Dibiayai Apbd Smanko Jateng Siapkan Atlet Berprestasi Dan Unggul Akademik

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperluas akses pendidikan gratis, tidak hanya bagi siswa kurang mampu, tetapi juga untuk pembinaan atlet muda berprestasi melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO).

Mengacu pada sport teaching system, atlet muda diasah bakat olahraganya, sekaligus memperoleh pendidikan formal secara terintegrasi.

Siswa SMANKO, Egi, mengaku merasakan manfaat sistem pembelajaran di sekolah tersebut. Atlet anggar itu dapat memaksimalkan waktu latihan, tanpa mengorbankan pendidikannya.

“Kalau dulu di sekolah umum, jadwal latihan mepet dengan jam sekolah. Tidak ada waktu untuk istirahat. Sekarang pulang sekolah jam 12.00, bisa istirahat, kemudian latihan lagi jam tiga sore (pukul 15.00),” ujar warga Kota Semarang itu, Jumat (5/6/2025).

Berkat pembelajaran yang terintegrasi, Egi berhasil meraih prestasi pada ajang anggar tingkat nasional.

“Selama satu tahun terakhir, saya pernah juara satu nasional di Bandung untuk kelas open competition,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan atlet lompat tinggi asal Kabupaten Kendal, Jenika. Dia mengungkapkan, memperoleh banyak fasilitas dan dukungan untuk meningkatkan prestasinya.

“Di sini disediakan berbagai fasilitas gratis, mulai dari buku, sepatu, jaket, makan, hingga asrama. Tahun 2025 saya meraih juara tiga nomor estafet 4×400 meter,” ucapnya.

Kepala SMANKO Jateng, Sutardi menjelaskan, sekolah tersebut dikelola oleh dua perangkat daerah, yakni Dinas Pendidikan (Disdik) serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah. Untuk belajar mengajar, dilakukan oleh Dinas Pendidikan, sementara seleksi calon siswa ataupun atlet dilakukan berdasarkan bakat dan prestasi olahraga, melalui Balai Pembinaan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (BPPOP).

Dia membeberkan, berdasarkan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, kurikulum di SMANKO menerapkan pembelajaran adaptif sesuai Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025.

“Kami menggunakan sport teaching system. Pagi hari siswa berlatih, kemudian mengikuti pembelajaran mulai pukul 08.30 hingga 13.00. Setelah itu, pada pukul 15.00 sampai 19.00 mereka kembali menjalani latihan,” terang Sutardi.

Ditambahkan, pembiayaan sekolah bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Biaya Operasional Pendidikan (BOP) APBD Jawa Tengah, serta BOP afirmasi khusus untuk sekolah olahraga.

“Harapan saya, anak-anak dapat memaksimalkan potensi olahraga sekaligus mengembangkan karier akademiknya, sehingga keduanya berjalan seimbang,” harap Sutardi.

Adapun, untuk proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMANKO, sekaligus calon atlet 2026, kini tengah berlangsung. Selain syarat administrasi, adapula tes fisik, psikologi, hingga skrining fisioterapi.

Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan, sekolah yang berlokasi di komplek GOR Jatidiri Semarang itu didirikan untuk memberikan peluang dan kesempatan bagi peserta didik, dalam mengembangkan potensi akademik dan bakat olahraga secara maksimal. Sekolah berkonsep asrama tersebut untuk siswa berprestasi di bidang olahraga, dan gratis tanpa biaya.

Sekolah yang mengusung konsep asrama itu, imbuh gubernur, sudah ditunjang dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung. Mulai gedung sekolah, asrama, hingga tempat latihan.

“Sarana prasanara tempat latihan dan asrama sudah kita siapkan, tinggal kita gembleng mereka untuk jadi atlet masa depan,” bebernya. (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)

83
Dibiayai Apbd Smanko Jateng Siapkan Atlet Berprestasi Dan Unggul Akademik

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperluas akses pendidikan gratis, tidak hanya bagi siswa kurang mampu, tetapi juga untuk pembinaan atlet muda berprestasi melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO).

Mengacu pada sport teaching system, atlet muda diasah bakat olahraganya, sekaligus memperoleh pendidikan formal secara terintegrasi.

Siswa SMANKO, Egi, mengaku merasakan manfaat sistem pembelajaran di sekolah tersebut. Atlet anggar itu dapat memaksimalkan waktu latihan, tanpa mengorbankan pendidikannya.

