Prabowo Ungkap Pengaruh Global Indonesia: Dihormati dan Jadi Solusi Bantuan Internasional
loading…
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto/Arif Julianto
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya selalu dihormati apabila melakukan kunjungan ke luar negeri sebagai presiden. Bahkan, Prabowo mengungkapkan banyak negara yang saat ini meminta bantuan kepada Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo ketika menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Saya kalau ke luar negeri sebagai Presiden Indonesia saya sangat dihormati, sangat dihormati. Bahkan mereka sekarang banyak negara minta bantuan ke kita,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, sejumlah negara meminta bantuan ke Indonesia untuk ekspor pupuk. Prabowo menuturkan hal ini menunjukkan Indonesia merupakan negara yang sangat kaya.
5 WNI Ditangkap Israel dalam Misi Global Sumud Flotilla, Pemerintah Siapkan Langkah Pelindungan
Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat armada sipil internasional Global Sumud Flotilla di perairan Siprus. Armada ini membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Lima WNI dari sembilan anggota misi ditangkap Israel. Kemlu RI mendesak pembebasan kapal, awak, dan jaminan distribusi bantuan ke Palestina.
Pemerintah RI Kecam Keras Israel Atas Pencegatan Flotilla Global Sumud, Perlindungan WNI Jadi Fokus
Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Hal itu disampaikan Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, dalam siaran persnya, Selasa (19/05). (Foto Dok. Istimewa/ @orbitindonesia.com)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa hingga saat ini sedikitnya sepuluh kapal telah dikonfirmasi ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang berada di kapal Josef sebagai delegasi GPCI – Rumah Zakat.
“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ujar Yvonne.
Sementara itu, kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono alias Abeng hingga saat ini masih terus diupayakan untuk dihubungi guna mengetahui status kapal, termasuk kondisi Bambang Noroyono di kapal tersebut.
“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” lanjutnya.
Yvonne juga menegaskan bahwa pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat.
“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” ujarnya.
Sejak awal Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan para WNI.
Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan. (her/dav)
Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Tertekan: Membedah Ancaman Global
loading…
Ciplis Gema Qori’ah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Jember. Foto/Dok. SindoNews
Ciplis Gema Qori’ah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Jember
ARUS repatriasi modal meluncur kembali ke asalnya. Gejolak pasar keuangan global mengharuskan pemain keuangan untuk melindungi asetnya (risk-off) yang dibenamkan di emerging market. Artinya greenback – sebutan populer untuk dolar AS kembali menjadi magnet likuiditas keuangan global.
Sementara, tekanan rupiah kembali hadir dalam lanskap berbeda. Data JISDOR BI per 13 Mei 2026 menginfokan rupiah menyentuh 17.535per dolar AS. Yang disebabkan lonjakan harga minyak karena konflik di Timur Tengah dan melentingnya DXY. Ini mengindikasikan bagaimana tekanan greenback masih menimbulkan tekanan kuat. Hal yang perlu diwaspadai ada kemungkinan tergerusnya fondasi makroekonomi domestik.
Volatilitas rupiah kerap membuncahkan ingatan panjang tentang krisis. Bukan lagi sekadar angka di layar perdagangan, melainkan sebagi sinyal kuat atas menurunnya kepercayaan publik, pasar dan dunia usaha. Krisis 1998 mengajarkan bahwa pelemahan nilai tukar bisa berubah menjadi badai sistemik. Hal ini ditandai dengan rapuhnya pondasi perbankan, menggunungnya utang valas dan runtuhnya kredibilitas.
Juga krisis 2008 yang disebabkan oleh guncangan di Wall Street, tetapi ombaknya tetap sampai ke emerging market melalui arus modal, likuiditas dolar dan sentimen risiko. Sedikit berbeda dengan krisis 2020, tatkala mobilitas manusia terhenti karena pandemi, mobilitas modal justru bergerak sangat cepat (frozen mobility-restless capital).
