Peci Hitam Prabowo hingga Maung Garuda, Simbol Jati Diri RI di KTT ASEAN
Presiden RI Prabowo Subianto tampil mencuri perhatian saat menghadiri upacara pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). Mengenakan setelan jas gelap lengkap dengan peci hitam khas Indonesia, Presiden Prabowo menampilkan identitas nasional yang kuat di panggung diplomasi kawasan ASEAN. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Cebu, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tampil mencuri perhatian saat menghadiri upacara pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).
Mengenakan setelan jas gelap lengkap dengan peci hitam khas Indonesia, Presiden Prabowo menampilkan identitas nasional yang kuat di panggung diplomasi kawasan ASEAN.
Kehadiran Presiden Prabowo semakin menarik perhatian ketika tiba menggunakan kendaraan taktis Maung Garuda. Perpaduan kendaraan produksi dalam negeri dan peci hitam yang melekat sebagai simbol nasional dinilai semakin mempertegas citra Indonesia dalam forum internasional.
Momentum tersebut dinilai bukan sekadar kehadiran kepala negara dalam agenda diplomatik, melainkan juga bentuk promosi budaya serta produk strategis nasional Indonesia di hadapan para pemimpin ASEAN.
Dalam prosesi penyambutan, Presiden Prabowo disambut dengan pertunjukan budaya sebelum mengikuti sesi foto bersama Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan para pemimpin negara ASEAN lainnya.
Suasana persahabatan tampak mewarnai pembukaan KTT ASEAN tersebut. Penampilan Presiden Prabowo dengan peci hitam juga menarik perhatian diaspora Indonesia yang menyambut kedatangannya sehari sebelumnya.
Peci hitam yang telah lama menjadi simbol nasionalisme Indonesia dinilai menjadi representasi sederhana, namun kuat, tentang identitas bangsa di forum internasional.
Selain itu, kehadiran kendaraan Maung dalam rangkaian kegiatan KTT ASEAN turut menunjukkan perkembangan industri pertahanan nasional Indonesia yang kini semakin percaya diri tampil di panggung global. (her/dav)
Yusuf Hamka Puji Ketegasan Prabowo: Semua yang Rugikan Negara Disapu Bersih
Tokoh masyarakat Yusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun menilai Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang memiliki keberanian besar. Hal ini ditunjukkan dengan komitmennya dalam memberantas pihak-pihak yang selama ini merugikan negara, tanpa memandang latar belakang maupun kekuatan yang dimiliki. Hal itu disampaikan Yusuf Hamka dalam podcast Close The Door, ditulis Jumat (8/5). (Foto Dok. Podcast Close The Door)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Tokoh masyarakat Yusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun menilai Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang memiliki keberanian besar.
Hal ini ditunjukkan dengan komitmennya dalam memberantas pihak-pihak yang selama ini merugikan negara, tanpa memandang latar belakang maupun kekuatan yang dimiliki.
Dalam podcast Close The Door, ditulis Jumat (8/5), Yusuf Hamka menyebut kondisi Indonesia saat ini sudah terlalu banyak kerusakan yang harus dibenahi. Karena itu, ia menaruh harapan besar kepada Prabowo untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
“Semua ini udah terlalu hancur. Kita berharap kepada Pak Prabowo satu-satunya. Hanya beliau yang punya nyali besar, yang berani menghantam raja-raja semua,” ujar Yusuf Hamka.
Menurut dia, langkah tegas Prabowo terlihat dari upayanya menyapu bersih berbagai kelompok yang selama ini diduga menikmati keuntungan besar dari sektor strategis negara.
“Ada Raja Batu Bara, sapu semua. Raja Minyak, sapu. Raja Sawit, sapu. Nggak ada yang nggak disapu,” katanya.
Yusuf Hamka mengakui ketegasan tersebut membuat Prabowo menghadapi banyak serangan balik. Ia menilai serangan itu datang dari pihak-pihak yang merasa terganggu karena tidak lagi leluasa mengambil keuntungan dari uang negara.
Meski demikian, ia meyakini dukungan masyarakat kepada Prabowo jauh lebih besar dibandingkan suara-suara yang menyerang pemerintah. Menurutnya, rakyat dapat melihat keseriusan Prabowo dalam bekerja untuk kepentingan bangsa.
“Banyak orang yang bully tapi lebih banyak orang yang sayang kepada Bapak. Karena rakyat tahu beliau kerja buat negara,” katanya.
