DWP Jateng: Minuman Herbal, Bukan Hanya Sehat, Tapi Juga Kunci Ekonomi Baru Jawa Tengah
DWP Provinsi Jawa Tengah menggelar lomba kreasi minuman herbal pada 23 April 2026. Kegiatan ini diikuti anggota DWP dari 37 OPD Pemprov Jateng dalam rangka Hari Kartini. Tujuannya menggali potensi ekonomi dan pemberdayaan perempuan. DWP Disperindag Jateng meraih juara pertama, menunjukkan inovasi minuman sehat.
Terungkap: Bagaimana MBG Mengubah Kios Buah Laweyan Jadi Pendorong Ekonomi Petani Lokal
Santi, warga Solo, bangkit setelah usaha restorannya terdampak pandemi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberinya peluang sebagai pemasok buah lokal. Kini, 30 dapur MBG disuplai, memberdayakan petani lokal dari Tuban, Lampung, Ngawi, serta menciptakan lapangan kerja bagi 20 warga sekitar.
MBG Pacu Ekonomi Mikro: Peternak Telur Rumahan Buktikan Manfaat Konkret
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong ekonomi mikro rumah tangga. Di Klaten, Jawa Tengah, peternak ayam petelur Eni Melani merasakan manfaatnya. Usahanya kini memiliki pasar telur yang pasti, mempercepat perputaran modal. Program ini juga mendukung pemenuhan gizi anak. Eni menyuplai 25-30 kg telur ke dapur MBG secara berkala.
Program MBG Jangkau Perbatasan Indonesia–Timor Leste, Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Pemerintah terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Upaya ini kini diperkuat melalui pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan perbatasan negara. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah telah menuntaskan pembangunan dua unit Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Upaya ini kini diperkuat melalui pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan perbatasan negara.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah telah menuntaskan pembangunan dua unit Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Kedua fasilitas tersebut berlokasi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur.
Kehadiran dapur MBG di kawasan perbatasan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan akses gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat peran PLBN sebagai pusat pelayanan sekaligus penggerak kesejahteraan warga.
Pembangunan fasilitas difokuskan pada wilayah yang memiliki kebutuhan layanan gizi mendesak, termasuk daerah perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Dengan rampungnya pembangunan SPPG di PLBN Wini dan Motamasin, fasilitas ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan Program MBG, khususnya bagi anak-anak di wilayah perbatasan. Selain meningkatkan kualitas asupan gizi, keberadaan dapur MBG juga diyakini dapat menggerakkan roda ekonomi lokal.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa program ini memiliki dampak yang luas, tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga ekonomi.
“Program MBG adalah amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Program ini juga mendorong ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, dan UMKM. Dengan demikian, MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan nasional,” ujarnya, ditulis Senin (20/4).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di kawasan perbatasan.
“Ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan akses gizi yang layak, menjaga stabilitas harga, serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat perbatasan,” tambahnya.
Fasilitas SPPG
Secara teknis, kedua SPPG tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memenuhi standar kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Mulai dari dapur utama, area pencucian alat dan bahan makanan, gudang kering dan basah, hingga ruang penyimpanan peralatan.
Selain itu, tersedia pula fasilitas parkir, jaringan air bersih, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Tak hanya itu, infrastruktur tambahan seperti ruang panel, tempat pembuangan sampah (TPS), serta penataan lanskap kawasan turut dibangun guna mendukung operasional yang optimal.
SPPG di PLBN Wini berdiri di atas lahan seluas 1.408,63 meter persegi di Kabupaten Timor Tengah Utara, sementara SPPG di PLBN Motamasin dibangun di atas lahan seluas 1.469,12 meter persegi di Kabupaten Malaka.
Dengan kehadiran fasilitas ini, pemerintah berharap program MBG tidak hanya menjangkau masyarakat secara lebih merata, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan yang selama ini membutuhkan perhatian lebih. (her/dav)
Dapur MBG: Bagaimana Santri Yatim Ini Berhasil Topang Ekonomi Keluarga?
Muhammad Zainuddin Alwi, santri yatim dari Purwodadi, merasakan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bekerja di SPPG Klodran, ia kini menopang ekonomi keluarga dan mengembangkan keterampilan baru. Kisah Alwi menunjukkan MBG tidak hanya penuhi gizi, tetapi juga membuka peluang kerja serta memperkuat ekonomi keluarga di daerah.
Transformasi Ekonomi Petani Boyolali: MBG Picu Gelombang Permintaan Sayur
Petani Desa Senden, Boyolali, Jawa Tengah, mengalami peningkatan hasil panen signifikan. Wati, petani sayur, kini memanen hingga 300 kg cabai dan 60 kg kubis per hari. Peningkatan ini terjadi berkat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG mendorong produksi dan kemajuan petani di lereng Gunung Merbabu.
Analisis Tajam: Mengapa Ekonomi Indonesia Optimis Melesat di Atas 5% di Tengah Badai Global?
NEXT Indonesia Center, melalui Herry Gunawan, merilis “Sinyal Daya Tahan Ekonomi Indonesia”. Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan 2026 menjadi 4,7%, sementara ADB 5,2%. Data OECD Composite Leading Indicator (CLI) menunjukkan ekonomi Indonesia masih di 100,52 (di atas 100), menandakan potensi pertumbuhan. Namun, penurunan tipis CLI menjadi peringatan. Pemerintah didesak perkuat investasi dan ekspor.
Gubernur Luthfi Genjot Ekonomi Daerah: Terobosan Kreatif Pengusaha Muda Jadi Andalan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong pengusaha muda Hipmi meningkatkan kreativitas bisnis dan kolaborasi dengan pemerintah. Langkah ini krusial untuk mengungkit perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,37%, didukung investasi yang tumbuh 6,76% pada 2025. Kolaborasi pemerintah dan pengusaha muda menjadi kunci kemajuan ekonomi.