Namun, situasi saat ini tidak identik dengan krisis sebelumnya. Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 masih tumbuh 5,61% secara tahunan, inflasi April 2026 berada di 2,42%, dan cadangan devisa akhir April 2026 tercatat USD146,2 miliar atau setara 5,8 bulan impor. Rupiah sedang tertekan, tetapi fondasi makro belum patah.
Krisis Global Mencekam, Indonesia Kini Jadi Tumpuan Pangan dan Pupuk Dunia.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan banyak negara meminta bantuan Indonesia, termasuk pupuk dan beras, akibat gejolak global. Penutupan Selat Hormuz mengganggu rantai pasok dunia. Indonesia membantu negara seperti Australia, Filipina, India, dan Brasil. Ini menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional.
Indonesia Tegaskan Pentingnya Peran BRICS dalam Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menekankan pentingnya BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan dan 6 negara berkembang utama lainnya) dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global. Salah satunya dengan memimpin penegakkan hukum internasional secara adil dan tanpa standar ganda. Demikian disampaikan Sugiono dalam BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, Kamis (14/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
New Delhi, Idola 92.6 FM-Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menekankan pentingnya BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan dan 6 negara berkembang utama lainnya) dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global. Salah satunya dengan memimpin penegakkan hukum internasional secara adil dan tanpa standar ganda.
Demikian disampaikan Sugiono dalam BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, Kamis (14/5).
“Nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan,” ujar Sugiono.
Pertemuan BRICS tahun ini diselenggarakan di bawah keketuaan India dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Tahun 2026 merupakan tahun kedua Indonesia sebagai anggota BRICS, yang juga bertepatan dengan perayaan 20 tahun sejak dibentuknya BRICS pada tahun 2006.
Dalam pertemuan, Menlu Sugiono berbicara pada dua sesi, yaitu sesi pertama “Closed Session: Global and Regional Issues”, dan sesi kedua “Open Session: BRICS@20: Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability”.
Sugiono menggarisbawahi bahwa BRICS harus menjadi bagian dari solusi, bukan polarisasi. Indonesia juga terus menyampaikan dukungan penuh terhadap Palestina dan Solusi Dua Negara.
Dalam kesempatan ini, Sugiono secara khusus mengangkat mengenai gugurnya empat Pasukan Penjaga Perdamaian asal Indonesia yang bertugas di UNIFIL dan menyerukan akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab. Indonesia menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian PBB adalah prinsip yang tidak boleh dikompromikan.
Lebih lanjut, Sugiono menekankan pentingnya reformasi tata kelola global untuk menghadapi tantangan masa kini, termasuk reformasi sistem perdagangan dunia agar inklusif, terbuka, dan non-diskriminatif, dengan WTO sebagai fondasi utama.
Sejalan dengan tema Keketuaan India, Indonesia menyambut baik penguatan New Development Bank (NDB) dan menegaskan tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung.
Ke depan, Indonesia dapat memanfaatkan forum BRICS untuk terus memperkuat kolaborasi di sejumlah sektor strategis termasuk ekonomi, perubahan iklim, energi, kesehatan serta reformasi tata kelola global.
Keanggotaan Indonesia pada BRICS diharapkan dapat memberikan manfaat serta kerja sama konkret bagi Indonesia, mengingat BRICS mewakili 28-30 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) serta merepresentasikan 45 persen populasi dunia.
BRICS Foreign Ministers’ Meeting merupakan forum utama BRICS di tingkat Menteri Luar Negeri serta merupakan bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18, yang dijadwalkan dilaksanakan pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India. (her/dav)
AI Kini Jadi Senjata Baru Hacker Global, Google Ungkap Modusnya
Foto: glumpai.id
Teknologi.id– Ancaman keamanan siber kini berkembang dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) generatif. Tim peneliti dari Google Threat Intelligence Group (GTIG) melaporkan temuan bahwa pelaku kejahatan siber mulai menggunakan AI untuk menemukan dan menyusup ke celah keamanan perangkat lunak yang belum diketahui oleh pengembangnya (zero-day).