Yusuf Hamka juga menegaskan dirinya tetap terbuka untuk mengkritik pemerintah. Namun, ia mengingatkan kritik seharusnya dibarengi solusi, bukan sekadar hujatan.
“Saya juga sering kritik Pak Prabowo. Tapi kalau beliau benar, kita katakan benar. Kalau ada yang kurang, mari kita bantu. Kritik harus kasih solusi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yusuf Hamka turut menyoroti langkah diplomasi luar negeri yang dilakukan Prabowo. Ia menilai kunjungan luar negeri Presiden bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Bahkan, ia menyebut kepemimpinan Prabowo mengingatkannya pada sosok Presiden pertama Indonesia, Soekarno.
“Pak Prabowo itu kayak Bung Karno. Dulu Indonesia dikenal di mana-mana walaupun negara kecil. Nah ini yang Pak Prabowo sedang bawa lagi,” pungkas Yusuf Hamka. (her/dav)
Roy Suryo Cs Ajukan Sengketa Informasi demi Buka 709 Dokumen Kasus Ijazah Jokowi
loading…
Roy Suryo Cs melalui tim hukum Troya mengajukan permohonan sengketa informasi ke Komisi Informasi Pusat (KIP) terkait 709 dokumen yang disita Polda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026). Foto/Yuwantoro Winduajie
JAKARTA – Roy Suryo Cs melalui tim hukum Tifa and Roy’s Advocate (Troya) mengajukan permohonan sengketa informasi ke Komisi Informasi Pusat (KIP) terkait 709 dokumen yang disita Polda Metro Jaya. Dokumen itu terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Troya meminta daftar dokumen sitaan tersebut, termasuk 504 dokumen yang berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) diperlihatkan.
Perwakilan dari Troya, Abdullah Alkatiri mengatakan pihaknya hanya meminta daftar dokumen dan salinan ijazah, bukan dokumen asli.
“Permintaan kami itu hanya dua. Satu adalah salinan ijazah Pak Jokowi. Jadi salinan itu bukan asli ya, fotokopi istilahnya tapi yang ada di Polda,” kata Abdullah Alkatiri dalam konferensi pers Tim Troya di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).
Minta Sidang Andrie Yunus Berjalan Adil, Yusril: Pemerintah Tak Akan Intervensi
loading…
Pemerintah tak akan mengintervensi jalannya proses persidangan perkara penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie. Foto/SindoNews
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tak akan mengintervensi jalannya proses persidangan perkara penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Pemerintah menghormati independensi lembaga peradilan.
Yusril meminta agar perkara yang diadili di Pengadilan Militer II-08 Jakarta bisa berjalan sesuai hukum acara pidana dan ketentuan KUHP militer yang berlaku.
“Pemerintah berharap proses persidangan terhadap para terdakwa berjalan secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi asas peradilan yang bebas serta imparsial. Ini sejalan dengan Delapan Asta Cita atau Delapan Program Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang salah satunya adalah reformasi hukum serta penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kepastian hukum,” kata Yusril, di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Yusril menegaskan, harapan Pemerintah agar persidangan berjalan adil tidak boleh diartikan sebagai bentuk intervensi terhadap pengadilan. Yusril menyebut kewenangan yudikatif harus bebas dari campur tangan mana pun.
“Pemerintah pada prinsipnya menjunjung tinggi independensi badan peradilan. Kedudukan kekuasaan yudikatif bersifat independen dan harus bebas dari campur tangan maupun pengaruh pihak mana pun, termasuk Pemerintah,” sambungnya.
Namun di samping itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah memiliki kewajiban konstitusional untuk menjaga tegaknya hukum dan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Maka dari itu, proses peradilan harus mampu berjalan secara transparan, karena akan berdampak terhadap citra negara di mata masyarakat.
Bonjowi Tuding UGM Sengaja Pasang Badan Bela Jokowi
Kelompok Bonjowi menilai UGM melindungi Jokowi dalam polemik ijazah. UGM menggugat putusan KIP di PTUN Jakarta yang memerintahkan keterbukaan dokumen. Bonjowi mempertanyakan motif UGM, sebab sebelumnya kampus itu tak menunjukkan keberatan, hanya menanyakan mekanisme penyerahan ijazah Jokowi.
