Potensi Investasi RI Tembus Rp 498,8 T di Q1 2026, Pemicu 706 Ribu Lapangan Kerja Baru
Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi Triwulan I 2026 sebesar Rp 498,8 triliun, naik 7,2% yoy. Investasi ini menyerap 706.569 tenaga kerja. Realisasi PMA dan PMDN nyaris berimbang, masing-masing tumbuh 8,5% dan 6,0%. Industri logam dasar menjadi penyumbang terbesar investasi.
Menuju Standar OECD, Pemerintah Siap Sederhanakan Aturan Investasi
Presiden RI Prabowo Subianto meminta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, untuk memangkas sejumlah regulasi yang dinilai menghambat investasi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian standar regulasi dengan negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dengan demikian, Indonesia diharapkan menjadi semakin ramah terhadap investasi. Hal itu disampaikan Rosan usai menghadap Presiden di Istana Negara, Selasa (21/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto meminta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, untuk memangkas sejumlah regulasi yang dinilai menghambat investasi.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian standar regulasi dengan negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dengan demikian, Indonesia diharapkan menjadi semakin ramah terhadap investasi.
“Pertek (Persetujuan Teknis) juga harus dievaluasi. Kata Bapak Presiden, jika menghambat, tidak perlu ada. Jadi harus terus ditingkatkan,” ujar Rosan usai menghadap Presiden di Istana Negara, Selasa (21/4).
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan perbandingan (benchmarking) dengan negara-negara ASEAN serta standar regulasi OECD dan lainnya.
Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya arah investasi yang tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Rosan mengungkapkan bahwa Presiden mengarahkan agar setiap investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja.
“Pesan beliau, investasi yang masuk harus mampu mendorong penciptaan lapangan kerja yang tumbuh dengan baik, benar, dan berkualitas,” kata Rosan, seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Presiden juga menekankan pentingnya percepatan eksekusi kebijakan investasi agar tidak terhambat oleh regulasi yang berbelit.
“Ini sangat penting dan harus segera diakselerasi. Jangan sampai regulasi justru menjadi penghambat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rosan menyebutkan bahwa sejumlah komitmen investasi menunjukkan angka yang signifikan. Dari Jepang, potensi investasi tercatat mendekati USD 30 miliar, sementara dari Korea Selatan sekitar USD 10 miliar. Investasi dari Tiongkok juga disebut tetap tinggi dan konsisten.
Ia menambahkan, tren positif ini sejalan dengan target investasi nasional yang meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan.
Jika pada periode 2014–2024 total realisasi investasi mencapai sekitar Rp9.100 triliun, maka pada periode 2025–2029 targetnya ditingkatkan menjadi lebih dari Rp13.000 triliun. (her/dav)
MBG Ciptakan Ekosistem Pemberdayaan: Pelaku Usaha Tumbuh, Investasi Capai Rp40 T
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo telah menciptakan ekosistem pemberdayaan. Kehadiran MBG menumbuhkan pelaku usaha lokal di berbagai daerah. Hal itu dikatakan Cak Imin dalam konferensi pers ‘1 Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis’ di Jakarta, Kamis (16/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo telah menciptakan ekosistem pemberdayaan. Kehadiran MBG menumbuhkan pelaku usaha lokal di berbagai daerah.
“Setiap rupiah anggaran negara harus betul-betul memiliki dampak dan menghasilkan ekosistem pemberdayaan, sehingga tidak hanya memberikan gizi, namun juga menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas,” ujar Cak Imin dalam konferensi pers ‘1 Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis’ di Jakarta, Kamis (16/4).
Menurut Cak Imin, dampak nyata pertumbuhan ekonomi karena program MBG sudah mulai terlihat. Dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, pelaku UMKM sekitar dilibatkan. Selain itu, banyak warga lokal yang terserap sebagai tenaga kerja di SPPG.
“Kini kita menyaksikan program MPG berjalan mulai efektif. Melibatkan banyak UMKM, tenaga kerja terus-menerus bertambah di dalam pelaksanaan SPPG, sehingga kita melihat dampak nyata pertumbuhan ekonomi dan akan terus kita dorong dari program ini,” kata dia.
Ia pun menyebut berbagai penyempurnaan terhadap program MBG terus dilakukan pemerintah. Cak Imin pun mengatakan saat ini tercatat investasi swasta pada program MBG mencapai Rp40 triliun.
“Tidak kurang investasi swasta atau publik atau masyarakat, investasi dalam program ini tidak kurang dari Rp40 triliun. Besar sekali,” ucapnya.
Karena itu, lanjut Cak Imin, pemerintah terus mendorong keterlibatan pelaku UMKM serta BUMDes untuk jadi pemasok untuk SPPG agar siklus ekonomi lokal terus berjalan. Ia menilai SPPG kini jadi kekuatan baru dalam proses ekonomi di daerah.
“Ekosistem SPPG dari hilir ke hulu harus menghasilkan peluang ekonomi masyarakat lokal. Dan tentu tidak hanya bergantung kepada BGN, tetapi bergantung kepada pemerintah dan kepala daerah,” kata Cak Imin.