“Kalau dulu di sekolah umum, jadwal latihan mepet dengan jam sekolah. Tidak ada waktu untuk istirahat. Sekarang pulang sekolah jam 12.00, bisa istirahat, kemudian latihan lagi jam tiga sore (pukul 15.00),” ujar warga Kota Semarang itu, Jumat (5/6/2025).

Berkat pembelajaran yang terintegrasi, Egi berhasil meraih prestasi pada ajang anggar tingkat nasional.

“Selama satu tahun terakhir, saya pernah juara satu nasional di Bandung untuk kelas open competition,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan atlet lompat tinggi asal Kabupaten Kendal, Jenika. Dia mengungkapkan, memperoleh banyak fasilitas dan dukungan untuk meningkatkan prestasinya.

“Di sini disediakan berbagai fasilitas gratis, mulai dari buku, sepatu, jaket, makan, hingga asrama. Tahun 2025 saya meraih juara tiga nomor estafet 4×400 meter,” ucapnya.

Kepala SMANKO Jateng, Sutardi menjelaskan, sekolah tersebut dikelola oleh dua perangkat daerah, yakni Dinas Pendidikan (Disdik) serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah. Untuk belajar mengajar, dilakukan oleh Dinas Pendidikan, sementara seleksi calon siswa ataupun atlet dilakukan berdasarkan bakat dan prestasi olahraga, melalui Balai Pembinaan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (BPPOP).

Dia membeberkan, berdasarkan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, kurikulum di SMANKO menerapkan pembelajaran adaptif sesuai Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025.

“Kami menggunakan sport teaching system. Pagi hari siswa berlatih, kemudian mengikuti pembelajaran mulai pukul 08.30 hingga 13.00. Setelah itu, pada pukul 15.00 sampai 19.00 mereka kembali menjalani latihan,” terang Sutardi.

Ditambahkan, pembiayaan sekolah bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Biaya Operasional Pendidikan (BOP) APBD Jawa Tengah, serta BOP afirmasi khusus untuk sekolah olahraga.

“Harapan saya, anak-anak dapat memaksimalkan potensi olahraga sekaligus mengembangkan karier akademiknya, sehingga keduanya berjalan seimbang,” harap Sutardi.

Adapun, untuk proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMANKO, sekaligus calon atlet 2026, kini tengah berlangsung. Selain syarat administrasi, adapula tes fisik, psikologi, hingga skrining fisioterapi.

Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan, sekolah yang berlokasi di komplek GOR Jatidiri Semarang itu didirikan untuk memberikan peluang dan kesempatan bagi peserta didik, dalam mengembangkan potensi akademik dan bakat olahraga secara maksimal. Sekolah berkonsep asrama tersebut untuk siswa berprestasi di bidang olahraga, dan gratis tanpa biaya.

Sekolah yang mengusung konsep asrama itu, imbuh gubernur, sudah ditunjang dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung. Mulai gedung sekolah, asrama, hingga tempat latihan.

“Sarana prasanara tempat latihan dan asrama sudah kita siapkan, tinggal kita gembleng mereka untuk jadi atlet masa depan,” bebernya. (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)

Dibiayai Apbd Smanko Jateng Siapkan Atlet Berprestasi Dan Unggul Akademik
Dibiayai Apbd Smanko Jateng Siapkan Atlet Berprestasi Dan Unggul Akademik
Dibiayai Apbd Smanko Jateng Siapkan Atlet Berprestasi Dan Unggul Akademik
Dibiayai Apbd Smanko Jateng Siapkan Atlet Berprestasi Dan Unggul Akademik
More like this
Peta Perbaikan Jalan Jateng: Pemprov Gerak Cepat, Cek Area Anda!

Peta Perbaikan Jalan Jateng: Pemprov Gerak Cepat, Cek Area Anda!

admin
Jateng Amankan 970 Ribu Ha Lahan Sawah Dilindungi: Langkah Vital Jaga Pangan

Jateng Amankan 970.000 Hektare Lahan Sawah Dilindungi: Langkah Vital Jaga Pangan

admin
Gubernur Luthfi Instruksikan Apbd Perubahan 2026 Untuk Genjot Perbaikan Jalan

Gubernur Luthfi Instruksikan Apbd Perubahan 2026 Untuk Genjot Perbaikan Jalan

admin