Bukan Sekadar Gratis: Begini Sekolah Rakyat Pemerintah Selamatkan Pendidikan Rafika yang Terlantar
Rafika Nur Khasanah (16) dari Sragen hampir putus sekolah setelah ayah meninggal dan ibu merantau. Sekolah Rakyat terintegrasi di Sragen membantu Rafika melanjutkan pendidikan. Siswi ini kini mendapatkan fasilitas sekolah dan kebutuhan makan. Program ini memastikan Rafika dapat fokus belajar dan meraih cita-citanya.
Bukan Konten Remeh! Tutorial Naik Pesawat Ini Esensial untuk Mayoritas Rakyat Indonesia
Konten tutorial naik pesawat milik Kak Desy Umbara sedang ramai di medsos. Tentu saja kalian bisa tebak kenapa ramai. Ada yang bilang norak, ada yang bilang amat helpful, dan ada yang bilang hidup Jokowi. Tentu saja yang terakhir saya bercanda. Jelas. Masak ya saya kudu klarifikasi sih.
Terus terang, menurut saya, konten tutorial Kak Desy itu nggak norak. Justru malah banyak sekali manfaatnya untuk umum. Terlebih konten tutorial naik pesawat ini.
Begini. Sebenarnya, banyak hal dalam hidup yang sebenarnya kita butuh, tapi kita nggak tahu caranya dan malu kalau mau tanya. Misal, cara pesen Starbucks. Atau, cara beli tiket KRL. Lho, buat orang yang daerahnya nggak ada KRL ini penting. Atau, cara memahami kenapa kawan kita ngomong proyek setinggi langit, tapi minta rokok.
Nah, makanya, saya bilang, sebenarnya, konten tutorial naik pesawat ini bagus banget.
Datang di tempat keberangkatan lebih awal
Perlu diketahui, proses naik pesawat jelas lebih lama ketimbang moda transportasi lain. Kalau moda transportasi lain tinggal beli tiket, kemudian menunggu sebelum jam keberangkatan. Kurang lebih hanya sesimpel itu saja. Kereta, bus, kapal, ya gitu-gitu aja.
Nah, proses naik pesawat itu beda. Check in-nya saja paling lambat sekitar 45-60 menit sebelum keberangkatan. Selain itu gate bandara biasanya tutup sekitar 10-30 menit sebelum keberangkatan.
Makanya, kalau saya pribadi ketika naik pesawat datang 2 jam sebelumnya. Mengingat biasanya saya bawa bagasi. Ditambah saya khawatir juga kalau jadwal keberangkatan dimajukan. Coba kalau naik bus/kereta, penumpang masih aman saja kalau tiba di tempat keberangkatan 15 menit sebelumnya.
Nah, tutorial naik pesawat jadi penting kan hanya dari memahami keberangkatan?
Peraturan naik pesawat lebih ketat daripada moda transportasi lain, makanya tutorial naik pesawat jadi penting
Peraturan naik pesawat jelas lebih ketat daripada naik moda transportasi lain. Ada banyak peraturan sederhana yang belum tentu orang banyak tahu. Bahkan untuk orang yang biasa naik pesawat sekalipun.
Salah satu peraturan naik pesawat yang kadang nggak diketahui atau lupa yaitu nggak boleh bawa korek gas, senjata tajam, dan korek elektrik ke kabin. Wajar sih kalau kadang penumpang lupa perkara ini. Soalnya, korek gas itu kan kecil, kadang kita saja lupa mengantongi barang itu di saku celana.
Peraturan macam ini sepertinya nggak ada di moda transportasi lain. Di transportasi lain malah lebih longgar lagi. Sampai-sampai di bus masih ada lho yang belum melarang penumpangnya merokok dalam perjalanan. Malah ada smoking room juga sih di bus.
Bandara itu luas banget
“Pangkalan” pesawat itu beda dari yang lain. Terutama dalam urusan luasnya. Rata-rata bandara internasional itu jauh lebih luas dari terminal maupun stasiun. Kalau kamu nggak biasa pasti akan bingung.
