Hajatan di Jalan Umum: Antara Tradisi dan Pelanggaran Hak Publik, Mana Batasnya?
Penutupan jalan umum untuk hajatan pernikahan kerap menghambat mobilitas warga. Akses kendaraan sering terblokir total, mengganggu aktivitas harian seperti berangkat kerja. Isu ini menyoroti perlunya menyeimbangkan perayaan pribadi dengan hak publik atas jalan. Pertimbangkan perencanaan matang, penyediaan jalur alternatif, serta pemberitahuan dini untuk meminimalkan dampak negatif.
Pidato Ekonomi Presiden: Antara Optimisme dan Realitas Pertumbuhan
loading…
Umar Jahidin ,Mantan Wakil Ketua PP Jaringan Saudagar Muhammadiyah (PP-JSM), CEO Alvin Group dan Mahasiwa Doktoral Ekonomi Manajemen UMJ Jakarta. Foto/Ist
Umar Jahidin Mantan Wakil Ketua PP Jaringan Saudagar Muhammadiyah (PP-JSM), CEO Alvin Group dan Mahasiwa Doktoral Ekonomi Manajemen UMJ Jakarta
PIDATO Presiden Prabowo Subianto di rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu 20 Mei 2026 lalu berapi-api, menggebrak, penuh optimisme, dan sarat semangat nasionalisme ekonomi. Dalam banyak bagian, pidato tersebut terasa seperti ajakan besar agar bangsa ini percaya bahwa Indonesia mampu melompat menjadi negara maju.
Namun di balik optimisme itu, ada satu hal penting yang menurut saya perlu dipahami secara lebih mendalam, yaitu soal politik anggaran negara. Sebab pada akhirnya, seluruh visi pembangunan akan bertumpu pada bagaimana negara mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
APBN sesungguhnya bukan sekadar dokumen angka-angka fiskal tahunan. Secara politis, APBN merupakan instrumen kebijakan negara untuk mendistribusikan hasil pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, arah dan penggunaan APBN selalu mencerminkan pilihan politik pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan nasional.
Perlu dipahami bahwa sumber utama APBN berasal dari rakyat sendiri: pajak masyarakat, penerimaan sumber daya alam, bea cukai, dividen BUMN, serta berbagai penerimaan negara lainnya. Karena itu, anggaran negara pada hakikatnya adalah milik publik yang harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
Pemerintah hanya menerima mandat untuk mengelola anggaran tersebut melalui pembangunan nasional: membangun pendidikan, kesehatan, infrastruktur, subsidi, ketahanan pangan, industrialisasi, dan berbagai program kesejahteraan lainnya. Maka pengelolaan APBN harus dilakukan secara efektif, efisien, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran anggaran.
Di titik inilah pentingnya penghematan belanja negara, disiplin fiskal, dan keberanian memberantas korupsi. Sebab sebesar apa pun anggaran negara, jika bocor akibat korupsi, mark up proyek, atau birokrasi yang tidak efisien, maka manfaat pembangunan tidak akan sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai sekitar 5,8–6,5 persen pada tahun 2027 menurut saya merupakan target yang sangat optimistis. Sebab dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bergerak di kisaran 5 persen dan belum menunjukkan lompatan yang terlalu signifikan.
Prabowonomics: Menguak Dilema Ideologis Antara Sosialisme dan Kapitalisme
Muhammad Syarkawi Rauf membahas pandangan ekonom peraih Nobel tentang institusi ekonomi dan kemakmuran negara. Institusi inklusif disebut mendorong pertumbuhan jangka panjang. Namun, pertumbuhan tinggi China dengan kapitalisme negara menantang teori ini. Profesor Keyu Jin juga memberikan perspektif baru tentang ekonomi China.
Puspoll Nilai Parliamentary Threshold Perlu Formula Seimbang antara Stabilitas dan Demokrasi
Puspoll Indonesia menyoroti usulan peninjauan kembali parliamentary threshold. Direktur Eksekutif Puspoll, Chamad Hojin, menyatakan ambang batas parlemen perlu dirumuskan hati-hati. Ini penting untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas politik dan kualitas demokrasi. Kebijakan tersebut berfungsi menyederhanakan sistem kepartaian, namun ambang batas tinggi berpotensi menimbulkan masalah baru.
Bukan Manja, Anak Bungsu: Dilema Pahit Antara Meraih Cita
Ada yang bilang anak bungsu itu selalu dimanja, sehingga hidupnya tak seberat kakak-kakak mereka. Usia mereka pun paling muda jadi mereka paling disayang oleh orang tuanya. Mau sebesar apapun fisik anak bungsu, orang tua akan tetap menganggap mereka anak paling kecil. Jadinya, saudara yang lain selalu diminta untuk mengalah pada mereka.
