Lupakan Hard Drive! Ilmuwan China Ciptakan Kaset DNA Penyimpan 362.000 TB Data

Ilmuwan China mengembangkan DNA Cassette Tape, teknologi penyimpanan data inovatif berbasis DNA sintetis. Sistem ini menawarkan kapasitas besar dan daya tahan data ribuan tahun. Ini berpotensi jadi solusi penyimpanan arsip jangka panjang. Meski masih lambat dan mahal, inovasi ini menandai kemajuan signifikan.

431
Kaset DNA China: Penyimpanan 362.000 TB, Era Baru Gantikan Hard Drive.

Ilmuwan China baru-baru ini mengklaim terobosan revolusioner dalam penyimpanan data dengan pengembangan “DNA Cassette Tape,” sebuah teknologi yang menjanjikan kapasitas masif dan daya tahan ribuan tahun. Namun, inovasi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada September 2025 ini datang dengan kelemahan fatal: kecepatan akses yang sangat lambat dan biaya produksi yang mencekik, mengikis potensi penerapannya secara luas dalam waktu dekat.

Pengembangan yang dilakukan sekelompok ilmuwan China ini memanfaatkan DNA sintetis sebagai medium penyimpanan. Data digital biner diterjemahkan ke dalam urutan basa DNA (A, C, G, T), lalu dicetak pada pita plastik, mirip kaset konvensional. Perangkat pembaca akan memindai pita, menemukan file melalui barcode, mengekstrak DNA relevan, lalu mengembalikannya ke bentuk digital melalui proses sequencing. Sistem ini juga diklaim mampu mengedit, memindahkan, dan menulis ulang informasi secara otomatis.

Janji Kapasitas dan Keabadian yang Fantastis

Klaim kapasitas teknologi ini sungguh fantastis. Satu kilometer pita DNA disebut mampu menampung hingga 362.000 terabyte data, setara 60 miliar foto resolusi tinggi atau tiga miliar lagu digital hanya dalam 100 meter pita. Angka ini jauh melampaui kemampuan perangkat penyimpanan digital konvensional mana pun.

Tak hanya itu, daya tahannya pun mencengangkan. DNA sintetis dilindungi dalam struktur metal-organic frameworks (MOFs). Hasil uji menunjukkan data bertahan 345 tahun pada suhu ruangan, dan berpotensi mencapai 20.000 tahun jika disimpan pada 0 derajat Celsius. Bahkan, pita yang rusak fisik diklaim masih dapat diperbaiki tanpa kehilangan data.

Realita Pahit: Lambat dan Mahal

Di balik gembar-gembor kapasitas dan daya tahan, realitas fungsional DNA Cassette Tape sangat mengkhawatirkan. Sistem ini membutuhkan waktu sekitar 25 menit hanya untuk mengambil satu file. Angka ini sama sekali tidak efisien untuk kebutuhan komputasi modern yang menuntut kecepatan akses instan.

Para pengembang mengakui bahwa proses pembuatan DNA sintetis masih membutuhkan biaya sangat tinggi dan peralatan laboratorium khusus. Kombinasi kecepatan akses yang lumpuh dan biaya yang membengkak ini secara efektif memblokir adopsi teknologi ini untuk penggunaan praktis atau komersial.

Solusi Ledakan Data yang Belum Matang

Para ilmuwan mengklaim teknologi ini berpotensi menjadi solusi untuk ledakan data global, terutama dengan lonjakan kebutuhan penyimpanan akibat perkembangan kecerdasan buatan. Mereka berargumen bahwa DNA memiliki kepadatan data tinggi dan tidak memerlukan listrik untuk mempertahankan informasi, berbeda dengan pusat data konvensional yang boros energi.

Namun, visi muluk tentang penyimpanan data efisien dan berkelanjutan di masa depan ini masih terbentur tembok tebal realitas. Selama kecepatan akses masih seperti siput dan biaya produksinya setinggi langit, DNA Cassette Tape hanya akan tetap menjadi sebuah konsep brilian di atas kertas, jauh dari status solusi praktis yang mendesak.

More like this
Lenovo Luncurkan Tablet Tanpa Baterai: Tamat Cerita Baterai Rusak

Terobosan Lenovo: Tablet Terbaru Hidup Tanpa Baterai, Tamat Sudah Cerita Baterai Rusak!

admin
TCL C8L Mini LED: 98-inch, 6,000 Nits Brightness Shatters TV Standards

TCL C8L Meluncur: Mini LED 98 Inci, 6.000 Nits Menggebrak Standar Kecerahan TV!

admin