Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
loading…
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari. Foto: Istimewa
JAKARTA – Sebanyak 108 kebijakan dan terobosan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama sekitar 18 bulan pertama masa kepemimpinan didokumentasikan dalam buku Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto. Buku tersebut diluncurkan di University Club, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).
Buku yang ditulis Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari bersama Asisten Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra itu berupaya memetakan berbagai solusi yang telah dihadirkan pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat di berbagai sektor, mulai dari pangan, energi, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, industrialisasi hingga digitalisasi.
Peluncuran buku diawali dengan penandatanganan buku oleh ketiga penulis dan dilanjutkan dengan diskusi publik yang dimoderatori Budi Adiputro dan Arie Putra. Dalam sambutannya, Qodari menilai berbagai kebijakan yang dijalankan Presiden Prabowo menunjukkan karakter kepemimpinan yang berorientasi pada penyelesaian masalah dan transformasi nasional.
“Saya ingin katakan bahwa Pak Prabowo ini adalah bapak transformasi bangsa, dari gelap menuju terang ya, dari masalah menjadi solusi. Kalau di sebelah sana ada tadi mungkin diskusi ‘Presiden Masalah’, ya kita jawab bahwa sebetulnya ini ‘Presiden Solusi’ yang menyelesaikan banyak masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia,” ujar Qodari.
JAKARTA – Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar mengajak seluruh umat menjaga kerukunan , persatuan, dan semangat kebangsaan. Hal ini disampaikan Gugun Dalam acara “Sanghadana Vesak Festival 2026” yang diselenggarakan Young Buddhist Association di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Ia juga berharap pemerintah selalu diberikan kemudahan dan perlindungan dalam menjalankan amanah untuk melayani masyarakat. “Melalui momentum Waisak ini, mari kita perkuat gotong royong, saling bekerja sama, menjaga kerukunan, dan bersama-sama mendukung pemerintah demi Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera,” katanya.
Prabowo Sorot Misi Besar Siswa Sekolah Rakyat: Angkat Derajat Orang Tua, Tentukan Arah Bangsa
Presiden RI Prabowo Subianto meminta siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-cita di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo di hadapan orang tua dan para siswa SRMP 17 Tabanan, Minggu (7/6). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Tabanan, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto meminta siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-cita di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya menghormati guru, mencintai orang tua, menjaga sikap santun, serta memiliki semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Patuh sama guru ya. Selalu cintai orang tuamu. Orang tuamu bekerja keras untuk kamu. Apapun pekerjaannya adalah sangat mulia. Kamu nanti harus angkat (derajat) orang tuamu. Kamu harapan orang tuamu,” ujar Presiden Prabowo di hadapan orang tua dan para siswa SRMP 17 Tabanan, Minggu (7/6).
Prabowo mengajak para siswa untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Dia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter dan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Belajar, belajar, belajar yang baik. Hormati guru, cintai orang tua. Selalu rukun sama kawan. Selalu baik sama orang lain. Sopan santun,” katanya.
Presiden turut mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh sikap negatif terhadap orang lain. Ia meminta para siswa menjalani kehidupan tanpa rasa benci dan iri agar bisa berhasil. “Jangan sekali-sekali jelek-jelekin orang. Jangan benci orang lain. Hidup dengan baik, rukun. Itu kunci dari keberhasilan,” lanjutnya.
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Presiden juga memberikan semangat kepada salah seorang siswa yang menceritakan pengalaman pernah menjadi sasaran ejekan. Menurut Presiden, setiap orang, termasuk dirinya sebagai Presiden sampai sekarang, juga pernah mengalami hal serupa.
“Terima kasih tadi, siapa. Bagus (Siswa Sekolah Rakyat Tabanan 17 Bali) ya. Kamu dulu diejek, nggak apa-apa. Nggak apa-apa diejek. Jangankan kamu, saya pun sering diejek sampai sekarang. Presiden pun sering diejek. Nggak apa-apa, yang penting hatimu, hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh. Semakin berani, semakin sopan. Dihina, sopan. Jangan kecil hati,” ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa banyak tokoh sukses lahir dari keluarga sederhana dan mampu mengubah nasib karena tidak menyerah pada keadaan. Oleh karena itu, para siswa harus tetap optimis dan melihat sisi positif dalam setiap kesulitan yang dihadapi.
“Terima kasih. Kamu nanti akan berhasil. Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin. Banyak sekali. Tapi anaknya tidak mau menyerah. Anaknya tidak mau putus asa. Anaknya selalu gembira. Di tengah kesulitan, cari yang baik. Pasti akan ada kebaikan yang datang. Kita percaya itu,” ujarnya.
Presiden Prabowo mengajak dan mengingatkan seluruh unsur Sekolah Rakyat Tabanan, Bali, untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya demi masa depan generasi muda Indonesia.