Pendidikan & Asrama Gratis: Kisah Siswi Sekolah Rakyat, Kunci Perubahan Hidup
Pendidikan yang layak masih menjadi tantangan bagi sebagian anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Untuk itulah pemerintah menghadirkan program Sekolah Rakyat sebagai upaya membuka akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Kehadiran program ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para siswa, salah satunya Alma Rasya, siswi kelas 10 di SMA Sekolah Rakyat 13 Bekasi. (Foto Dok. Kanal Youtube Bakom RI)
Bekasi, Idola 92.6 FM-Pendidikan yang layak masih menjadi tantangan bagi sebagian anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Untuk itulah pemerintah menghadirkan program Sekolah Rakyat sebagai upaya membuka akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Kehadiran program ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para siswa, salah satunya Alma Rasya, siswi kelas 10 di SMA Sekolah Rakyat 13 Bekasi.
Alma berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai tukang pijat dan pekerja serabutan, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Sebelum mengenal Sekolah Rakyat, Alma terus berpikir dirinya tidak akan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Waktu itu saya sempat berpikir tidak bisa lanjut sekolah karena ibu sudah tidak punya biaya lagi untuk menyekolahkan saya. Tapi ternyata Allah menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai jalan agar saya bisa terus belajar,” ujar Alma, seperti dikutip dari Kanal Youtube Bakom RI)
Perjalanan pendidikan Alma tidak mudah. Saat masih duduk di bangku SMP, dirinya sempat memiliki tunggakan biaya sekolah hingga Rp11 juta. Meski begitu, ia tetap berusaha menyelesaikan pendidikannya sambil terus mendalami ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an.
“Kadang saya berpikir untuk makan saja susah, bagaimana untuk sekolah. Tapi sekarang saya sangat bersyukur karena di Sekolah Rakyat semua kebutuhan pendidikan sudah terjamin,” katanya.
Melalui program Sekolah Rakyat, Alma mendapatkan berbagai fasilitas penunjang pendidikan mulai dari seragam, alat tulis, laptop, hingga kebutuhan makan dan asrama secara gratis. Menurutnya, fasilitas tersebut membuat dirinya lebih fokus dalam belajar dan mengejar cita-cita.
“Di sini kami diberikan fasilitas yang sangat membantu untuk belajar. Semuanya sudah tersedia sehingga orang tua tidak perlu lagi memikirkan kebutuhan saya selama sekolah,” jelasnya.
Selain fasilitas, Alma juga merasakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter dan semangat para siswa. Para guru tidak hanya mengajarkan pelajaran akademik, tetapi juga nilai etika, dan semangat perjuangan hidup.
“Guru-guru di sini tidak hanya mengajarkan ilmu akademis, tapi juga mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang baik dan bermanfaat,” ungkap Alma.
Kehidupan berasrama di Sekolah Rakyat juga membentuk kedisiplinan dan kemandirian siswa. Selain kegiatan belajar di kelas, para siswa mengikuti berbagai kegiatan asrama, organisasi, hingga ekstrakurikuler yang membantu mengembangkan minat dan bakat mereka.
Meski harus jauh dari keluarga dan hidup tanpa penggunaan handphone sehari-hari, Alma mengaku banyak mendapatkan pelajaran hidup selama hampir 10 bulan menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Saya jadi lebih suka membaca dan lebih fokus belajar. Di sini saya belajar tentang perjuangan dan bagaimana menjadikan hidup lebih bermakna,” ujarnya.
Kini Alma memiliki mimpi besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri dan membahagiakan keluarganya. Ia bercita-cita menjadi dosen sekaligus reporter agar dapat mengangkat derajat keluarganya di masa depan.
“Sekolah Rakyat memberikan harapan baru dan mimpi baru untuk kami agar bisa terus sekolah dan berani bermimpi,” tutur Alma.
Program Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu, agar mereka memiliki kesempatan yang sama dan jaminan pendidikan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Kisah inspiratif Alma dapat disaksikan dalam program Sinergi Indonesia melalui kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI. (her/dav)
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri upacara pembukaan KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, pada Jumat (8/5). Kehadiran Presiden Prabowo di lokasi acara disambut langsung oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. bersama Ibu Negara Liza Araneta-Marcos. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Filipina, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri upacara pembukaan KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, pada Jumat (8/5). Kehadiran Presiden Prabowo di lokasi acara disambut langsung oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. bersama Ibu Negara Liza Araneta-Marcos.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan akrab. Prabowo tampak mengenakan setelan jas hitam, dasi biru, serta peci hitam saat memasuki area konferensi. Setibanya di lokasi, Prabowo beberapa kali melambaikan tangan dan memberikan senyuman kepada para peserta serta tamu undangan yang berada di area penyambutan.
