga semakin mendesak. Fakhrul menilai ketergantungan pada pembiayaan berbasis mata uang kuat seperti dolar AS menimbulkan biaya yang tidak kecil.
“Ketergantungan pada sumber pendanaan global berbasis mata uang kuat seperti dolar menciptakan biaya yang tidak kecil. Di sinilah pentingnya Indonesia mulai lebih agresif membangun alternatif, termasuk melalui skema local currency settlement,” kata Fakhrul.
Ia melihat peluang dari pemanfaatan mata uang dengan imbal hasil rendah seperti offshore renminbi (CNH) sebagai sumber likuiditas yang lebih efisien, terutama untuk mendukung perdagangan dan investasi bilateral.
“Ke depan, kita harus mulai melihat bahwa tidak semua pembiayaan harus mahal. Likuiditas global itu tidak homogen. Ada kantong-kantong likuiditas dengan biaya lebih rendah, dan kita harus bisa mengaksesnya, baik melalui kerja sama bilateral maupun desain instrumen keuangan yang lebih inovatif,” tambahnya.
Lebih jauh, Fakhrul menekankan pentingnya penguatan kemitraan internasional yang tidak hanya berhenti pada pembangunan kepercayaan, tetapi juga mampu membuka akses pembiayaan yang nyata.
Ia menilai, di tengah fragmentasi ekonomi global yang semakin nyata, negara yang mampu mengamankan sumber pendanaan alternatif sekaligus mengkomunikasikan strateginya dengan jelas akan memiliki keunggulan kompetitif.
“Kita sedang masuk ke era di mana capital access saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah capital strategy. Dan strategi itu harus terlihat, harus terkomunikasikan dengan jelas, dan harus dipercaya pasar,” pungkas Fakhrul.(her/dav)
Ketua Umum GPK Imam Fauzan A. Uskara membantah keras pemecatan massal pengurus DPW dan DPC PPP. Fauzan menyatakan tidak ada kebijakan pemecatan, melainkan penataan organisasi sesuai mekanisme partai. Ini bukan narasi provokatif di tengah konsolidasi internal. Pergantian kepengurusan terjadi karena SK habis atau tidak menjalankan kewajiban organisasi.
Menkum Tegaskan RUU Kewarganegaraan Wajib Tuntaskan Polemik Passport Gate Atlet Naturalisasi Tahun Ini
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengonfirmasi pemerintah dan DPR membahas RUU Kewarganegaraan. Pembahasan ini bertujuan menyelesaikan polemik paspor pemain diaspora dan isu kewarganegaraan lainnya. Supratman berharap RUU Kewarganegaraan dapat tuntas tahun ini, sehingga tidak ada lagi polemik serupa.
Prajurit UNIFIL Perancis Gugur di Lebanon, Kemlu RI Angkat Bicara
Kemlu RI menyampaikan dukacita atas gugur prajurit Prancis dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon pada 18 April 2026. Pemerintah Indonesia menyerukan semua pihak menahan diri dan menjunjung tinggi hukum humaniter internasional. Serangan terhadap prajurit UNIFIL di tengah gencatan senjata tidak dapat diterima.
BBM Nonsubsidi Meroket Tak Terkendali: DPR Angkat Bicara Soal Beban Rakyat
Kenaikan harga BBM nonsubsidi secara drastis dikritik Anggota DPR Mufti Anam. Kebijakan Pemerintah via Pertamina ini dinilai memberatkan rakyat, padahal sebelumnya sempat ada narasi harga BBM tidak akan naik. Kritik DPR menyoroti dampak kenaikan bahan bakar ini terhadap masyarakat.
Prabowo Tegaskan ke Ketua DPRD: Partai Beda Boleh, Nasionalisme Tak Bisa Ditawar
loading…
Presiden Prabowo Subianto menegaskan perbedaan latar belakang bukanlah penghalang bagi persatuan bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Foto/SindoNews
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan perbedaan latar belakang bukanlah penghalang bagi persatuan bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan dalam acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).
Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan seluruh elemen bangsa berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari sisi daerah, suku, pendidikan, profesi, hingga afiliasi politik. Meski demikian, Prabowo menegaskan semuanya tetap satu sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Kita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, daerah yang berbeda, suku yang berbeda, pendidikan yang berbeda, profesi yang berbeda, dan partai politik yang berbeda. Namun, sebagai anak bangsa, kita tetap satu,” ujar Prabowo.
Prabowo menyampaikan ingin berbicara secara terbuka dan apa adanya di hadapan para peserta. Prabowo juga menyadari penyampaiannya mungkin menimbulkan beragam respons, namun hal tersebut merupakan bagian dari komunikasi yang jujur antarsesama anak bangsa.
“Saya ingin bicara apa adanya. Mungkin apa yang saya sampaikan nanti ada yang kurang berkenan, mungkin ada yang tersinggung, ada yang sedih,” ucapnya.