Eks Hakim Agung Tegas: Pernyataan Saiful Mujani Berindikasi Inkonstitusional
Mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun menilai pernyataan Saiful Mujani inkonstitusional. Pernyataan itu menyerukan menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tanpa proses impeachment. Gayus Lumbuun menyebut ucapan ini berpotensi menghasut publik, bahkan dapat mengarah pada tindakan makar. Penilaian ini berdasar latar belakang hukumnya.
Prabowo Bertemu Macron di Elysee: Sambutan Pasukan Kehormatan, Sorotan Diplomasi Paris
Presiden Prabowo Subianto melanjutkan diplomasi strategisnya dengan bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris. Disambut resmi, termasuk penghormatan pasukan Guard of Honor, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas. Mereka juga bertukar pandangan mengenai dinamika global yang berkembang.
Manuver Prabowo: Dari Moskow ke Paris, Mengukir Arah Baru Poros Diplomasi Strategis
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Paris, Prancis, pada Senin malam pukul 23.50 waktu setempat (04.50 WIB), setelah menuntaskan agenda diplomatik penting di Moskow, Rusia. Kedatangan Prabowo di ibu kota Prancis tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian diplomasi strategis Indonesia di Eropa, setelah sebelumnya melaksanakan pertemuan bilateral intensif dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Paris, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Paris, Prancis, pada Senin malam pukul 23.50 waktu setempat (04.50 WIB), setelah menuntaskan agenda diplomatik penting di Moskow, Rusia.
Kedatangan Prabowo di ibu kota Prancis tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian diplomasi strategis Indonesia di Eropa, setelah sebelumnya melaksanakan pertemuan bilateral intensif dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin.
Dari Moskow, Prabowo langsung bertolak menuju Paris dengan waktu tempuh sekitar tiga setengah jam, dan tiba menjelang tengah malam waktu setempat.
Selama berada di Paris, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée. Pertemuan tersebut akan membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara di berbagai sektor prioritas.
Indonesia dan Prancis selama ini telah menjalin kerja sama erat di berbagai bidang, antara lain pertahanan, termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan; energi dan transisi energi, khususnya pengembangan energi baru terbarukan; serta infrastruktur dan transportasi.
Selain itu, kerja sama juga mencakup bidang pendidikan dan riset, ekonomi kreatif, serta penanganan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Prancis juga menjadi salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eropa dalam mendorong investasi dan perdagangan.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis kedua negara, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang lebih konkret dan saling menguntungkan.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis terkait dinamika global, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia. (her/dav)
Prabowo Ungkap: Kemajuan Melesat & Produktivitas Tinggi Dialog Indonesia
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Putin membahas kerja sama Indonesia-Rusia di Moskow. Pertemuan bilateral ini menghasilkan diskusi produktif dengan kemajuan pesat di berbagai bidang. Prabowo menekankan pengembangan signifikan telah tercapai, tetapi beberapa aspek perlu percepatan. Putin menegaskan Rusia terbuka untuk kemitraan strategis yang berbobot.
Prabowo Kirim Pesan Hari Kosmonaut ke Putin, Mengapa Nama Gagarin Tiba
Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat Hari Kosmonaut kepada Presiden Vladimir Putin di Moskow. Ucapan ini disampaikan Senin (13/4) di Istana Kremlin. Hari Kosmonaut merayakan penerbangan Yuri Gagarin ke luar angkasa pada 12 April 1961. Prabowo juga memberi ucapan Selamat Paskah yang diapresiasi Putin. Ini menandai hubungan bilateral Indonesia-Rusia yang erat.
Putin Tawarkan Kolaborasi Energi & Militer ke Prabowo: Rusia Ingin Peran Lebih di Sektor Strategis?
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan kerja sama dengan Indonesia. Hal ini disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Kremlin, Moskow, Senin (13/4). Kerja sama mencakup bidang ekonomi, perdagangan (naik 12%), energi, antariksa, pertanian, industri, farmasi, dan militer. Prabowo mengakui kemajuan pesat dalam kemitraan strategis kedua negara.
Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Gelojak Global, Bukan Lagi Era 1998.
Ekonomi Indonesia tangguh di tengah gejolak global, jauh dari krisis 1998. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5,3% (2026), tertinggi kedua G20. Defisit anggaran rendah di bawah 3%. Bloomberg menyebut kemungkinan resesi Indonesia hanya 5%. Ketahanan ditopang ekonomi domestik kuat dan APBN terkendali.
Kunjungan Prabowo ke Rusia: Mengurai Strategi Geopolitik dan Ambisi Energi Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Moskow, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menilai pentingnya konsultasi geopolitik dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Dalam hal ini, Prabowo memandang Rusia sebagai mitra yang tepat karena negara tersebut dianggap berperan positif dalam menghadapi kondisi geopolitik. Selain itu, ia juga berharap kedua negara dapat terus meningkatkan kerja sama strategis di tengah gejolak global saat ini.
“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” ujar Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Putin yang telah menerima kunjungannya meski dengan pemberitahuan singkat.
“Terima kasih Yang Mulia, Presiden Putin, saya yang terima kasih karena saya diterima dengan permintaan yang begitu singkat. Tapi di tengah kesibukan Anda, Anda bisa terima saya, saya sangat terima kasih,” jelas dia.
Sementara itu, Putin juga menganggap penting kunjungan Prabowo kali ini. Menurutnya, kehadiran Prabowo di Kremlin memiliki arti yang sangat besar di tengah situasi dan perkembangan global.
Oleh karenanya, ia juga berharap bahwa kedua negara dapat lebih meningkatkan kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi.
“Kunjungan yang mulia merupakan makna yang sangat besar dan sangat penting terutama mengingat situasi dan perkembangan sekarang di dunia,” ujar Putin. (her/dav)
Prabowo Sorot Dukungan Rusia untuk BRICS Indonesia: Ini Dia Peluang Kerja Sama Raksasa yang Menanti.
Presiden Prabowo Subianto berterima kasih kepada Presiden Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Senin (13/4). Apresiasi diberikan atas dukungan Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS. Bergabungnya Indonesia ke BRICS memperkuat posisi global dan membuka peluang kerja sama bilateral baru. BRICS adalah forum kerja sama ekonomi penting.
Praperadilan Sekjen DPR Indra Iskandar Dikabulkan, Status Tersangka Tidak Sah
loading…
Sekjen DPR RI Indra Iskandar. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA – Hakim tunggal Sulistiyanto Rokhmad Budiarto mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar . Hal itu disampaikan dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).
Dalam amar putusannya, hakim menyatakan penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) terhadap Indra Iskandar tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.
“Penetapan tersangka terhadap pemohon tidak didasarkan pada dua alat bukti yang sah,” ujar hakim dalam persidangan.
Hakim menilai proses penyidikan yang dilakukan termohon tidak memenuhi ketentuan formil sebagaimana diatur dalam KUHAP dan putusan Mahkamah Konstitusi, yang mensyaratkan minimal dua alat bukti dalam penetapan tersangka.