Deretan pemimpin negara ASEAN dan negara mitra kemudian mengikuti sesi foto bersama sebagai bagian dari tradisi pembukaan KTT ASEAN. Para kepala negara berdiri berdampingan sebelum memasuki ruang utama konferensi untuk mengikuti agenda sidang tingkat tinggi.
Usai sesi foto resmi, Presiden Prabowo berjalan menuju panggung utama tempat upacara pembukaan KTT ke-48 ASEAN digelar. Acara resmi kemudian dibuka dengan penampilan paduan suara, tarian tradisional Filipina, sambutan dari Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, dan diakhiri dengan sesi foto bersama pimpinan negara ASEAN di panggung acara.
Dalam pidato pembukaannya, Presiden Marcos Jr menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh delegasi dalam forum tingkat tinggi kawasan Asia Tenggara tersebut.
“Dengan senang hati saya menyambut Anda semua di KTT ASEAN ke-48,” ujar Marcos Jr di hadapan para kepala negara dan perwakilan negara anggota ASEAN.
Ia menegaskan bahwa ASEAN dibangun atas komitmen bersama yang terus dijaga oleh seluruh negara anggota di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, nilai-nilai dialog, kerja sama, dan saling menghormati menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas serta persatuan kawasan.
“Komitmen bersama kita terhadap nilai-nilai abadi yang terus mengikat kawasan kita bersama. Dialog, kerja sama, dan saling menghormati,” pungkasnya.
KTT ke-48 ASEAN di Cebu mempertemukan para pemimpin negara anggota ASEAN untuk membahas berbagai isu strategis kawasan, mulai dari penguatan ekonomi, stabilitas keamanan regional, hingga kerja sama menghadapi tantangan global di masa depan. (her/dav)
Prabowo Ajak ASEAN Kebut Pengembangan Energi Terbarukan dan Jaringan Listrik Trans Borneo
Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan utama yang mendesak untuk dihadapi bersama. Hal itu dikatakan Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis (7/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Cebu, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan utama yang mendesak untuk dihadapi bersama.
Menurut Presiden Prabowo, tekanan global yang meningkat serta ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah membuat isu energi bukan lagi sekadar tantangan jangka panjang, melainkan kebutuhan yang harus segera direspons.
“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujar Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis (7/5).
Prabowo menyampaikan bahwa kawasan Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Prabowo pun mempertanyakan kesiapan negara-negara anggota untuk memanfaatkan potensi tersebut demi memenuhi kebutuhan kawasan sekaligus mendukung transisi energi ASEAN.
“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Presiden.
Lebih lanjut, Prabowo mendorong langkah konkret untuk mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan. Beberapa langkah yang disoroti antara lain pengembangan tenaga air di Kalimantan, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.
Prabowo turut mencontohkan sejumlah langkah yang tengah dijalankan Indonesia dalam mempercepat pengembangan energi surya.
“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” ujar Presiden.
Selain pengembangan energi, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi dapat berjalan lebih efisien di kawasan. Prabowo menilai seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan yang lebih erat dengan para mitra pembangunan regional.
“Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita,” katanya.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa selain ketahanan energi, ketahanan pangan juga menjadi isu mendasar yang harus menjadi perhatian bersama negara-negara BIMP-EAGA dalam menjaga kesejahteraan masyarakat kawasan.
“Namun, upaya kita hendaknya jangan berhenti pada ketahanan energi. Ketahanan pangan sama fundamentalnya,” pungkas Presiden.
Dari Cebu, Presiden Prabowo sekaligus mengirim pesan kuat bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan kawasan menjaga ketahanan energi, pangan, dan stabilitas masyarakatnya di tengah dunia yang terus berubah. (her/dav)
Prabowo Mendunia: Diaspora Indonesia di Filipina Ungkap Bukti Pengaruh RI di Kancah Global
Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Cebu, Filipina, dalam rangka menghadiri KTT ASEAN ke-48 disambut hangat dan antusias oleh diaspora Indonesia yang tinggal di negara tersebut. Salah satunya adalah Romo Agus Sudaryanto, seorang pastor di Santo Vincent Cebu. Ia mengaku senang sekaligus terharu akhirnya bisa bertatap muka secara langsung dan bercengkerama sejenak dengan Presiden Prabowo. Hal itu dikatakan Romo Agus, Kamis (7/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Filipina, Idola 92.6 FM-Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Cebu, Filipina, dalam rangka menghadiri KTT ASEAN ke-48 disambut hangat dan antusias oleh diaspora Indonesia yang tinggal di negara tersebut. Salah satunya adalah Romo Agus Sudaryanto, seorang pastor di Santo Vincent Cebu.