Lha gimana, wong di Bandara Soekarno-Hatta saja ada tiga terminal utama. Setiap terminal melayani rute dan maskapai yang berbeda-beda. Misal terminal 1 hanya melayani penerbangan domestik saja, sementara terminal 2 dan 3 melayani penerbangan domestik dan internasional.
Belum lagi kita berbicara gate di sana. Ada lebih dari 80 gate di pintu gerbang dunia internasional tersebut. Terdiri dari 21 gate di terminal 1, 21 gate di terminal 2 dan 38 gate di terminal 3. Jadi wajar banget kan kalau orang awam bingung naik pesawat? kita aja kadang bingung kok waktu naik bus di terminal besar.
Nggak semua orang punya kesempatan naik pesawat
Tiket pesawat itu mahal. Sekarang mahal banget malah. Lantaran harga tiketnya yang nggak murah, membuat nggak semua orang punya kesempatan naik moda transportasi ini. Orang yang punya budget pas-pasan tentu lebih memilih moda transportasi lain yang tiketnya lebih terjangkau. Macam bus, kereta atau kapal laut.
Malahan orang biasa kadang pertama kali naik pesawat ketika bertolak ke Tanah Suci. Untungnya pada momen ini mereka nggak sendiri. Ada pemandu dan teman rombongan yang menemani.
Terus terang, saya mendukung segala konten yang dibuat Kak Desy Umbara. Walaupun kontennya sederhana tapi sangat bermanfaat buat orang awam. Agar bisa menghindari dikatain ndeso oleh orang lain kalau nggak tahu berbagai hal yang dianggap sederhana.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Fakta Properti: Bukan Horor Hantu, Rumah Dekat Kuburan Dihantui Sulit Laku dan Harga Anjlok
Rumah dekat kuburan sering diidentikkan dengan horor. Padahal, tantangan utamanya justru rasa sepi, sulit bersosialisasi, dan ketidaknyamanan mengadakan acara. Nilai jual properti dekat pemakaman juga cenderung rendah serta sulit laku. Faktor-faktor rasional ini lebih dominan daripada kesan mistis semata.
Prabowo di Sidak Bulog Magelang: Bukan Sekadar Audit, Ini Momen Akrabnya dengan Pegawai
Presiden Prabowo Subianto melakukan sidak Gudang Bulog Danurejo, Magelang, Sabtu (18/4). Tujuannya memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan pangan nasional. Gudang berkapasitas 7.000 ton terisi penuh, menunjukkan kesiapan stok beras di Magelang. Ini upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan.
Mensos Buka Suara Soal Bansos Tepat Sasaran: BPS Penentu, Bukan Kepala Daerah!
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan penentuan desil DTSEN untuk bantuan sosial adalah kewenangan BPS, bukan pendamping PKH. Pendamping PKH bertugas memutakhirkan data riil warga agar bantuan sosial tepat sasaran. Desil merupakan pengelompokan 10 tingkat kesejahteraan masyarakat yang menjadi acuan program kebijakan.
Prabowo Beri Peringatan Keras ke Ketua DPRD: Persatuan Mutlak, Beda Partai Bukan Alasan!
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pernyataan ini disampaikan pada pengarahan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4). Prabowo menekankan, perbedaan latar belakang suku, pendidikan, dan profesi bukanlah penghalang bagi kesatuan.
Bukan Sekadar Papan Tulis: Guru Bogor Ungkap Papan Digital Interaktif Ubah Murid Malas Jadi Rajin
Papan digital interaktif meningkatkan antusiasme belajar siswa dan kehadiran di SDN 02/03 Leuwibatu, Rumpin, Bogor. Guru kelas 6 Acep Zainal Mutakin melaporkan siswa lebih aktif serta tingkat kehadiran mencapai 100%. Teknologi pendidikan ini mendukung digitalisasi pembelajaran, memudahkan guru, dan siswa memahami materi lebih cepat.
Bukan Manja, Anak Bungsu: Dilema Pahit Antara Meraih Cita
Ada yang bilang anak bungsu itu selalu dimanja, sehingga hidupnya tak seberat kakak-kakak mereka. Usia mereka pun paling muda jadi mereka paling disayang oleh orang tuanya. Mau sebesar apapun fisik anak bungsu, orang tua akan tetap menganggap mereka anak paling kecil. Jadinya, saudara yang lain selalu diminta untuk mengalah pada mereka.
