Bukan Sekadar Janji: Program Konkret Pemprov Jateng Perkuat Pembangunan Keluarga
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana melalui program Bangga Kencana. Rakorda di Semarang membahas implementasi program ini. Tujuannya menciptakan sumber daya manusia unggul. Inisiatif seperti Genting, Sidaya, GATI, dan Tamasya diimplementasikan untuk mendukung keluarga.
Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Gelojak Global, Bukan Lagi Era 1998.
Ekonomi Indonesia tangguh di tengah gejolak global, jauh dari krisis 1998. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5,3% (2026), tertinggi kedua G20. Defisit anggaran rendah di bawah 3%. Bloomberg menyebut kemungkinan resesi Indonesia hanya 5%. Ketahanan ditopang ekonomi domestik kuat dan APBN terkendali.
Purnatugas dari MK, Anwar Usman: Putusan Nomor 90 Bukan Pintu Buat Gibran, demi Anak Muda
loading…
Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman berbicara terkait Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023. Foto/SindoNews
JAKARTA – Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman berbicara terkait Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang sempat mengundang polemik dalam kontestasi Pilpres 2024. Ia mengatakan, putusan itu bukan merupakan “pintu” bagi keponakannya, Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden.
Hal itu disampaikan Anwar Usman usai menjalani wisuda purnabakti di Gedung MK, Jakarta, Senin (13/4/2026). Ia menyebut adanya kesalahan persepsi publik yang mengaitkan putusan tersebut secara eksklusif dengan sosok Gibran. Menurutnya, putusan tersebut ditujukan untuk memberikan ruang bagi seluruh anak muda di Indonesia.
“Lho nggak, nggak, nggak itu bukan pintu untuk Gibran. Untuk semua anak muda. Nah itulah kesalahan persepsi,” tegas Anwar Usman.
Anwar Usman menyatakan bahwa ia menjatuhkan putusan tersebut atas dasar keyakinan untuk kebenaran dan keadilan yang dianggapnya sebagai amanah Allah.
Anwar Usman membantah adanya konflik kepentingan dalam pengambilan putusan tersebut, seraya merujuk pada pernyataan beberapa pihak terkait fakta hukum yang ada.
Bukan Hanya Sekolah: Anak Orangtua Difabel Raih Pendidikan & Kebutuhan Hidup Gratis di Sekolah Rakyat.
Kuat, seorang difabel 50 tahun dari Sukoharjo, menyampaikan anaknya diterima di Sekolah Rakyat (SR) Dasar 2 Surakarta. SR, program pemerintah, menyediakan pendidikan gratis dan fasilitas lengkap bagi keluarga miskin. Ini adalah upaya memutus rantai kemiskinan. Pemerintah menargetkan 500 SR hingga 2029.
Prabowo Ungkap Kunci Kebesaran Bangsa: Bukan Hanya Ekonomi, Tapi Akar Budaya
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak merasa rendah diri dalam memandang bangsanya sendiri, terlebih Indonesia memiliki warisan budaya yang melimpah. Prabowo menyampaikan pesan tersebut saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak merasa rendah diri dalam memandang bangsanya sendiri, terlebih Indonesia memiliki warisan budaya yang melimpah.
Prabowo menyampaikan pesan tersebut saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4).
Prabowo menilai masyarakat Indonesia perlu menghormati budayanya sendiri karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kekuatan jiwa dan semangat bangsa. Menurut pengamatannya, bangsa-bangsa yang maju dan makmur umumnya memiliki semangat yang mencerminkan penghormatan terhadap budaya mereka.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya sendiri. Bangsa yang besar menghormati orang tuanya, leluhurnya,” ujar Prabowo.
Seruan tersebut bukan digaungkan tanpa alasan, melainkan berkaca dari sejarah Indonesia. Ia berkisah bahwa pada masa lalu, golongan terdidik di Indonesia sempat terkesima dengan hal-hal yang berasal dari luar negeri. Seiring waktu, sikap tersebut berkembang menjadi pola psikologis yang dikenal sebagai inferiority complex, yakni perasaan rendah diri dan merasa tidak sebanding dengan bangsa lain.
Padahal menurutnya, banyak aspek dari Indonesia yang sangat layak dibanggakan, terutama hasil kebudayaan yang bersifat unik dan tidak dapat ditemukan di tempat lain.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk tetap bangga dan menghormati warisan budaya yang telah diwariskan sejak dahulu.
“Kita bangga pakai teluk belanga. Kita bangga pakai kopiah. Kita bangga pakai sarung. Kita bangga pakai songket. Ini budaya kita,” jelas Prabowo.
Namun demikian, hal tersebut bukan berarti masyarakat harus bersikap tertutup terhadap budaya luar. Menurutnya, Indonesia tetap menghormati negara lain, tetapi tidak boleh melupakan jati diri bangsa.
