Ketika Timur Tengah Bergelora, Dunia Justru Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia
Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh stabil 5,2% pada 2026-2027, lebih tinggi dari rata-rata Asia Tenggara. Kekuatan domestik dan inflasi terkendali menjadi pendorong. FTSE Russell juga mempertahankan status Secondary Emerging Market pasar modal Indonesia, menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global.
Koperasi Jateng: Terobosan Pemprov Perkuat Ekonomi Rakyat
Koperasi di Jawa Tengah memperkuat ekonomi rakyat. Terdapat 19.022 koperasi aktif dengan aset Rp60,13 triliun. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) beroperasi di 6.271 unit, mendorong UMKM naik kelas. Dekopinwil Jateng fokus pada pemerataan kesejahteraan dan transformasi digital, serta penguatan usaha.
Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Gelojak Global, Bukan Lagi Era 1998.
Ekonomi Indonesia tangguh di tengah gejolak global, jauh dari krisis 1998. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5,3% (2026), tertinggi kedua G20. Defisit anggaran rendah di bawah 3%. Bloomberg menyebut kemungkinan resesi Indonesia hanya 5%. Ketahanan ditopang ekonomi domestik kuat dan APBN terkendali.
Prabowo Ungkap Kunci Kebesaran Bangsa: Bukan Hanya Ekonomi, Tapi Akar Budaya
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak merasa rendah diri dalam memandang bangsanya sendiri, terlebih Indonesia memiliki warisan budaya yang melimpah. Prabowo menyampaikan pesan tersebut saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak merasa rendah diri dalam memandang bangsanya sendiri, terlebih Indonesia memiliki warisan budaya yang melimpah.
Prabowo menyampaikan pesan tersebut saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4).
Prabowo menilai masyarakat Indonesia perlu menghormati budayanya sendiri karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kekuatan jiwa dan semangat bangsa. Menurut pengamatannya, bangsa-bangsa yang maju dan makmur umumnya memiliki semangat yang mencerminkan penghormatan terhadap budaya mereka.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya sendiri. Bangsa yang besar menghormati orang tuanya, leluhurnya,” ujar Prabowo.
Seruan tersebut bukan digaungkan tanpa alasan, melainkan berkaca dari sejarah Indonesia. Ia berkisah bahwa pada masa lalu, golongan terdidik di Indonesia sempat terkesima dengan hal-hal yang berasal dari luar negeri. Seiring waktu, sikap tersebut berkembang menjadi pola psikologis yang dikenal sebagai inferiority complex, yakni perasaan rendah diri dan merasa tidak sebanding dengan bangsa lain.
Padahal menurutnya, banyak aspek dari Indonesia yang sangat layak dibanggakan, terutama hasil kebudayaan yang bersifat unik dan tidak dapat ditemukan di tempat lain.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk tetap bangga dan menghormati warisan budaya yang telah diwariskan sejak dahulu.
“Kita bangga pakai teluk belanga. Kita bangga pakai kopiah. Kita bangga pakai sarung. Kita bangga pakai songket. Ini budaya kita,” jelas Prabowo.
Namun demikian, hal tersebut bukan berarti masyarakat harus bersikap tertutup terhadap budaya luar. Menurutnya, Indonesia tetap menghormati negara lain, tetapi tidak boleh melupakan jati diri bangsa.
“Kita bangga dengan budaya kita sendiri. Kita hormat sama semua negara, tapi kita tidak boleh lupa bangsa kita sendiri,” pungkas dia. (her/dav)
Jateng Bangkit: 5.503 Koperasi Merah Putih Siap Geliatkan Ekonomi Warga
Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus berlanjut. Sebanyak 5.503 unit gedung KDKMP telah terbangun, menjadikan Jateng provinsi kedua terbanyak nasional. KDKMP menggerakkan ekonomi warga, terlibat penyediaan pangan program Makan Bergizi Gratis, Gerakan Pangan Murah, dan stabilisasi pasokan pangan.
Pabrik Kendaraan Listrik Prabowo: Memicu Kebangkitan Ekonomi Lokal Magelang, Asa Pekerja Asli
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah. Pabrik ini membuka lapangan kerja bagi warga lokal, seperti Ahmad Aji Rifai, staf produksi. Kehadirannya diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi Magelang dan industri kendaraan listrik. Ini mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan Indonesia.
NEXT Indonesia Center: Disiplin Fiskal Terjaga, Ekonomi Beri Sinyal Positif
Belanja negara yang ekspansif pada triwulan I-2026 menunjukkan bahwa pemerintah terus mendorong pergerakan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga disiplin fiskal sesuai dengan koridor yang ditetapkan peraturan perundang-undangan. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026). (Foto Dok. Istimewa)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Belanja negara yang ekspansif pada triwulan I-2026 menunjukkan bahwa pemerintah terus mendorong pergerakan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga disiplin fiskal sesuai dengan koridor yang ditetapkan peraturan perundang-undangan.