Terdengar istimewa, tapi sebetulnya di dalam hatinya penuh perasaan dilema.
Sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara, saya mengamini narasi di atas. Saya kerap merasa dianggap anak kecil oleh orang tua saya. Tapi, hal itu bukan berarti hidup kami, para anak bungsu ini, penuh bahagia tanpa depresi. Kami selalu dihantui oleh perasaan ketakutan tak bisa membalas jasa orang tua kita. Apalagi di usia kami yang menyentuh 25, orang tua kami pun sudah masuk usia senja.
Ditinggal saudara dan dituntut membahagiakan orang tua
Saat anak bungsu masuk usia 25 tahun hal yang paling mungkin terjadi yakni saudara mereka telah berkeluarga. Bukan hanya punya pasangan, tapi masing-masing dari mereka sudah punya anak yang membutuhkan kasih sayangnya. Maka, hal demikian sudah maklum kalau perhatian mereka akan terpecah. Hidup tak bisa lagi sepenuhnya untuk orang tua, apalagi adiknya. Tentu, kasih sayang yang paling utama adalah untuk anaknya sendiri.
Kita tak perlu memungkiri hal ini, setiap orang pasti punya prioritas masing-masing.
Nah, dari kondisi tersebut siapa lagi yang bisa diharapkan harus selalu ada untuk orang tua selain anak bungsu. Anak bungsu adalah komposisi paling ideal untuk menemani orang tua. Katanya, masih muda, jalannya masih panjang, hanya buang-buang waktu kalau cuma buat senang-senang di luar. Lebih baik menemani orang tua saja di rumah!
Ya, hal tersebut memang betul. Tapi, ketika kakak-kakak kita sudah pindah, pastilah rumah terasa sangat berubah. Terasa sepi dan sunyi!
Ingin berkontribusi, tapi belum jadi apa-apa
Anak bungsu bukan tidak mau membantu dan membahagiakan orang tua, tapi apa yang bisa diharapkan dari manusia berusia 25 tahun. Di usia itu, anak bungsu baru saja meniti karir. Gajinya nggak seberapa, bahkan banyak yang masih jauh dari UMR. Berbeda kalau sudah menyentuh usia 30an, mungkin finansial mereka sudah agak stabil dan mapan.
Saya sebut mungkin ya karena sebetulnya sulit juga untuk mencapainya!
Oke, katanya, orang tua hanya butuh tinggal bersama anaknya, bukan duitnya. Tapi, kami sebagai anaknya juga membatin, “apakah kita cuma jadi beban saja di keluarga?” Di sisi lain, memang hanya anak bungsu yang jadi harapan terakhir orang tua. Sebab sekali lagi, kakak-kakak mereka sudah berkeluarga semua.
Anak bungsu harus menggeser dulu cita-cita
Konon katanya, manusia itu akan terus hidup jika punya harapan dan cita-cita. Dengan cita-cita, kita akan memiliki rencana yang harus dilakukan, mana yang perlu dikejar, dan jalan mana yang akan kita lewatkan. Intinya, akan lebih tersusun. Tapi, bagi anak bungsu, harapan dan cita-cita itu kadang harus digeser dulu. Ya, nanti-nanti dulu aja kali ya.
Hal ini bukan karena anak bungsu itu santai, malas, atau manja, tetapi karena cita-cita mereka berada pada orang tuanya. Yang paling utama adalah bagaimana orang tua mereka bahagia. Sebab, melihat usia orang tua yang semakin senja seperti tidak ada waktu lain untuk mengejar cita-cita. Demikianlah nasib anak bungsu yang penuh dilema. Luarnya saja terlihat seperti anak kecil, padahal di dalamnya mereka juga pusing!