Ekonomi RI Dipuji IMF hingga Investor Global, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi
Apresiasi dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan investor global yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu titik terang ekonomi dunia menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian global. Menanggapi hal itu, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian mengatakan, penilaian ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas melalui kredibilitas kebijakan, disiplin fiskal, serta sinergi yang kuat antara kebijakan moneter dan fiskal.(Foto Dok. Istimewa)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Apresiasi dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan investor global yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu titik terang ekonomi dunia menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian global.
Menanggapi hal itu, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian mengatakan, penilaian ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas melalui kredibilitas kebijakan, disiplin fiskal, serta sinergi yang kuat antara kebijakan moneter dan fiskal.
Namun, capaian tersebut dinilai tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Stabilitas yang telah terjaga justru harus menjadi pijakan untuk langkah yang lebih strategis ke depan, terutama dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Fakhrul mengingatkan bahwa stabilitas bukanlah tujuan akhir. “Stabilitas adalah titik awal, bukan titik akhir. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kita mengubah stabilitas itu menjadi kekuatan—kekuatan untuk membiayai pertumbuhan, memperluas ruang kebijakan, dan memperkuat kedaulatan ekonomi kita di dunia yang tidak lagi sederhana,” ucap Fakhrul, ditulis Jumat (17/4).
Menurut Fakhrul, pengakuan dari IMF dan investor global memang patut diapresiasi. Namun, ia menilai narasi ekonomi Indonesia perlu didorong lebih jauh, tidak hanya berhenti pada stabilitas, tetapi juga pada kemampuan membiayai pertumbuhan secara strategis dan berkelanjutan.
Ia menilai pendekatan Bank Indonesia yang menekankan kredibilitas kebijakan, adaptasi terhadap dinamika global, serta penguatan kemitraan internasional sudah berada di jalur yang tepat.
Meski demikian, ada dua aspek penting yang perlu diperkuat, yakni pengembangan sumber pendanaan baru dan komunikasi kebijakan fiskal yang lebih jelas.
Fakhrul menyoroti bahwa selama ini pemerintah cenderung mengandalkan narasi disiplin fiskal, seperti menjaga defisit di bawah 3% dan rasio utang yang terkendali. Meski penting, pendekatan tersebut dinilai belum cukup menjawab kebutuhan pasar saat ini.
“Selama ini, kita terlalu nyaman dengan narasi disiplin fiscal dengan defisit di bawah 3%, rasio utang terjaga. Itu penting, tapi belum cukup. Pasar hari ini ingin tahu lebih dari itu: what is the funding story? dan how credible is the path forward?,” jelasnya.
Ia menekankan perlunya pergeseran komunikasi kebijakan fiskal dari sekadar berbasis aturan menuju strategi yang lebih komprehensif.
Pemerintah, kata dia, perlu secara terbuka menjelaskan arah pembiayaan jangka menengah hingga panjang, termasuk sumber dana, komposisi, dan pengelolaan risikonya.
“Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, pasar tidak hanya menghargai disiplin, tetapi juga kejelasan arah. Kita perlu mulai lebih eksplisit, dari mana sumber pembiayaan pertumbuhan akan datang, bagaimana komposisinya, dan bagaimana risiko-risikonya dikelola,” ujarnya.
Di tengah perubahan struktur ekonomi global, kebutuhan akan sumber pendanaan alternatif juga semakin mendesak. Fakhrul menilai ketergantungan pada pembiayaan berbasis mata uang kuat seperti dolar AS menimbulkan biaya yang tidak kecil.
“Ketergantungan pada sumber pendanaan global berbasis mata uang kuat seperti dolar menciptakan biaya yang tidak kecil. Di sinilah pentingnya Indonesia mulai lebih agresif membangun alternatif, termasuk melalui skema local currency settlement,” kata Fakhrul.
Ia melihat peluang dari pemanfaatan mata uang dengan imbal hasil rendah seperti offshore renminbi (CNH) sebagai sumber likuiditas yang lebih efisien, terutama untuk mendukung perdagangan dan investasi bilateral.
“Ke depan, kita harus mulai melihat bahwa tidak semua pembiayaan harus mahal. Likuiditas global itu tidak homogen. Ada kantong-kantong likuiditas dengan biaya lebih rendah, dan kita harus bisa mengaksesnya, baik melalui kerja sama bilateral maupun desain instrumen keuangan yang lebih inovatif,” tambahnya.
Lebih jauh, Fakhrul menekankan pentingnya penguatan kemitraan internasional yang tidak hanya berhenti pada pembangunan kepercayaan, tetapi juga mampu membuka akses pembiayaan yang nyata.
Ia menilai, di tengah fragmentasi ekonomi global yang semakin nyata, negara yang mampu mengamankan sumber pendanaan alternatif sekaligus mengkomunikasikan strateginya dengan jelas akan memiliki keunggulan kompetitif.
“Kita sedang masuk ke era di mana capital access saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah capital strategy. Dan strategi itu harus terlihat, harus terkomunikasikan dengan jelas, dan harus dipercaya pasar,” pungkas Fakhrul.(her/dav)
Pemkab Pati Pacu Ekonomi Lokal: Wisata Siswa Jadi Motor Penggerak Destinasi Daerah
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra melarang pungutan di sekolah negeri dan mengarahkan wisata siswa ke destinasi lokal. Kebijakan ini bertujuan mendongkrak ekonomi daerah Pati serta melindungi orang tua. Peningkatan layanan Puskesmas hingga sore hari juga menjadi fokus utama pemerintah daerah.