Melalui laporan resminya, pihak Google mengonfirmasi bahwa ini merupakan pertama kalinya mereka mengidentifikasi eksploitasi zero-day yang diyakini dikembangkan dengan bantuan teknologi AI.
Target Serangan dan Langkah Mitigasi
Foto: detikinet
Berdasarkan temuan GTIG, eksploitasi tersebut menargetkan sebuah tool administrasi sistem berbasis web open-source populer. Namun, Google tidak mengungkap nama spesifik dari perangkat lunak tersebut.
Melalui celah keamanan ini, peretas dapat memintas sistem autentikasi dua faktor (2FA) untuk masuk ke dalam sistem korban. Dengan begitu, perangkat pengguna bisa diambil alih dan data-data di dalamnya berpotensi dicuri.
Meski bisa dibobol menggunakan AI, Google memastikan bahwa serangan ini berhasil dihentikan sebelum memasuki tahap eksploitasi massal. GTIG mengeklaim telah memberi tahu pihak pengembang perangkat lunak terkait agar segera melakukan mitigasi dan menutup celah keamanan tersebut.
Keyakinan Google bahwa kode serangan tersebut dibuat dengan bantuan Large Language Model (LLM) didasarkan pada sejumlah temuan dalam rangkaian kode eksploitasi berbasis Python. Beberapa indikator tersebut meliputi:
Struktur Kode yang Rapi: Kode eksploitasi terlihat sangat rapi dan dipenuhi dengan docstring edukatif, yang dinilai khas sebagai format hasil generasi AI.
Indikasi Halusinasi AI: Peneliti menemukan adanya skor Common Vulnerability Scoring System (CVSS) atau kerentanan palsu di dalam kode, yang diyakini sebagai hasil “halusinasi” dari sistem AI.
Karakteristik Bug: Celah yang dieksploitasi merupakan bug logika semantik tingkat tinggi. Jenis celah ini dinilai lebih mudah dikenali oleh AI dibandingkan metode tradisional seperti fuzzing (mengetes program) atau static analysis (mengecek kode program).
Meski tidak mengungkap secara pasti model AI yang dipakai oleh pelaku kejahatan siber ini, Google menegaskan bahwa model AI milik mereka, yakni Gemini, tidak dipakai untuk membuat serangan berbasis AI tersebut.
Terkait serangan menggunakan AI, Google juga mengungkap bahwa kelompok hacker yang terafiliasi dengan China dan Korea Utara mulai memakai AI untuk membantu pencarian kerentanan dan pengembangan eksploitasi siber. Beberapa kelompok yang disebut antara lain APT27, APT45, UNC2814, UNC5673, dan UNC6201.
Sementara itu, aktor siber yang terkait dengan Rusia dilaporkan menggunakan kode hasil generasi AI untuk menyamarkan malware populer, seperti “CANFAIL” dan “LONGSTREAM”.
Di samping untuk eksploitasi keamanan, Google menyebut AI juga mulai dipakai dalam operasi propaganda dan rekayasa sosial. Google mencontohkan operasi Rusia berkode “Overload” yang menggunakan teknologi kloning suara AI untuk menyamar sebagai jurnalis dalam video palsu bertema anti-Ukraina.
Sebagai tambahan, Google juga menyoroti malware Android bernama “PromptSpy” yang memanfaatkan API Gemini milik Google untuk membantu interaksi otomatis dengan perangkat korban.
Prabowo di KTT ASEAN: Diversifikasi Energi Jadi Kunci Hadapi Krisis Global
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa diversifikasi energi menjadi langkah yang tidak bisa ditunda dalam menghadapi ancaman krisis global berkepanjangan. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, Jumat (8/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Filipina, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa diversifikasi energi menjadi langkah yang tidak bisa ditunda dalam menghadapi ancaman krisis global berkepanjangan. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, Jumat (8/5).