Nah maka dari itu, mewakili para anak bungsu di dunia, saya ingin berpesan kepada kakak-kakak sekalian sebelum tulisan ini ditutup. Tengoklah sejenak adik dan orang tua kalian. Pasti mereka merasa sepi. Terkadang kasih sayang bukan cuma tentang uang kok, tapi juga kehadiran yang tulus dari orang-orang tersayang!
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Kopdes Merah Putih: Bukan Sekadar Angka, 97% Keuntungan Nyata Milik Masyarakat Desa
Pemerintah akan membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menggerakkan perekonomian dan memberdayakan masyarakat desa/kelurahan. KDKMP, milik masyarakat, dikelola profesional dan transparan. Keuntungan 97% dibagikan kepada anggota. KDKMP juga mempersingkat rantai distribusi barang pokok serta menyalurkan barang subsidi seperti LPG dan pupuk secara tepat sasaran.
Bukan Sekadar Healing: Jateng Pacu Produksi Daging, Ini Dampak Ekonominya!
SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan produksi daging ternak terbebas dari penyakit. Untuk memperkuat hal tersebut, dilakukan jemput bola layanan kesehatan ternak melalui program Kesehatan Hewan Keliling atau Healing.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, populasi hewan ternak di Jateng menyentuh angka 6 juta ekor. Selain mencukupi kebutuhan hewani di 35 kabupaten/ kota, produksi daging, telur, dan susu dari Jateng, juga mampu berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, program Healing memberi layanan pengobatan, vaksinasi, hingga pemeriksaan kebuntingan secara gratis. Layanannya juga memberikan bantuan pakan bagi ternak terdampak bencana, serta menggunakan alat canggih seperti ultrasonografi mobile.
“Kita melakukan pengecekan karena sebentar lagi Idul Adha. Populasi ternak Provinsi Jawa Tengah mencapai 6,3 juta ekor. Artinya besar sekali. Kami tidak ingin ditemukan penyakit-penyakit ternak,” ucap Luthfi, di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Rabu (15/4/2026).
Terkait produksi daging, gubernur menyebut, Jawa Tengah mampu memenuhi pasar lokal. Data produksi daging pada 2024 berkontribusi sebesar 18,83 persen terhadap kebutuhan nasional atau peringkat kedua nasional. Sementara itu, telur menyokong 13,1 persen kebutuhan nasional, dan susu berkontribusi 9,4 persen.
“Swasembada daging di Provinsi Jawa Tengah sangat mencukupi. Bahkan, penyembelihan di provinsi lain, di tempat kita. Meski kalkulasi dari peternak menurun, tapi tidak mempengaruhi kebutuhan daging di tempat kita,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Defransisco Dasilva Tavares mengamini. Menurutnya, untuk kebutuhan Iduladha, konsumsi daging di Jawa Tengah diperkirakan sekitar sembilan persen dari total populasi ternak.
Sementara itu, untuk kebutuhan harian, pihaknya telah memperhitungkan kecukupan suplai, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengatakan, produksi unggas saja berada pada kisaran 732 juta ekor.
Karena itu, program Healing berupaya memperkuat penanganan penyakit ternak. Tercatat, penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jateng kian terkendali, dengan total kasus sebanyak 10 ekor, dan telah ditangani oleh tenaga medis.
“Untuk Iduladha saja, saya menghitung kurang lebih 9 persen dari sekitar 6,3 juta total populasi. Untuk kebutuhan sehari-hari sudah kami antisipasi, termasuk MBG dan SPPG, semuanya sudah dihitung. Jateng itu over suplai, unggas saja punya 732 juta ekor,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pihaknya juga mendorong kemitraan para peternak dengan berbagai pihak yang membutuhkan. Dengan demikian, kondisi tersebut mampu memberi nilai tambah bagi ekosistem peternakan di Jawa Tengah.
Peternak Desa Krikilan, Agus Kiswanto, mengapresiasi program Healing. Menurutnya, hal ini membantunya menyehatkan ternak, terlebih menjelang Iduladha.
“Harapannya, sering-sering ada program seperti ini, khususnya untuk sapi dan kambing. Biar peternak kecil seperti saya bisa terlindungi. Apalagi tahun kemarin ada PMK yang sangat merugikan petani,” pungkasnya. (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)