Ia mengaku senang sekaligus terharu akhirnya bisa bertatap muka secara langsung dan bercengkerama sejenak dengan Presiden Prabowo. “Selama ini hanya bisa lihat dari video beliau kunjungan ke luar negeri, tapi sekarang on the spot. Malah tadi ditanya-tanya,” ujar Romo Agus, Kamis (7/5).
Romo Agus juga menceritakan kegembiraannya karena sempat berbincang santai dengan Prabowo mengenai kehidupannya selama tinggal di Filipina. Ia menyampaikan kepada Prabowo bahwa dirinya telah menetap di Cebu selama 15 tahun.
“Tadi ditanya asal dari mana? Dari Madiun. Oh sudah lama. Sudah bisa bahasa sini? Oh iya iya Bapak,” cerita Romo Agus.
Lebih lanjut, Romo Agus menilai kehadiran Prabowo di tengah diaspora Indonesia membawa kebanggaan tersendiri. Ia bahkan menyebut sosok Prabowo semakin dikenal luas, termasuk di Filipina.
“Bapak Presiden kita ini mendunia khususnya di negara tetangga, khususnya negara Filipina di mana kita ini tinggal,” katanya.
Romo Agus menambahkan, masyarakat Filipina kerap bertanya tentang Indonesia. Karena itu, dirinya merasa bangga dapat memperkenalkan Indonesia melalui kepemimpinan era Prabowo yang mumpuni.
“Orang Filipina sering bertanya bagaimana Indonesia, dan kami memiliki Presiden Prabowo Subianto yang begitu luar biasa. Itulah, kesannya senang,” imbuhnya. (her/dav)
Diaspora Indonesia di Filipina Apresiasi Perhatian Prabowo terhadap WNI di Luar Negeri
Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka menghadiri KTT Ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, mendapat sambutan hangat dari diaspora Indonesia di negara tersebut. Mereka menilai Prabowo merupakan sosok yang memiliki perhatian besar terhadap warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, yang tercermin dari sikapnya yang ramah dan kesediaannya meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan diaspora Indonesia. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Filipina, Idola 92.6 FM-Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka menghadiri KTT Ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, mendapat sambutan hangat dari diaspora Indonesia di negara tersebut.
Mereka menilai Prabowo merupakan sosok yang memiliki perhatian besar terhadap warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, yang tercermin dari sikapnya yang ramah dan kesediaannya meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan diaspora Indonesia.
Salah satunya disampaikan oleh Dini, seorang WNI yang telah bermukim selama sembilan tahun di Filipina. Ia mengatakan bahwa ketika tiba di Filipina, Prabowo menyempatkan diri berbincang dengan diaspora Indonesia yang menyambut kedatangannya.
Menurut Dini, sikap tersebut mencerminkan keramahan dan perhatian Prabowo terhadap WNI di luar negeri.
“Beliau (Prabowo) orangnya yang pasti ramah. Bisa bercengkrama dengan beberapa diaspora dan masih bisa menanyakan beberapa hal sebagai sambutan saat kedatangan,” ujar Dini saat ditemui, Kamis (7/5).
Oleh karena itu, ia mengaku bangga sebagai WNI karena mendapat perhatian langsung dari Prabowo. Ia juga mengapresiasi pemerintah karena telah memberinya kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan Prabowo meski hanya dalam waktu singkat.
“Saya bangga sebagai diaspora bisa mewakili negara saya untuk menyambut kehadiran Pak Presiden di sini. Kesempatan ini pastinya datang tidak berkali-kali, atau mungkin bisa dibilang sekali dalam seumur hidup saya,” imbuhnya.
Ungkapan senada juga disampaikan Ronald, seorang dokter yang juga bermukim di Filipina. Ia mengaku gembira dapat bertemu dan berbincang langsung dengan Prabowo, yang dinilainya ramah dan dekat dengan diaspora Indonesia di luar negeri.
Selain itu, ia juga menyampaikan harapan bahwa Prabowo dapat menjadi sosok pemimpin yang dapat semakin merekatkan kerja sama antarnegara Asia Tenggara di KTT ASEAN tahun ini.
“Sesuai tema KTT ASEAN kali ini, ‘Navigating Our Future, Together’, jadi saya harap Bapak Prabowo bisa membawa Indonesia dan kawasan ASEAN lebih solid lagi,” ujar Ronald. (her/dav)