Festival Film Pekalongan: Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal

Pemerintah Kota Tegal bersama Bea Cukai Tegal menggelar Gempur Rokok Ilegal Festival Film (GRIFF) di Taman Budaya Kota Tegal. GRIFF adalah lomba film pendek tingkat SMA dan umum se-Eks Karesidenan Pekalongan. Acara ini bertujuan memerangi rokok ilegal, mengedukasi masyarakat, serta menekan kerugian negara dan risiko kesehatan.

2,528
Festival Film Pekalongan: Garda Terdepan Berantas Rokok Ilegal

Pemerintah Kota Tegal dan Bea Cukai Tegal meluncurkan Gempur Rokok Ilegal Festival Film (GRIFF) di Taman Budaya Kota Tegal, Sabtu (20/9). Acara ini, sebuah lomba film pendek tingkat SMA dan umum, digagas sebagai upaya “kreatif” memerangi peredaran rokok ilegal yang terus mencengkeram pasar dan merugikan negara.

Inisiatif ini muncul di tengah pengakuan bahwa rokok ilegal masih menyumbang 5 persen dari total peredaran, sebuah angka yang Kepala Bea Cukai Tegal, Yudi Hendrawan, sebut “bukan angka kecil.” Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, secara langsung membuka ajang yang diikuti 32 peserta dari Eks Karesidenan Pekalongan ini.

Kontroversi Efektivitas

Festival ini digadang-gadang sebagai sarana edukasi efektif, menyasar generasi muda untuk lebih peduli terhadap ancaman rokok ilegal. Kampanye melalui media visual diharapkan mampu menancapkan pesan bahaya dan kerugian rokok ilegal, yang diklaim merugikan negara dari sisi cukai dan membahayakan kesehatan publik.

Karya-karya pemenang GRIFF tidak hanya berhenti di panggung penghargaan. Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tegal, Joko Sukur Baharudin, menegaskan bahwa film-film terbaik akan diputar di videotron Kota Tegal dan disebar melalui media sosial resmi pemerintah, memperluas jangkauan pesan “Gempur Rokok Ilegal.”

Namun, pertanyaan menggantung: apakah festival film saja cukup untuk mengikis angka 5 persen peredaran rokok ilegal yang diakui masih menjadi duri dalam pemasukan negara? Fokus pada “kreativitas” berisiko mengaburkan urgensi penegakan hukum yang lebih keras, bukan sekadar edukasi semata.

Pernyataan Resmi

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyatakan, “Festival film seperti ini bukan hanya ajang kreativitas, tetapi juga sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk peduli terhadap isu penting yaitu perlawanan terhadap peredaran rokok ilegal.”

Ia menambahkan, “Melalui film, pesan kampanye Gempur Rokok Ilegal bisa disampaikan secara menarik, menyentuh, dan mudah dipahami. Inilah kekuatan seni dan media visual.” Pernyataan ini menegaskan keyakinan pada pendekatan lunak, meskipun masalahnya berdampak ekonomi besar.

Joko Sukur Baharudin, dari Diskominfo, menaruh harapan, “Kami ingin dari acara ini muncul sineas muda berbakat.” Ia juga menyebut rencana promosi karya, menunjukkan prioritas pada aspek pembinaan talenta.

Kepala Bea Cukai Kota Tegal, Yudi Hendrawan, secara blak-blakan mengakui, “Rokok ilegal jumlahnya sekitar 5 persen dari total peredaran, dan itu bukan angka kecil.” Ia berharap festival ini “masyarakat semakin sadar dan mendapat edukasi, sehingga peredaran rokok ilegal bisa terus menurun,” meskipun angka 5 persen tersebut mengindikasikan kegagalan penindakan sebelumnya.

Detail Kompetisi

GRIFF 2025 melibatkan 32 peserta dari seluruh Eks Karesidenan Pekalongan, bersaing dalam sembilan kategori. Delapan kategori dinilai oleh dewan juri-termasuk Sutradara Film Chairun Nisa, Kepala Cabdin Wilayah XI Indri Astuti, dan Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Tegal Yusup Mahrizal-sementara satu kategori favorit ditentukan langsung oleh audiens.

Kategori yang dilombakan meliputi Film Pendek Terpilih (Pelajar dan Umum), Sutradara Terpilih (Pelajar dan Umum), Ide Cerita Terpilih (Pelajar dan Umum), Pemeran Utama Terpilih (Pelajar dan Umum), serta Film Favorit. Ini menunjukkan fokus pada aspek kesenian ketimbang dampak langsung terhadap penekanan peredaran rokok ilegal.

More like this
Konjen China Rayakan Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Perkuat Diplomasi Budaya

Konjen China di Imlek Sam Poo Kong: Sorotan Diplomasi Budaya dari Semarang

admin