“Kepala sekolah, jalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Anak didik, gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Teliti, rajin, disiplin, berbuat yang terbaik,” pesan Prabowo. (her/dav)
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
loading…
Mantan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun meminta Mahkamah Konstitusi (MK) meninjau kembali Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Foto: Istimewa
JAKARTA – Mantan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun meminta Mahkamah Konstitusi (MK) meninjau kembali Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Diketahui, Dharma Pongrekun mengajukan gugatan terhadap regulasi tersebut.
Dalam sidang uji materi, Dharma menilai kondisi saat ini berada pada tahap yang sangat krusial. Ia mengingatkan majelis hakim mengenai potensi ancaman terhadap kedaulatan bangsa yang menurutnya tersembunyi di balik sejumlah kebijakan kesehatan global.
“Saya hadir untuk mengingatkan Yang Mulia bahwa ada hal yang perlu dicermati secara serius karena berpotensi mengancam kedaulatan bangsa,” ujar Dharma dalam sidang perdana gugatan UU Kesehatan di Gedung MK, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Dia berpendapat, pemerintah hingga kini belum menyatakan penolakan terhadap amandemen International Health Regulations (IHR) yang diinisiasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dharma mengibaratkan amandemen IHR sebagai ancaman yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk memengaruhi kebijakan kesehatan nasional.
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
loading…
Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi X DPR. Foto: Istimewa
JAKARTA – Penguatan museum dan kebudayaan dinilai menjadi langkah strategis untuk mengatasi krisis kepribadian bangsa di tengah berbagai tantangan global yang memengaruhi identitas dan karakter generasi muda. Maka itu, ekosistem permuseuman perlu diperkuat Indonesia mulai dari regulasi, pendanaan, kelembagaan hingga partisipasi publik agar museum dapat berfungsi sebagai pusat peradaban dan pembentukan jati diri nasional.
Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana menuturkan kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan bangsa sebagaimana amanat konstitusi. Menurutnya, gagasan kebudayaan telah menjadi ruh dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan dipertegas dalam Pasal 32 UUD 1945 yang menegaskan kewajiban negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia.
“Esensi pembangunan bangsa harus dibangun dari kebudayaan. Museum menjadi institusi yang merumahkan, mengkaji, merawat, dan menyampaikan kekayaan peradaban itu kepada generasi berikutnya. Karena itu museum memiliki posisi yang sangat strategis,” ujar Putu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi X DPR, Kamis (4/6/2026)..
Menurut Putu, saat ini Indonesia memiliki 516 museum, dengan 373 museum telah terdaftar dan sekitar 289 museum telah menjalani standardisasi dan evaluasi. Kehadiran kembali Direktorat Sejarah dan Permuseuman setelah terbentuknya Kementerian Kebudayaan pada 2024 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola museum nasional.
Namun, ia mengingatkan bahwa sebagian besar museum di Indonesia dikelola oleh swasta, yayasan, dan perorangan yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pendanaan hingga dukungan sarana dan prasarana.
“Banyak tokoh dan masyarakat yang mendonasikan tenaga, pikiran, bahkan hartanya untuk membangun museum agar artefak dan karya budaya bangsa tidak seluruhnya keluar negeri dan tetap bisa dinikmati oleh anak bangsa. Museum dibangun bukan untuk profit, tetapi untuk manfaat dan peradaban,” katanya.
Putu menjelaskan bahwa sejak Kongres Museum Indonesia pertama, kalangan permuseuman telah memiliki cita-cita menghadirkan regulasi yang secara khusus mengatur museum. Menurutnya, museum merupakan rumah bagi artefak dan benda cagar budaya yang menjadi bukti perjalanan sejarah bangsa. “Kalau berbicara tempat menyimpan artefak, tidak ada tempat lain selain museum. Museum adalah rumahnya,” ujarnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila: Prabowo Sorot Kemandirian Bangsa, Ini Pesannya
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Senin (1/6). Sebagai inspektur upacara, Prabowo menyerukan kemandirian bangsa. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Senin (1/6). Sebagai inspektur upacara, Prabowo menyerukan kemandirian bangsa.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila diawali dengan langkah Prabowo memasuki mimbar upacara. Prabowo berjalan beriringan dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri.
Prosesi upacara dimulai dengan salam kebangsaan dan hormat senjata seraya diiringi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan penghormatan kebesaran dan hormat senjata yang dikomandoi oleh Komandan Upacara Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono.
“Lapor, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 siap dimulai,” ucap Didin.
“Laksanakan!” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, prosesi upacara dilanjutkan dengan iringan musik mengheningkan cipta yang mengalun syahdu menambah kekhidmatan prosesi Upacara Hari Lahir Pancasila untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa Indonesia.
