Cerita Sagara Teknologi dari Kita, untuk Tumbuh Bersama Indonesia
Sagara Technology membedakan diri di pasar AI Indonesia melalui konsep Tech Intelligence. Ini berfokus pada pembangunan kapabilitas organisasi, bukan hanya penjualan perangkat lunak. Lima pilar, termasuk akumulasi data proyek dan kepatuhan regulasi, membentuk keunggulan kompetitif Sagara. Pendekatan ini mendorong transformasi digital di industri teknologi nasional.
Indonesia Pacu Swasembada 8 Pangan Strategis: Target Ambisius 2026 di Depan Mata
Misi swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto mulai terwujud. Setelah beras surplus akhir 2025, delapan komoditas pangan strategis diproyeksikan swasembada Juni 2026. Data Bapanas menunjukkan ketersediaan nasional melampaui kebutuhan, mencakup jagung, gula, cabai, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam. Ini memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
AirTag 2 Masuk Indonesia, Speaker Lebih Kencang dan Tracking Lebih Presisi
Apple AirTag generasi kedua resmi tersedia di Indonesia seharga Rp599.000. Pelacak barang ini membawa peningkatan signifikan pada pelacakan presisi dan audio. Fitur Precision Finding kini 50% lebih jauh, didukung cip Ultra Wideband dan bisa diakses via Apple Watch. Speaker lebih lantang, privasi data terjamin.
DJI Osmo Pocket 4 Siap Meluncur di Indonesia! Cek Harga dan Spesifikasinya
DJI meluncurkan DJI Osmo Pocket 4 pada 16 April 2026. Kamera ini membawa peningkatan signifikan, termasuk sensor CMOS 1 inci dan lensa 20mm f/2.0, menghasilkan foto 37MP. Kemampuan video 4K 240fps dan ActiveTrack 7.0 juga ditingkatkan. Tersedia pre-order di Indonesia mulai Rp8,1 juta, rilis 30 April 2026.
Analisis Tajam: Mengapa Ekonomi Indonesia Optimis Melesat di Atas 5% di Tengah Badai Global?
NEXT Indonesia Center, melalui Herry Gunawan, merilis “Sinyal Daya Tahan Ekonomi Indonesia”. Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan 2026 menjadi 4,7%, sementara ADB 5,2%. Data OECD Composite Leading Indicator (CLI) menunjukkan ekonomi Indonesia masih di 100,52 (di atas 100), menandakan potensi pertumbuhan. Namun, penurunan tipis CLI menjadi peringatan. Pemerintah didesak perkuat investasi dan ekspor.
Bukan Konten Remeh! Tutorial Naik Pesawat Ini Esensial untuk Mayoritas Rakyat Indonesia
Konten tutorial naik pesawat milik Kak Desy Umbara sedang ramai di medsos. Tentu saja kalian bisa tebak kenapa ramai. Ada yang bilang norak, ada yang bilang amat helpful, dan ada yang bilang hidup Jokowi. Tentu saja yang terakhir saya bercanda. Jelas. Masak ya saya kudu klarifikasi sih.
Terus terang, menurut saya, konten tutorial Kak Desy itu nggak norak. Justru malah banyak sekali manfaatnya untuk umum. Terlebih konten tutorial naik pesawat ini.
Begini. Sebenarnya, banyak hal dalam hidup yang sebenarnya kita butuh, tapi kita nggak tahu caranya dan malu kalau mau tanya. Misal, cara pesen Starbucks. Atau, cara beli tiket KRL. Lho, buat orang yang daerahnya nggak ada KRL ini penting. Atau, cara memahami kenapa kawan kita ngomong proyek setinggi langit, tapi minta rokok.
Nah, makanya, saya bilang, sebenarnya, konten tutorial naik pesawat ini bagus banget.
Datang di tempat keberangkatan lebih awal
Perlu diketahui, proses naik pesawat jelas lebih lama ketimbang moda transportasi lain. Kalau moda transportasi lain tinggal beli tiket, kemudian menunggu sebelum jam keberangkatan. Kurang lebih hanya sesimpel itu saja. Kereta, bus, kapal, ya gitu-gitu aja.
Nah, proses naik pesawat itu beda. Check in-nya saja paling lambat sekitar 45-60 menit sebelum keberangkatan. Selain itu gate bandara biasanya tutup sekitar 10-30 menit sebelum keberangkatan.
Makanya, kalau saya pribadi ketika naik pesawat datang 2 jam sebelumnya. Mengingat biasanya saya bawa bagasi. Ditambah saya khawatir juga kalau jadwal keberangkatan dimajukan. Coba kalau naik bus/kereta, penumpang masih aman saja kalau tiba di tempat keberangkatan 15 menit sebelumnya.
Nah, tutorial naik pesawat jadi penting kan hanya dari memahami keberangkatan?
Peraturan naik pesawat lebih ketat daripada moda transportasi lain, makanya tutorial naik pesawat jadi penting
Peraturan naik pesawat jelas lebih ketat daripada naik moda transportasi lain. Ada banyak peraturan sederhana yang belum tentu orang banyak tahu. Bahkan untuk orang yang biasa naik pesawat sekalipun.
Salah satu peraturan naik pesawat yang kadang nggak diketahui atau lupa yaitu nggak boleh bawa korek gas, senjata tajam, dan korek elektrik ke kabin. Wajar sih kalau kadang penumpang lupa perkara ini. Soalnya, korek gas itu kan kecil, kadang kita saja lupa mengantongi barang itu di saku celana.