Prabowo menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, khususnya konflik di Timur Tengah, yang dinilai membawa dampak langsung terhadap keamanan, energi, dan stabilitas global.
“Ketegangan tinggi dan konflik di Timur Tengah mengingatkan kita pada kenyataan bahwa ketidakstabilan geopolitik dapat menimbulkan konsekuensi langsung, luas, dan berskala global, serta memengaruhi kehidupan sehari-hari dan keamanan kita,” ujar Prabowo.
Presiden menjelaskan, situasi global saat ini menjadi pengingat penting bagi ASEAN untuk memperkuat solidaritas kawasan dan membangun ketahanan bersama dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk di masa depan.
“Hal ini menuntut ASEAN yang kuat dan bersatu. Dan kita harus memberi contoh, kita harus benar-benar berkomitmen membangun ASEAN yang solid, ASEAN yang menjaga perdamaian, menjaga stabilitas, serta menjunjung tinggi dialog dan kerja sama,” lanjutnya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa gangguan berkepanjangan di jalur-jalur global utama kini memberikan tekanan besar terhadap sektor energi negara-negara ASEAN. Menurutnya, kondisi tersebut diperkirakan belum akan segera mereda.
“ASEAN harus siap menghadapi gangguan jangka panjang. Ketahanan kita harus dibangun secara proaktif dengan pendekatan yang jelas dan berorientasi ke depan. Ini berarti kita harus siap menghadapi segala kemungkinan. Kita harus siap menghadapi skenario terburuk,” tegas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menilai ASEAN perlu segera membangun arsitektur energi baru yang lebih tangguh melalui diversifikasi sumber energi dan percepatan pengembangan energi terbarukan.
“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting dan mutlak diperlukan. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus mengembangkan sumber energi alternatif dan mempersiapkan energi terbarukan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memaparkan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mulai dari pengembangan energi alternatif dan energi terbarukan, pemanfaatan bioenergi, peningkatan penggunaan kendaraan listrik, hingga pembangunan program energi surya sebesar 100 gigawatt dalam tiga tahun ke depan.
“Indonesia mengambil langkah nyata dalam hal ini. Kami membangun alternatif dan energi terbarukan, memanfaatkan bioenergi, mendorong penggunaan kendaraan listrik, dan membangun program energi surya yang sangat ambisius sebesar 100 gigawatt yang ingin kami selesaikan dalam tiga tahun,” imbuhnya. (her/dav)
Prabowo Mendunia: Diaspora Indonesia di Filipina Ungkap Bukti Pengaruh RI di Kancah Global
Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Cebu, Filipina, dalam rangka menghadiri KTT ASEAN ke-48 disambut hangat dan antusias oleh diaspora Indonesia yang tinggal di negara tersebut. Salah satunya adalah Romo Agus Sudaryanto, seorang pastor di Santo Vincent Cebu. Ia mengaku senang sekaligus terharu akhirnya bisa bertatap muka secara langsung dan bercengkerama sejenak dengan Presiden Prabowo. Hal itu dikatakan Romo Agus, Kamis (7/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Filipina, Idola 92.6 FM-Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Cebu, Filipina, dalam rangka menghadiri KTT ASEAN ke-48 disambut hangat dan antusias oleh diaspora Indonesia yang tinggal di negara tersebut. Salah satunya adalah Romo Agus Sudaryanto, seorang pastor di Santo Vincent Cebu.
Ia mengaku senang sekaligus terharu akhirnya bisa bertatap muka secara langsung dan bercengkerama sejenak dengan Presiden Prabowo. “Selama ini hanya bisa lihat dari video beliau kunjungan ke luar negeri, tapi sekarang on the spot. Malah tadi ditanya-tanya,” ujar Romo Agus, Kamis (7/5).
Romo Agus juga menceritakan kegembiraannya karena sempat berbincang santai dengan Prabowo mengenai kehidupannya selama tinggal di Filipina. Ia menyampaikan kepada Prabowo bahwa dirinya telah menetap di Cebu selama 15 tahun.