“Perkembangan yang terjadi saat ini memberikan sinyal positif. Penyerapan belanja pemerintah naik, penerimaan negara juga tumbuh tinggi, sehingga gairah pergerakan ekonomi memberikan harapan baik ke depan,” ungkap Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).
Seperti disampaikan Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan negara triwulan I-2026 mencapai Rp574,9 triliun, naik 10,5 persen secara tahunan (year on year). Penopang utamanya adalah penerimaan pajak yang tumbuh 20,7 persen, menjadi Rp394,8 triliun.
“Pencapaian ini memberikan ruang fiskal yang lebih sehat untuk menopang belanja yang meningkat,” kata Christiantoko.
Sementara pada sisi belanja negara, penyerapan anggaran mencapai Rp815,0 triliun atau meningkat 31,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Defisit APBN tercatat sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Meski meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, menurut Christiantoko, defisit APBN sebesar 0,93 persen pada triwulan I-2026 ini masih dalam batas wajar. “Jika dicermati secara utuh, angka tersebut justru mencerminkan strategi fiskal yang terukur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini mengakselerasi belanja negara sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Defisit berada dalam kendali pemerintah, bukan sesuatu yang terjadi di luar kontrol.
Realisasi belanja negara pada periode Januari-Maret telah mencapai 21,2 persen dari target. Sementara rata-rata realisasi belanja negara pada triwulan I di tahun-tahun sebelumnya hanya sekitar 17 persen. Dari sisi nominal pun penyerapan anggaran naik sampai 31,4 persen.
“Belanja yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan adanya upaya ekspansif yang memang diperlukan, terutama di awal tahun, untuk menjaga momentum pemulihan dan memperkuat daya dorong ekonomi domestik,” papar Christiantoko.
Belanja negara untuk program-program strategis meningkat, misalnya Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berdampak pada aktivitas ekonomi. Peningkatan realisasi belanja negara juga dipengaruhi faktor musiman, yaitu momen Lebaran.
Pada Lebaran tahun ini, pemerintah mengeluarkan paket stimulus Rp15 triliun untuk mendorong konsumsi masyarakat di bulan suci. Mulai dari bantuan pangan, diskon transportasi, hingga Tunjangan Hari Raya (THR) untuk ASN, TNI, dan Polri.
“Belanja pemerintah yang lebih tinggi menjadi pendorong penting untuk menjaga daya beli dan memperkuat perputaran ekonomi,” ucap Christiantoko.
Tak kalah penting, ia menekankan, pemerintah tetap menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga disiplin fiskal. Target defisit anggaran yang dijaga di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi jangkar utama agar ekspansi fiskal tetap berada dalam koridor yang aman.
“Dengan demikian, defisit sebesar 0,93 persen pada triwulan I-2026 harus dilihat bagian dari strategi kebijakan fiskal yang terukur. Selama dikelola secara hati-hati dan tetap dalam batas yang telah ditetapkan, langkah ini justru berpotensi memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi ke depan,” tutupnya. (her/dav)
Ribuan Bibit Kopi untuk Borobudur: Strategi Ganda Dongkrak Ekonomi dan Jaga Lingkungan Petani
Pada 6 April 2026, ribuan bibit kopi robusta dan arabika diserahkan kepada masyarakat Borobudur. Bibit dari Gunung Welirang dan Semeru ini bertujuan memberdayakan ekonomi petani milenial serta melestarikan lingkungan melalui agroforestry. Program ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan dan pengembangan kawasan Borobudur.
Dampak Nyata Program Makan: Lebih dari Bantuan Sosial, Mesin Ekonomi yang Terabaikan?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sering dilihat sebatas masalah operasional. Namun, bagi Nusa Tenggara Timur (NTT), MBG adalah mesin ekonomi besar. Program ini menciptakan pasar pasti bagi pertanian lokal dan UMKM, menggerakkan ekonomi daerah, bukan hanya konsumsi. Pandangan ini penting untuk pembangunan NTT.
Beban Subsidi dan Tekanan Inflasi: Ujian Berat Ekonomi Nasional.
Candra Fajri Ananda (OJK) menyoroti kompleksitas perang modern yang multidimensional. Dimensi fiskal dan kapasitas pembiayaan negara krusial menopang operasi militer jangka panjang. Amerika Serikat contohnya, dengan anggaran pertahanan USD962 miliar (2025), menghadapi tekanan ekonomi signifikan: inflasi 2,4% dan pengangguran 4,6%.