“Pedagang, petani, dan peternak lokal harus terus diberdayakan. Kita punya kepentingan agar tumbuh kembangnya para pedagang, petani, dan peternak ini sebagai bagian dari keinginan kita secara ekonomi berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya. (her/dav)
Rp 497 Triliun Investasi: Apa Artinya Bagi 627 Ribu Lapangan Kerja Baru di RI Awal 2026?
Kementerian Investasi/BKPM memproyeksikan realisasi investasi Indonesia Triwulan I 2026 mencapai Rp 497 triliun, naik 6,9% dari periode sama tahun lalu. Ini menciptakan 627 ribu lapangan kerja baru. Program hilirisasi menjadi pendorong utama. Stabilitas politik dan keamanan Indonesia menarik minat investor asing di tengah dinamika global.
Ahmad Luthfi Amankan Investasi Batang: Polemik HGB Kawasan Industri Jadi Prioritas
Gubernur Jawa Tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mengenai penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB). Langkah ini bertujuan menjaga iklim investasi di KITB tetap lancar. Kewenangan HGB berada pada Kementerian ATR/BPN. Pemprov Jawa Tengah berkomitmen mendukung realisasi investasi, yang pada 2025 mencapai Rp88,5 triliun.
Terobosan Prabowo: Pusat Finansial Khusus, Magnet Baru Investasi Asing?
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah berencana membangun Pusat Finansial Khusus (special financial center). Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman di tengah gejolak geopolitik global. Hal itu dikatakan Presiden di dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Rabu (8/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah berencana membangun Pusat Finansial Khusus (special financial center). Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman di tengah gejolak geopolitik global.
“Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat,” ujarnya di dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Rabu (8/4).
Menurutnya, usulan tersebut telah disampaikan beberapa tahun lalu oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, yang direncanakan berlokasi di Provinsi Bali. Prabowo menilai usulan tersebut semakin relevan saat ini untuk menunjukkan bahwa iklim investasi Indonesia tetap menarik di tengah dinamika global.
Dalam hal ini, ia menjelaskan bahwa banyak warga asal Rusia dan Ukraina yang berpindah dan menetap di Bali sejak kedua negara berkonflik pada 2022. Kini, ia menilai bahwa inisiatif ini dapat menjaring investor yang sebelumnya berencana menanamkan modal di kawasan Timur Tengah, namun mengurungkan niatnya akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
“Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau kemana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati,” kata dia.
Prabowo menambahkan bahwa langkah ini mencerminkan pandangannya bahwa krisis global bukan hanya tantangan, tetapi juga menciptakan peluang emas baru. Dalam hal ini, ia melihat gejolak global sebagai momentum bagi Indonesia untuk menghadirkan inisiatif strategis serta mempercepat program prioritas.
“Intinya adalah, kita sangat banyak potensi. Tapi ini juga, yang saya katakan, membuat kita sekarang harus lebih keras, bekerja lebih teliti,” tutup dia. (her/dav)
Mengapa Investasi Jepang Tetap Mengalir Deras ke Indonesia di Tengah Badai Ekonomi Global?
Menteri Investasi Rosan Roeslani menegaskan minat investasi Jepang di Indonesia tetap tinggi. Pada Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo (30/3), kerja sama ekonomi senilai USD 23,1 miliar ditandatangani. Ini mencerminkan kepercayaan Jepang di tengah gejolak global, menjadikan Jepang kontributor PMA besar bagi Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengajak pengusaha Jepang bermitra dengan Danantara, badan pengelola investasi strategis Indonesia. Di Business Forum Tokyo, Senin (30/3), Prabowo menawarkan tata kelola baik dan reputasi Indonesia yang tidak pernah gagal membayar utang. Ini menjamin perlindungan investor global dan potensi pengelolaan kekayaan nasional yang produktif.
Terobosan Mandiri Sahabatku di Ansan: PMI Korea Raih Literasi Keuangan, Investasi, & Peluang Usaha Perikanan
Bank Mandiri memperluas Mandiri Sahabatku ke Korea Selatan, memperkuat ekonomi kerakyatan dan kualitas SDM Indonesia. Program ini berikan literasi keuangan, edukasi investasi saham, serta peluang usaha perikanan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Ansan. Inisiatif berkelanjutan ini membekali 183 PMI untuk berwirausaha sejak di luar negeri hingga kembali ke tanah air.
Potret Pasar Modal NTB: Lonjakan Investor dan Diversifikasi Pilihan Jadi Penentu Arah Investasi 2025
BEI NTB sukses tingkatkan literasi dan partisipasi pasar modal. Pada 2025, investor pasar modal NTB mencapai 209.300 orang, dengan pilihan produk bervariasi. Secara nasional, total investor pasar modal 20,3 juta, termasuk 8,59 juta investor saham. BEI NTB terus fokus pada literasi, inklusi, aktivasi, dan pengenalan produk baru di 2026.