“Tadi ditanya asal dari mana? Dari Madiun. Oh sudah lama. Sudah bisa bahasa sini? Oh iya iya Bapak,” cerita Romo Agus.
Lebih lanjut, Romo Agus menilai kehadiran Prabowo di tengah diaspora Indonesia membawa kebanggaan tersendiri. Ia bahkan menyebut sosok Prabowo semakin dikenal luas, termasuk di Filipina.
“Bapak Presiden kita ini mendunia khususnya di negara tetangga, khususnya negara Filipina di mana kita ini tinggal,” katanya.
Romo Agus menambahkan, masyarakat Filipina kerap bertanya tentang Indonesia. Karena itu, dirinya merasa bangga dapat memperkenalkan Indonesia melalui kepemimpinan era Prabowo yang mumpuni.
“Orang Filipina sering bertanya bagaimana Indonesia, dan kami memiliki Presiden Prabowo Subianto yang begitu luar biasa. Itulah, kesannya senang,” imbuhnya. (her/dav)
Indonesia Ajak Negara-negara ASEAN Kerja Sama Lebih Erat Hadapi Krisis Global
Menteri Luar Negeri Sugiono mengajak negara-negara ASEAN mempererat kerja sama dalam menghadapi krisis global akibat konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah dan berbagai tantangan di kawasan. Menurut Sugiono, ASEAN merupakan mitra yang terpercaya dan dapat diandalkan. Hal itu dikatakan Sugiono dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting/AMM) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Luar Negeri Sugiono mengajak negara-negara ASEAN mempererat kerja sama dalam menghadapi krisis global akibat konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah dan berbagai tantangan di kawasan. Menurut Sugiono, ASEAN merupakan mitra yang terpercaya dan dapat diandalkan.
“Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan,” kata Sugiono dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting/AMM) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5).
Pada kesempatan itu, dia pun mengapresiasi inisiatif keketuaan Filipina dalam mengkoordinasikan respons bersama ASEAN terhadap krisis yang dihadapi saat ini.
Sugiono menilai semakin banyaknya negara yang bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) mencerminkan kepercayaan yang terus berlanjut terhadap ASEAN. Ia menegaskan kemitraan yang dijalin ASEAN dengan mitra wicara harus terus diperkuat demi mencapai hasil yang konkret dan konstruktif untuk isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.
Karena itu, Sugiono menyampaikan dukungan Indonesia untuk Turkiye agar segera menjadi mitra wicara ASEAN demi memperluas kemitraan ASEAN. Selain itu, ia kembali menyerukan pentingnya stabilitas Myanmar, serta dukungan terhadap Timor-Leste sebagai anggota baru ASEAN.
Antisipasi Perlambatan Ekonomi
Selanjutnya, dalam pertemuan ke-27 Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council/AECC) di Cebu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan untuk pertama kalinya setelah pandemi, kinerja perekonomian ASEAN menghadapi risiko perlambatan akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Konflik telah menyebabkan dampak beruntun dari keterbatasan suplai energi hingga lonjakan harga-harga komoditas dan pangan di kawasan.
Airlangga yang juga menjadi Ketua Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN Indonesia menyebutkan sejumlah langkah konkret untuk mengatasi disrupsi akibat perang dan konflik global. Di antaranya dengan menguatkan ketahanan energi dan mengoptimalisasi platform kerja sama.
“Untuk mengatasi disrupsi, diperlukan ketahanan energi, optimalisasi platform kerja sama yang ada, dan fokus pada penguatan perdagangan antar anggota ASEAN dengan mitra strategis, seperti ASEAN Plus One FTAs dan the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)serta memanfaatkan kerja sama ketahanan energi seperti ASEAN Power Grid (APG) and ASEAN Framework Agreement on Petroleum Security (APSA),” kata Airlangga.
Selain itu, memanfaatkan kekuatan sentralitas ASEAN untuk membangun rantai pasok yang tangguh di kawasan. (her/dav)