“Saudara-saudara sekalian, marilah kita menundukkan kepala kita mengenang jasa dan arwah para pendahulu kita, para pahlawan kita, mengheningkan cipta, mulai,” seru Prabowo.
Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.
“Pancasila, satu ketuhanan yang Maha Esa. Dua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, persatuan Indonesia. Empat, kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ahmad Muzani ditutup dengan hormat senjata.
Lebih lanjut, para hadirin dipersilakan duduk kembali. Upacara dilanjutkan dengan pembacaan pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin.
Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Prabowo memaknai bahwa Pancasila lahir bukan dari ruang kosong. Pancasila lahir dari sejarah pengalaman budaya dan cita-cita bangsa indonesia.
“Karena itulah, tema peringatan tahun ini adalah Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan fondasi perdamaian dunia. Memiliki makna yang sangat mendalam di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang dan ketidakpastian ekonomi. Indonesia memiliki pegangan yang kokoh, pegangan itu adalah Pancasila,” imbuh Prabowo.
Prabowo turut menegaskan bahwa kunci kemerdekaan sejati terletak pada kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kekuatan sendiri. Menurutnya, Indonesia harus terus memperkuat kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat agar tidak bergantung pada negara lain.
Sebab, dalam situasi sulit, tidak ada bangsa lain yang akan lebih peduli terhadap nasib Indonesia selain rakyat Indonesia sendiri. Karena itu, seluruh elemen bangsa harus bersatu dan bekerja keras mewujudkan kemakmuran sebagai fondasi utama menjaga kedaulatan dan masa depan negara. (her/dav)
Prabowo Resmikan Museum Seskoad: Menguak Kawah Candradimuka Pencetak Pemimpin Bangsa
loading…
Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/5/2026). Foto/BPMI Setpres
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (25/5/2026). Peresmian tersebut menegaskan peran Seskoad sebagai lembaga pendidikan strategis yang telah melahirkan banyak pemimpin besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini Senin, 25 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad),” ucap Presiden.
Seskoad tercatat telah melahirkan lulusan yang kemudian menjadi pemimpin bangsa Indonesia. Sebagai Presiden Republik Indonesia, Presiden Ke-2 RI Soeharto, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Prabowo Subianto tercatat sebagai lulusan Seskoad.
Sementara itu, tiga lulusan Seskoad lainnya dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Wakil Presiden RI. Ketiganya yakni Wakil Presiden Ke-4 Umar Wirahadikusumah, Wakil Presiden Ke-5 RI Sudharmono, dan Wakil Presiden Ke-6 Try Sutrisno.
Prabowo Tegaskan Pentingnya Ketahanan Pangan Sebuah Negara: Kalau Bangsa Ini Lapar, Saya yang Bertanggung Jawab
Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti pentingnya ketahanan pangan bagi sebuah bangsa saat meresmikan beroperasinya 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). (Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Nganjuk, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti pentingnya ketahanan pangan bagi sebuah bangsa saat meresmikan beroperasinya 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
“Saya sebagai Presiden, mandataris rakyat. Saya yang disumpah. Saya bertanggung jawab kalau bangsa ini lapar. Tidak akan ada orang lain yang akan dihujat,” kata Prabowo.
Pernyataan Prabowo itu merujuk pada keseriusan pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat. Salah satunya adalah dengan KDKMP yang bisa menjadi jawaban atas masalah ekonomi masyarakat di desa, seperti persoalan tengkulak, ketiadaan cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan ikan, kelangkaan barang, akses pembiayaan, dan lain-lain.
Sebanyak 1.061 gerai KDKMP yang sudah beroperasi ini tersebar di dua provinsi, yakni 530 gerai di Jawa Timur dan 531 gerai di Jawa Tengah. Hingga 15 Mei 2026, sebanyak 9.182 gerai KDKMP sudah selesai dibangun.
Prabowo menargetkan pembangunan 80.000 gerai KDKMP di seluruh Indonesia. Koperasi ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa mulai dari penyediaan sistem logistik, offtaker hasil panen petani, distribusi barang subsidi dan nonsubsidi, pusat distribusi keuangan yang disubsidi negara, pemberdayaan UMKM desa, hingga penguatan rantai distribusi pangan nasional.
“Saya kira ini prestasi bangsa Indonesia. Sudah terlalu lama bangsa kita dianggap remeh bangsa-bangsa lain. Kita dianggap bangsa yang lemah,” kata Presiden.
Prabowo juga kerap menekankan bahwa Indonesia adalah negara besar, negara kaya. Presiden ingin masyarakat Indonesia tidak inferior.
“Kitaterlalu lama mengidap semacam rasa rendah diri. Kita berprestasi, kita (malah) dihina. Perjuangan yang tidak ringan,” katanya.