Terdengar istimewa, tapi sebetulnya di dalam hatinya penuh perasaan dilema.
Sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara, saya mengamini narasi di atas. Saya kerap merasa dianggap anak kecil oleh orang tua saya. Tapi, hal itu bukan berarti hidup kami, para anak bungsu ini, penuh bahagia tanpa depresi. Kami selalu dihantui oleh perasaan ketakutan tak bisa membalas jasa orang tua kita. Apalagi di usia kami yang menyentuh 25, orang tua kami pun sudah masuk usia senja.
Ditinggal saudara dan dituntut membahagiakan orang tua
Saat anak bungsu masuk usia 25 tahun hal yang paling mungkin terjadi yakni saudara mereka telah berkeluarga. Bukan hanya punya pasangan, tapi masing-masing dari mereka sudah punya anak yang membutuhkan kasih sayangnya. Maka, hal demikian sudah maklum kalau perhatian mereka akan terpecah. Hidup tak bisa lagi sepenuhnya untuk orang tua, apalagi adiknya. Tentu, kasih sayang yang paling utama adalah untuk anaknya sendiri.
Kita tak perlu memungkiri hal ini, setiap orang pasti punya prioritas masing-masing.
Nah, dari kondisi tersebut siapa lagi yang bisa diharapkan harus selalu ada untuk orang tua selain anak bungsu. Anak bungsu adalah komposisi paling ideal untuk menemani orang tua. Katanya, masih muda, jalannya masih panjang, hanya buang-buang waktu kalau cuma buat senang-senang di luar. Lebih baik menemani orang tua saja di rumah!
Ya, hal tersebut memang betul. Tapi, ketika kakak-kakak kita sudah pindah, pastilah rumah terasa sangat berubah. Terasa sepi dan sunyi!
Ingin berkontribusi, tapi belum jadi apa-apa
Anak bungsu bukan tidak mau membantu dan membahagiakan orang tua, tapi apa yang bisa diharapkan dari manusia berusia 25 tahun. Di usia itu, anak bungsu baru saja meniti karir. Gajinya nggak seberapa, bahkan banyak yang masih jauh dari UMR. Berbeda kalau sudah menyentuh usia 30an, mungkin finansial mereka sudah agak stabil dan mapan.
Saya sebut mungkin ya karena sebetulnya sulit juga untuk mencapainya!
Oke, katanya, orang tua hanya butuh tinggal bersama anaknya, bukan duitnya. Tapi, kami sebagai anaknya juga membatin, “apakah kita cuma jadi beban saja di keluarga?” Di sisi lain, memang hanya anak bungsu yang jadi harapan terakhir orang tua. Sebab sekali lagi, kakak-kakak mereka sudah berkeluarga semua.
Anak bungsu harus menggeser dulu cita-cita
Konon katanya, manusia itu akan terus hidup jika punya harapan dan cita-cita. Dengan cita-cita, kita akan memiliki rencana yang harus dilakukan, mana yang perlu dikejar, dan jalan mana yang akan kita lewatkan. Intinya, akan lebih tersusun. Tapi, bagi anak bungsu, harapan dan cita-cita itu kadang harus digeser dulu. Ya, nanti-nanti dulu aja kali ya.
Hal ini bukan karena anak bungsu itu santai, malas, atau manja, tetapi karena cita-cita mereka berada pada orang tuanya. Yang paling utama adalah bagaimana orang tua mereka bahagia. Sebab, melihat usia orang tua yang semakin senja seperti tidak ada waktu lain untuk mengejar cita-cita. Demikianlah nasib anak bungsu yang penuh dilema. Luarnya saja terlihat seperti anak kecil, padahal di dalamnya mereka juga pusing!
Nah maka dari itu, mewakili para anak bungsu di dunia, saya ingin berpesan kepada kakak-kakak sekalian sebelum tulisan ini ditutup. Tengoklah sejenak adik dan orang tua kalian. Pasti mereka merasa sepi. Terkadang kasih sayang bukan cuma tentang uang kok, tapi juga kehadiran yang tulus dari orang-orang tersayang!
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Adab Pemilik Hewan: Antara Niat Palsu dan Kenyataan Peliharaan Telantar.
Banyak warga mengeluhkan hewan peliharaan tetangga yang berkeliaran menyebabkan kekacauan, seperti ayam dan kucing. Di Dusun Kayupuring, Magelang, banner dipasang agar hewan peliharaan dikandangkan. Pengendalian hewan peliharaan ini esensial bagi adab bertetangga demi lingkungan harmonis.