Jumat Agung Katedral: Momen Puncak Kekhusyukan di Sesi Terakhir Ibadah.
Ratusan umat Katolik memadati Gereja Katedral Jakarta pada Jumat (3/4/2026) malam. Mereka mengikuti ibadah Jumat Agung sesi akhir yang dimulai pukul 18.00 WIB. Jemaat ditempatkan di dalam dan luar gereja. Gereja Katedral Jakarta menyiapkan 5.000 kursi untuk ibadah Jumat Agung yang diselenggarakan secara hibrida.
Ratusan umat Katolik memadati Gereja Katedral Jakarta pada Jumat (3/4/2026) malam, melangsungkan ibadah Jumat Agung sesi akhir. Kekhusyukan menyelimuti area gereja, menandai penghayatan mendalam terhadap salah satu liturgi terpenting dalam kalender kekristenan.
Mulai pukul 18.00 WIB, jemaat membanjiri Katedral, menempati kursi di dalam gedung utama maupun area luar seperti Plaza Maria dan Gua Maria. Suasana khidmat tercipta ketika seluruh umat mengikuti doa dan liturgi dengan penuh penghayatan.
Skala Partisipasi
Gereja Katedral Jakarta menyiapkan kapasitas hingga 5.000 kursi untuk menampung jemaat. Dari jumlah tersebut, 800 kursi tersedia di dalam gedung utama, sementara 500 kursi lainnya tersebar di area Plaza Maria dan Gua Maria. Penataan ini memastikan ribuan umat dapat berpartisipasi langsung dalam ibadah.
Ibadah Jumat Agung malam ini merupakan puncak dari serangkaian Jalan Salib yang telah dilaksanakan tiga kali. Prosesi Jalan Salib sebelumnya berlangsung pada pukul 12.00 WIB dan pukul 15.00 WIB, dengan format hibrida—memadukan kehadiran fisik dan daring.
Para rohaniwan memimpin sesi ibadah secara bergantian. Romo Yusuf Edi Mulyono memimpin ibadah pukul 12.00 WIB, diikuti Romo Makarius Marsono pada pukul 15.00 WIB. Sesi terakhir, yang paling padat, dipersembahkan oleh Romo Yohanes Deodatus.
Latar Belakang Ritual
Jumat Agung merupakan bagian integral dari Tri Hari Suci Paskah, periode krusial bagi umat Kristiani. Hari ini secara khusus memperingati peristiwa penyaliban dan wafat Yesus Kristus, menjadi momen refleksi atas pengorbanan dan penebusan dosa.