Sinden Celine Evangelista: Ujian Berat di Balik Panggung Gemerlap

Celine Evangelista akui sulit menjadi sinden profesional. Ia berlatih berbulan-bulan untuk film horor terbarunya, “Danyang Wingit Jumat Kliwon”. Film ini bertujuan mengangkat budaya wayang kulit agar kembali diminati anak muda, menampilkan seni tradisional dalam versi modern. Tayang perdana 20 November. Celine berperan sebagai sinden dalam kisah ambisi dalang.

1,983
Sinden Celine Evangelista: Ujian Berat Dibalik Gemerlap Panggung

Aktris Celine Evangelista mengaku kesulitan mendalam memerankan sinden profesional untuk film horor terbarunya, “Danyang Wingit Jumat Kliwon,” saat promosi di Solo Grand Mal, Jumat (21/11/2025). Pengakuan ini justru menimbulkan pertanyaan kritis atas upaya “mengangkat budaya” melalui medium horor yang sarat ritual mistis dan tumbal.

Persiapan berbulan-bulan ternyata tidak cukup bagi Evangelista yang sebelumnya malang melintang di dunia komedi dan iklan. Klaimnya ini menyoroti standar ganda dalam industri hiburan: menuntut keahlian tradisional mendalam namun hanya memberinya waktu singkat untuk menguasainya, demi sebuah produk komersial.

Tantangan yang Mendesak

Celine Evangelista menyatakan peran sinden sebagai “tantangan terbesar” dalam kariernya. Ia mengakui, menjadi sinden profesional memerlukan waktu bertahun-tahun sejak usia dini, jauh melampaui pelatihan singkat yang ia jalani. Pernyataannya itu memudarkan narasi promosi yang berusaha menyuguhkan representasi autentik seni tradisional.

“Ini tantangan besar bagi saya menjadi sinden,” kata Evangelista di Solo. “Bagi saya waktu berbulan-bulan kurang cukup. Memang untuk menjadi sinden profesional butuh waktu sejak kecil. Ini tantangan terbaru bagi saya.” Dia menambahkan, “Saya suka tantangan. Saya sudah menjadi komedian, nyanyi, sebagai bintang iklan. Yang paling sulit jadi sinden ini.”

Evangelista juga mengklaim, melalui film ini, ia ingin mengajak anak muda kembali mencintai seni tradisional wayang kulit. “Melalui film ini sebenarnya kami bukan ingin menakut-nakuti penonton dengan wayang kulit, tapi kami ingin mengangkat budaya wayang kulit yang di zaman modern ini mulai dilupakan anak-anak zaman sekarang,” ujarnya, seraya menyebut film itu mengadaptasi cerita rakyat dengan versi modern.

Latar Belakang Film Bermasalah

“Danyang Wingit Jumat Kliwon,” film horor ideologis dari Khanza Film Entertainment, telah tayang perdana pada 20 November. Sutradara dan produser Agus Riyanto serta penulis naskah Dirmawan Hatta menempatkan film ini dalam dunia pedalangan Jawa.

Namun, alih-alih mengangkat keagungan wayang kulit, film ini justru mengupas ambisi seorang dalang, Ki Mangun Suroto (Whani Darmawan), yang memburu hidup abadi melalui ritual terlarang. Karakter Citra (Celine Evangelista) yang direkrut sebagai sinden, diam-diam ditetapkan sebagai tumbal terakhir ritual keabadian tersebut, mencoreng esensi budaya yang diklaim ingin diangkat.

More like this
Konjen China Rayakan Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Perkuat Diplomasi Budaya

Konjen China di Imlek Sam Poo Kong: Sorotan Diplomasi Budaya dari Semarang

admin