Peraturan macam ini sepertinya nggak ada di moda transportasi lain. Di transportasi lain malah lebih longgar lagi. Sampai-sampai di bus masih ada lho yang belum melarang penumpangnya merokok dalam perjalanan. Malah ada smoking room juga sih di bus.
Bandara itu luas banget
“Pangkalan” pesawat itu beda dari yang lain. Terutama dalam urusan luasnya. Rata-rata bandara internasional itu jauh lebih luas dari terminal maupun stasiun. Kalau kamu nggak biasa pasti akan bingung.
Lha gimana, wong di Bandara Soekarno-Hatta saja ada tiga terminal utama. Setiap terminal melayani rute dan maskapai yang berbeda-beda. Misal terminal 1 hanya melayani penerbangan domestik saja, sementara terminal 2 dan 3 melayani penerbangan domestik dan internasional.
Belum lagi kita berbicara gate di sana. Ada lebih dari 80 gate di pintu gerbang dunia internasional tersebut. Terdiri dari 21 gate di terminal 1, 21 gate di terminal 2 dan 38 gate di terminal 3. Jadi wajar banget kan kalau orang awam bingung naik pesawat? kita aja kadang bingung kok waktu naik bus di terminal besar.
Nggak semua orang punya kesempatan naik pesawat
Tiket pesawat itu mahal. Sekarang mahal banget malah. Lantaran harga tiketnya yang nggak murah, membuat nggak semua orang punya kesempatan naik moda transportasi ini. Orang yang punya budget pas-pasan tentu lebih memilih moda transportasi lain yang tiketnya lebih terjangkau. Macam bus, kereta atau kapal laut.
Malahan orang biasa kadang pertama kali naik pesawat ketika bertolak ke Tanah Suci. Untungnya pada momen ini mereka nggak sendiri. Ada pemandu dan teman rombongan yang menemani.
Terus terang, saya mendukung segala konten yang dibuat Kak Desy Umbara. Walaupun kontennya sederhana tapi sangat bermanfaat buat orang awam. Agar bisa menghindari dikatain ndeso oleh orang lain kalau nggak tahu berbagai hal yang dianggap sederhana.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Selat Hormuz Dibuka Iran: Mengapa Ini Krusial bagi Stabilitas Energi Indonesia?
Pemerintah Iran resmi membuka Selat Hormuz sebagai rute pelayaran internasional pada Jumat (17/4), menandakan meredanya konflik di kawasan Timur Tengah. Kementerian ESDM menegaskan keputusan ini berdampak positif bagi ketahanan energi Indonesia dan stabilitas pasokan energi global. Prospek energi nasional kini semakin cerah, dengan harapan kapal Pertamina dapat segera melintas.
Indonesia Masuk BRICS: Barat Ajukan Pertanyaan Tajam, Ini Penjelasannya
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengungkapkan negara Barat mempertanyakan keanggotaan penuh Indonesia di BRICS. Setelah keinginan bergabung pasca pelantikan Presiden Prabowo, Indonesia resmi menjadi anggota BRICS Januari 2025 bersama UEA. Hal ini menyoroti posisi geopolitik Indonesia yang dianggap gamang oleh sebagian pihak.
LPOI Desak Iran: Buka Selat Hormuz untuk Kapal Tangker Indonesia
Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) berkirim surat kepada pemimpin Iran. LPOI meminta izin kapal tangker Indonesia melintas Selat Hormuz. Ketua Umum LPOI, Said Aqil Siroj, mendukung kedaulatan Iran, namun mengajukan permohonan ini demi menjaga kedaulatan energi nasional Indonesia.
Kabar Gembira, di Tengah Dunia yang Memanas Indonesia Akan Dapat Pasokan Minyak dari Rusia
Sebagai tindak lanjut pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow pada Selasa (14/4) lalu. Bahlil pun melaporkan hasil diplomasi energi yang dilakukannya kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Sebagai tindak lanjut pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow pada Selasa (14/4) lalu.
Bahlil pun melaporkan hasil diplomasi energi yang dilakukannya kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4).
Bahlil menuturkan bahwa Rusia siap untuk memasok minyak mentah untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.
“Alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude (minyak mentah) dari Rusia,” kata Bahlil, seperti dikutip dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Di tengah dinamika global yang berdampak pada pasokan minyak dunia, Bahlil menambahkan, pemerintah terus mencari pasokan minyak dari berbagai negara. Sebab, Indonesia membutuhkan impor minyak hingga 1 juta barel setiap hari.
Atas arahan dari Presiden Prabowo, Bahlil berupaya mengamankan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri hingga akhir tahun.
“Bapak Presiden selalu berpikir untuk bagaimana caranya agar ketersediaan kita satu tahun itu harus tetap ada. Saya menindaklanjuti untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember, Insyaallah sudah aman. Jadi kita enggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi dari kilang kita,” ujarnya.
Bahlil pun menjamin bahwa kepentingan nasional senantiasa dikedepankan. Untuk harga minyak yang diimpor misalnya, pemerintah mencari harga terbaik. “Yang jelas kita akan mencoba untuk tidak boleh lebih dari harga pasar. Harga di bawah pasar itu jauh lebih baik, tapi minimal sama dengan harga pasar,” tegasnya.
Selain pasokan minyak mentah, Bahlil juga membahas peluang kerja sama pembangunan infrastruktur energi dengan Rusia. “Pihak Rusia juga siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” ucapnya.
Dalam pertemuan dengan Menteri Energi Rusia, Bahlil pun melakukan penjajakan pasokan LPG. “Insyaallah kita juga akan mendapat support, tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi dua atau tiga tahap (dengan Rusia. Tapi kalau crude-nya saya pikir sudah hampir final,” tutupnya. (her/dav)