Empati besar yang tumbuh dalam diri Prabowo ini juga lahir karena dia adalah mantan tentara. Berkali-kali menjadi komandan di kesatuan TNI.
Prabowo bercerita, sebagai mantan panglima dan komandan pasukan tempur, yang dia pikirkan tidak hanya peluru, tapi juga ketersediaan beras. “Kalau pasukan tidak makan,tidak bisa perang,” katanya.
Prabowo juga ingat betul rakyat selalu berada di belakang tentara di masa kemerdekaan Indonesia. Bahkan, kata Prabowo, rakyat yang memberi makantentara.
Oleh karena itu, program prioritas nasional yang digagas Prabowo selalu bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat. Seperti, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diciptakan agar anak-anak Indonesia bisa mendapatkan gizi yang cukup.
Lalu, KDKMP diproyeksikan untuk mengangkat ekonomi dari bawah. Ada juga Kampung Nelayan Merah Putih yang tujuan utamanya adalah menyejahterakan masyarakat pesisir, yakni nelayan.
“MBG ini sangat penting. Kita topang dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kita topang lagi, sebentar lagi, desa-desa nelayan. Di ujung semua itu hilirisasi industri,” kata Prabowo. (her/dav)
Prabowo ke Para Pengusaha: Seluruh Rakyat Indonesia Pemegang Saham dalam Kekayaan Bangsa
Presiden RI Prabowo Subianto mengajak para pengusaha untuk menjadi bagian dari “Indonesia Incorporated” yang berpijak pada semangat kekeluargaan dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila dan UUD 1945. Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Nganjuk, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mengajak para pengusaha untuk menjadi bagian dari “Indonesia Incorporated” yang berpijak pada semangat kekeluargaan dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila dan UUD 1945.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Bukan kali pertama Prabowo memperkenalkan konsep ini. Menurutnya, Indonesia Incorporated merupakan strategi kolektif untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kuat, mandiri, dan mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya.
Konsep tersebut berakar pada prinsip negara kekeluargaan, di mana seluruh elemen bangsa memikul tanggung jawab bersama untuk memastikan kekayaan negara digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
“Kepada para pengusaha ayo bersama-sama menjadi Indonesia Incorporated. Indonesia Incorporated sebetulnya artinya negara kekeluargaan. Jadi seluruh bangsa ini satu korporasi, artinya seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia, berhak atas kekayaan tersebut,” jelas Prabowo.
Dari situ, Prabowo menegaskan bahwa setiap pemimpin di berbagai lapisan wajib menggunakan kekuasaannya untuk memperjuangkan hak rakyat, bukan sebaliknya berkolusi merampas hak masyarakat atas kekayaan bangsa.
“Semua pemimpin bertanggung jawab di setiap lapisan untuk memperjuangkan ini dengan semua kekuatan dan keberanian yang ada. Bukan sebaliknya, bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia,” lanjutnya.
Prabowo juga meluruskan bahwa dirinya tidak menolak mekanisme pasar bebas. Namun ia menegaskan, negara tetap harus hadir melindungi rakyat kecil agar tidak kalah bersaing dengan kelompok bermodal besar.
“Pemerintah harus bersikap, pemerintah harus intervensi, pemerintah harus membela rakyat yang paling miskin. Kalau bahasa asingnya itu affirmative action,” pungkasnya.
Pernyataan-pernyataan itu disampaikan Prabowo di hadapan hadirin dalam peresmian Museum Pahlawan Nasional Marsinah, yang berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Museum ini terdiri dari dua bangunan utama, yakni gedung museum dan rumah singgah di bagian belakang.
Di dalamnya terpajang sejumlah koleksi pribadi Marsinah, mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh. Koleksi-koleksi itu menceritakan perjalanan hidupnya dari masa kecil di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo. (her/dav)
Refly Harun Sebut Jokowi Membiarkan Anak Bangsa Berkelahi soal Ijazah
loading…
Pengacara Roy Suryo dan Dokter Tifa, Refly Harun menyebut Mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membiarkan anak bangsa meributkan masalah ijazah. Foto: Dok SindoNews/Achmad Al Fiqri
JAKARTA – Pengacara Roy Suryo dan Dokter Tifa, Refly Harun menyebut Mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membiarkan anak bangsa meributkan masalah ijazah. Sebab, hingga saat ini Jokowi tidak memperlihatkan ijazahnya ke publik.
Dia meminta agar perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa harus segera dihentikan. Bahkan, ia meminta agar Jokowi menunjukkan sikap kenegarawanan dengan menyelesaikan perkara ini di luar pengadilan.
“Atau kita bicara tentang out of the court, yaitu penyelesaian bagaimana sisi kenegarawanan seorang Jokowi,” katanya dalam Program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (5/5/2026).