Rp 497 Triliun Investasi: Apa Artinya Bagi 627 Ribu Lapangan Kerja Baru di RI Awal 2026?
Kementerian Investasi/BKPM memproyeksikan realisasi investasi Indonesia Triwulan I 2026 mencapai Rp 497 triliun, naik 6,9% dari periode sama tahun lalu. Ini menciptakan 627 ribu lapangan kerja baru. Program hilirisasi menjadi pendorong utama. Stabilitas politik dan keamanan Indonesia menarik minat investor asing di tengah dinamika global.
Ahmad Luthfi Amankan Investasi Batang: Polemik HGB Kawasan Industri Jadi Prioritas
Gubernur Jawa Tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mengenai penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB). Langkah ini bertujuan menjaga iklim investasi di KITB tetap lancar. Kewenangan HGB berada pada Kementerian ATR/BPN. Pemprov Jawa Tengah berkomitmen mendukung realisasi investasi, yang pada 2025 mencapai Rp88,5 triliun.
Terobosan Prabowo: Pusat Finansial Khusus, Magnet Baru Investasi Asing?
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah berencana membangun Pusat Finansial Khusus (special financial center). Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman di tengah gejolak geopolitik global. Hal itu dikatakan Presiden di dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Rabu (8/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah berencana membangun Pusat Finansial Khusus (special financial center). Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman di tengah gejolak geopolitik global.
“Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat,” ujarnya di dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Rabu (8/4).
Menurutnya, usulan tersebut telah disampaikan beberapa tahun lalu oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, yang direncanakan berlokasi di Provinsi Bali. Prabowo menilai usulan tersebut semakin relevan saat ini untuk menunjukkan bahwa iklim investasi Indonesia tetap menarik di tengah dinamika global.
Dalam hal ini, ia menjelaskan bahwa banyak warga asal Rusia dan Ukraina yang berpindah dan menetap di Bali sejak kedua negara berkonflik pada 2022. Kini, ia menilai bahwa inisiatif ini dapat menjaring investor yang sebelumnya berencana menanamkan modal di kawasan Timur Tengah, namun mengurungkan niatnya akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
“Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau kemana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati,” kata dia.
Prabowo menambahkan bahwa langkah ini mencerminkan pandangannya bahwa krisis global bukan hanya tantangan, tetapi juga menciptakan peluang emas baru. Dalam hal ini, ia melihat gejolak global sebagai momentum bagi Indonesia untuk menghadirkan inisiatif strategis serta mempercepat program prioritas.
“Intinya adalah, kita sangat banyak potensi. Tapi ini juga, yang saya katakan, membuat kita sekarang harus lebih keras, bekerja lebih teliti,” tutup dia. (her/dav)
Mengapa Investasi Jepang Tetap Mengalir Deras ke Indonesia di Tengah Badai Ekonomi Global?
Menteri Investasi Rosan Roeslani menegaskan minat investasi Jepang di Indonesia tetap tinggi. Pada Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo (30/3), kerja sama ekonomi senilai USD 23,1 miliar ditandatangani. Ini mencerminkan kepercayaan Jepang di tengah gejolak global, menjadikan Jepang kontributor PMA besar bagi Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengajak pengusaha Jepang bermitra dengan Danantara, badan pengelola investasi strategis Indonesia. Di Business Forum Tokyo, Senin (30/3), Prabowo menawarkan tata kelola baik dan reputasi Indonesia yang tidak pernah gagal membayar utang. Ini menjamin perlindungan investor global dan potensi pengelolaan kekayaan nasional yang produktif.
Terobosan Mandiri Sahabatku di Ansan: PMI Korea Raih Literasi Keuangan, Investasi, & Peluang Usaha Perikanan
Bank Mandiri memperluas Mandiri Sahabatku ke Korea Selatan, memperkuat ekonomi kerakyatan dan kualitas SDM Indonesia. Program ini berikan literasi keuangan, edukasi investasi saham, serta peluang usaha perikanan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Ansan. Inisiatif berkelanjutan ini membekali 183 PMI untuk berwirausaha sejak di luar negeri hingga kembali ke tanah air.
Potret Pasar Modal NTB: Lonjakan Investor dan Diversifikasi Pilihan Jadi Penentu Arah Investasi 2025
BEI NTB sukses tingkatkan literasi dan partisipasi pasar modal. Pada 2025, investor pasar modal NTB mencapai 209.300 orang, dengan pilihan produk bervariasi. Secara nasional, total investor pasar modal 20,3 juta, termasuk 8,59 juta investor saham. BEI NTB terus fokus pada literasi, inklusi, aktivasi, dan pengenalan produk baru di 2026.
Menteri Investasi Rosan Roeslani mendesak reformasi pasar modal setelah indeks saham anjlok hampir 7% dan kapitalisasi pasar IDX turun Rp 1.198 triliun. Gejolak dipicu kritik MSCI terkait transparansi. Rosan menekankan pentingnya kualitas, transparansi, dan tata kelola pasar saham untuk kepercayaan investor jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ahmad Luthfi Kawal Investasi Brunei: Menguak Isi Pertemuan Penting dengan Pangeran Abdul Qawi
Pangeran Muda Abdul Qawi dari Brunei Darussalam mengunjungi Jawa Tengah pada 4 Februari 2026. Kunjungan ini menindaklanjuti rencana investasi di sektor energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan pertanian. Penandatanganan Letter of Intent (LOI) untuk energi terbarukan dilakukan. Gubernur Jawa Tengah menyambut potensi kerja sama strategis ini.