“Kita bangga dengan budaya kita sendiri. Kita hormat sama semua negara, tapi kita tidak boleh lupa bangsa kita sendiri,” pungkas dia. (her/dav)
Prabowo Tegas: Indonesia Bukan Lagi Raksasa Tidur, Dunia Siap
Presiden Prabowo Subianto optimistis masa depan Indonesia cerah. Ia melihat potensi besar negara ini menjadi mandiri dan disegani dunia. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian pabrik kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah. Prabowo menekankan Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan sumber daya alam dan teknologi. Pengembangan industri nasional terus didorong.
Bukan WFH Semua! ASN Dukcapil dan RS Tetap Garda Terdepan Pelayanan Publik
Pemerintah menerapkan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat, mulai 10 April 2026. Kebijakan ini untuk efisiensi energi. Namun, layanan publik esensial seperti darurat, kesehatan, dan pendidikan tetap beroperasi normal. Pejabat tertentu di tingkat provinsi hingga desa juga dikecualikan untuk memastikan pelayanan optimal.
Bukan Lagi Fiksi: China Produksi Robot Humanoid Massal, Perakitan Satu Unit Cuma 30 Menit
Foto: CCTV Video News Agency
Teknologi.id– Industri robotika China menunjukkan percepatan signifikan dalam skala produksi melalui operasional pabrik robot humanoid di Guangdong yang mulai berjalan sejak akhir Maret 2026. Fasilitas ini menjadi pabrik robot humanoid pertama di China yang dirancang untuk produksi massal dengan kapasitas besar.
Kapasitas Produksi dan Efisiensi Perakitan
Foto: CCTV Video News Agency
Pabrik hasil kolaborasi antara Leju Robotics dan Dongfang Precision Science and Technology ini mampu memproduksi hingga 10.000 unit robot humanoid per tahun. Dalam prosesnya, satu unit robot dapat dirakit hanya dalam waktu 30 menit.
Kecepatan tersebut didukung oleh sistem manufaktur terintegrasi yang mencakup 24 tahap perakitan serta 77 titik inspeksi. Dengan skema ini, proses produksi diklaim mencapai efisiensi hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan metode perakitan konvensional.
Standarisasi Kualitas dan Uji Simulasi
Sebelum keluar dari jalur produksi, setiap robot humanoid wajib melewati serangkaian pengujian ketat. Tercatat ada 41 simulasi kondisi kerja yang harus dilalui untuk memastikan robot mampu beroperasi di lingkungan industri secara nyata, bukan sekadar demonstrasi teknis. Langkah ini dilakukan untuk menjaga konsistensi kualitas sekaligus memastikan kesiapan robot dalam menjalankan fungsi operasional di lapangan.
Pabrik ini juga mengusung desain manufaktur yang fleksibel dengan dukungan sistem kontrol digital. Teknologi tersebut memungkinkan lini produksi beradaptasi untuk membuat berbagai model robot tanpa perlu melakukan perubahan besar pada struktur pabrik. Selain itu, kendaraan otomatis juga digunakan dalam proses operasional untuk mendukung efisiensi dan integrasi sistem produksi secara menyeluruh.
Dalam kerja sama ini, Leju Robotics berperan dalam pengembangan desain dan perangkat lunak robot, sementara Dongfang Precision menangani produksi massal, integrasi sistem, serta layanan purna jual. Kemampuan produksi dalam jumlah besar ini dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat investor sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri robotika yang tengah berkembang pesat di China.
Tantangan Pengembangan Teknologi
Meski kapasitas produksi terus meningkat, tantangan utama industri robot humanoid saat ini masih terletak pada pengembangan perangkat lunak. Sistem yang ada dinilai masih perlu penyempurnaan agar robot dapat bekerja secara optimal dalam kondisi dunia nyata.
Dengan demikian, fokus pengembangan ke depan tidak hanya pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan fungsional robot agar lebih adaptif dan efisien dalam berbagai skenario penggunaan.
Bukan Sekadar Overthinking: 8 Krisis Mental Gen Z, dari Doomscrolling hingga Brain Rot, yang Mendesak untuk Dipahami.
Generasi Z menghadapi tekanan mental signifikan akibat teknologi digital. Paparan konten tanpa henti memicu doomscrolling, Digital ADHD, burnout, dan brain rot. Ini menyebabkan sulit fokus serta kecemasan sosial. Membatasi penggunaan gadget, melatih fokus, dan mindfulness menjadi solusi penting menjaga kesehatan mental Gen Z di era digital.
Hemat Energi Bukan Sekadar Slogan: Ini Wajah Baru Budaya Kerja ASN Pemprov Jateng
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerapkan transformasi budaya kerja ASN untuk hemat energi. Kebijakan ini, berdasarkan Surat Edaran 1 April 2026, mencakup Work From Home (WFH) setiap Jumat, pembatasan perjalanan dinas, serta prioritas rapat hybrid. Tujuannya meningkatkan efisiensi, mengurangi emisi karbon, dan mendorong transportasi berkelanjutan di lingkungan kerja.